Claim Missing Document
Check
Articles

Found 26 Documents
Search

CAMPUR KODE DAN ALIH KODE DALAM PERCAKAPAN KANAL YOUTUBE ARSY FAMILY DI SWISS KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Anggraeni, Marini Putri; Yanuarsih, Sri; Abadi, M. Imron
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.409

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsi dalam pemakaian bahasa yang muncul dalam percakapan keluarga Arsy Family di kanal YouTube mereka yang merekam kehidupan sehari-hari di Swiss, dengan penekanan pada fenomena campur kode dan alih kode. Pendekatan deskriptif kualitatif digunakan dalam penelitian ini melalui teknik simak dan catat, sehingga peneliti dapat menelusuri data secara mendalam berdasarkan konteks tuturannya. Data penelitian diambil dari ujaran Ibu Arsy, Mirjeta, dan Mas Bree dalam beberapa video yang memuat interaksi spontan keluarga. hasil analisis memperlihatkan bahwa percakapan dalam kanal tersebut mengandung peristiwa campur kode berupa penyisipan kata bahasa Jawa dan bahasa Inggris ke dalam bahasa Indonesia. Selain itu, ditemukan pula alih kode yang terjadi melalui perpindahan penuh antarbahasa sesuai dengan perubahan topik maupun situasi percakapan. Berdasarkan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa: (1) terdapat berbagai bentuk campur kode dalam tuturan keluarga Arsy Family di kanal YouTube, dan (2) terdapat pula alih kode yang muncul secara natural dalam interaksi multilingual mereka.
SARKASME PADA KANAL YOUTUBE TEOTOK KARYA BETO DAN BILAL, SINDIRAN KERAS BERBALUT TAWA Isnaini, Ainur Rohmah; Yanuarsih, Sri; Abadi, M. Imron
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.410

Abstract

Penelitian ini membahas penggunaan sarkasme sebagai gaya bahasa sindiran dalam konten kanal YouTube Tekotok karya Beto dan Bilal. Sarkasme dalam media digital semakin berkembang sebagai bentuk komunikasi yang tidak hanya berfungsi untuk menghibur, tetapi juga menyampaikan kritik sosial secara kreatif. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif, penelitian ini menganalisis tuturan dalam beberapa video Tekotok untuk mengidentifikasi jenis sarkasme, strategi bahasa, serta fungsi sosial yang muncul dalam dialog. Data dikumpulkan melalui teknik tonton, transkrip, dan catat dengan fokus pada segmen video yang memuat unsur ironi, hiperbola, metafora, dan bentuk pertentangan makna lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa sarkasme dalam kanal Tekotok muncul melalui penggunaan diksi sehari-hari, humor situasional, dan hiperbola ekstrem seperti “kolam renang dari beras” atau “AC monnya ada 10”. Sarkasme berfungsi sebagai media kritik terhadap perilaku konsumtif, kemiskinan, ketimpangan sosial, dan pola pikir tidak logis yang kerap muncul dalam kehidupan sehari-hari. Penelitian ini memperlihatkan bahwa humor sarkastik menjadi strategi efektif untuk menyisipkan pesan moral tanpa menimbulkan pertentangan, sejalan dengan teori gaya bahasa Keraf (1971) serta temuan penelitian sebelumnya mengenai sarkasme di media digital. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa sarkasme dalam kanal Tekotok bukan sekadar hiburan, melainkan alat refleksi sosial yang mampu membangun kesadaran kritis penonton melalui tawa dan sindiran.
DEKONSTRUKSI REPRESENTASI KEMATIAN DALAM LAGU “O, TUAN” KARYA FEAST: KAJIAN SEMIOTIK JACQUES DERRIDA Avita, Tira Mei Dwi Nur; Yanuarsih, Sri; Suantoko
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.411

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi makna kematian dalam lirik lagu “O, Tuan” karya Feast melalui pendekatan semiotik dekonstruksi Jacques Derrida. Fokus kajian terletak pada bagaimana makna kematian dibangun, dinegosiasikan, dan terus bergeser melalui permainan tanda dalam teks lirik. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik analisis teks, di mana lirik lagu diperlakukan sebagai objek semiotik yang mengandung jaringan penanda dan petanda yang tidak stabil. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi diksi, struktur repetitif, serta oposisi biner yang muncul dalam lirik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna kematian dalam lirik “O, Tuan” direpresentasikan sebagai pengalaman yang dekat, menekan, dan mengancam secara psikologis. Struktur emosional lirik bersifat ambivalen, ditandai oleh ketegangan antara penerimaan dan ketakutan yang terus berulang. Oposisi biner seperti hidup–mati, ikhlas–takut, serta menerima–menolak tidak hadir secara stabil, melainkan saling melemahkan dan meruntuhkan satu sama lain. Melalui mekanisme différance, makna kematian tidak pernah mencapai finalitas, melainkan terus bergeser dengan jejak ketakutan sebagai unsur dominan yang mengikat keseluruhan makna. Dengan demikian, kematian dalam lirik ini tampil sebagai realitas yang tidak tunggal dan senantiasa dinegosiasikan secara emosional oleh subjek.
KEPRIBADIAN TOKOH MENURUT SIGMUND FREUD DALAM NOVEL TULISAN SASTRA KARYA TENDERLOVA Nisya’, Risky Arifatun; Yanuarsih, Sri; Abadi, M. Imron
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.412

Abstract

Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan kepribadian tokoh dalam novel Tulisan Sastra karya Tenderlova menggunakan teori Id, Ego, dan Superego Sigmund Freud. Pendekatan yang digunakan adalah psikologi sastra dengan metode deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui analisis mendalam terhadap perilaku, dialog, dan konflik batin tokoh dalam teks novel. Hasilnya menunjukkan bahwa aspek Id tampak melalui tindakan impulsif dan agresif pada tokoh Sastra, Jovan, Nana, Sahara, dan Jeffry. Aspek Ego muncul saat para tokoh menahan impuls dan beradaptasi dengan realitas melalui pertimbangan logis. Sementara itu, aspek Superego ditunjukkan melalui nilai moral, etika, dan suara hati, yang mendorong munculnya rasa bersalah, tanggung jawab, dan penyesalan mendalam.
MAKNA SIMBOLIK DALAM PUISI “AKU INGIN” KARYA SAPARDI DJOKO DAMONO Rohmad, Anang Fauzi; Yanuarsih, Sri; Letreng, I Wayan
Journal of Community Service Vol 8 No 1 (2026): JCS, June 2026
Publisher : Ikatan Dosen Menulis

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56670/jcs.v8i1.413

Abstract

Puisi Aku Ingin karya Sapardi Djoko Damono merupakan salah satu karya liris modern Indonesia yang mengandung makna simbolik mendalam melalui kesederhanaan bahasa dan kekuatan metaforiknya. Artikel ini bertujuan untuk menganalisis makna simbolik dalam puisi tersebut dengan menggunakan pendekatan semiotik dan hermeneutik. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi pustaka terhadap teks puisi serta literatur pendukung yang mencakup teori semiotika Saussure dan Barthes, simbolisme modern, serta teori interpretasi hermeneutik. Analisis data dilakukan dengan pendekatan deskriptif-kualitatif melalui tahap identifikasi penanda, petanda, analisis denotasi, konotasi, dan mitos, serta interpretasi makna simbolik berdasarkan konteks emosional dan filosofis puisi. Hasil analisis menunjukkan bahwa puisi Aku Ingin memuat simbolisme tentang cinta yang sederhana, tulus, dan penuh keikhlasan melalui metafora kayu, api, abu, awan, hujan, dan tiada. Simbol-simbol ini menggambarkan pengorbanan, kerelaan melepas, serta kedewasaan emosional dalam mencintai. Penelitian ini relevan untuk memahami nilai-nilai kemanusiaan dan spiritualitas dalam sastra Indonesia, sekaligus memberikan wawasan baru tentang bagaimana kesederhanaan dapat menjadi ekspresi mendalam dalam pengalaman cinta manusia.
Campur Kode dalam Film Pendek "Capciptop" di Kanal Youtube Ravacana Films Septia, Ellisa Eka Nur; Yanuarsih, Sri; Letreng, I Wayan
Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran Vol. 15 No. 1 (2026): Bahasa, Sastra, dan Pengajaran
Publisher : Universitas Suryakanca

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This article describes the forms of code-mixing and the social factors underlying them. The study employed a qualitative descriptive method. The data source consisted of dialogues between characters. Data collection was conducted through listening and note-taking, while data analysis employed a matching method with a sorting technique. The results of the study indicate that code-mixing in the film “Capciptop” occurs naturally in informal speech situations. Javanese serves as the primary code, while Indonesian and foreign languages ​​are interspersed in the form of words and phrases. The resulting code-mixing is influenced by several social factors, including the closeness of the relationships between characters, the context of the speech situation, the speaker's generational background, and the influence of modern culture and digital technology. Functionally, code-mixing in the film serves as a marker of cultural identity, an expressive medium, and a pragmatic strategy in communication. Abstrak Artikel ini   mendeskripsikan bentuk-bentuk campur kode serta faktor sosial yang melatarbelakanginya. Penelitian  menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data berupa dialog antartokoh. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik simak dan catat, sedangkan analisis data menggunakan metode padan dengan teknik pilah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa campur kode dalam film “Capciptop” terjadi secara alami dalam situasi tutur yang bersifat informal. Bahasa Jawa berperan sebagai kode utama, sementara bahasa Indonesia dan bahasa asing disisipkan dalam bentuk kata dan frasa. Campur kode yang muncul dipengaruhi oleh beberapa faktor sosial, antara lain kedekatan hubungan antartokoh, konteks situasi tutur, latar generasi penutur, serta pengaruh budaya modern dan teknologi digital. Secara fungsional, campur kode dalam film berperan sebagai penanda identitas budaya, sarana ekspresif, serta strategi pragmatik dalam komunikasi.