Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Damdex Sebagai Bahan Tambah Pada Campuran Beton Normal Sandy, Desi; Sampebua, Trhesiani; Phengkarsa, Frans
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 2 (2024): PCEJ Vol.6, No.2, June 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/265y8c40

Abstract

Perkembangan teknologi beton pada industri konstruksi di Indonesia terus meningkat. Kemajuan teknologi beton tersebut dimanfaatkan unuk menciptakan inovasi-inovasi baru guna meningkatkan kualitas beton. Beberapa inovasi bahan tambah seperti Betonmix, Superplasticizer dan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Damdex. Damdex ialah bahan kimia cair yang berfungsi menjadi  bahan aditif pada kombinasi mortar atau semen Portland. Ketika damdex dicampur dengan mortar atau semen, kombinasi tersebut akan membeku lebih cepat, menaikkan mutu dan kuat tekan beton, serta membantu campuran mortar atau semen menjadi kedap air dan tahan terhadap sinar ultraviolet. Penelitian ini menggunakan variasi damdex 0%, 1,5%, dan 3%. Pengujian dalam penelitian ini meliputi pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan pengujian modulus elastisitas beton. Perhitungan perencanaan campuran beton dengan mutu rencana 25 MPa menggunakan SNI 03-2834-2000. Dari hasil pengujian diperoleh nilai kuat tekan rata-rata beton  adalah 25,461 MPa, 25,810 MPa, dan 23,461 MPa pada umur 28 hari. Nilai pengujian kuat tarik belah rata- rata beton pada umur 28 hari adalah 2,734 MPa, 2,192 MPa, dan 2,003 MPa. Hasil rata–rata pengujian kuat lentur beton pada umur 28 diperoleh 2,871 MPa, 2,115 Mpa, dan 1,864 MPa. Nilai rata-rata pengujian modulus elastisitas adalah 25259,959 MPa, 32802,913 MPa, dan 19831,596 MPa.
Pengaruh Penambahan Remahan Karet (Crumb Rubber) Pada Campuran Beton Normal Elton Tri Juan Simon; Phengkarsa, Frans; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/k7neqw55

Abstract

Beton merupakan salah satu bahan pokok yang biasanya dipakai dalam dunia konstruksi, karena sifatnya yang bermacam sesuai dengan perubahan campuran penyusunnya seperti air, semen portland komposit, agregat kasar dan halus serta bahan tambahan lainnya jika diperlukan. Dalam penelitian ini digunakan serat kabel tembaga sebagai bahan tambah dalam campuran beton. Penelitian ini, Karakteristik agregat halus dan agregat kasar dari sungai jeneberang menunjukan hasil yang memenuhi spesifikasi. Agar diketahui karakteristik beton, dilaksanakan uji kuat tekan dan kuat tarik belah. Menurut pengujian tersebut, didapatkan rata-rata Nilai Kuat tekan pada variasi beton normal sebesar 21,966 Mpa, pada variasi 1,75% sebesar 21,118 Mpa dan pada variasi 2% sebesar 20,741 Mpa. Untuk data uji kuat tarik belah  dihasilkan angka rata-rata untuk variasi 0% sebesar 3,300 Mpa, untuk variasi 1,75% sebesar 2,875% dan untuk variasi 2% sebesar 3,017 Mpa.  
Pengaruh Limbah Cangkang Kerang Sebagai Bahan Tambah Semen Terhadap Beton Normal Yosep Loli Saputra Nani; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 6 No. 3 (2024): PCEJ Vol.6, No.3, September 2024
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/v7kx2150

Abstract

Kerang anadara grandis memiliki cangkang yang kuat sehingga dapat dihancurkan menjadi serbuk dan digunakan sebagai pengganti semen dalam campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk memahami dampak penggunaan berbagai persentase cangkang kerang, yang dicampurkan ke dalam semen. Dalam perencanaan campuran beton, metode yang digunakan adalah Mix Design Metode SNI 03-2834-2000. Adapun kuat tekan rencana yaitu 24 MPa. Pengujian kuat tekan beton yang efektif dilakukan pada berbagai rentang umur benda uji beton, yakni 7 hari, 21 hari, dan 28 hari, melalui penggunaan Compression Testing Machine. Beton memiliki nilai kuat tekan maksimum sebesar 25,654 MPa dengan variasi sebesar 10%. Nilai maksimum kuat tarik belah beton yang diperoleh dari pengujian adalah 4,007 MPa dengan variasi sebesar 10%. Dan untuk uji kuat lentur beton dengan variasi 15% mengalami penurunan dari variasi 10%.  
Pengaruh Fly Ash Dan Tempurung Kelapa Sebagai Bahan Substitusi Pada Beton Normal Songko, Imelda; Phengkarsa, Frans; Febriani, Lisa; Wong, Irwan Lie Keng
Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Vol 6 (2023): Prosiding Seminar Nasional Sinergitas Multidisiplin Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Joi
Publisher : Yayasan Pendidikan dan Research Indonesia (YAPRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Beton merupakan suatu campuran yang terdiri dari agregat halus, agregat kasar, air dan semen yang menjadi pengikat dan disatukan dalam perbandingan tertentu. Pada penelitian ini digunakan tempurung kelapa dan fly ash sebagai bahan substitusi pada beton normal dengan mutu rencana 25 MPa. Variasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah variasi normal, 3%, 3,5% dan 4% yang bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan dari fly ash dan tempurung kelapa sebagai bahan substitusi. Pengujian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu pengujian kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, dan pengujian modulus elastisitas beton. Dari hasil pengujian diperoleh nilai rata – rata kuat tekan beton pada umur 28 hari sebesar 25,412 MPa, 28, 264 MPa, 25,059 MPa, dan 20,656 Mpa. Nilai pengujian kuat tarik belah beton umur 28 hari diperoleh nilai rata - rata sebesar 2,734 MPa, 2,875 Mpa, 2,640 Mpa dan 2,451 Mpa. Nilai rata – rata pengujian kuat lentur beton umur 28 hari diperoleh berturut – turut sebesar 2,871 MPa, 2,921 MPa, 2,770 MPa dan 2,619 MPa. Dan nilai rata – rata pengujian modulus elastisitas beton umur 28 hari diperoleh sebesar 23631,659; 23846,63; 23585,448; dan 23319,164 Kata Kunci : , , , , Abstract Concrete is a mixture consisting of fine aggregate, coarse aggregate, water and cement which become binders and are put together in a certain ratio. In this study, coconut shell and fly ash were used as substitute materials for normal concrete with a plan quality of 25 MPa. The variations used in this study are normal variations, 3%, 3.5% and 4% which aim to determine the effect and comparison of fly ash and coconut shell as substitution materials. The tests carried out in this study are testing compressive strength, tensile strength, flexural strength, and testing the modulus of elasticity of concrete. From the test results, the average compressive strength of concrete at the age of 28 days was 25.412 MPa, 28, 264 MPa, 25.059 MPa, and 20.656 Mpa. The tensile strength test value of 28-day-old concrete obtained average values of 2,734 MPa, 2,875 Mpa, 2,640 Mpa and 2,451 Mpa. The average value of the 28-day concrete flexure test was obtained respectively of 2,871 MPa, 2,921 MPa, 2,770 MPa and 2,619 MPa. And the average value of testing the modulus of elasticity of 28-day-old concrete was obtained at 23631,659; 23846,63; 23585,448; and 23319,164.