Claim Missing Document
Check
Articles

Found 24 Documents
Search

Pengaruh Sandblasting Dan Limbah Gypsum Sebagai Bahan Campuran Beton Surgawi, Daniel; Phengkarsa, Frans; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 2 (2022): PCEJ, Vol.4 No.2, June 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/ye1vy295

Abstract

Beton normal adalah suatu beton yang dengan nilai kuat tekan 15-40 MPa.penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui workability dari beton segar dengan penambahan sandblasting 10% dan variasi limbah gypsum 0%, 2%, 4%, 6% pada campuran beton. Sampel dengan bentuk silinder dengan dimensi 15cm x 30cm total 12 buah, serta balok dengan dimensi 15cm x 15cm x 60cm total 3 buah. Pada proses tes kuat tekan diperoleh angka 26,020, 24,027, 23,469 dan 21,161 Mpa. Pengujian kuat tarik belah sebesar 2,712, 2,098, 1,745, dan 1,462 Mpa. Pengujian 4,119, 3,793, 3,585, dan 3,230 MPa. Pengujian modulus elastisitas sebesar 22384, 20497, 20025, dan 19132 MPa. Hasil tersebut menunjukan bahwa limbah gypsum tidak dapat digunakan sebagai bahan campuran mutu beton. 
Pengaruh Agregat Tambang Sangkaropi’ Dan Sandblasting Pada Beton Paa, Mikel; Phengkarsa, Frans; Febriani, Lisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 4 No. 1 (2022): PCEJ, Vol.4, No.1, March 2022
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0arrj545

Abstract

Beton adalah sebuah bahan bangunan komposit yang terbuat dari kombinasi aggregat dan pengikat semen. Bentuk paling umum dari beton adalah beton semen Portland, yang terdiri dari agregat mineral, semen dan air. Biasanya dipercayai bahwa beton mengering setelah pencampuran dan peletakan. Dalam meningkatkan kekuatan atau mutu beton, agregat kasar yang digunakan berasal dari tambang Sangkaropi’ karena selain masih jarang yang menggunakan agregat disana, batu tambang Sangkaropi pun mengandung mineral seperti kalsium oksida, silika dioksida, aluminium oksida. Dengan menambahkan bahan-bahan, baik itu pada agregat kasar maupun agregat halus, sebagai pengganti bahan pengikat dan ada pula sebagai bahan tambahan untuk meningkatkan daya rekat dari bahan pengikat dalam beton salah satunya menggunakan material sandblasting dalam campuran beton. Hal tersebut dikarenakan sandblasting merupakan bahan alam yang bahan bakunya mengandung almandite dan silica sebanyak kurang dari 0,1 persen, yang artinya sandblasting tidak mengandung bahan berbahaya dan beracun (B3). Variasi yang digunakan 0%,5%, dan 10%. Pengujian yang dilakukan adalah pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah, dan uji kuat lentur dengan mutu beton rencana 25 MPa. Dari hasil penelitian ini diperoleh nilai kuat tekan berturut-turut sebesar 26,502 Mpa, 28,389 Mpa dan 31,878 Mpa pada uji kuat tarik belah diperoleh nilai berturut-turut 1,721 Mpa, 2,146 Mpa, 2,617 Mpa dan pada uji kuat lentur diperoleh nilai sebesar 1,837 Mpa, 2,341 Mpa, dan 2,696 Mpa. 
Pemanfaatan Limbah Cangkang Telur Sebagai Bahan Substitusi Semen Pada Beton Klau, Agnes Sentani; Phengkarsa, Frans; Jujun Sanggaria, Olan
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/j3b2e048

Abstract

Perkembangan teknologi dapat memberikan dampak positif dan dampak negatif terhadap kehidupan manusia sehari-hari. Dampak negatif yang paling umum terjadi adalah limbah yang dihasilkan dari setiap aktivitas manusia. sebagian besar limbah ini dibuang begitu saja ke alam tanpa pengolahan. Salah satu limbah yang paling umum ditemukan adalah limbah cangkang telur. Jumlah limbah cangkang telur terus meningkat, namum tidak dikelola dan tidak dimanfaatkan secara optimal sehingga limbah tersebut perlu diolah, seperti memanfaatkan limbah cangkang telur tersebut pada campuran beton. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemanfaatan limbah cangkang telur sebagai bahan substitusi semen dengan variasi serbuk limbah cangkang telur sebesar 0%, 4%, 6% dan 8% terhadap kekuatan beton. Mutu rencana beton (f’c) pada penelitian ini yaitu 25 MPa. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan beton secara berturut-turut sebesar 27,351 MPa, 25,842 MPa, 23,201 MPa dan 21,504 MPa, nilai kuat tarik belah beton secara berturut-turut sebesar 2,712 MPa, 2,499 MPa, 2,264 MPa dan 2,146 MPa, nilai modulus elastisitas beton secara berturut-turut sebesar 21912,043 MPa, 17437,327 MPa, 14447,336 MPa dan 12290,684 MPa. Dari hasil penelitian ini diketahui bahwa beton yang menggunakan serbuk limbah cangkang telur sebagai bahan substitusi semen dengan variasi 0% dan 4% dapat memenuhi mutu rencana beton. 
Studi Eksperimental Beton Mutu Normal Dengan Agregat Batok Kelapa Dan Terak Nikel Aprilia, Putri; Phengkarsa, Frans; Kusuma, Benny
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 4 (2021): PCEJ, Vol.3, No.4, December 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/vy868c25

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, serta modulus elastisitas pada beton mutu normal dengan variasi bahan tambah batok kelapa dan terak nikel pada agregat kasar. Pembuatan benda uji berupa silinder 150mm x 150mm x 300mm sebanyak 27 buah dan balok 150mm x 150mm x 600mm sebanyak 9 buah. Hasil penelitian menunjukkan penambahan batok kelapa dan terak nikel pada agregat kasar terhadap pengujian beton dengan komposisi campuran terak nikel 30% dan batok kelapa 20% diperoleh nilai berturut-turut untuk kuat tekan hari ke-28 yaitu 30,841 MPa, 31,124 MPa dan 31,690 MPa, kuat tarik belah berturut-turut yaitu 3,114 MPa, 3,468 Mpa dan 3,255 MPa, nilai kuat lentur berturut-turut adalah 4,383 MPa, 4,018 Mpa dan 3,930 MPa. Dan untuk nilai modulus elastisitas diperoleh nilai berturut-turut 12763,274 MPa, 15404,333 MPa, dan 13619,275 MPa.
Pengaruh Penggunaan Pasir Putih Sebagai Bahan Campuran Beton Mutu Tinggi Sirangan, Meisye Mitha; Phengkarsa, Frans; Tonapa, Suryanti Rapang
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 3 (2021): PCEJ, Vol.3, No.3, September 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/bc01y592

Abstract

Penggunaan beton di Indonesia tidak lepas dari bangunan gedung pencakar langit, jembatan dengan bentang yang panjang, dan bangunan bawah tanah yang pada umumnya bangunan – bangunan tersebut memiliki beban yang lebih besar sehingga penggunaan beton mutu tinggi sangat diperlukan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kuat tekan, kuat tarik belah, kuat lentur, modulus elastisitas dan workability beton segar dengan penambahan superplaticizer sebanyak 0,8%. Benda uji yang digunakan berupa silinder berdiameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 15 buah, dan balok ukuran 15 cm × 15 cm × 60 cm sebanyak 3 buah. Dari hasil penelitian diperoleh nilai kuat tekan sebesar 43,007 MPa. Pengujian kuat tarik belah sebesar 3,584 MPa. Pengujian kuat lentur sebesar 4,340 MPa. Pengujian modulus elastisitas sebesar 28447,956 MPa. Dari pengujian slump dengan penambahan superplaticizer didapatkan sebesar 10 cm
Karakteristik Beton Mutu Tinggi Dengan Komposisi Slag dan Agregat Halus Batu Gamping Bunga’, Dicaprio Resen; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 2 (2021): PCEJ, Vol.3, No.2, June 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qjyvb467

Abstract

Pada umumnya agregat halus dan agregat kasar sebagai bahan komponen utama penyusun beton banyak berasal dari alam sehingga suatu saat akan habis, maka diperlukan bahan alternatif penggantinya. Salah satu bahan alternatif adalah Slag Nikel. Slag nikel merupakan sejenis batuan hasil pembuangan dari Industri nikel. Pemanfaatan batu gamping juga sebagai alternatif bahan pengganti agregat halus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan beton dan hubungan karateristik beton yang menggunakan Slag nikel dan batu gamping sebagai bahan pengganti agregat halus terhadap mutu beton. Adapun dengan variasi 0%, 10% dan 20% dan persentase penggunaan batu gamping sebagai bahan substitusi agregat halus sebesar 10%.Metode pencampuran beton menggunakan metode SNI-03-2834-2000 dengan mutu beton direncanakan 42Mpa. Dari hasil ini penelitian diperoleh niIai kuat tekan beton dengan variasi 0%, 10% dan 20% berturut-turut sebesar 42,360 MPa, 42,347 MPa dan 41,781 MPa, pengujian kuat tarik belah dengan variasi 0%, 10% dan 20% berturut-turut sebesar 3,94 MPa, 3.064 MPa dan 2.293 MPa dan pengujian kuat lentur dengan variasi 0%, 10% dan 20% berturut-turut sebesar 4,242 MPa, 4,068 MPa dan 3,179 MPa. Hubungan kuat tarik beIah untuk variasi variasi SlagNikel 0%, 10%, dan 20% berturut-turut sebesar 9,242%, 7,178%, dan 7 % dari kuat tekan, Hubungan kuat tarik beIah untuk variasi variasi Slag Nikel 0%, 10%, dan 20% berturut-turut sebesar 0,65√f′c , 0,62√f′c , dan 0,57√f′c dari kuat tekan. Dari hasil penelitian disimpulkan bahwa campuran beton dengan subtitusi slag nikel dan batu gamping mengakibatkan penurunan kekuatan seiring bertambahnya presentase subtitusi slag nikel
Penggunaan Agregat Kasar Batu Gunung Salubue Terhadap Beton Mutu Tinggi Deo Saldi Tanga; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 3 No. 1 (2021): PCEJ, Vol.3, No.1, March 2021
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/0bqg8013

Abstract

Pada penelitian ini untuk mengetahui karakteristik agregat kasar yang berasal dari gunung Salubue serta karakteristik beton mutu tinggi. Agregat yang digunakan berasal dari Desa Rantepuang, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat. Pengujian menggunakan benda uji silinder tinggi 30 cm dengan diameter 15 cm serta balok 60 x 15 x 15 cm, terhadap sifat mekanis beton. Jumlah benda uji adalah 20 buah benda uji silinder dan 4 buah benda uji balok. Rancangan komposisi material penyusun beton menggunakan metode SNI 03-2834-2000. Dari hasil penelitian diperoleh untuk kuat tekan beton pada umur 7 hari nilainya 24,606 MPa, sedangkan nilai kuat tekan beton umur 21 hari nilainya 37.475 MPa, serta kuat tekan beton umur 28 hari yaitu 43.202 MPa, mengalami peningkatan sebesar 2,782 % dari kuat tekan rencana yaitu sebesar 42 MPa. Nilai tarik belah beton yaitu 3,164 MPa. Nilai kekuatan lentur beton adalah 4,797 MPa. Hubungan antara kuat tekan dan kuat tarik belah sebesar 7,323% terhadap nilai kuat tekan, dan hubungan antara kuat tekan dan kuat lentur sebesar 11,104% terhadap nilai kuat tekan. Dari hasil pengujian karakteristik agregat kasar gunung Salubue memenuhi standar SNI sebagai bahan campuran beton dan berdasarkan sifat mekanik beton memenuhi kuat tekan rencana. 
Pengaruh Limbah Karbit / Calcium Carbit Sebagai Bahan Substitusi Semen Pada Beton Liberty Juniasy Somalinggi; Phengkarsa, Frans; Febriani, Lisa
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 4 (2020): PCEJ, Vol.2, No.4, December 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tr67q005

Abstract

Penelitian ini memanfaatkan limbah karbit sebagai pengganti sebagian semen dalam pembuatan beon yang bertujuan untuk mengetahui nilai optimum penambahan limbah karbit yang berfungsi sebagai pengganti sebagian semen terhadap kuat tekan, kuat tarik belah, dan modulus elastisitas beton. Variasi limbah karbit sebesar 0%, 4%, 6%, dan 8%. Sampel yang digunakan adalah silinder dengan diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 72 sampel. Pengujian kuat tekan dilakukan pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 28 hari, dan kekuatan tarik belah dan modulus elastisitas diuji pada umur 28 hari. Hasil pengujian bahan limbah karbit 0% menunjukkan kuat tekan 35,47 MPa, kuat tarik belah 2,59 MPa, dan modulus elastisitas 16957,76 MPa. Variasi 4% limbah karbit, kuat tekan 37.64 MPa, kuat tarik belah 2,66 MPa, dan modulus elastisitas 17180,87 MPa. Variasi 6% limbah karbit, kuat tekan 33.60 MPa, kuat tarik belah 2,50 MPa, dan modulus elastisitas 16635,53 MPa. Variasi 8% limbah karbit, kuat tekan 35.48 MPa, kuat tarik belah 2,50 MPa, dan modulus elastisitas 16429,19 MPa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa beton dengan 4% limbah karbit mendapatkan hasil uji paling optimum untuk semua pengujian.
Pemanfaatan Bottom Ash Sebagai Bahan Substitusi Agregat Halus Terhadap Kekuatan Beton Agnes Claudia Posedung; Phengkarsa, Frans; Sandy, Desi
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 2 No. 3 (2020): PCEJ, Vol.2, No.3. September 2020
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/qaf2ge31

Abstract

Bottom ash merupakan hasil sisa pembakaran batu bara yang dapat bermanfaat untuk pemanfaatan penyusun campuran beton. Pada penelitian ini bottom ash digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus dalam pembuatan beton. Bottom ash memiliki ukuran butir lebih besar dan lebih berat dengan karakteristik berwarna abu-abu gelap. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui kekuatan beton yang menggunakan bottom ash sebagai bahan substitusi agregat halus. Persentase penggunaan bottom ash sebagai bahan substitusi agregat halus sebesar 0%, 25% dan 35%. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Bahan Universitas Kristen Indonesia Paulus Benda uji yang digunakan berupa silinder ukuran diameter 15 cm dan tinggi 30 cm sebanyak 36 buah. Pengujian yang dilakukan berupa pengujian kuat tekan, uji kuat tarik belah dan uji modulus elastisitas dengan mutu beton rencana 30 MPa. Dari hasil penelitian, untuk hasil uji kuat tekan diperoleh variasi bottom ash optimum pada penggunaan bottom ash 35% dengan kuat tekan sebesar 33,764 MPa pada umur 28 hari, pengujian kuat tarik belah diperoleh variasi bottom ash optimum pada penggunaan bottom ash 35% dengan kuat tarik belah sebesar 3,253 MPa pada umur 28 hari sedangkan nilai modulus elastisitas tertinggi diperoleh pada penambahan bottom ash 35% yaitu sebesar 27332.0255 Mpa. Dan diperoleh persentase hubungan kuat tarik belah untuk variasi bottom ash 0%, 25% dan 35% berturut-turut sebesar 8,007%, 8,983% dan 9,635% dari kuat tekan. Nilai tersebut memenuhi atau sesuai dengan yang ditentukan yaitu rata-rata berkisar antara 7% hingga 11% dari kuat tekannya dengan rata-rata berkisar 9 %. Dari variasi bottom ash yaitu 0%, 25% dan 35% pada benda uji silinder , yang mencapai f’c 30 Mpa adalah bottom ash dengan variasi 35% dan dapat digunakan sebagai bahan substitusi agregat halus
Penggunaan Abu Batu Gamping Sebagai Bahan Pembuatan Bata Ringan Dian S. Tondok; Rio Mastor; Phengkarsa, Frans; Hermana Kaselle
Paulus Civil Engineering Journal Vol. 1 No. 1 (2019): PCEJ, Vol.1, No.1, September 2019
Publisher : Universitas Kristen Indonesia Paulus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52722/tea56q57

Abstract

Bata ringan dituntut menjadi pengganti batu bata merah konvensional karena beratnya yang ringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan abu batu gamping dengan variasi 0 %, 10 %, 15 % dan 20 % dan foam agent 40% terhadap bata ringan. Pengujian bata ringan meliputi berat jenis, penyerapan, dan kuat tekan bata ringan. Benda uji berukuran20 x 10 x 5 cm sebanyak 36 benda uji . Hasil uji nilai berat jenis variasi abu batu gamping 0% ,10%, 15%, 20% berturut-turut 1103,333 kg/m3, 1160 kg/m3, 1200 kg/m3, 1226,667 kg/m3 termasuk beton ringan kelas V berdasarkan ASTM C-495, dan hasil uji kuat tekan pada 28 hari berturut-turut 0,583 MPa, 0,667 MPa, 0,917 MPa, 1 MPa , maka kadar optimum adalah 20% yakni sebesar 1 Mpa termasuk beton ringan kelas V, serta penyerapan air berturut-turut sebesar 17,228%, 16,103%, 15,839%, 15,782% memenuhi penyerapan maksimum 25 %.