Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Early Prediction of At Risk Students Using Minimal Data: A Machine Learning Framework for Higher Education Hamsiah; Adiyati, Nita; Subekti, Rino
Digitus : Journal of Computer Science Applications Vol. 3 No. 2 (2025): April 2025
Publisher : Indonesian Scientific Publication

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61978/digitus.v3i2.953

Abstract

Early identification of academically at risk students is essential for timely intervention and improved retention in higher education. This study investigates the effectiveness of using pre admission and early semester LMS data to predict student risk using machine learning models. The objective is to assess whether limited, readily available data from the first four weeks of instruction can reliably support early warning systems. A supervised learning framework was applied using the Open University Learning Analytics Dataset (OULAD), with features derived from student demographics and early LMS activity logs. Models evaluated include Logistic Regression, XGBoost, and CatBoost, with time based validation and SMOTE employed to address class imbalance. Model performance was measured using ROC AUC, F1 Score, and Recall. The CatBoost model achieved the best performance, with an F1 score of 0.770 and ROC AUC of 0.750, significantly outperforming baseline models. Quiz submission behavior, login frequency, and pre admission qualification level emerged as the most predictive features. Results also revealed a steady week by week improvement in model accuracy, confirming the increasing value of LMS engagement data over time. These findings affirm that early stage student data can be used effectively to predict academic risk, enabling institutions to act before major assessments are conducted. The study emphasizes the need for institutional readiness, ethical implementation, and inclusive practices in deploying predictive tools. Future research should expand the feature space and test cross institutional generalizability to refine early warning systems further.
Penentuan kegiatan prioritas dalam Pengembangan Usahatani Organik di Kabupaten Enrekang Ansyar; Aulia Nurul Hikmah; Hamsiah; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 3 No 2 (2023): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v3i2.77

Abstract

Dalam upaya pengembangan pertanian organik pemerintah meluncurkan program pengembangan pertanian organik melalui komitmen “Go Organik 2010”. Dalam komitmen ini, dicanangkan bahwa Indonesia akan menjadi produsen produk pertanian organik terbesar di dunia. Pengembangan pertanian organik diperlukan perencanaan dan implementasi yang baik secara bersamaan. Perencanaan dan implementasi juga dilakukan secara bersama antara pemerintah dan pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kegiatan prioritas dalam pengembangan usahatani organik di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan analisis Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam kegiatan prioritas , terdapat dua kegiatan yang menjadi determinan (faktor penentu) dalam pengembangan usahatani organik di Kabupaten Enrekang, yaitu: Pembangunan pabrik/rumah kompos skala besar dan Pengembangan desa organik percontohan
Pola Perdagangan Beras Pengaruhnya Terhadap Volatilitas Harga Beras di Sulawesi Selatan Jumriani Dambe; Ansyar; Aulia Nurul Hikmah; Hamsiah
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 3 No 2 (2023): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v3i2.81

Abstract

Sebagai salah satu produsen utama beras di Indonesia, Provinsi Sulawesi Selatan dapat dijadikan sebagai salah satu barometer terhadap ekonomi perberasan di Indonesia. Rata-rata kontribusi Provinsi Sulawesi Selatan terhadap total produksi nasional selama 2011- 2015 sebesar 7,22%, dan angka yang sama untuk kontribusi luas, rata-rata sementara untuk produktivitas berada di atas nasional. Untuk menganalisis pola perdagangan beras berpengaruh terhadap volatilitas harga beras di Sulawesi Selatan. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data Time Series. Untuk mengetahui keeratan hubungan antara harga beras dengan volume beras keluar digunakan metode korelasi Pearson. Terdapat 22 provinsi yang menjadi tujuan pengiriman beras melalui pelabuhan laut. Provinsi Kalimantan Timur merupakan provinsi dengan volume pengiriman beras terbanyak sebesar 724,351,099 Kg. Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara Volume beras keluar dengan harga beras di Sulawesi-Selatan.
Analisis Kelayakan Usaha Rumahan Gula Merah Kelapa Di Desa Pasiang Syarif; Hamsiah; Aulia Nurul Hikmah
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 4 No 1 (2024): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v4i1.96

Abstract

Gula merah kelapa merupakan salah satu bahan yang berperan penting dalam industri pangan, pada tingkat industri skala kecil, industri skala menengah, maupun pada industri skala besar, sehingga memberikan peluang besar dalam meningkatkan perekonomian suatu daerah. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kelayakan usaha rumahan gula merah kelapa di Desa Pasiang, Kecamatan Matakali, Kabupaten Polewali Mandar. Adapun metode analisis yang digunakan adalah analisis kuantitatif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh, yaitu metode yang menggunakan seluruh populasi sebagai sampel. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis kelayakan. Berdasarkan hasil penelitian, menggunakan analisis B/C rasio sebesar 1,77. Hal ini menunjukkan standar nilai dari B/C Ratio lebih dari 1 yang mengartikan bahwa usaha rumahan gula merah kelapa menguntungkan atau layak untuk diusahakan. Sedangkan berdasarkan hasil analisis titik impas atau Break Even Point, usaha rumahan gula kelapa di desa Pasiang masih layak dikembangkan. Dalam perhitungan Break Even Point menunjukkan nilai pada titik impas untuk beratnya gula merah kelapa adalah 56 kg dan nilai dalam Rupiah adalah Rp520.568 rupiah. Usaha rumahan gula merah kelapa di desa Pasiang menghasilkan rata-rata 523 kg per bulan, mencapai BEP di atas 56 kg, dan nilai berbasis Rp mencapai BEP di atas Rp 520.568, melebihi rata-rata pendapatan bulanan sebesar Rp 4.369.764. Dari kedua perhitungan tersebut, nilai yang dihasilkan adalah dua kali lipat dari nilai BEP, sehingga menunjukkan nilai yang sangat layak.
Penentuan Kegiatan Prioritas dalam Pengembangan Usahatani Organik di Kabupaten Enrekang Ansyar; Aulia Nurul Hikmah; Hamsiah; Jumriani Dambe
Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar Vol 4 No 1 (2024): Jurnal E-bussiness Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah Polewali Mandar
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat ITBM Polman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59903/ebussiness.v4i1.106

Abstract

Dalam upaya pengembangan pertanian organik pemerintah meluncurkan program pengembangan pertanian organik melalui komitmen “Go Organik 2010”. Dalam komitmen ini, dicanangkan bahwa Indonesia akan menjadi produsen produk pertanian organik terbesar di dunia. Pengembangan pertanian organik diperlukan perencanaan dan implementasi yang baik secara bersamaan. Perencanaan dan implementasi juga dilakukan secara bersama antara pemerintah dan pelaku usaha. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kegiatan prioritas dalam pengembangan usahatani organik di Kabupaten Enrekang dengan menggunakan analisis Interpretative Structural Modeling (ISM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari enam kegiatan prioritas , terdapat dua kegiatan yang menjadi determinan (faktor penentu) dalam pengembangan usahatani organik di Kabupaten Enrekang, yaitu: Pembangunan pabrik/rumah kompos skala besar dan Pengembangan desa organik percontohan
Pengelolaan Limbah Medis Padat B3 Rumah Sakit Umum Daerah Anantoloko Parigi dalam Skenario Pandemi Covid-19: B3 Solid Medical Waste Management Anuntaloko Parigi Regional General Hospital in the Covid-19 Pandemic Scenario Hamsiah; Sugeng Nuraji
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 5 No. 11 (2022): November 2022
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v5i11.2981

Abstract

Latar belakang: Pengelolaan limbah medis padat B3 yaitu barang atau bahan sisa hasil kegiatan yang tidak digunakan kembali kemudian berpotensi terkontaminasi, oleh zat yang bersifat infeksius dan kontak dengan pasien petugas di Fasyankes yang menangani pasien Covid–19. Penerapan pemilahan sampah dan limbah B3 dari sumber merupakan salah satu upaya memutus rantai penyebaran Covid–19 melalui limbah medis. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana fasilitas layanan kesehatan mengatasi terjadinya timbulan limbah medis, komposisi pengelolaan limbah medis baik sebelum pandemi dan selama masa pandemi Covid-19. Metode: Jenis penelitian observasional bersifat deskriptif yaitu dengan menggabungkan jenis penelitian kuantitatif dengan kualitatif yang berguna untuk memperoleh data lebih komprehensif, valid, reliable dan objektif. Hasil: Penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan limbah medis padat B3 selama masa pandemi Covid-19 dimulai dari proses, pemilahan, pewadahan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang, tempat penampungan sementara, transportasi (pengangkutan), pengolahan, pemusnahan, dan pembuangan akhir limbah cair dan limbah padat. Dari alur pengolahan limbah medis dapat berjalan seiring dengan capaian kinerja yang didapatkan oleh rumah sakit, akan tetapi saat ini proses pengelolaan limbah yang dilakukan masih mengalami kendala utamanya dalam memfungsikan incinerator yang berpengaruh terhadap terjadinya penumpukan limbah medis, serta rambu rambu petunjuk di area penyimpanan sementara. Kesimpulan: Memfungsikan incinerator atau autoclave yang dimiliki untuk meminimalisir terjadinya penumpukan limbah medis, memilah limbah, pengelola limbah medis sewaktu waktu dapat diberikan reward sebagai motivasi dalam mengumpulkan atau memilah limbah medis yang dihasilkan dari tiap ruang penghasil limbah.