Handayani Mangapi, Yahya
Unknown Affiliation

Published : 19 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TERHADAP PENGETAHUAN PERSONAL HYGIENE SAAT MENSTRUASI PADA SISWI KELAS VIII SMPN 2 BALUSU KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2022 Handayani Mangapi, Yahya; Bannepadang , Catherina; Sintia
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Menstruasi adalah pelepasan dinding rahim (endometrium) yang disertai dengan pendarahan dan terjadi secara berulang setiap bulan kecuali pada saat kehamilan. Pendidikan kesehatan merupakan salah satu kompetensi yang dimiliki oleh tenaga kesehatan, karena hal tersebut adalah salah satu tugas yang harus dilaksanakan tenaga kesehatan untuk memberikan informasi kesehatan baik kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat agar mampu meningkatkan kemampuan manusia dalam mengambil keputusan untuk kesejatraan diri dan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas VIII SMPN 2 Balusu Kabupaten Toraja utara. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei sampai dengan bulan Juli 2022. Desain penelitian ini yaitu desain pre eksperimen atau eksperimen yang tidak sesungguhnya. Teknik pengambilan sampel yang dingunakan adalah total sampling, dengan jumlah sampel 34 responden. Metode pengumpulan data menggunakan kuisioner dengan skala guttman. Hasil penelitian ini didapatkan mayoritas responden sebelum diberi pendidikan kesehatan dimana rata-rata skor 65,44 mengalami tingkat pengetahuan kurang. Setelah diberi pendidikan kesehatan mayoritas responden dengan rata-rata skor 84,41 mengalami tingkat pengetahuan baik hal ini menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan dari pretest dan posttest. Hasil uji wilcoxon diperoleh nilai singnificancy 0,000 (p<0,05), artinya terdapat perbedaan rerata tingkat pengetahuan sebelum dan setelah pendidikan kesehatan. Kesimpulan penelitian ini bahwa ada pengaruh pendidikan kesehatan terhadap pengetahuan personal hygiene saat menstruasi pada siswi kelas VIII SMPN 2 Balusu Kabupaten Toraja utara. Disarankan kepada responden supaya dapat meningkatkan dan melakukan personal hygiene saat menstruasi.
PENGARUH PEMBERIAN TERAPI MUSIK TERHADAP TINGKAT KECEMASAN PASIEN PRE OPERASI DI RUANG RAWAT INAP BEDAH RS ELIM RANTEPAO KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2022 Handayani Mangapi, Yahya; Algarini Allo, Olgrid; Kala, Srinita
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 7 No. 2 (2023): Juni 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prosedur Operasi merupakan salah satu bentuk terapi medis yang dapat menimbulkan rasa takut, cemas sehingga stress, karena dapat mengancam integritas tubuh, jiwa dan dapat menimbulkan rasa nyeri. Terapi musik dipergunakan untuk relaksasi, mempercepat penyembuhan dan meningkatkan fungsi mental. Musik juga dapat mempengaruhi fungsi fisiologis seperti respirasi, denyut jantung dan tekanan darah, musik juga merangsang pelepasan hormon endorfin, hormon tubuh yang memberikan rasa senang yang berperan dalam penurunan nyeri sehingga musik dapat digunakan mengalihkan rasa cemas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre operasi di ruang rawat inap bedah RS Elim Rantepao Kabupaten Toraja Utara Tahun 2022. Desain penelitian ini menggunakan metode quasi eksperimen dan alat yang digunakan adalah lembar observasi, headset dan alat musik (handphone) dengan populasi semua pasien pre operasi yang ada di ruang rawat inap bedah RS Elim Rantepao. Penelitian ini menggunakan teknik “accidental sampling” sebagai teknik pengambilan sampel. Jumlah sampel dalam penelitian ini sebanyak 17 responden. Hasil uji statistik dengan program windows SPSS versi 25. Mayoritas berjenis kelamin perempuan, mayoritas berusia 26-35 tahun, mayoritas berpendidikan SD, Uji statistik wilcoxone pada kelompok intervensi didapatkan nilai p value = 0,004. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat pengaruh yang signifikan setelah dilakukan pemberian terapi musik terhadap tingkat kecemasan pasien pre perasi di ruang rawat inap Bedah RS Elim Rantepao. Disarankan bagi responden agar hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai salah satu cara yang alternatif untuk menurunkan kecemasan
PENGARUH EDUKASI TERHADAP PENGETAHUAN TENTANG HAK DAN KEWAJIBAN PASIEN DI RUANG RAWAT INAP RS. FATIMA MAKALE TAHUN 2023 Handayani Mangapi, Yahya; Tandilimbong, Herman; Dominika TP, Kristin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 1 (2023): Desember 2023
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Hak dan kewajiban pasien diatur dalam undang-undang no. 16 tahun 2009 tentang kesehatan. Pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien merupakan kemampuan untuk mengetahui, mempelajari, mengingat, mengerti serta memahami secara benar tentang hak dan kewajibannya. Tujuan penelitian untuk menganalisis pengaruh edukasi terhadap pengetahuan tentang hak dan kewajiban pasien di ruang rawat inap Rumah Sakit Fatima Makale tahun 2023 Metode penelitian ini menggunakan quasi experiment dengan one group pre test dan post test design. Populasi berjumlah 686 pasien rawat inap dan sampel dalam penelitian ini yaitu 23 responden dengan teknik accidental sampling. Berdasarkan karateristik responden sebagian besar berumur 46-55 tahun (lansia awal yaitu 9 orang (39.5%), mayoritas berjenis kelamin perempuan yaitu 15 orang (65,2) dan sebagian besar berpendidikan SMA yaitu 15 orang (56,5%). instrument penelitian menggunakan SOP dan kuesioner pengetahuan. Hasil penelitian pengetahuan responden sebelum dilakukan edukasi yaitu pengetahuan kurang 19 orang (82.6%) dan pengetahuan baik 4 orang (17.4%).pengetahuan responden sesudah dilakukan edukasi yaitu pengetahuan baik 17 orang (73.9%) dan pengetahuan kurang 6 orang (26.1%). Berdasarakan uji t menunjukkan ada pengaruh yang signifikan edukasi terhadap pengetahuan pasien tentang hak dan kewajiban diruang rawat inap Rumah Sakit Fatima Makale. Dalam penelitian ini nilai p-value 0,00 (α <0,05) . Kesimpulan ada pengaruh yang signifikan edukasi terhadap pengetahuan pasien tentang hak dan kewajiban diruang rawat inap Rumah Sakit Fatima Makale. Diharapkan setiap pasien yang dirawat di Rumah Sakit agar di berikan penjelasan tentang hak dan kewajiban selama dirawat.
HUBUNGAN KONSEP DIRI DENGAN KEBIASAAN MINUM MINUMAN KERAS PADA REMAJA KELAS XI DI SMKN IV TORAJA UTARA TAHUN 2024 Handayani Mangapi, Yahya; Almar, Junelty; Paka, Agnes
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minuman keras dapat menyebabkan penurunan kesadaran, dan jika dikonsumsi secara berlebihan dapat menimbulkan gangguan mental seperti berpikir, merasakan dan bersikap. Penyalahgunaan miras memiliki dampak pada konsep diri dan harga diri yang rendah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras pada remaja kelas XI di SMKN IV Toraja Utara Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan menekankan cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja kelas XI berjumlah 92 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Likert. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji statistik Chi-Square dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik remaja menunjukan yang memiliki konsep diri positif sebanyak 47 orang (51,1%) dan konsep diri negatif sebanyak 45 (48,9%), kebiasaan minum minuman keras mayoritas kebiasaan buruk sebanyak 63 orang (68,5%). Konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras (Chi-Square) p-value=0,00 (p<α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan konsep diri dengan kebiasaan minum minuman keras pada remaja kelas XI di SMKN IV Toraja Utara Tahun 2024. Diharapkan kepada remaja untuk mempertahankan konsep diri yang baik dan berperilaku positif dan menurunkan kebiasaan minum minuman keras.
HUBUNGAN MOTIVASI KERJA DENGAN KINERJA PERAWAT DALAM PELAKSANAAN KESELAMATAN DAN KESEHATAN DI RUANG PERAWATAN RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO TAHUN 2024 Handayani Mangapi, Yahya; Reni Ranteallo, Regina; Kaila Pelowe, Neflin
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

(K3) adalah salah satu bentuk perlindungan kepada tenaga kerja yang bertujuan untuk mewujudkan produktivitas kerja yang optimal serta melindungi tenaga kerja dari risiko yang membahayakan kesehatan dan keselamatannya. (K3RS) adalah kegiatan untuk menjamin dan melindungi keselamatan dan kesehatan bagi sumber daya manusia rumah sakit, pasien, pendamping pasien, sehingga dibuat standar perlindungan bagi pekerja yang ada di Rumah Sakit untuk mencegah dan mengurangi risiko bahaya tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan motivasi kerja dan kinerja perawat di Ruang Perawatan Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2024. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan cross cectional. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di Rumah Sakit Elim Rantepao berjumlah 74 orang dengan teknik pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner dengan skala Liker. Pengolahan data menggunakan program SPSS versi 25. Data diuji Fisher’s exact test dengan tingkat ketelitian 5% (0,05). Distribusi karakteristik perawat yang menunjukkan yang memiliki motivasi kerja baik sebanyak 54 orang (87,1%) dan karakteristik perawat yang menunjukkan yang memiliki kinerja perawat baik sebanyak 32 (51,6%), kinerja perawat mayoritas kinerja perawat kurang sabanyak 22 (35,5%). Motivasi kerja dengan kinerja perawat dalam K3 (Fisher’s exact test) p-value=0,042 (p<α). Kesimpulan dalam penelitian ini ada hubungan motivasi kerja dengan kinerja perawat dalam pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja di Ruang Perawatan Rumah Sakit Elim Rantepao Tahun 2024. Diharapkan kepada perawat untuk lebih meningkatkan motivasi kerja dan mengikuti pelatihan-pelatihan tentang pelaksanaan keselamatan dan kesehatan kerja.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN, PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT DENGAN PEMANFAATAN SARANA PELAYANAN KESEHATAN DI LEMBANG PAONGANAN KECAMATAN BUNTU PEPASAN KABUPATEN TORAJA UTARA TAHUN 2024 Algarini Allo, Olgrid; Handayani Mangapi, Yahya; Astuti Maruru, Vheny
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 8 No. 2 (2024): Juni 2024
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan merupakan faktor penting sebagai penentu kesehatan yang memiliki relevansi khusus dalam masalah kesehatan dan pembangunan masyarakat, bahkan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan telah direkomendasikan sebagai konsep kesehatan primer dasar bagi populasi yang paling rentan dan kurang mampu. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan tingkat pendidikan, pengetahuan dan sikap masyarakat dengan pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan di Lembang Paonganan Kecamatan Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara tahun 2023. Sampel dalam penelitian ini adalah masyarakat yang terdaftar di Lembang Paonganan Kecamatan Buntu Pepasan Kabupaten Toraja Utara tahun 2024 yang berjumlah 160 responden. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner yang di uji menggunakan SPSS versi 25 dengan uji Kolmogorog-Smirnov dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden dengan tingkat pendidikan menengah sebanyak 100 responden (62,5%), mayoritas responden dengan pengetahuan yang baik sebanyak 96 responden (60%) dan mayoritas responden dengan sikap positif sebanyak 123 responden (74,4%). Sedangkan mayoritas yang tidak memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan sebanyak 99 responden (61,9%). Berdasarkan hasil uji Kolmogorof-Smirnov pada variabel tingkat pendidikan didapatkan hasil P=0,005 (P<α=0,05), berdasarkan hasil uji menggunakan Chi-Square pada variabel pengetahuan didapatkan hasil dengan nilai P=0,020 (P<α=0,05) dan pada variabel sikap didapatkan hasil kdengan nilai P=0,015 (P<α=0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkatkan hasil yang optimal dalam pemanfaatan sarana pelayanan kesehatan dan faktor apa saja yang membuat masyarakat tidak memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menimbulkan kesadaran masyarakat dalam hal pentingnya memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan.
HUBUNGAN PENGETAHUN PERAWAT TENTANG PEMBERIAN OBAT DENGAN PENERAPAN PRINSIP 7 (TUJUH) BENAR PEMBERIAN OBAT PADA PASIEN DI RUANG PERAWATAN INTERNA RUMAH SAKIT ELIM RANTEPAO Handayani Mangapi, Yahya; Bannepadang, Catherina; Patiung Tappa, Nardy
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 9 No. 2 (2025): Juni 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemberian obat pada pasien adalah salah satu prosedur keperawatan yang paling sering dilakukan, oleh sebab itu ketelitian sangatlah penting dalam memberikan obat untuk mendapatkan efek pengaruh obat yang maksimal. Tujuan penelitian ini untuk diketahuinya hubungan antara pengetahuan perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 (tujuh) benar pemberian obat di ruang perawatan interna Rumah Sakit Elim Rantepao. Desain penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif analitik yang bersifat retrospectif. Populasi dalam penelitian ini adalah perawat di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) RS Elim Rantepao dengan jumlah 32 orang. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan lembar kuesioner. Pada penelitian ini menggunakan SPSS versi 25 dengan analisa uji Man-Whitney Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pengetahuan perawat yaitu pengetahuan baik sebanyak 27 responden (96.9%) dan pengetahuan kurang sebanyak 5 responden (3.1%). Rata-rata penerapan prinsip 7 benar pemberian obat adalah 27,94 (SD = ±0,246). Skor nilai tertinggi 28 dan skor nilai rendah 27. Berdasarkan analisa Man-Whitney didapatkan tidak ada Hubungan Pengetahuan Perawat tentang pemberian obat dengan penerapan prinsip 7 benar pemberian obat pada pasien di ruang perawatan interna (antorium dan lavender) di Rumah Sakit Elim Rantepao dengan nilai p= 0.536 (p>0,05). Penelitian ini merekomendasikan perlunya penelitian lanjut tentang pengetahuan mahasiswa mengenai pemberian obat pada pasien sebelum turun ke lahan dan diharapkan peneliti selanjutnya meneliti tentang penetapan standar 10 benar pemberian obat pada pasien.
Analisis Asuhan Keperawatan Pasien Nefroblastoma Dengan Pola Napas Tidak Efektif Di Ruang Anak Non-Infeksius RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar Handayani Mangapi, Yahya; Mencanda, Kriswan Mencanda
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Nefroblastoma atau yang disebut tumor Wilms juga merupakan keganasan ginjal yang paling sering pada anak. Tumor Wilms mencakup 5% dari seluruh keganasan pada anak. Sekitar 85% keganasan primer ginjal pada anak adalah tumor Wilms. Kebanyakan anak dengan tumor Wilms terdiagnosis antara usia 1-5 tahun, dengan usia tersering pada 3 tahun. Untuk mampu melaksanakan asuhan keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, pelaksanaan dan evaluasi pada pasien nefroblastoma di ruang perawatan anak RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar 2024. Jenis penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan rancangan studi kasus terhadap satu pasien. Jumlah sampel 1 orang klien dengan nefroblastoma, instrumen yang digunakan adalah lembar pengkajian anak dan lembar observasi dokumentasi keperawatan. Masalah keperawatan yang ditegakkan sesuai dengan kasus yaitu pola napas tidak efektif, kemudian disusun intervensi dengan tujuan untuk mengurangi sesak napas yang dirasakan. Implementasi keperawatan dilakukan dengan observasi, terapeutik, edukasi dan kolaborasi di mana diperoleh hasil evaluasi pada pasien yaitu pola napas tidak efektif teratasi sebagian dengan kriteria hasil keluhan sesak napas menurun, penggunaan otot bantu napas menurun, pola napas normal dan fase ekspirasi membaik dengan frekuensi napas dari 37x/menit menjadi 19x/menit. Dalam penelitian ini dilakukan tindakan dukungan ventilasi yaitu memberikan posisi semi fowler atau melakukan kolaborasi pemberian terapi oksigenasi dengan menggunakan simple mask. Diharapkan dengan adanya studi kasus ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan dalam menerapkan asuhan keperawatan yang komprehensif pada pasien Nefroblastoma.
HUBUNGAN PROLANIS DENGAN UPAYA PENGENDALIAN TEKANAN DARAH PADA PASIEN HIPERTENSI DI KLUB TIGARUK PUSKESMAS BUA TALLULOLO TAHUN 2025 Since Pakita, Dynastin; Handayani Mangapi, Yahya; Juadika
Jurnal Ilmiah Kesehatan Promotif Vol. 10 No. 1 (2025): Desember 2025
Publisher : Institut Toraja Raya Indonesia (ITRI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Prolanis adalah program layanan bagi peserta BPJS yang menderita Hipertensi dan DM tipe II. Hipertensi merupakan kondisi terjadinya peningkatan tekanan darah sistol ≥140 dan diastol ≥100. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan prolanis dengan upaya pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi di klub Tigaruk. Penelitian ini dilakukan pada bulan Agustus 2025. Desain penelitian yaitu Analisa Deskriptif dengan pendekatan Cros Sectional . Populasi dalam penelitian ini adalah semua peserta prolanis yang menderita hipertensi dengan berjumlah 43 responden . Teknik penelitian adalah Total Sampling, yaitu teknik pengambilan sampel dimana semua anggota populasi digunakan sebagai sampel dalam penelitian. Uji statistik yang di gunakan adalah uji Kolmogorov Smirnov Z. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden mengatakan prolanis adalah efektif yaitu sebanyak 41 responden (95,3%) dan mayoritas responden mengatakan memiliki upaya pengendalian tekanan darah adalah baik sebanyak 34 responden (79,1%), niali p=1,000. Kesimpulan penelitian ini adalah tidak ada hubungan antara prolanis dengan upaya pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi. Saran di harapkan kepada kader dan penanggungjawab untuk terus meningkatkan keefektifan prolanis sehingga meningkatkan kesadaran penderita dalam upaya pengendalian tekanan darah pada pasien hipertensi.