Claim Missing Document
Check
Articles

Found 27 Documents
Search

STUDI BIDANG LONGSOR PADA LERENG JALAN MENUJU KAWASAN WISATA BUKIT HOLBUNG KOORDINAT 2,5⁰ LU 98⁰ BT DENGAN METODE GEOLISTRIK Wau, Silvenrius; Sianturi, Daniel; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4863

Abstract

Geolistrik merupakan salah satu metode geofisika yang mempelajari sifat aliran listrik didalam bumi dan bagaimana cara mendeteksinya di permukaan bumi. Metode penelitian ini adalah tinjauan Penelitian dilakukan pada Bulan Juli yang berlokasi di kawasan bukit holbung desa Harian Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. menunjukkan nilai resistivitas yang konsisten rendah yang dekat dengan permukaan. Fenomena ini menjadi dasar dugaan bahwa pada lokasi tersebut memiliki jenis tanah batuan berupa Tufa Vulkanik yang merupakan batuan Piroklastik hasil dari material letusan gunung berapi.Berdasarkan hasil interpretasi penampang resistivitas 2 dimensi, maka dapat disimpulkan bahwa struktur permukaan bawah tanah dari dua lintasan pengambilan data di daerah Kawasan wisata bukit holbung desa Harian Pohan, Kecamatan Harian, Kabupaten Samosir. Terdiri dari jenis Batuan Tufa Vulkanik regosol, pasir lempungan, tanah aluvial, batupasir, kuarsit dan batu sabak. Struktur batuan yang padat adalah batuan kuarsit dan batu sabak, sedangkan struktur batuan yang kurang padat adalah pasir lempungan, tanah aluvial dan batupasir.
ANALISIS HIDROLOGI KAPASITAS BENDUNG SIDILANITANO KABUPATEN TAPANULI UTARA PROVINSI SUMATERA UTARA Nasution, Deni Wahyudi Meka Firtiansah; Lumban Batu, Tobok Parulian; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4858

Abstract

Bendung Sidilanitano berada di Kec Siborongborong, Kab Taput, Prov Sumut. Analisis ilmu tentang air diharuskan guna mengerti tabiat hidrologi ditempat perairan, teristimewa di lokasi bendung tersebut. Analisis hidrologi diaplikasikan mengenai nilai tak terbatas design flood rencana pada suatu pemrograman konstruksi air. Bahan utk menyeleksi design flood program pada tugas akhir ini merupakan efidensi curah hujan, dimana curah hujan yaitu salah satu dari beberapa petunjuk yang saya gunakan guna meramalkan luas design flood rencana. Dari hasil perhitungan maka dapat disimpukan sebagai berikut : Pada perhitungan curah hujan menggunakan Jalan Normal, Metode Logperson 3, dan Cara Gumbel, maka diperoleh curah presitipasi cair tertinggi adalah dengan Metode Log Normal yaitu : R2 = 109.395 milimeters ; R5 = 132.709 milimeters ; R10 = 152.827 milimeters ; R20 = 160.066 milimeters ; R25 = 163.832 milimeters ; R50 = 175.792 milimeters ; R100 = 187.586 milimeters. 2).Dari hasilnya Design flood Rencana didapatkan : Q2 = 250.195 m3/det ; Q5 = 303.501 m3/det ; Q10 = 349.503 m3/det ; Q20 = 366.095 m3/det ; Q25 = 374.700 m3/det ; Q50 = 402.039 m3/det ; Q100 = 429.032 m3/det.
ANALISIS PONDASI PADA PROYEK UNDER PASS SEI GALANG JALAN TOL MEDAN KUALANAMU-TEBING TINGGI STA 42+600-STA 42+750 Silitonga, Abelardo; Simbolon, Andrian; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4853

Abstract

Pondasi iyalah struktur bawah bangunan berhubungan langsung dengan tanah, mempunyai fungsi untuk menahan beban bangunan yang ada diatasnya. Ada 2 macam pondasi, yaitu pondasi dangkal dan dalam. Untuk melakukan perencanaan pondasi tiang dapat digunakan beberapa pendekatan untuk memprediksi daya dukung dari pondasi. Pendekatan tersebut dapat didasarkan pada kondisi tanah serta pembebanan yang ada dengan menggunakan berbagai metode. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya dukung tiang pancang berdasarkan information sondir. Dalam penelitian ini Pembangunan jalan tol Medan-Kualanamu – Tebing Tinggi STA 42+600 – STA 42+750. Metode yang digunakan yaitu metode Meyerhofff dan metode Hary Christady. Tiang pancang dalam penelitian dengan diameter 60 cm. Hasil analisis menunjukkan daya dukung tiang kelompok berdasarkan hasil perhitungan sondir. Hasil dari analisis sondir pada kedalaman 14 m sudah memiliki daya dukung ultimate (Qu) = 2163, 186 ton, menggunakan diameter tiang 0,6 m maka diperlukan sebanyak 28 buah tiang.
ANALISA MANAJEMEN KONSTRUKSI PADA PEMBANGUNAN JEMBATAN LAU BENGAP SUMATERA UTARA Lumbantoruan, Stevanus H.; Sinaga, Anton; Ginting, Rahelina; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4865

Abstract

Jembatan secara umum adalah suatu konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai, danau, saluran irigasi, kali, jalan kereta api, jalan raya yang melintang tidak sebidang, dan lain-lain.. Proyek pekerjaan sipil dalam rangka mewujudkan desain menjadi strutur yang dapat dipakai melewati tahapan manajemen yang cukup rumit. Hasil dari pekerjaan tersebut harus mampu menjadi solusi dan alat bagi kepentingan yang membutuhkannya. Seperti halnya di Kota Medan, Ibu Kota Provinsi Sumatera Utara, memerlukan banyak fasilitas umum yang diperuntukkan bagi kepentingan mobilitas penduduk, di dalam kota maupun ke luar kota. Jembatan Lau Bengap merupakan jembatan rangka baha dengan struktur yang dibuat dari elemen rangka baja. Pemilihan bahan ini berdasar aspek sosial ekonomi dan ketepatan waktu pengerjaan karena merupakan jalur utama lalu lintas darat. Konstruksinya harus dibangun dengan system kerja yang jelas dan terukur agar memenuhi tuntutan dan kebutuhan masyarakat. Diperoleh hasil analisa yang telah dilakukan sebagai berikut: Rp. 8.528.352.947 (Delapan Milian Lima Ratus Dua Puluh Delapan Juta Tiga Ratus Lima Puluh Dua Ribu Sembilan Ratus Empat Puluh Tujuh Rupiah).
EVALUASI STRUKTUR ATAS PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG KEDOKTERAN UNIVERSITAS HKBP NOMMENSEN MEDAN Sihite, Ahong Jefri; Siregar, Rikki Hermanto; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4860

Abstract

Gedung Kedokteran Universitas HKBP berlokasi di Jl. Sutomo No.4-A Perintis, Kecamatan Medan Timur Kota Medan Sumatera Utara. Gedung tersebut merupakan bangunan lima lantai dan kontruksinya didesain sebagai Gedung perkuliahan dan Gedung Praktikum, namun seiring pembangunan terjadi pengubahan fungsi ruangan dilantai 4 menjadi ruang Serbaguna dan Auditorium. Oleh karena itu analisis kekuatan struktur bangunan dibuat berdasarkan SNI 1726:2012 yang membahas tentang tata cara perancangan bangunan tahan gempa, persyaratan SNI 2847:2013 struktur beton bangunan dan SNI. pendukung lainnya yang menjadi dasar dalam perhitungan gedung. Sehingga, Skripsi ini bertujuan untuk menghitung dan mengevaluasi struktur mulai dari perhitungan beban, gaya dalam yang bekerja pada konstruksi dan mengevaluasi tulangan pada sturktur atas gedung. Metode yang digunakan adalah evaluasi dengan cara pemodelan struktur dan teknik komparasi. Hasil evaluasi menunjukan over desain pada desain eksisting/perencana. Perbedaan yang signifikan pada balok tumpuan bawah dan tulangan longitudinal kolom. Pada kolom tidak dipergunakan tulangan pengaku dan tidak memenuhi standar yang berlaku.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI BORE PILE TERHADAP DIMENSI TIANG BERDASARKAN ANALISA HASIL LOADING TEST AKSIAL PADA PROYEK JALAN TOL BINJAI – PANGKALAN BRANDAN STA 39+000 – 39+475 Sihaloho, Leonardo Marulitua; Gea, Isolda Apriaman; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4850

Abstract

Pondasi dalam sebagai struktur bawah tanah yang merupakan suatu bagian dari konstruksi bangunan berfungsi untuk menempatkan bangunan dan meneruskan beban yang disalurkan dari struktur atas ke tanah dasar pondasi yang cukup kuat menahannya tanpa terjadi differential settlement pada sistem strukturnya. Pada Proyek Jalan Tol Binjai - Pangkalan Brandan STA 39+000 – 39+475, Jenis tanah pada lokasi tersebut adalah Tanah Lempung. Pada STA ini memakai pondasi Bore Pile kedalaman Bore Pile 48 meter dan Dimensi tiang 150 cm. Berdarsarkan hasil analisis kapasitas daya dukung, beban maksimum yang bekerja pada pondasi P3 C02 dengan Desain Lapangan sebesar 512 Ton. Dan dibandingkan dengan kapasitas ijin tiang bore pile dari N-SPT dengan metode Mayerhof sebesar 582,52 Ton dan dibandingkan dengan pembacaan Loading Test Aksial P3 C02 dengan pembebanan 200% sebesar 1024 Ton dengan penurunan tiang uji 6,44 mm. Sehingga beban struktur diatas pondasi aman, dan mampu menahan beban struktur diatas.
EVALUASI DAYA DUKUNG PONDASI BORED PILE PADA PROYEK PEMBANGUNAN MASJID AGUNG MEDAN Siagian, Putri Sihol Marito; Tampubolon, Daniel Irvansius; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4861

Abstract

Pondasi adalah bagian paling dasar dari struktur yang meneruskan beban struktur ke tanah dasar atau batuan di bawahnya yang menopangnya dalam kekuatan yang memadai. Suatu rencana pembangunan seharusnya tepat jika beban yang diterima oleh pembangunan ke dalam tanah tidak melebihi kekuatan tanah yang bersangkutan. Jika kekuatan tanah dasar terlampaui, maka akan terjadi penurunan permukaan tanah dan keruntuhan, sehingga merugikan pembangunan pada konstruksi atas bangunan tersebut. Ada dua kelompok pondasi, yaitu pondasi dangkal dan pondasi dalam. Pondasi dangkal adalah bangunan yang mempunyai perbandingan kedalaman terhadap lebar di bawah 4. Pondasi tiang bor adalah jenis pondasi dalam yang berbentuk seperti silinder memanjang yang terdiri dari kombinasi beton dan besi cor. Pondasi tiang bor dimasukkan ke dalam tanah dengan menggunakan teknik pengeboran dengan pendirian bangunan besi dan proyeksi besar lingkungan. Kemampuan pembentukan timbunan yang habis untuk menyebarkan timbunan dari konstruksi atas ke tanah di sekitar timbunan pada kedalaman tertentu. Pondasi tiang bor ini dipilih karena pembangunannya tidak menimbulkan getaran yang besar sehingga tidak mengganggu bangunan di sekitar proyek. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung daya dukung pondasi bored pile yang didasarkan pada data sondir. Dalam penelitian ini adalah Evaluasi Daya Dukung Pondasi Bored Pile Pada Proyek Pembangunan Masjid Agung Medan. Pondasi bored pile yang di evaluasi dalam penelitian ini, yaitu dengan diameter 0,5 m kedalaman 19,40 meter dengan 1 pile cap terdapat 6 tiang. Hasil dari evaluasi menunjukkan bahwa kapasitas daya dukung tiang tunggal (Qu) = 364,5765 Ton, nilai efisiensi kelompok tiang (Eg) = 0,654, kapasitas daya dukung kelompok tiang (Qu) = 475,840 Ton dan beban upstruktur (Pult) = 298, 202 Ton. Dari perhitungkan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa daya dukung pondasi > beban upstruktur yang bekerja sehingga dapat dinyatakan bahwa struktur aman dan memenuhi syarat.
ANALISIS DAYA DUKUNG PONDASI TIANG PANCANG PADA PROYEK PEMBANGUNAN PUSKESMAS KECAMATAN PASAR MINGGU KOTA JAKARTA SELATAN PROVINSI DKI JAKARTA Hutapea, Boima M; Samosir, Wati; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 13 No 2 (2024): AGUSTUS
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v13i2.4862

Abstract

Gedung mempunyai beban yang sangat bervariasi, berupa berat sendiri, dan pengaruh eksternal lainnya yang diterima gedung, sehingga perlu pondasi yang sesuai agar lapisan tanah tempat pondasi didirikan mampu menahan berat gedung. Dalam pembangunan Puskesmas Kecamatan Pasar Minggu Kota Jakarta Selatan dilakukan soil investigation dengan Uji SPT. Berdasarkan data pengujian diketahui jenis tanah, tebal lapis tanah keras, dan daya dukung tanah dihitung berdasarkan perlawanan ujung conus. Berdasarkan hasil perhitungan, maka diperoleh daya dukung pondasi pada kedalaman 21 m dengan konfigurasi 4 tiang pancang menggunakan metode Mayerhoff sebesar, daya dukung tanah Qg > P = 401,799 Ton > 174,44 Ton. Berarti Pondasi kuat menopang beban pada gedung.
PENGARUH INTERVAL WAKTU PENGIRIMAN BETON PADA PENGECORAN RIGID MUTU FS 45 S, Merry Angely Priscillia; Lingga, Bryan Ananta; Endang, Masriani Endang; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5511

Abstract

sering terjadi keterlambatan waktu pengiriman beton readymix dari batching plant menuju ke lokasi pengecoran. Permasalahan ini menyebabkan progres pekerjaan menjadi terlambat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui rata-rata interval waktu pengiriman beton dibandingkan dengan waktu normal, mengetahui perbedaan nilai slump dan kuat lentur antara batching plant dengan lapangan. Penelitian dilakukan dengan cara monitoring pekerjaan pengecoran kemudian pengambilan nilai slump di batching plant dan di lapangan lalu pengujian kuat tekan beton pada umur 3 hari, 7 hari, 14 hari, dan 28 hari. Dari hasil pembahasan didapatkan rata-rata interval pengiriman beton 19 menit sedangkan hasil uji slump di batching plant dan lapangan memiliki perbedaan nilai sebesar 2 mm – 7 mm. Untuk hasil pengujian kuat lentur rata-rata umur 28 hari, sampel batching plant lebih tinggi dibandingkan hasil kuat lentur rata-rata sampel lapangan dengan nilai masing-masing sebesar 61,87 kg/cm2 dan 58,04 kg/cm2. Secara umum pelaksanaan pengecoran beton rigid di Proyek Pembangunan Tol Tebing Tinggi – Indrapura STA 95+009 – 95+209 dikategorikan tidak mengalamai keterlambatan dan kualitas beton masih memenuhi syarat spesifikasi.
ANALISA DAYA DUKUNG PONDASI PADA PROYEK TANGKI 5000 KL DI DPPU PERTAMINA KUALANAMU br Surbakti, Noviyona; Simanjuntak, Debora; Endayanti, Masriani; Gultom, Adventus
JURNAL ILMIAH TEKNIK SIPIL Vol 14 No 1 (2025): FEBRUARI
Publisher : Prodi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas Darma Agung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46930/tekniksipil.v14i1.5510

Abstract

Storage tank adalah konstruksi berbentuk tangki silinder yang terbuat dari susunan plat baja yang beban nya diteruskan melalui pondasi ke dasar tanah sebagai penopang beban. Pondasi merupakan struktur bawah yang penting dari sebuah konstruksi bangunan. Mengingat pentingnya struktur ini, banyak hal yang menjadi pertimbangan dalam merencanakan maupun pelaksanaan dalam pembuatan pondasi. Dalam konstruksi bangunan diperlukan pondasi yang kuat, kokoh, stabil dan aman agar tidak mengalami kegagalan konstruksi karena akan sulit untuk memperbaiki pondasi. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini berfokus untuk menganalisis daya dukung pondasi pada proyek tangki 5000 KL di DPPU Pertamina Kualanamu. Berdasarkan hasil perhitungan pondasi dan plat dasar pada proyek storage tank 5000 KL di DPPU PT. Pertamina Kualanamu dapat diambil kesimpulan sebagai berikut : 1). Daya dukung izin pondasi tiang pancang pada kedalaman 13 m (Qizin) = 70,7756 ton, 2). Kapasitas daya dukung total kelompok tiang (Qg) = 3.344,147 ton, 3). Kombinasi pembebanan (∑ beban mati + beban hidup + beban gempa) sebesar P = 14426, 931 ton. Pondasi dengan diameter 0,40 m pada kedalaman 13 m dengan konfigurasi 63 tiang mempunyai nilai Qg = 3.344,147 ton < 14426, 931 ton. Artinya pondasi mampu menahan beban tangki 5000 KL.