Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Pada Sapi Bali Di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah Sutantono; Miki Suhadi; Lusia Komala Widiastuti
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v2i2.1872

Abstract

Inseminasi buatan (IB) adalah salah bioteknologi dalam bidang reproduksi ternak yang memungkinkan manusia mengawinkan ternak betina tanpa perlu seekor pejantan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat keberhasilan inseminasi buatan (IB) Sapi Bali di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah di tinjau dari Tingkat Pengetahuan Peternak Tentang Inseminasi Buatan serta Tingkat Pendidikan dan Pengalaman Inseminator. Penelitian dilaksanakan diwilayah kerja sentral Pelayanan Inseminasi Buatan dan merupakan populasi sapi Bali terbanyak di Kampung Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini dimulai pada bulan Juni sampai dengan bulan Juli 2023. Materi penelitian adalah peternak sapi bali yang memiliki minimal satu ekor yang sudah pernah beranak dengan jumlah peternak 30 orang dan petugas inseminator dua orang. Metode yang digunakan penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif. Data yang diperoleh dianalisis secara deskriptif antar komponen faktor tingkat keberhasilan IB. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat di tarik kesimpulan bahwa tingkat keberhasilan inseminasi buatan pada sapi bali yang di inseminasi buatan di Desa Rukti Basuki Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah dengan persentase S/C sebesar 1,35 dengan kategori baik artinya rata-rata keberhasilan dalam inseminasi buatan sampai terjadi kebuntingan dilakukan lebih 1 kali kawin.Kata Kunci : Inseminasi Buatan,Sapi Bali, Service per conception
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Kepemilikan Usaha Ternak Sapi Potong Rakyat Sistem Gaduhan Dan Non Gaduhan Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah Dwi Martono; Riko Herdiansah; Lusia Komala Widiastuti
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v2i2.1873

Abstract

Prospek pengembangan agribisnis peternakan cukup besar di Kabupaten Lampung Tengah, terutama agribisnis ternak potong khususnya sapi. Namun demikian, berbagai keterbatasan serta pernasalahan yang dihadapi, maka prospekpengembangan tersebut sampai saat ini belum dapat diwujudkan secara optimal. Oleh karena itu, perlu perhatian dan identifikasi terkait variabel yang meliputi umur, tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah ternak, jumlah tanggungan keluarga, dan luas lahan peternakan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kepemilikan usaha ternak sapi potong rakyat sistem gaduhan dan non gaduhan di Desa Endang Rejo Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian ini telah dilaksanakan selama 3 (tiga bulan) bulan yang dimulai pada bulan Mei sampai dengan Juli 2023 di Desa Endang Rejo Kecamatan Seputih Agung Kabupaten Lampung Tengah. Data yang diperoleh dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data sekunder. Variabel tidak bebas dalam penelitian ini adalah kepemilikan. Variabel yang menjadi bebas dalam penelitian ini meliputi: Umur peternak (X1), Tingkat pendidikan (X2), Pengalaman beternak (X3), Jumlah ternak sapi potong (X4), Jumlah tanggungan keluarga (X5), dan Luas Lahan (X6). Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem gaduhan adalah umur, tingkat pendidikan dan luas lahan, sedangkan pengalaman beternak dan jumlah tanggungan tidak mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem gaduhan. Berdasarkan Nilai R2 sebesar 0,780 menunjukkan bahwa 78% kepemilikan sapi potong sistem gaduhan dipengaruhi variabel jumlah tanggungan keluarga, umur, jumlah ternak, pengalaman beternak dan pendidikan. Faktor-faktor yang mempengaruhi usaha ternak sapi potong sistem non gaduhan adalah tingkat pendidikan, pengalaman beternak, jumlah tanggungan sedangkan umur dan luas lahan tidak berpengaruh nyata terhadap kepemilikan sapi potong sistem non gaduhan. Berdasarkan Nilai R2sebesar 0,780 menunjukkan bahwa 78% kepemilikan sapi potong sistem non gaduhan dipengaruhi variabel jumlah tanggungan keluarga, umur, jumlah ternak, pengalaman beternak dan pendidikan.Kata kunci : Sapi Potong, Sistem Gaduhan dan Non Gaduhan
Tingkat Keberhasilan Inseminasi Buatan Sapi Simmental Di Desa Purworejo Kabupaten Lampung Tengah Heriyanto; Miki Suhadi; Lusia Komala Widiastuti
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 2 No. 2 (2024): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v2i2.1874

Abstract

Inseminasi buatan (IB) adalah penempatan semen pada saluran reproduksi yang dibantu oleh tenaga inseminator. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penampilan reproduksi sapi simental yang di lihat dari Service Per Conception dari hasil Inseminasi Buatan di Desa Purworejo, Kecamatan Kota Gajah, Kabupaten Lampung Tengah. Penelitian akan dilaksanakan pada bulan juni ─ juli 2023 di Desa Purworejo yang berada di Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah Sapi Simmental milik peternak minimal satu ekor yang diambil secara porposive sampling di Desa Purworejo, Kecamatan Kota Gajah Kabupaten Lampung Tengah dengan jumlah peternak sebanyak 30 orang. Hasil penelitian yang berupa data primer maupun data sekunder yang diperoleh yang bersifat kualitatif dipaparkan secara deskriptif, sedangkan yang bersifat kuantitatif di analisis secara statistik yaitu ditentukan nilai rata-rata kemudian di interpretasikan menurut angka statistik tersebut. Berdasarkan hasil pembahasan dapat di tarik kesimpulan bahwa penampilan reproduksi ternak sapi simmental yang di inseminasi buatan di desa puworejo kecamatan kota gajah kabupaten lampung tengah dengan persentase S/C sebesar 2,00 dengan kategori baik artinya rata-rata keberhasilan dalam inseminasi buatan sampai terjadi kebuntingan membutuhkan 2 kali kawin.Kata Kunci : Sapi Simmental, Inseminasi Buatan, Service Per conception
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MINAT PETERNAK SAPI PERANAKAN ONGOLE TERHADAP INSEMINASI BUATAN DI KECAMATAN KETAPANG KABUPATEN LAMPUNG SELATAN: Factors Influencing Ongole Breed Cattle Farmer’s Interest to Artificial Insemination in Ketapang District, South Lampung Regency Dwi Purba Sutopo; Lusia Komala Widiastuti; Novi Eka Wati; Riko Herdiansah; Bayu Andri Atmoko
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 1 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i1.2265

Abstract

Tujuan dari penelitaian ini adalah untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi minat peternak sapi Peranakan Ongole (PO) terhadap Inseminasi Buatan (IB) di Kecamatan Ketapang Kabupaten Lampung Selatan. Penelitian ini menggunakan data primer yang diperoleh melalui wawancara di lapangan dan data sekunder dari intansi terkait. Sampel penelitian diambil dengan teknik purposive sampling berjumlah sebanyak 61 orang peternak sapi PO dari enam desa yang ada di Kecamatan Ketapang dengan pertimbangan populasi terbanyak. Metode penelitian ini adalah kuantitatif deskriptif. Hasil penelitian menunjukan bahwa seluruh variabel penelitian yaitu biaya inseminasi, kualitas bibit pedet, kualitas semen pejantan, pelayanan petugas, tingkat keberhasilan dan produktivitas betina berpengaruh terhadap minat peternak menggunakan IB. Kata kunci: Inseminasi buatan, Minat peternak, Sapi Peranakan Ongole
Effect of Body Weight on Product Pengaruh Bobot Badan terhadap Produktivitas Ayam Petelur Strain Isa Brown Andri Wijaya; Asek, Ambo; Lusia Komala Widiastuti
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v1i2.1197

Abstract

Ayam petelur merupakan ayam betina dewasa yang dipelihara secara khusus untuk dimanfaatkan hasilnya berupa telur. Ayam petelur memiliki periode bertelur pada umur antara 17 sampai 80 minggu, puncak produksi sebesar 96% biasanya pada umur 26 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh bobot badan terhadap produktivitas ayam petelur strain Isa Brown. Penelitian dimulai dari tanggal 1–30 Januari 2023. Materi yang digunakan dalam penelitian ini berupa data rekording ayam petelur strain Isa Brown yang dipelihara selama satu periode pemeliharaan. Data yang telah diperoleh dianalisis menggunakan uji regresi linier dengan menggunakan aplikasi SPSS. Parameter yang diuji adalah konsumsi pakan, Hen Day Production, dan berat telur. Hasil penelitian menunjukan bahwa bobot badan ayam petelur Strain Isa Brown memberikan pengaruh yang nyata pada konsumsi pakan dan Hen Day Production.
Strategi Pengembangan Usaha Ternak Sapi Potong Di Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah Meiyanto, Tri; Herdiansah, Riko; Lusia Komala Widiastuti
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 1 No. 2 (2023): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v1i2.1198

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi lingkungan usaha peternakan secara internal dan eksternal dan menganalisis strategi pengembangan usaha peternakan sapi Potong. Penelitian in telah dilaksanakan pada bulan Mei sampai dengan Juli 2023 Penelitian dilakukan di Desa Adi Jaya Kecamatan Terbanggi Besar Kabupaten Lampung Tengah. Penentuan responden dalam penelitian menggunakan metode simple random sampling (acak sederhana). Metode digunakan pada penelitian adalah metode survey. Variabel yang diamati yaitu Faktor Internal (kekuatan dan kelemahan) dan Faktor Eksternal (Peluang dan Ancaman). Data yang diperoleh dari hasil penelitian kemudian diolah secara matematis dan dianalisis menggunakan “SWOT Analisis” serta disajikan dalam bentuk tabel dan grafik kemudian dibahas secara deskriptif. Berdasarkan hasil analisis SWOT diidentifikasi beberapa poin penting yaitu : Faktor internal yang berupa kekuatan tertinggi yaitu pengalaman beternak yang memiliki skor tertinggi yaitu 0,48 dan menjadi prioritas pertama dalam strategi faktor internal (kekuatan). Pada peringkat kedua yaitu angka 0,41 yang terdapat pada pertanyaan saluran distribusi pendek. Faktor eksternal yang berupa peluang tertinggi terdapat pada nilai 0,61 yang mana terdapat pada pertanyaan yaitu Penyuluhan dan pengawasan rutin dari PPL dan skor tertinggi kedua yaitu meningkatnya kesadaran masyarakat akan gizi.
Penampilan Reproduksi Sapi Limousin di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan Rezal Erwansyah; Miki Suhadi; Lusia Komala Widiastuti; Septi Muthoharoh
JDP: Jurnal Dunia Peternakan Vol. 3 No. 1 (2025): Jurnal Dunia Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan Universitas Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jdp.v3i1.2483

Abstract

Upaya peningkatan populasi sapi potong dapat dilakukandengan berbagai cara diantaranya adalah meningkatkan mutu genetic dan efisiensi reproduksi. Tujuan dari penelitianini adalah untuk mengetahui bagaimana tingkat keberhasilan Inseminasi Buatan (IB)berdasarkan Conception Rate (CR), Service per Conception (S/C) di Kecamatan SidomulyoKabupaten Lampung Selatan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni sampai dengan Juli2023 di tiga desa yang berada di Kecamatan Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan. Materiyang digunakan dalam penelitian ini adalah Sapi Limousin milik peternak yang diambilsecara purposive sampling sebanyak 28 responden yang berada di Kecamatan Sidomulyo,Kabupaten Lampung Selatan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dan pengumpulan data dilakukan dengan cara pengisian daftar kuisoner melalui wawancara terhadap responden peternak sapi serta pengamatan langsung di lapangan. Data yangdikumpulkan berupa data primer dan data sekunder. Data dianalisis secara kualitatif dan dipaparkan secara deskriptif, sedangkan yang bersifat kuantitatif dianalisis secara statistikmenggunakan software Excel versi 2019. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bahwa penampilan reproduksi ternak sapi Limousin di Kecamatan Sidomulyo rata-rata nilai serviceper conception (S/C) adalah 1,95 artinya sudah tergolong sangat baik, sedangkan persentase Conception rate (CR) di Kecamatan Sidomulyo sebesar 16,25%, hasil yang didapat ataupersentase tergolong masih kurang baik karena layanan inseminasi buatan dilakukan >2 kali.Kata Kunci: Inseminasi buatan, Conception rate, service per conception
REVIEW: EFEKTIVITAS PENGGUNAAN KULIT PISANG DALAM RANSUM RUMINANSIA TERHADAP NILAI KECERNAAN: Review: Effectiveness of Banana Peel Inclusion in Ruminant Diets on Nutrient Digestibility Anggi Derma Tungga Dewi; Ririn Angriani; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 2 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i2.2666

Abstract

Kulit pisang merupakan salah satu limbah agroindustri yang potensial digunakan sebagai bahan pakan alternatif bagi ternak ruminansia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penggunaan kulit pisang dalam berbagai bentuk dan proporsi terhadap nilai kecernaan bahan kering (KCBK), bahan organik (KCBO), protein kasar (KCPK), lemak kasar (KCLK), dan serat kasar (KCSK) pada ternak ruminansia. Hasil review menunjukkan bahwa penggunaan kulit pisang dalam bentuk terfermentasi secara umum meningkatkan nilai kecernaan dibandingkan kulit pisang segar atau kering. Nilai KCBK tertinggi tercatat pada perlakuan kulit pisang fermentasi dengan konsentrat dan hijauan (74,58%), sedangkan nilai KCBO tertinggi diperoleh dari kombinasi kulit pisang dan buah kakao yang difermentasi menggunakan mikroba starbio (80,65%). KCPK juga mengalami peningkatan signifikan hingga lebih dari 65% bila kulit pisang dikombinasikan dengan bahan berprotein tinggi dan difermentasi, dibandingkan dengan kulit pisang segar yang hanya mencapai 12%. KCLK meningkat pada perlakuan fermentasi, sedangkan KCSK cenderung menurun jika kulit pisang diberikan dalam jumlah besar tanpa perlakuan pendahuluan. Dibandingkan dengan referensi jurnal asli, penggunaan kulit pisang secara optimal dapat memberikan kontribusi positif terhadap efisiensi pakan, asalkan pengolahan dan formulasi ransumnya dilakukan dengan tepat. Dengan demikian, kulit pisang memiliki prospek sebagai bahan pakan ruminansia yang ekonomis dan berkelanjutan jika dikelola melalui pendekatan teknologi pakan yang sesuai. Kata kunci: Kulit pisang, Ransum, Ruminansia, Kecernaan
REVIEW: EVALUASI PEMANFAATAN KULIT PISANG PADA PAKAN UNGGAS TERHADAP PERFORMA: Review: Evaluation of the Use of Banana Peel in Poultry Feed on Performance Angriani, Ririn; Anggi Derma Tungga Dewi; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 9 No. 3 (2025): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v9i3.3025

Abstract

Kulit pisang merupakan limbah melimpah yang belum dimanfaatkan secara optimal, meskipun masih mengandung nutrisi yang berpotensi digunakan sebagai bahan pakan unggas. Namun, kulit pisang tidak dapat diberikan secara langsung karena memiliki faktor penghambat kecernaan yang tinggi dan kadar protein yang rendah. Oleh sebab itu, diperlukan teknologi pengolahan, baik fisik, kimia, maupun biologis, untuk meningkatkan kualitasnya sebagai pakan. Penelitian ini bertujuan menilai potensi kulit pisang sebagai bahan pakan unggas dan memberikan referensi pemanfaatannya. Hasil review menunjukkan bahwa kulit pisang dapat digunakan sebagai bahan pakan, baik dalam bentuk tepung maupun tepung fermentasi, tetapi penggunaannya menjadi tidak optimal pada level tinggi. Peningkatan level penambahan tepung kulit pisang maupun tepung kulit pisang fermentasi cenderung menurunkan konsumsi ransum dan pertambahan bobot badan unggas. Konversi ransum terbaik pada ayam broiler dan ayam kampung ditemukan pada penambahan 5% tepung kulit pisang fermentasi, masing-masing sebesar 1,72 ± 0,15 dan 3,65. Pada ayam petelur, konversi ransum optimal dicapai pada level 15% tepung kulit pisang (1,98 ± 0,2). Bobot badan ayam broiler meningkat hingga 1729,84 g pada level 7,5% tepung kulit pisang fermentasi, sedangkan bobot badan itik mencapai 1076,09 g dengan penambahan 7% tepung kulit pisang. Pada ayam petelur, level 8% dapat menghasilkan produksi telur hingga 94,01 ± 1,42%. Secara keseluruhan, kulit pisang dapat digunakan dalam pakan unggas hingga level maksimal 15%. Meski demikian, diperlukan penelitian lanjutan untuk menentukan metode pengolahan terbaik, level penggunaan yang aman dan efisien, serta pengaruh jangka panjang terhadap performa unggas.   Kata kunci: fermentasi, performa, tepung kulit pisang, unggas
EFEKTIVITAS BAHAN PENGENCER NACL, RINGER LAKTAT, DAN RINGER DEXTROSE TERHADAP KUALITAS SEMEN AYAM BANGKOK: The Effectiveness of NaCl, Ringer's Lactate, and Ringer's Dextrose Diluents on the Semen Quality of Bangkok Roosters Arif Qisthon; Sri Suharyati; Siswanto; Madi Hartono; Purnama Edy Santosa; Dimas Muhammad Fadilah; Lusia Komala Widiastuti
Wahana Peternakan Vol. 10 No. 1 (2026): Wahana Peternakan
Publisher : Faculty of Animal Science, University of Tulang Bawang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37090/jwputb.v10i1.3120

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh bahan pengencer NaCl, Ringer Laktat, dan Ringer Dextrose terhadap kualitas semen ayam Bangkok (Gallus gallus domesticus). Penelitian telah dilaksanakan di Laboratorium Fisiologi dan Reproduksi Ternak, Jurusan Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung. Penelitian dilakukan dengan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 perlakuan dan 3 ulangan. Perlakuannya adalah P1: penambahan pengencer NaCl, P2: penambahan pengencer Ringer Laktat, P3: penambahan pengencer Ringer Dextrose. Peubah yang diukur adalah motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada penyimpanan 0 jam (pascapengenceran), 1 jam dan 2 jam yang disimpan pada suhu ruang. Data yang diperoleh dari hasil penelitian dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dengan taraf 5% dan peubah yang berpengaruh nyata dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose, Ringer Laktat, dan NaCl berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap motilitas dan viabilitas, namun tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap abnormalitas spermatozoa pasca pengenceran dan setelah penyimpanan selama 1 serta tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap motilitas, viabilitas dan abnormalitas pada 2 jam penyimpanan. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan bahan pengencer Ringer Dextrose (P1) memberikan pengaruh terbaik dalam mempertahankan motilitas dan viabilitas semen cair ayam Bangkok sampai 1 jam penyimpanan pada suhu ruang.   Kata kunci: ayam Bangkok, spermatozoa, ringer dextrose, ringer laktat, NaCl