Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

Lansia Yang Diberkati Tuhan (Yosua 23:1-16) Raulina, Raulina; Sitorus, Dwi Shinta Rosaline
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yang wajib dilaksanakan oleh setiap institusi pendidikan tinggi, termasuk STT HKBP. Dalam kegiatan ini, tim PkM yang terdiri dari dosen dan mahasiswa melakukan pendekatan kualitatif melalui wawancara kepada para lansia sebagai responden utama. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memahami peran, tantangan, dan nilai-nilai kehidupan para lansia, serta bagaimana mereka tetap merasakan penyertaan dan berkat Tuhan dalam masa tua. Hasil wawancara menunjukkan bahwa para lansia yang tetap setia kepada Tuhan, menjalani hidup dengan syukur, dan menjadi panutan bagi keluarga serta masyarakat, merasakan damai sejahtera dan kekuatan iman yang memampukan mereka melewati berbagai fase kehidupan. Melalui pembinaan dan diskusi yang dilakukan, disimpulkan bahwa lansia yang diberkati adalah mereka yang hidup dalam kesetiaan kepada firman Tuhan, sebagaimana diteladankan dalam Yosua 23:1–16. Kegiatan ini memberikan wawasan tentang pentingnya menghargai, memberdayakan, dan mendampingi para lansia dalam keluarga dan masyarakat. Selain itu, temuan ini juga mendorong pengembangan pendekatan sosial dan rohani yang lebih inklusif dan penuh kasih terhadap kelompok usia lanjut, sebagai bagian dari tanggung jawab gereja dan masyarakat.
MENTORING KEPADA ANAK-ANAK SEKOLAH MINGGU DAN KATEKUMEN HKBP SOLAGRATIA BINJAI Simanjuntak, Joksan; Doloksaribu, Morhan; Tambun, Roy Haries Ifraldo; Sagala, Evans
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35086

Abstract

Pembahasan ini menyoroti upaya gereja dalam memperdalam pemahaman agama dan iman pada generasi muda serta kepada anak-anak Sekolah Minggu. HKBP Solagratia Binjai menghadapi tantangan dalam memastikan bahwa anak-anak Sekolah Minggu dan katekumen memahami dan menginternalisasi nilai-nilai keagamaan yang mendasar, yakni melalui bimbingan dan dukungan Gereja kepada mereka. Sebagai generasi yang akan menghadapi tantangan zaman selanjutnya, perlu adanya persiapan iman sejak dini. Dalam menghadapi masalah yang demikian, maka program mentoring dipilih sebagai pendekatan yang efektif untuk memberikan bimbingan secara kolektif agar para katekumen dan anak Sekolah Minggu dapat memahami ajaran agama mereka dan dapat mendalami hubungan mereka dengan Tuhan. Tujuan utama dari program mentoring ini adalah untuk membantu anak-anak Sekolah Minggu dan katekumen memperdalam pemahaman mereka tentang iman Kristen, meningkatkan hubungan pribadi mereka dengan Tuhan, dan mengembangkan sikap yang menghormati dan tunduk kepada-Nya. Sikap seperti itu akan tumbuh dengan mudah jika diawali sejak dini. Dengan demikian, akan terciptanya generasi muda yang kokoh dalam iman mereka dan siap menghadapi kehidupan sehari-hari dengan dasar iman yang kuat.
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA HKBP SIBORONG-BORONG MELALUI PEMAHAMAN TENTANG FIRMAN TUHAN Simanjuntak, Joksan; Simanjuntak, Pahala Jannen; Tambun, Roy Haries Ifraldo; Simatupang, Eriko
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35087

Abstract

Perkembangan teknologi dan globalisasi yang pesat telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan remaja di HKBP Siborong-Borong, memunculkan krisis identitas, penurunan moral, serta kurangnya pemahaman spiritual. Meskipun tumbuh di lingkungan gereja, banyak remaja yang belum memiliki pemahaman kuat tentang Firman Tuhan dan sering terpengaruh oleh media sosial yang bertentangan dengan nilai-nilai Kristiani. Kesenjangan generasi antara remaja, orang tua, dan pemimpin gereja serta kurangnya keterlibatan dalam kegiatan gereja semakin memperparah situasi ini. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dirancang untuk membina karakter remaja melalui pendalaman pemahaman Firman Tuhan, pengembangan karakter berdasarkan nilai Kristiani, serta peningkatan keterlibatan dalam gereja dan masyarakat. Pembinaan karakter yang berlandaskan pada pemahaman Firman Tuhan ini diharapkan dapat menjadi solusi efektif dalam membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral dan spiritual yang kokoh. Dengan pendekatan interaktif dan kontekstual, program ini bertujuan membentuk remaja yang berkarakter kuat, memiliki integritas moral dan spiritual, serta mampu memberikan dampak positif bagi lingkungannya.
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA PERSISTEN (PERSEKUTUAN SISWA/I KRISTEN) SMA NEGRI 4 PEMATANGSIANTAR Raulina, Raulina; Sianipar, Efran Mangatas; Tambun, Roy Haries Ifraldo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35745

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya tanggung jawab pribadi dalam mencapai kesuksesan individu dan kemajuan sosial. Tanggung jawab didefinisikan sebagai kesediaan untuk mengakui konsekuensi dari tindakan dan komitmen untuk melaksanakan kewajiban secara optimal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-method, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, untuk mengeksplorasi dimensi tanggung jawab serta dampaknya terhadap kesuksesan. Hasil menunjukkan bahwa individu dengan tingkat tanggung jawab yang tinggi cenderung lebih gigih, inovatif, dan memiliki hubungan yang lebih baik di tempat kerja. Selain itu, tanggung jawab sosial berkontribusi pada kohesi komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam mengembangkan rasa tanggung jawab, termasuk budaya instan dan pengaruh media sosial. Kesimpulan menekankan bahwa meningkatkan rasa tanggung jawab tidak hanya bermanfaat bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan, sehingga mendorong pembentukan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan sukses.
PEMBINAAN KARAKTER REMAJA PERSISTEN (PERSEKUTUAN SISWA/I KRISTEN) SMA NEGRI 4 PEMATANGSIANTAR Raulina, Raulina; Sianipar, Efran Mangatas; Tambun, Roy Haries Ifraldo
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 5 (2024): Vol. 5 No. 5 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i5.35745

Abstract

Penelitian ini membahas pentingnya tanggung jawab pribadi dalam mencapai kesuksesan individu dan kemajuan sosial. Tanggung jawab didefinisikan sebagai kesediaan untuk mengakui konsekuensi dari tindakan dan komitmen untuk melaksanakan kewajiban secara optimal. Penelitian ini mengadopsi pendekatan mixed-method, menggabungkan metode kuantitatif dan kualitatif, untuk mengeksplorasi dimensi tanggung jawab serta dampaknya terhadap kesuksesan. Hasil menunjukkan bahwa individu dengan tingkat tanggung jawab yang tinggi cenderung lebih gigih, inovatif, dan memiliki hubungan yang lebih baik di tempat kerja. Selain itu, tanggung jawab sosial berkontribusi pada kohesi komunitas dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Penelitian ini juga mengidentifikasi tantangan dalam mengembangkan rasa tanggung jawab, termasuk budaya instan dan pengaruh media sosial. Kesimpulan menekankan bahwa meningkatkan rasa tanggung jawab tidak hanya bermanfaat bagi individu tetapi juga bagi masyarakat secara keseluruhan, sehingga mendorong pembentukan lingkungan yang lebih bertanggung jawab dan sukses.
Menciptakan Equilibrium: Harmonisasi Kekuasaan Konstruktif Vs Otoritarianisme Politik dalam Etika Kristen Tambun, Roy Haries Ifraldo
SUNDERMANN: Jurnal Ilmiah Teologi, Pendidikan, Sains, Humaniora dan Kebudayaan Vol. 17 No. 2 (2024): December 2024
Publisher : STT BNKP Sundermann

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36588/sundermann.v17i2.173

Abstract

Kekuasaan Konstruktif dan otoritarianisme politik di Indonesia memiliki hubungan yang erat dan signifikan, menciptakan fenomena yang meresahkan dalam masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji faktor-faktor penyebab dan dampak penyalahgunaan kekuasaan yang terjadi dalam konteks politik Indonesia. Melalui metodologi penelitian kualitatif, berbagai sumber literatur dianalisis untuk memahami dampak negatif dari kekuasaan yang tidak terkendali, termasuk munculnya praktik korupsi, kolusi, serta lemahnya penegakan hukum. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara penyalahgunaan kekuasaan dengan ketidakadilan sosial dan erosi kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintahan. Penelitian ini merekomendasikan perlunya reformulasi kebijakan yang lebih efektif dan penerapan etika Kristen dalam praktik politik. Dengan mengedepankan prinsip-prinsip etika, diharapkan kekuasaan dapat digunakan untuk melayani masyarakat secara adil, menciptakan lingkungan kondusif bagi pembangunan berkelanjutan, serta memberikan wawasan baru bagi pembuat kebijakan dalam menangani masalah otoritarianisme dan penyalahgunaan kekuasaan di Indonesia.
Keselamatan Tanpa Sekat (Studi Hermeneutis Mengenai Konsep Keselamatan Universal Menurut Markus 7:24-30) Raulina; Panjaitan, Geri Gabriel
Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Vol 8 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tawangmangu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34081/fidei.v8i2.693

Abstract

This study examines the narrative of the Syro-Phoenician woman in Mark 7:24-30 to understand the concept of universal salvation revealed by Jesus Christ in the context of His mission. This topic is important considering the tension between Jesus’ mission initially aimed at the people of Israel and the evidence that salvation is also intended for Gentiles without ethnic or social discrimination. The purpose of the study is to analyze how the dialogue between Jesus and the Syro-Phoenician woman affirms the universality of the gift of salvation that transcends social and ethnic boundaries. The method used is a historical-critical approach and textual exegesis by examining the historical, cultural context, and theological message of the narrative in depth. The research results show that the faith of the Syro-Phoenician woman serves as an indicator of the acceptance of the universality of salvation, affirming that God’s salvation is not limited by ethnic or social identity but depends on a sincere response of faith. These findings contribute to the understanding of inclusivity in church ministry in spreading the grace of salvation to all humanity with full conviction and hope. AbstrakPenelitian ini mengkaji narasi perempuan Siro-Fenisia dalam Markus 7:24-30 untuk memahami konsep keselamatan universal yang diungkapkan oleh Yesus Kristus dalam konteks misi-Nya. Topik ini penting mengingat adanya ketegangan antara misi Yesus yang awalnya ditujukan kepada bangsa Israel dengan bukti bahwa keselamatan juga diperuntukkan bagi orang non-Yahudi tanpa diskriminasi etnis maupun sosial. Tujuan penelitian adalah menganalisis bagaimana dialog antara Yesus dan perempuan Siro-Fenisia menegaskan universalitas anugerah keselamatan yang melampaui batas-batas sosial dan etnis. Metode yang digunakan adalah pendekatan historis-kritis dan eksegesis teks dengan menelaah konteks historis, budaya, serta pesan teologis narasi tersebut secara mendalam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa iman perempuan Siro-Fenisia menjadi indikator penerimaan universalitas keselamatan, yang menegaskan bahwa keselamatan Allah tidak terbatas oleh identitas etnis atau sosial, melainkan bergantung pada respons iman yang sungguh-sungguh. Temuan ini memberikan kontribusi pada pemahaman inklusivitas pelayanan gereja dalam menyebarkan kasih karunia keselamatan kepada seluruh umat manusia dengan penuh keyakinan dan harapan.
The Holistic Clinical Pastoral Education (CPE) Approach as a Strategy for Addressing Minority Complex Among Single Mothers Tambun, Roy Haries Ifraldo
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Studi ini mengeksplorasi penggunaan pendekatan holistik melalui Pendidikan Pastoral Klinis (PPK) sebagai strategi pemulihan dari kompleks minoritas di kalangan ibu tunggal di Indonesia kontemporer. Kompleks minoritas pada ibu tunggal dicirikan oleh stigma sosial, diskriminasi, harga diri rendah, dan krisis identitas yang berdampak pada kesejahteraan psikologis dan spiritual mereka. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi pustaka dan analisis tematik literatur terkait PPK, psikologi sosial, dan isu-isu seputar ibu tunggal. Temuan menunjukkan bahwa PPK, dengan metode refleksi-tindakannya, secara efektif mengintegrasikan dimensi spiritual, psikologis, sosial, dan eksistensial dalam proses pemulihan. Mekanisme transformasi dalam PPK meliputi eksplorasi luka emosional, rekonstruksi identitas positif, penemuan makna hidup baru, dan pembangunan ketahanan psikologis-spiritual. Pendekatan ini tidak hanya mengatasi gejala psikologis tetapi juga memberdayakan ibu tunggal melalui pendampingan spiritual dan komunitas yang suportif. Implikasi studi ini menunjukkan bahwa model intervensi berbasis PPK dapat diterapkan oleh lembaga pastoral, konseling, dan sosial untuk mendukung pemberdayaan holistik ibu tunggal, sekaligus mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.
Holistic Recovery: Integration of Emotional, Social, and Spiritual Support Extended Family for Parentless Children at HKBP Pardamean Tambun, Roy Haries Ifraldo
Jurnal Koinonia: Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia Vol 17 No 2 (2025): July-December
Publisher : Fakultas Filsafat Universitas Advent Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35974/an38re83

Abstract

Parentless is a condition of parental absence that significantly impacts children's emotional, social, and spiritual development. Data shows 20.9% of children in Indonesia live without father presence, with 408,347 divorce cases in 2024. This study aims to describe the impact of parentless conditions and explore the role of extended family as a holistic recovery strategy for parentless children at HKBP Pardamean. A qualitative method with descriptive approach was employed through literature study and interviews with 6 parentless children. Research findings indicate that parentless conditions cause prolonged trauma, emotional regulation difficulties, excessive anxiety, social interaction problems, societal stigma, and spiritual identity crisis. Extended family proved to provide support in four dimensions: emotional-psychological, parental figure substitution, financial-material, and social status recovery. All respondents confirmed receiving comprehensive support from their extended family. Extended family plays a vital role as an effective alternative support system addressing parentless impacts. This integration model successfully helps children recover from trauma and remain connected to social-spiritual values, providing practical contributions to alternative parenting strategies within Indonesian cultural context.
Dibenarkan oleh Iman, Bukan Perbuatan: Refleksi Pembenaran Menurut Roma 3:21-31 Tambun, Roy Haries Ifraldo
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol. 8 No. 1 (2025): Juli 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/7mj5e053

Abstract

In theological studies of Christianity, the doctrine of justification is a fundamental topic that requires comprehensive discussion. Thoroughly, Romans 3:21-31 explains that justification originates from the righteousness of God, not from human works. In the contemporary era, issues regarding truth claims have become increasingly prevalent, leading to attitudes of superiority between individuals. Therefore, this study aims to analyze Romans 3:21-31 to explain that human justification is derived from the righteousness of God, not from human deeds, thus eliminating any basis for humans to elevate their own sense of superiority. The method used in this research is biblical exegesis, involving an in-depth analysis of both the textual and historical contexts of Romans 3:21-31. The study’s findings show that justification is an act of God who justifies humans through faith in Jesus Christ, not through works of the law. Faith is understood as both an existential response and a gift from God that enables humans to receive justification. In conclusion, salvation is solely the initiative and work of God, received with humility through faith as His gift.     Dalam kajian teologis kekristenan, doktrin pembenaran menjadi sebuah bagian yang fundamental untuk dibahas secara komprehensif. Secara komprehensif, Roma 3:21-31  menjelaskan pembenaran bersumber dari kebenaran Allah bukan perbuatan manusia. Dalam era kontemporer isu truth claim semakin banyak terjadi yang menimbulkan paham superior antara dirinya dengan orang lain. Oleh karena itu, Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Roma 3:21-31 untuk menjelaskan bahwa pembenaran manusia bersumber dari kebenaran Allah, bukan dari perbuatan manusia sehingga tidak ada alasan untuk manusia dapat meninggikan superioritas dirinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah tafsir Biblis dengan menganalisis konteks teks maupun konteks historis Roma 3:21-31. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembenaran adalah tindakan Allah yang membenarkan manusia melalui iman dalam Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan hukum Taurat. Iman dipahami sebagai respons eksistensial dan anugerah Allah, yang memampukan manusia untuk menerima pembenaran. Kesimpulannya, keselamatan adalah inisiatif dan karya Allah semata, yang diterima dengan kerendahan hati melalui iman sebagai anugerah-Nya.