Media pembelajaran berperan penting dalam membantu peserta didik sekolah dasar memahami materi abstrak, seperti pada mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Alam (IPAS) materi daerahku dan kekayaan alamnya, terutama pada tahap keterampilan kolaborasi dan pemahamannya. Penelitian ini bertujuan untuk menguji efektivitas penggunaan media Rekayasa Gunung Meletus dalam meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman siswa kelas IV SD. Metode penelitian yang digunakan adalah quasi eksperimen dengan desain nonequivalent control group. Sampel terdiri dari 42 peserta didik kelas IV yang dibagi menjadi kelas eksperimen (21 peserta didik, menggunakan media Rekayasa Gunung Meletus) dan kelas kontrol (21 peserta didik, tanpa media Rekayasa Gunung Meletus). Pengumpulan data dilakukan melalui angket, tes, dan observasi, dengan analisis data menggunakan uji validitas, reliabilitas, normalitas, homogenitas, independent sample t-test, dan N-Gain dengan bantuan program SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media Rekayasa Gunung Meletus efektif meningkatkan keterampilan kolaborasi peserta didik, dibuktikan dengan rata-rata persentase angket pada kelas eksperimen sebesar 78,08% (kategori efektif), lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 45,15% (kurang efektif). Uji independent sample t test menunjukkan perbedaan signifikan antara kedua kelas dengan perolehan nilai t = 3,338 dengan Sig. One-Sided P = < 0,001 dan Sig. Two-Sided P = < 0,002 (sig < 0,05), dengan rata-rata N-Gain kelas eksperimen 52,6037% (cukup efektif) dan kelas kontrol 17,1617% (kurang efektif). Observasi juga menunjukkan nilai rata-rata kelas eksperimen 100% dan kelas kontrol 55,84%. Kesimpulannya, media Rekayasa Gunung Meletus efektif digunakan dalam pembelajaran Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial materi daerahku dan kekayaan alamnya untuk meningkatkan keterampilan kolaborasi dan pemahaman peserta didik kelas IV SD.