Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

SANKSI TERHADAP PELAKU JARIMAH KHAMR DALAM PERSPEKTIF HUKUM PIDANA ISLAM Aprilia Rihadatul Aisy; Azziliyan Azzahrani; Bagus Adek Setyanto; Darmana Aries Setiawan; Deden Najmudin
Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah Vol. 2 No. 1 (2023): Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jarimah hudud terdiri dari dua kata yakni jarimah dan hudud. Jarimah adalah melakukan hal yang dilarang atau meninggalkan hal yang diwajibkan maka akan terkena hukuman had atau ta’zir. Sedangkan hudud adalah bentuk jamak dalam bahasa Arab yakni kata had yang memiliki makna pemisah antara dua hal hingga keduanya tidak tercampur. Untuk mendapat pemahaman yang lebih tentang jarimah hudud khususnya khamr, penyusun akan memeriksa sanksi yang dapat diterima oleh pelaku peminum khamr perspektif hukum pidana Islam. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah penelitian kepustakaan atau bisa disebut dengan library research dan juga penelitian yuridis normatif. Penelitian ini adalah penelitian hukum, jadi menggunakan pendekatan kualitatif dan perbandingan hukum yang disebut juga Comparative Approach. Dalam hukum pidana Islam, Jarimah minum minuman keras (khamr) merupakan perkara jarimah hudud, dan diancam dengan hukuman had yaitu jilid/dera tidak boleh kurang dari 40 kali cambukan dan boleh lebih. Menurut persetujuan para ulama, hukuman terhadap mereka yang meminum khamr awalnya adalah 40 (empat puluh) kali cambuk. Sementara itu, sahabat sepakat menetapkan 80 (delapan puluh) kali cambuk dengan alasan kemaslahatan. dengan adanya hukum had maka akan semakin banyak yang mendapatkan efek jera akibat dari meminum minuman keras. untuk yang beragama non muslim pun jika ia tinggal di suatu daerah yang menganut sistem qanun jinayah, maka ia harus siap mendapatkan konsekuensi dari perbuatan yang telah dia lakukan.
PROGRAM ADVOKASI PENDIDIKAN SEBAGAI UPAYA PENINGKATAN EFEKTIVITAS BELAJAR MENGAJAR DI SDN GUNUNGKUNING Mubiin, Ajmal Nazirul; Enjang Rohiman; Sri Nurhasanah; Amelia Putri; Darmana Aries Setiawan
Makkareso: Riset Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2025): Makkareso Journal: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat IAIN Parepare
Publisher : Jurnal Makkareso

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35905/makkareso.v3i2.15013

Abstract

Education plays a vital role in shaping students character, skills, and mindset. However, primary schools often face challenges due to monotonous, teacher-centered methods that reduce motivation and participation. This article presents the Educational Advocacy Program implemented through the Community Service Program (KKN “ORDA MITRA PEMDA”) of Sunan Gunung Djati State Islamic University Bandung, conducted in Gunungkuning Village, Majalengka, from July 20 to August 25, 2025. Using the SISDAMAS model with four cycles socialization, social mapping, participatory planning, and program implementation with evaluation the program involved 4th to 6th grade students at SDN Gunungkuning. Activities included demonstrations, ice breaking, interactive discussions, simple experiments, and bullying advocacy. The results show improved student enthusiasm, active engagement, and better understanding of lessons through interactive and digital-based learning. Teachers also enhanced their ability to design varied, engaging lessons and manage classrooms effectively. In addition, bullying advocacy raised awareness of building a safe and respectful school environment. The program demonstrates that educational advocacy can serve as an effective and innovative model for improving teaching and learning quality in rural primary schools.
Perlindungan Hukum terhadap Game DreadOut dari Pembajakan di Situs Ilegal menurut Undang-Undang Hak Cipta Ahnaf Nur Fauzan Romadhon; Ai Nazwa Nurbayati; Darmana Aries Setiawan; Farrel Ar Rasyid; Enjang Rohiman
Majelis: Jurnal Hukum Indonesia Vol. 2 No. 4 (2025): November : Majelis : Jurnal Hukum Indonesia
Publisher : Asosiasi Peneliti dan Pengajar Ilmu Hukum Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/majelis.v2i4.1371

Abstract

The rapid development of digital technology has driven the advancement of the gaming industry in Indonesia, including the emergence of local games such as DreadOut by Digital Happiness, which has gained international recognition. However, this success is accompanied by serious challenges in the form of piracy through illegal websites that harm copyright holders. This study aims to analyze the legal protection of the game DreadOut against piracy practices based on Law Number 28 of 2014 concerning Copyright. The method used is a normative juridical approach through statutory analysis and literature study. The findings show that DreadOut is a copyrighted work categorized as a video game and is legally protected. Nevertheless, law enforcement against piracy still faces various obstacles, such as the complaint-based offense system, low public awareness, and the ease of access to piracy sites. Therefore, stronger inter-agency cooperation, policy reforms to shift complaint-based offenses into ordinary offenses, and public education to increase respect for intellectual property rights are needed. Effective legal protection will support the growth of the local gaming industry and ensure the sustainability of Indonesian creative works in the digital era.