Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : JOURNAL OF Mental Health Concerns

Mindful parenting sebagai pendekatan untuk mengatasi work-family conflict pada ibu bekerja Dewi, Rini Liana; Riady, Muhammad Antos; Sari, Putri Puspita; Hanifah, Rulia
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2025): July Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i2.1126

Abstract

Background: Working mothers face challenges in juggling their dual roles as employees and primary caregivers at home, which often leads to work-family conflict. This conflict is exacerbated by feelings of guilt for not being able to fully accompany their children, as well as concerns about the quality of substitute care. Purpose: To examine the relationship between mindful parenting and work-family conflict among working mothers who leave their children in childcare, in order to determine the extent to which mindful parenting can contribute to reducing conflict between work and family demands. Method: The approach used in this study was quantitative with a correlational design involving working mothers who left their children in Aceh. The instruments used were the Mindful Parenting Questionnaire and the Work-Family Conflict Scale.Results: Pearson's correlation test showed no significant relationship between mindful parenting and work-family conflict, indicating that mindful parenting is not the only factor that influences the role conflict of working mothers.Conclusion: These findings open up opportunities to explore other factors that contribute to work-family conflict. Keyword: Mindful Parenting; Working Mother; Work-Family Conflict. Pendahuluan: Ibu bekerja menghadapi tantangan dalam menjalani peran ganda sebagai pekerja dan pengasuh utama anak di rumah yang kerap menimbulkan work-family conflict. Konflik ini diperburuk oleh perasaan bersalah karena tidak dapat mendampingi anak secara penuh, serta kekhawatiran terhadap kualitas pengasuhan pengganti. Tujuan: Untuk mengkaji hubungan antara mindful parenting dan work-family conflict pada ibu bekerja yang menitipkan anak, guna mengetahui sejauh mana kesadaran penuh dalam pengasuhan dapat berkontribusi dalam menurunkan konflik antara tuntutan pekerjaan dan keluarga. Metode: Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan rancangan korelasional dengan partisipan ibu bekerja yang menitipkan anak di Aceh. Instrumen yang digunakan adalah Mindful Parenting Questionnaire dan Work-Family Conflict Scale. Hasil: Uji korelasi Pearson menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara mindful parenting dan work-family conflict yang mengindikasikan bahwa mindful parenting bukan satu-satunya factor yang memengaruhi konflik peran ibu bekerja.Simpulan: Temuan ini membuka peluang untuk menelusuri factor-faktor lain yang berkontribusi terhadap work-family conflict. Kata Kunci: Ibu Bekerja; Mindful Parenting; Work-Family Conflict.
Profil kesehatan mental mahasiswa psikologi ditinjau dari gender dan tendensi gangguan mental Aidina, Wenny; Riady, Muhammad Antos; Mirza, Mirza
JOURNAL OF Mental Health Concerns Vol. 4 No. 2 (2025): July Edition 2025
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/mhc.v4i2.1171

Abstract

Background: Psychology students are a group that is vulnerable to emotional and psychological stress, both due to academic burden and expectations of future professional roles. More frequent exposure to various mental health issues can contribute to students’ psychological problems. The constant influx of information can overwhelm students and make it difficult for them to cope. Purpose: To identify the mental health profile of psychology students in terms of gender and describe the tendencies of mental disorders that appear in each gender. Method: This comparative quantitative study involved 70 psychology students. Data collection was carried out using Woodworth's Questionnaire instrument. Data were analyzed using an Independent Samples T-Test to examine differences in scores based on gender, along with descriptive statistics. Results: The analysis results showed a significant difference in mental health scores between male and female students (p = 0.045), with women scoring higher. The most prominent tendency of mental disorders in women was tendency of schizophrenia (35.9%), followed by impulsivity, emotional expression, and obsession. Meanwhile, in men, the issues that emerge are impulsivity, emotional instability, and schizophrenic tendencies, although in much lower proportions. Conclusion: There is a statistically significant difference between the mental health scores of male and female students. Keywords: Gender; Mental Health; Psychology Students; Tendency of Mental Disorders.   Pendahuluan: Mahasiswa psikologi merupakan kelompok yang rawan mengalami tekanan emosional dan psikologis, baik karena beban akademik maupun ekspektasi terhadap peran profesional di masa depan. Paparan yang lebih sering pada beragam isu Kesehatan mental dapat berkontribusi pada masalah psikologis mahasiswa. Masuknya informasi yang terus-menerus dapat membuat mahasiswa kewalahan dan kesulitan mengatasinya. Tujuan: Untuk mengidentifikasi profil kesehatan mental mahasiswa psikologi ditinjau dari jenis kelamin serta mendeskripsikan kecenderungan gangguan mental yang muncul pada masing-masing gender. Metode: Penelitian kuantitatif komperatif ini melibatkan 70 mahasiswa psikologi. Pengumpulan data dilakukan menggunakan instrument Woodworth’s Quesionnaire. Data dianalisis menggunakan Independent Samples T-Test untuk melihat perbedaan skor berdasarkan gender dan analisis deksriptif. Hasil: Analisis menunjukkan perbedaan signifikan antara skor kesehatan mental mahasiswa laki-laki dan perempuan (p = 0.045), di mana perempuan menunjukkan skor yang lebih tinggi. Tendensi gangguan mental yang paling menonjol pada perempuan adalah tendensi schizophrenia (35.9%), diikuti oleh impulsivitas, ekspresi emosi, dan obsesi. Sementara pada laki-laki, isu yang muncul adalah impulsivitas, ketidakstabilan emosi, dan tendensi schizophrenia, meskipun dalam proporsi yang jauh lebih rendah. Simpulan: Terdapat perbedaan yang signifikan secara statistik antara skor kesehatan mental mahasiswa laki-laki dan perempuan. Kata Kunci: Gender; Kesehatan Mental; Mahasiswa Psikologi; Tendensi Gangguan Mental.