T Pasar modal di Indonesia terus mengalami perkembangan pesat, termasuk sektor energi yang menarik minat investor karena ketersediaan sumber daya alam yang melimpah. Pasar modal syariah, yang berlandaskan prinsip syariah, juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, tercermin dari kenaikan Indeks Saham Syariah Indonesia sebesar 15,19% pada 2022. Para investor di sektor energi mengharapkan return saham yang optimal dengan risiko minimal, sehingga berbagai faktor seperti kinerja keuangan, sentimen investor, dan pengungkapan ESG semakin dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan investasi. Namun, terdapat ketidakpastian mengenai sejauh mana faktor-faktor tersebut mempengaruhi return saham, terutama dalam konteks pasar modal syariah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa kinerja keuangan dapat menjadi indikator utama return saham, sementara sentimen investor dan pengungkapan ESG memberikan hasil yang bervariasi. Penelitian ini dilakukan untuk mengkaji bagaimana sentimen investor, pengungkapan ESG, dan kinerja keuangan yang diukur melalui ROA memengaruhi return saham perusahaan sektor energi yang terdaftar di ISSI selama periode 2021-2022. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan sentimen investor, pengungkapan ESG, dan kinerja keuangan secara simultan dalam konteks pasar modal syariah sektor energi, yang masih relatif terbatas dikaji pada perusahaan terdaftar di ISSI periode pascapandemi. Dalam pemilihan sampel dengan teknik purposive sampling yang menghasilkan 13 perusahaan yang dianalisis dengan metode analisis regresi linier berganda. Berdasarkan hasil pengujian, ditemukan bahwa TVA dan ESG tidak memberikan pengaruh terhadap RT. Namun, ROA memiliki pengaruh terhadap RT. Investor sebaiknya lebih memprioritaskan analisis kinerja keuangan, khususnya ROA, dalam pengambilan keputusan investasi pada saham syariah sektor energi, sementara perusahaan perlu meningkatkan efisiensi pengelolaan aset untuk menarik investor di pasar modal syariah.