Pakaya, Idan I.
Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Sosial Dan Keguruan, Universitas Ichsan Gorontalo Utara

Published : 15 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Strategi Peningkatan Literasi Siswa Melalui Media Flipbook Pakaya, Idan I.; Istiwaroh Adam, Rina; Sudai, Rahmawati; Mahmud, Ratna
PEDAGOGIKA Vol 16 No 2 (2025): Vol 16 No 2 2025: Oktober
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/pedagogika.v16i2.4326

Abstract

Kemampuan literasi siswa sekolah dasar di wilayah Pesisir Kabupaten Gorontalo Utara masih rendah, dengan tingkat literasi di bawah rata-rata nasional. Data kemampuan literasi tingkat Sekolah Dasar berada pada persentase 33,73%, sementara itu, standar literasi nasional yakni 73,52% maka kemampuan literasi Sekolah Dasar di Kabupaten Gorontalo Utara masih tergolong rendah. Faktor seperti kurangnya akses bahan bacaan, minimnya kualitas guru literasi, dan terbatasnya sarana prasarana menjadi penghambat utama. Oleh karena itu, penelitian ini penting untuk dilakukan guna mengurangi kesenjangan literasi dan meningkatkan kualitas pendidikan menggunakan media pembelajaran di wilayah pesisir. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui strategi peningkatan kemampuan lliterasi siswa sebagai upaya mendukung digitalisasi sekolah dasar di wilayah pesisir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media Flipbook manjadi salah satu alternatif dalam mendukung digitalisasi sekolah dan terbukti mampu meningkatkan kemampuan literasi siswa di wilayah pesisir.
LITERASI DIGITAL DALAM ETIKA KOMUNIKASI MEDIA SOSIAL DI ERA POST-TRUTH PADA GURU MA SEKABUPATEN GORONTALO UTARA Ridwanto Djahuno; Idan I. Pakaya; Tiyara I. Lamato; Adriyanti Buheli; Saputri Ishak
Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam Vol 13 No 1 (2025): Tadbir: Jurnal Manajemen Pendidikan Islam
Publisher : LP2M IAIN Sultan Amai Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30603/tjmpi.v13i1.5681

Abstract

This study aims to analyze the level of digital literacy and communication ethics on social media among Madrasah Aliyah (MA) teachers in North Gorontalo Regency in the post-truth era. Using a qualitative approach, data was collected through in-depth interviews, observations, and analysis of related documents. The results show that although the term "digital literacy" is less familiar, teachers have understood the concept and importance of digital literacy in managing information. They demonstrate the ability to identify valid information and double-check it before disseminating it on social media. In addition, teachers' communication ethics are well considered, including accuracy and responsibility in sharing information. However, the study also found challenges related to the lack of formal training and supportive policies. Therefore, it is necessary to increase training programs and awareness of the importance of digital literacy and communication ethics to strengthen the role of teachers as role models in managing information in the digital era. The conclusion of this study emphasizes that with the right support, digital literacy and communication ethics can be an important foundation in facing information challenges in society
Penguatan Kolaborasi Sekolah dan Masyarakat melalui Seminar Ilmiah untuk Meningkatkan Kualitas Pendidikan Dasar Rusmin Husain; Irvin Novita Arifin; Idan I. Pakaya
Lamahu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Terintegrasi Vol 5, No 2: August 2026
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37905/ljpmt.v5i2.38925

Abstract

Collaboration between schools and communities plays an important role in supporting the improvement of the quality of basic education. However, community involvement in education is still largely limited to administrative activities and has not fully developed into participatory collaboration in supporting learning processes and school development. This community service activity aimed to strengthen collaboration between schools and communities through a participatory scientific seminar in supporting inclusive and sustainable basic education. The activity was conducted on April 30, 2026, in Gorontalo involving 32 participants consisting of lecturers, postgraduate students, principals, teachers, and education communities. The activity was implemented through seminar sessions, interactive discussions, reflective dialogue, and collaborative problem-solving related to educational issues. Evaluation was conducted using participant observation, reflection sheets, and participant response questionnaires. The results showed that 87% of participants actively participated in discussions, 84% experienced increased understanding regarding school–community collaboration, and 90% gave positive responses to the participatory seminar model. In addition, the activity generated several strategic recommendations related to participatory learning, parental involvement, collaborative school governance, and the optimization of school facilities as educational and social centers. Therefore, participatory scientific seminars can serve as an effective community service model in strengthening collaborative educational ecosystems in basic education.
Pengalaman Mahasiswa PGSD Dalam Menggunakan Canva Untuk Pengembangan Bahan Ajar dan Media Pembelajaran Idan I. Pakaya
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 6 No 2 (2025): VOLUME 6 NOMOR 2, DESEMBER TAHUN 2025
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jeej.v6i2.4512

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman mahasiswa PGSD dalam menggunakan aplikasi Canva sebagai media pengembangan bahan ajar dan media pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan subjek mahasiswa semester 3 dan 5 Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Ichsan Gorontalo Utara. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan dokumentasi hasil karya mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan aplikasi Canva membantu mahasiswa dalam mengembangkan kreativitas, meningkatkan literasi digital, dan menghasilkan bahan ajar yang menarik. Namun, kendala teknis seperti jaringan internet dan keterbatasan pemahaman desain instruksional masih menjadi tantangan. Penelitian ini menegaskan pentingnya pendampingan dosen dalam mengintegrasikan teknologi desain grafis ke dalam pembelajaran calon guru sekolah dasar.
Pengembangan Media Pembelajaran Augmented Reality Berbasis Assemblr EDU untuk Meningkatkan Kecakapan Digital Siswa Sekolah Dasar Idan I. Pakaya; Rusmin Husain; Wiwy Triyanty Pulukadang; Mohamad Iqbal Paudi
JAMBURA Elementary Education Journal Vol 7 No 1 (2026): VOLUME 7 NOMOR 1, JUNI TAHUN 2026
Publisher : JURUSAN PENDIDIKAN GURU SEKOLAH DASAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37411/jeej.v7i1.4871

Abstract

Kecakapan digital merupakan keterampilan penting bagi siswa sekolah dasar dalam menghadapi pembelajaran berbasis teknologi. Namun, praktik pembelajaran di sekolah dasar masih banyak bergantung pada media konvensional sehingga membatasi kesempatan siswa untuk berinteraksi dengan sumber belajar digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr EDU serta menguji kelayakan, kepraktisan, dan peningkatan kecakapan digital siswa sekolah dasar setelah menggunakan media tersebut. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development dengan model 4D yang terdiri atas tahap define, design, develop, dan disseminate. Subjek penelitian berjumlah 95 siswa kelas III dari empat sekolah dasar di Kabupaten Gorontalo. Data dikumpulkan menggunakan lembar validasi ahli, angket respons siswa, dan instrumen pretest-posttest kecakapan digital. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, dan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media yang dikembangkan berada pada kategori sangat valid dengan skor validasi ahli media sebesar 85%, ahli konten sebesar 80%, dan ahli bahasa sebesar 87,5%. Hasil uji kepraktisan memperoleh rata-rata 87,7% dengan kategori sangat praktis. Hasil paired sample t-test menunjukkan adanya peningkatan kecakapan digital siswa secara signifikan setelah menggunakan media Augmented Reality, dengan nilai p < 0,05 pada seluruh sekolah yang terlibat. Temuan ini menunjukkan bahwa media pembelajaran berbasis Augmented Reality menggunakan Assemblr EDU layak, praktis, dan berpotensi meningkatkan kecakapan digital siswa sekolah dasar.