Dalimunthe, Putri Ani
Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Hikmah Medan

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PESERTA DIDIK DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN ISLAM Putri Ani Dalimunthe
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 3, No 2 (2017)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam dunia pendidikan, ada beberapa pandangan yang berkembang berkaitan dengan peserta didik. Ada yang mendefinisikan peserta didik sebagai manusia belum dewasa, dan karenanya, ia membutuhkan pengajaran, pelatihan, dan bimbingan dari orang dewasa atau pendidik untuk mengantarkannya menuju pada kedewasaan. Ada pula yang berpendapat bahwa peserta didik adalah manusia yang memiliki fithrah atau potensi untuk mengembangkan diri. Fithrah atau potensi tersebut mencakup akal, hati, dan jiwa yang manakala diberdayakan secara baik akan menghantarkan seseorang bertauhid kepada Allah SWT. Kemudian, ada pula yang berpendapat bahwa peserta didik adalah setiap manusia yang menerima pengaruh positif dari orang dewasa atau pendidik. Dalam arti teknis, bahkan ada yang menyatakan bahwa, peserta didik adalah setiap anak yang belajar di sekolah atau lembaga-lembaga pendidikan formal.
Konsep Pendidikan Pranatal dan Pasca Natal dalam Perspektif Islam Putri Ani Dalimunthe
Ihya al-Arabiyah: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Arab Vol 6, No 2 (2020)
Publisher : UIN Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Artikeltentangkonsep pendidikan pra natal dan pasca natal dalam persfektif Islam ini berisikan kajian tentang keberlanjutan pendidikan ditinjau dari sisi keislaman. Metode yang digunakan adalah kajian pustaka. Yaitu dengan merujuk kepada beberapa referensi yang berkaitan dengan pokok bahasan yang ada di dalam artikel ini. adapun kesimpulan yang didapat adalah bahwa pendidikan merupakan suatu proses pembentukan  kepribadian manusia. Sebagai suatu proses, pendidikan tidak hanya berlangsung pada suatu saat saja namun harus dimulai dari pra natal secara berkelanjutan pada fase pasca natal.Konsepsi ajaran Islambanyak ditemukan ayat-ayat Alqur’an (Q.S. Al-Baqarah:222, Q.S. An-Nisa: 22-23, Q.S.An-Nur:3, Q.S. Al-Mumtahanah:10) yang mengisyaratkan adanya proses pendidikan jauh sebelum bayi dilahirkan. Berdasarkan ayat tersebut, pemilihan jodoh (suami/istri) sebagai awal proses pendidikan, atau setidak-tidaknya dianggap sebagai masa persiapan proses pendidikan. Sedangkan pendidikan pasca natal memiliki lima fase, yaitu: (1) Fase bayi, kehidupan bayi biasanya sangat bergantung pada bantuan dan pemeliharaan pihak lain terutama dari seorang ibu. Peranan seorang ibu sangat urgent dalam pendidikan bayi. (2) Fase kanak-kanak. (3) Fase anak-anak. (4) Fase remaja. (5) Fase dewasa. Sedangkan pendidikan yang terakhir bagi seseorang adalah dalammengucapkan kalimat syahadat bagi orang yang syakar al-maut.
PERSONALITY FORMATION OF FAITH IN THE QURAN Erwin Pinayungan Dasopang; Putri Ani Dalimunthe; Masrawati Pahutar; Syahrul Wirda
TA'DIB: JURNAL PENDIDIKAN ISLAM Vol 11, No 1 (2022): Ta'dib: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Pusat Penerbitan Universitas (P2U) Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/tjpi.v11i1.8972

Abstract

The purpose of this research is to explore the process of forming a faithful personality in the heart of a Muslim according to the Qur'an by exploring the meaning of the interpretations of the Qur'an. This research uses a descriptive method with a qualitative approach. The research results show that a believer can be lucky if he occupies the six characteristics. First, a believer is one who prays solemnly by humbling himself before Allah. Second, a believer is one who stays away from useless deeds such as words, deeds, and so on. Third, the believer is one who pays pay zakat by fulfilling it. Fourth, a believer is one who keeps his private parts (sexuality) from the haram except with his wife or slave (concubine), which is not a problem (in the era when there were slaves), if he seeks sexual satisfaction other than with his wife and slaves, such as masturbation, then he has gone beyond the limit by committing an unlawful act. The fifth believer is one who keeps his word and is responsible both individually and collectively for relationships with fellow human beings such as mu'amalah. Sixth, a believer is one who always keeps the five daily prayers.
Implementation of Tawhid Education at State Madrasah Ibtidaiyah in Medan Salamuddin Salamuddin; Putri Ani Dalimunthe; M Fajri Syahroni Siregar
AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan Vol 14, No 4 (2022): AL-ISHLAH: Jurnal Pendidikan
Publisher : STAI Hubbulwathan Duri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35445/alishlah.v14i4.2486

Abstract

This study aims to describe learning methods and models, teacher efforts, and obstacles in teaching monotheism in madrasas. Then this study wants to find out the obstacles faced by teachers in adopting the teaching of monotheism. The research method used in this research is qualitative. Data was collected through observation, structured interviews and documentation. The data analysis technique uses data reduction, data presentation, and drawing conclusions. The results showed that the teaching methods taught in moral beliefs were speech, question and answer, discussion, practice, recitation and uswah. The teacher tries to introduce students to the teaching of monotheism in schools, such as performing the Duha prayer, reading Al-Asma-ul Husna, memorizing letters. Choose a surah, read the Qur'an 'amma' and celebrate the great Islamic important day. Supporting factors in the implementation of the teachings of monotheism by Madrasah Ibtidaiyah are high student interest in learning, good class leadership made by teachers, parental support, and community support. However, there are also obstacles, namely increasing and decreasing student interest in learning, differences in student intelligence levels, ability to manage learning, teachers, inadequate school facilities and some parents being overworked.
PERAN WANITA DALAM KELEMBAGAKAN DI PERGURUAN STAI PERDAGANGAN Listari Basuki; Nilna Mayang Kencana Sirait; Putri Ani Dalimunthe; Hamzah Hamzah
Edukasi Islami : Jurnal Pendidikan Islam Vol 11, No 03 (2022): Edukasi Islami: Jurnal Pendidikan Islam
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Islam Al Hidayah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30868/ei.v11i4.3708

Abstract

Allah (swt), menciptakan pria dan wanita dengan cara yang paling indah, keduanya diciptakan dengan kecenderungan khusus masing-masing. Terlepas dari kesempatan dan tanggung jawab yang dimilikinya sebagai hamba Allah, seseorang harus hidup hanya dalam rasa takut kepada Allah. Tidak ada perbedaan gender dan wanita memiliki kedudukan yang sama di mata Allah. Dunia juga begitu indah dalam kehidupan sehingga pria dan wanita memiliki kesempatan yang sama sesuai dengan kemampuan yang diupayakan masing-masing individu. Selain itu, peran wanita dalam lembaga pendidikan di Perguruan STAIS Perdagangan memiliki kesempatan yang sama dan peran wanita sangat penting bagi pengembangan kualitas dan kuantitas lembaga tersebut, seperti lembaga pendidikan Islam komersial Kabupaten Simalungun
PERANAN PSIKOLOGI DALAM PENGEMBANGAN SIKAP BELAJAR PESERTA DIDIK Hafizatul Hasanah; Eka Rahma Ainun Siregar; Agil Hamdi Al Munawar; Putri Ani Dalimunthe
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i4.1642

Abstract

Pengembangan sikap belajar yang positif pada peserta didik merupakan tantangan utana dalam dunia pendidikan. Psikologi, sebagai ilmu perilaku manusia, memainkan peran penting dalam memahami dan membimbing perkembangan peserta didik. Dalam penelitian ini menggali peranan psikologi dalam konteks pengambangan sikap belajat peserta didik. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah library research yaitu suatu pendekatan yang mengandalkan literature atau referensi sebagai sumber utama informasi. Metode ini biasanya digunakan untuk menyusun kerangka konseptual, merinci teori teori yang terkait atau mendukung argument dalam penelitian. Psikologi membantu pendidik untuk memami karakteristik individu, gaya belajar dan motivasi peserta didik. Pemahaman ini menjadi dasar untuk merancang strategi pembelajaran yang lebih efektif dan sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik. Pendekatan psikologi juga menyoroti pentingnya pengembangan keterampilan metakognitif peserta didik. Kesadaran diri terhadap proses berpikir, pengelolaan emosi dan kemampuan untuk merencanakan serta mengavaluasi strategi belajar menjadi fokus utama dalam merancang pendekatan pembelajaran yang holistik. Melalui peran psikologi, dapat membantu peserta didik untuk mengambangka kemandirian, memahami perbedaan individual dan meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap lingkungan belajar. Oleh karena itu integrasi prinsip prinsip psikologi dalam pendidikan menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan pembelajaran yang mendukung pengembangan sikap belajar positif dan berkelanjutan peserta didik.
ANALISIS KURIKULUM BERBASIS KEARIFAN LOKAL DI SEKOLAH DASAR Hafisah Perangin-Angin; Fachrur Rozi Suwardy; Zulfahri Pranata Damanik; Putri Ani Dalimunthe
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 4 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i4.1702

Abstract

Susunan yang dapat mencakup segala rencana dari pembelajaran seperti materi, metode dalam mengajar, serta evaluasi untuk mencapai dari tujuan pembelajaran yang di inginkan adalah sebuah kurikulum. Selain itu dalam hal sebuah kurikulum juga dapat terlibat kepada mata pelajaran, kegiatan ekstrakurikuler, dan juga pendekatan pengajarannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kurikulum berbasis kearifan lokal di sekolah dasar, bertujuan untuk mengembangkan keterampilan juga kemampuan, sekaligus mengetahui sikap peserta didik dengan kesesuaian kebutuhannya. Hasil dari pada Penelitian ini menyatakan bahwa pentingnya mengintegrasikan kearifan lokal, aspek yang religius dalam hal kurikulum di desa samura. Hal ini dapat meningkatkan terhadap keterampilan seorang anak dan juga antara sekolah ke masyarakat. Contohnya dalam segi seni rebana, disini terdapat implementasi yaitu melibatkan ke fasilitas dari peralatan rebananya. Dalam hal ini penelitian memakai metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus serta menganalisis. Studi kasus ini dapat di peroleh melalui dengan berbagai buku, jurnal, artikel, dan sebagainya.
PSIKOLOGI PENDIDIKAN BEHAVIOR DALAM PEMBELAJARAN Arridho Prasetiyo Pradana Putra; Mhd Aditya Pratama Ramadhan; Silvia Ardani; Putri Ani Dalimunthe
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i5.1718

Abstract

Psikologi pendidikan merupakan cabang ilmu psikologi yang berupaya menyelidiki karakteristik perilaku dan perkembangan individu dalam bidang pendidikan. Psikologi pendidikan digunakan untuk memahami siswa sebagai pelajar dan guru sebagai pengajar. Psikologi pendidikan merupakan hal yang penting dalam bidang pendidikan, sebab dengan psikologi pendidikan para pegiat pendidikan dapat menentukan sikap terhadap perilaku orang-orang yang ada dalam bidang pendidikan. Psikologi pendidikan juga menjadi salah satu aspek yang dipertimbangkan dalam merancang pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, serta menentukan tujuan pembelajaran. Teori belajar behavioristik adalah teori belajar yang mengedepankan perubahan perilaku peserta didik sebagai hasil proses pembelajaran. Terjadinya perubahan tingkah laku diakibatkan oleh adanya interaksi antara stimulus dan respon. Teori belajar ini berorientasi pada perilaku yang lebih baik. pembelajaran adalah sebuah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar. Pembelajaran adalah proses untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik definisi lain menyatakan bahwa pembelajaran merupakan sebuah bantuan yang diberikan pendidik agar dapat terjadi proses perolehan ilmu dan pengetahuan, penguasaan kemahiran dan tabiat, serta pembentukan sikap dan kepercayaan pada peserta didik.
BELAJAR, MEMORI, PENGETAHUAN Silvia Lisandri; Suliana Sukma; Tuti Laila Nur; Putri Ani Dalimunthe
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i5.1729

Abstract

Artikel ini membahas konsep-konsep fundamental dalam psikologi pendidikan, yaitu belajar, memory, dan pengetahuan. Belajar dipahami sebagai proses perubahan tingkah laku melalui latihan atau pengalaman, sementara memory merupakan kapasitas neurokognitif untuk menyimpan dan mengambil kembali informasi. Pengetahuan dihasilkan melalui penginderaan manusia terhadap objek melalui indera yang dimilikinya. Dalam konteks pendidikan, belajar dianggap sebagai proses fundamental, di mana memori memainkan peran penting dalam menyimpan pengetahuan deklaratif, prosedural, dan episodik dalam jangka panjang. Proses analisis, sintesis, dan evaluasi juga diakui sebagai elemen penting dalam belajar. Referensi psikologi pendidikan juga diakui sebagai sumber wawasan yang berguna dalam memahami konsep-konsep ini. Tujuan Penelitian Tujuan dari artikel ini adalah untuk memberikan pemahaman yang mendalam tentang peran belajar, memory, dan pengetahuan dalam konteks psikologi pendidikan. Selain itu, tujuan lainnya adalah untuk memperkenalkan konsep-konsep yang digunakan para pakar dalam memahami aspek-aspek tersebut. Metode penelitian yang digunakan dalam artikel ini adalah studi pustaka. Data dan informasi diperoleh dari sumber-sumber tepercaya seperti buku, jurnal ilmiah, dan artikel penelitian terkait psikologi pendidikan, belajar, memory, dan pengetahuan. Hasil dari artikel ini adalah pemahaman yang mendalam tentang konsep-konsep fundamental dalam psikologi pendidikan, yaitu belajar, memory, dan pengetahuan. Selain itu, makalah ini juga memberikan wawasan tentang konsep-konsep yang digunakan para pakar dalam memahami aspek-aspek tersebut. Diharapkan artikel ini dapat memberikan kontribusi yang signifikan dalam pengembangan strategi pembelajaran yang efektif dan efisien, serta dalam memahami proses-proses kognitif yang terlibat dalam pendidikan.
PSIKOLOGI SEBAGAI LANDASAN PENDIDIKAN Cut Mayang Ramadhani; Wirdatul Jannah; Darmansyah Sitompul; Putri Ani Dalimunthe
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 2 No. 5 (2024): Sindoro: Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v2i5.1744

Abstract

Basis pendidikan sangat diperlukan dalam dunia pendidikan khususnya di negara kita Indonesia, agar pendidikan di negara kita mempunyai landasan atau bantalan yang sangat kuat, karena pendidikan di berbagai negara tidaklah sama. Psikologi merupakan salah satu landasan penting yang harus diperhatikan dalam dunia pendidikan, khususnya dalam pengembangan kurikulum sekolah. Dalam mengembangkan kurikulum, perhatian harus diberikan pada tingkat perkembangan psikologis siswa. Hal ini harus dilakukan sedemikian rupa agar materi dan tujuan yang dicapai sesuai dengan kemampuan siswa. Jangan sampai materi yang diberikan kepada siswa sesuai dengan perkembangan psikologisnya, misalnya materi yang diberikan kepada siswa SMA sebenarnya sudah diberikan di kelas SD. Pendidikan tidak lepas dari psikologi, kontribusi psikologi terhadap pendidikan sangatlah besar. Secara khusus kegiatan pendidikan pendidikan formal seperti pengembangan kurikulum, proses belajar mengajar, sistem evaluasi dan layanan bimbingan dan konseling merupakan kegiatan dasar pendidikan yang tidak dapat dipisahkan dari psikologi.