Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Uji Toksisitas Ekstrak Etanol 96% Daun Mahkota Dewa (Phaleria Macrocarpa) dengan Metode Brine Shrimpe Lethality Test (BSLT) Fernenda, Larysa; Putriani, Kony; Apriliani, Oksi
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 2 No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mahkota dewa (Phaleria macrocarpa) is a plant from the Thymelaeceae family. This plant contains several active compounds such as alkaloids, flavonoids, steroids, saponins, and tannins, so it has potential as a herbal medicine in Indonesia. This study aims to determine the toxicity of the leaves of the god crown using the Brine Shrimp Lethality Test (BSLT) method. Extraction of the god crown leaves using 96% ethanol solvent with the maceration method was then carried out a phytochemical screening which showed that the sample of the crown god leaf contained alkaloids, flavonoids, steroids, saponins and tannins. Toxicity testing of the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves on Artemia salina Leach larvae was divided into 5 test groups, namely 4 treatment groups (concentrations of 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, and 1000 ppm) and 1 control or comparison group (seawater). Each concentration was made in 3 vials including 10 Artemia salina Leach larvae. Observations were made by looking at the death of Artemia salina Leach larvae after 24 hours of treatment. The research results can be seen through probit analysis by calculating the LC50 value. The LC50 value of the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves was 7,7090 /mL. This shows that the ethanol extract of Mahkota Dewa leaves has a toxic effect on Artemia salina Leach larvae because the LC50 value is <1000 ppm.
Penetapan Kadar Asam Salisilat Pada Cream Anti Jerawat Yang Dijual Secara Online Shop Dan Di Apotek Menggunakan Metode Spektrofotometri UV-Vis Dan Alkalimetri Bali, Subardi; Fernenda, Larysa
Jurnal Ilmu Kesehatan Abdurrab Vol 2 No 1 (2024): Volume 2 Nomor 1 Maret 2024
Publisher : LPPM Universitas Abdurrab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Cream is a semi-solid preparation, using an emulsion containing not less than 60% water. Salicylic acid, an anti-acne and keratolic agent, is commonly administered topically. This study aims to analyze salicylic acid levels in anti-acne creams sold online and in pharmacies. Quantitative Testing uses UV -Vis Spectrophotometry and Alkalimetry. Quantitative testing using UV-Vis Spectrophotometry, there were 3 samples sold in pharmacies containing salicylic acid with sample levels A 1.568%, B 1.755%, C 0.895%, and samples sold online contained salicylic acid with sample levels D 0.151%. Alkalimetric quantitative testing, 3 samples sold in pharmacies contained salicylic acid with sample levels A 0.71%, B 0.36%, C 0.48%, and samples sold online contained salicylic acid with sample levels D 0, 42 %. Based on BPOM requirements, the permitted level of salicylic acid in cosmetics does not exceed 2%, so the anti-acne cream product meets BPOM requirements. The salicylic acid level was tested using Uv-Vis spectrophotometry and analyzed using Kruskal Wallis with a significance value of 0.00 (P0.05). It was said that the spectrophotometric method influenced determining the salicylic acid level from samples A – D. The salicylic acid level used alkalimetry. Homogeneity test with the Homogeneity of Variances test with a significance value of P (0.104 - 0.05) homogeneous data. Data were analyzed using ANOVA. The results of the One Way Anova test analysis show a significance value of 0.00 (P 0.05), so the salicylic acid levels of samples A – D carried out using alkalimetry show a significant difference between the 4 samples tested.
Uji Antioksidan Ekstrak Etanol Buah Senduduk (Melastoma malabathhricum L.) dengan Variasi Metode Pengeringan Simplisia Fernenda, Larysa; Yus Nasution, Azlaini; Ayu, Fitri
Jurnal Dunia Farmasi Vol 9, No 1 (2024): Edisi Desember
Publisher : LPPM Institut Kesehatan Helvetia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33085/jdf.v9i1.6310

Abstract

Pendahuluan: Buah Senduduk mengandung senyawa aktif seperti fenolik dan flavoid yang berkhasiat sebagai antioksidan. Kalndungaln fenolik daln flalvonoid totall dallalm sualtu simplisial yalng mempunyali alktivitals alntioksidaln dalpalt dipengalruhi oleh proses pengeringaln. Terdalpalt beberalpal metode dallalm pengeringaln yaitu oven daln pengeringaln menggunalkaln freeze dryer. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui alktivitals alntioksidaln ekstralk etalnol bualh sendududuk (Melalstomal mallalbalthricum L.) dengaln metode pengeringaln oven daln freeze dryer. Metode: Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan cara membuat simplisia dari buah senduduk kemudian divariasikan merode pengeringan dengan oven dan freeze dryer yang kemudian diekstrak dengan etanol 96%. Hasil ekstrak diuji skrining fitokimia dan uji aktivitas antioksidan. Hasil: Pada uji pengeringan didapat hasil rendaman pengeringan oven sebesar (28,571%) dan Freeze dryer (61,403%). Hasil uji skrining fitokimia menunjukkan hasil positif pada semua uji. Hasil uji aktivasi antioksidan metode pengeringan oven memiliki nilai IC50 121,335, freeze dryer 67,098. Kesimpulan: Buah senduduk mengandung senyawa flavonoid dan fenolik yang berperan sebagai antioksidan. Aktivitas antioksidan ekstrak dari metode pengeringan oven tergolong lemah, sementara ekstrak dari metode freeze dryer menunjukkan aktivitas kuat
Aktivitas pegagan (Centella asiatica) pada dermatologi Fernenda, Larysa; Ramadhani, Arba Pramundita; Syukri, Yandi
JSFK (Jurnal Sains Farmasi & Klinis) Vol 9 No 3 (2022): J Sains Farm Klin 9(3), Desember 2022
Publisher : Fakultas Farmasi Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/jsfk.9.3.237-244.2022

Abstract

Pegagan (Centella asiatica L.) is a herbal plant used in dermatology that has activity in treating skin diseases and skin lesions such as excoriations, burns, hypertrophic scars, antioxidants, anti-aging, skin whitening, and as a cosmetic ingredient. This review aims to collect data regarding the activity of Centella asiatica herb extracts in dermatology in both preclinical and clinical trial identification is done by searching literature through media Science Direct and Google Scholar using the keywords ''Centella asiatica'', ''Gotu kola'', ''dermatology'', ''cosmetics'', and ''whitening''. The search was based on the inclusion and exclusion criteria that had been set. The literature results show that the chemical constituents of Centella asiatica, such as asiaticoside, madecassoside, asiatic acid, and madecassic acid, are phytochemicals that play an essential role in the pharmacological activity of Centella asiatica in dermatology as a treatment and skin care. In both preclinical and clinical tests, it was shown that administration of Centella asiatica was capable of proliferating fibroblasts, activating the Smads pathway, increasing collagen synthesis, reducing metalloproteinase activity by increasing collagen deposition, and reducing melanin content in melanocytes so that it can modulate melanogenesis by inhibiting the expression of tyrosinase mRNA.
Sosialisasi Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Jahe dan Kunyit sebagai Pencegahan dan Pengobatan Infeksi Pernapasan Siregar, Sepridawati; Octariany; Fernenda, Larysa; Hasan, Nurmaliza
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58794/jdt.v5i1.1337

Abstract

Infeksi pernapasan merupakan salah satu masalah kesehatan utama di daerah tropis, terutama saat musim hujan karena kelembapan tinggi mendukung pertumbuhan mikroorganisme patogen. Penyakit seperti flu dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) masih umum terjadi, dan pengobatan berbasis bahan kimia sering menjadi pilihan utama masyarakat. Namun, kesadaran akan alternatif pengobatan alami masih rendah, terutama di kalangan pelajar. Jahe (Zingiber officinale) dan kunyit (Curcuma longa) dikenal memiliki sifat antiinflamasi, antibakteri, dan antivirus yang dapat membantu dalam pencegahan serta pengobatan infeksi pernapasan. Sayangnya, belum banyak siswa yang memahami manfaat dan cara pengolahan tanaman herbal ini secara optimal. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan siswa SMA Babussalam Pekanbaru dalam memanfaatkan jahe dan kunyit sebagai alternatif alami untuk kesehatan pernapasan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan praktik pembuatan minuman herbal, serta evaluasi efektivitas melalui pre-test dan post-test. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman siswa dari 40% sebelum program menjadi 85% setelah penyuluhan. Selain itu, keterampilan siswa dalam mengolah bahan herbal meningkat dari 30% menjadi 80%, dan 90% siswa mulai mengonsumsi minuman herbal secara rutin sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Program ini tidak hanya meningkatkan wawasan siswa, tetapi juga mendorong perubahan kebiasaan sehat dalam kehidupan sehari-hari. Keberlanjutan program dapat diperkuat dengan mengintegrasikan edukasi herbal dalam kurikulum sekolah, memperluas kolaborasi dengan tenaga kesehatan, serta mengembangkan program serupa di komunitas yang lebih luas. Dengan edukasi yang tepat, pemanfaatan tanaman herbal dapat menjadi langkah preventif yang efektif dalam menjaga kesehatan masyarakat.
UJI TOKSISITAS EKSTRAK ETANOL 96% DAUN TENGGEK BURUNG (Euodia redlevi) DENGAN METODE BRINE SHRIMPE LETHALITY TEST (BSLT) Fernenda, Larysa; Putriani, Kony; Utama, Vonny Kurnia; Putri, Angelina
Jurnal Inkofar Vol 9, No 1 (2025)
Publisher : Politeknik META Industri Cikarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46846/jurnalinkofar.v9i1.453

Abstract

Tenggek Burung (Euodia redlevi) merupakan tumbuhan dari famili Rutaceae. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui senyawa yang terkandung dan potensi toksisitas dari daun tenggek burung dengan menggunakan metode Brine Shrimp Lethality Test (BSLT). Proses ekstraksi daun tenggek burung menggunakan pelarut etanol 96% dengan metode maserasi, kemudian dilakukan skrining fitokimia yang menunjukkan sampel daun tenggek burung mengandung senyawa flavonoid, steroid, saponin dan tanin. Pengujian toksisitas ekstrak etanol daun tenggek burung terhadap larva Artemia salina Leach dibagi menjadi 5 kelompok uji yaitu 4 kelompok perlakuan (konsentrasi 250 ppm, 500 ppm, 750 ppm, dan 1000 ppm) dan 1 kelompok kontrol atau pembanding (air laut). Masing-masing konsentrasi dibuat dalam 3 vial yang dimasukkan 10 ekor larva Artemia salina Leach. Pengamatan dilakukan dengan melihat kematian larva Artemia salina Leach setelah perlakuan selama 24 jam. Hasil penelitian dapat dilihat melalui analisa probit dengan menghitung nilai LC50. Nilai LC50 dari ekstrak etanol daun tenggek burung adalah 161,559 ppm. Hal tersebut menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun tenggek burung memiliki efek toksik terhadap larva Artemia salina Leach karena nilai LC50 <1000 ppm.