Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Perbandingan Efektivitas Fiksasi Alami Ekstrak Daun Kelor 75% dan NBF 10% pada Gambaran Makroskopis dan Mikroskopis Organ Manusia Purba, Eben Ezer Debora Aladin Mezbah; Marbun, Doaris Ingrid; Lubis, Adriansyah; Harianja, Dessy; Herawati, Netty; Sitorus, Mega Sari
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 3, No 9 (2023): Volume 3 Nomor 9 (2023)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v3i9.11026

Abstract

ABSTRACT An autopsy or forensic post-mortem is a way to determine the exact cause of death accompanied by an examination of the tissues and organs in it, both physically and with the support of an anatomical pathology laboratory examination. At this stage, forensic experts have a big role in the early stages of tissue processing, namely tissue preservation or fixation which is a crucial process.in preventing autolysis, degradation of tissues and their components,in order to make good histopathological preparation slides. The NBF10% golden standard fixation solution is still used because it is very effective, cheap and easy to obtain, but has an adverse effect on health. So a study was conducted to examine fixation solutions derived from natural ingredients that are effective and safe for health.This research is an experimental analytical study which aims to compare the effectiveness of natural fixation of 75% Moringa leaf extract and NBF10% on the macroscopic and microscopic features of human organs using stratified random sampling technique, with inclusion and exclusion criteria of 30 samples. . Macroscopic and microscopic evaluations were carried out on a scale of 1-3, analyzed using SPSS. Macroscopic assessment was tested using the t test and microscopic assessment using the ANOVA test (F test).The results of the macroscopic assessment using a natural fixation solution of Moringa leaf extract 75% had fairly good tissue shrinkage criteria (0.6 mm) and NBF 10% solution had good tissue shrinkage criteria (3 mm) and both had an effect on shrinkage network. The results of the microscopic assessment of the natural fixation solution of 75% Moringa leaf extract have effectiveness as a fixation solution. Keywords: Phlebotomy, Complications, Quality of Service, TQM  ABSTRAK Autopsi atau bedah mayat forensik merupakan cara untuk menentukan penyebab pasti kematian yang disertai dengan pemeriksaan jaringan dan organ tubuh didalamnya, baik secara fisik maupun dengan dukungan pemeriksaan laboratorium patologi anatomi. Pada tahapan ini, ahli forensik memiliki peran besar pada tahap awal dalam pengolahan jaringan yaitu pengawetan atau fiksasi jaringan yang merupakan proses yang krusial dalam mencegah autolisis, degradasi jaringan dan komponennya, agar dapat membuat slide sediaan histopatologi yang baik. Larutan fiksasi golden standard NBF 10% masih digunakan karna sangat efektif, murah dan mudah didapatkan, namun memiliki dampak yang kurang baik bagi kesehatan. Sehingga dilakukan penelitian untuk meneliti larutan fiksasi yang berasal dari bahan alami yang efektif dan aman bagi kesehatan.Penelitian ini merupakan penelitian bersifat analitik eksperimental yang bertujuan untuk mengetahui perbandingan efektivitas fiksasi alami ekstrak daun kelor 75% dan NBF 10 % pada gambaran makroskopis dan mikroskopis organ manusia dengan teknik pengambilan sampel secara stratified random sampling, dengan kriteria inklusi dan eksklusi sebanyak 30 sampel. Evaluasi makroskopis dan mikroskopis dilakukan dengan skala 1-3, dianalisis menggunakan SPSS. Penilaian makroskopis diuji menggunakan uji t dan penilaian mikroskopis menggunakan uji anova (uji F).Hasil penilaian makroskopis menggunakan larutan fiksasi alami ekstrak daun kelor 75% memiliki kriteria penyusutan jaringan yang cukup baik (0,6 mm) dan larutan NBF 10% memiliki kriteria penyusutan jaringan yang baik (3 mm) dan sama-sama memiliki pengaruh terhadap penyusutan jaringan. Hasil penilaian mikroskopis larutan fiksasi alami ekstrak daun kelor 75% memiliki efektivitas sebagai larutan fiksasi. Kata Kunci: Fiksasi Alami, Ekstrak Daun Kelor, Autopsi Forensik
Estimasi Tinggi Badan Berdasarkan Panjang Tulang Ulna Pada Suku Batak Tahun 2024 Butar Butar, GomGom; Petrus, Asan; Lubis, Adriansyah; Parinduri, Abdul Gafar; Marbun, Doaris Ingrid
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2775

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis estimasi tinggi badan berdasarkan panjang tulang ulna pada suku Batak. Metode yang digunakan adalah analitik korelasi dengan desain potong lintang, melibatkan 52 responden yang terdiri dari laki-laki dan perempuan. Data dikumpulkan melalui pengukuran panjang tulang ulna kanan dan kiri, serta tinggi badan responden. Analisis dilakukan menggunakan uji normalitas, uji korelasi Pearson, dan regresi linear. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara panjang tulang ulna dengan tinggi badan, dengan nilai p < 0,05. Dua variabel independen sekaligus (panjang tulang ulna kanan dan kiri) memberikan estimasi terbaik untuk tinggi badan, dengan nilai korelasi yang sangat kuat (r > 0,9). Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi ilmu kedokteran forensik dan identifikasi jenazah, khususnya pada populasi suku Batak.
Profil Korban Meninggal Pada Kasus Kecelakaan Lalu Lintas Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Tahun 2021 Sampai dengan 2023 Andika Septiawan, Dedi; Sitepu, Agustinus; Ingrid Marbun, Doaris; Lubis, Adriansyah; Rahmadsyah, Rahmadsyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 9 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i9.2803

Abstract

Cedera akibat kecelakaan lalu lintas yang merupakan masalah kesehatan masyarakat global yang besar namun terabaikan sehingga memerlukan upaya bersama untuk pencegahan yang efektif dan berkelanjutan. Dari semua sistem yang harus dihadapi manusia sehari-hari, transportasi jalan raya merupakan salah satu yang paling rumit dan berbahaya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil korban meninggal pada kasus kecelakaan lalu lintas di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Pirngadi Kota Medan pada tahun 2021-2023. Penelitian ini menggunakan studi penelitian deskriptif dengan desain penelitian cross sectional retrospective, dimana pengambilan data dilakukan hanya sekali saja dengan menggunakan data sekunder yang berasal dari Visum et Repertum instalansi forensik di RSUD Dr. Pirngadi Kota Medan pada tahun 2021 sampai dengan 2023. Sampel penelitian adalah semua VeR jenazah kasus KLL yang mempunyai data yang lengkap meliputi usia, jenis kelamin, pekerjaan, jenis luka, jenis trauma dan lokasi luka.Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 84 sampel penelitian, didapatkan mayoritas iyalah berusia antara 18-65 tahun 68 orang (81%), Jenis kelamin laki-laki 66 orang (78,6%), Bekerja 58 orang (69%), Lokasi luka di Kepala, Ekstremitas Atas, Ekstremitas bawah sebanyak 7 kasus (8,4%), Kombinasi Luka lecet, luka memar, luka robek dan patah tulang 32 orang (38,1%), dan Trauma tumpul 84 orang (100%).
Perbedaan Lama Perkembangan Larva Lalat Hijau (Calliphoridae) Pada Bangkai Mencit (Mus Musculus) Antara Medan Dan Pangururan Sidauruk, Horas Ahmad Junister; Sitepu, Agustinus; Marbun, Doaris Ingrid; Lubis, Adriansyah
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 12 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i12.3072

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengukur variabel lingkungan yang mempengaruhi perkembangan larva Lalat Hijau (Calliphoridae), seperti temperatur, ketinggian, kondisi cuaca harian, serta selisih waktu perkembangan larva di dua lokasi: Medan dan Pangururan. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif analitik dengan rancangan penelitian prospektif. Variabel diukur bersamaan selama penelitian dengan menggunakan data primer untuk mengetahui perkembangan larva pada bangkai mencit (Mus musculus) di kedua wilayah tersebut. Sampel yang digunakan adalah 10 ekor mencit berusia 2-3 bulan dengan berat 20-25 gram, di mana 5 ekor ditempatkan di Medan dan 5 ekor di Pangururan. Prosedur dimulai dengan membunuh mencit menggunakan teknik cervical dislocation dan kemudian membuat sayatan pada perut mencit. Penangkapan lalat hijau dilakukan menggunakan jaring serangga setelah lalat mulai hinggap di bangkai, dan sampel larva diambil setiap pagi dan sore untuk diamati hingga fase pupa tercapai. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan waktu perkembangan larva Lalat Hijau antara Medan dan Pangururan. Durasi total perkembangan larva hingga fase dewasa di Medan adalah 10 hari, sementara di Pangururan mencapai 11 hari, dengan selisih waktu perkembangan antara kedua lokasi sebesar 1 hari. Penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan dapat mempengaruhi waktu perkembangan larva Lalat Hijau, yang penting untuk dipertimbangkan dalam kajian entomologi forensik.
Forensic Medical Findings in Child Sexual Violence: A Case Report Septiawan, Dedi Andika; Arviandi, Rizki; Lubis, Adriansyah
Frontiers on Healthcare Research Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. M. Djamil

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63918/fhr.v1.n2.p30-34.2024

Abstract

Background: Sexual violence is physical or psychological violence in sexual ways or by targeting sexuality. It includes sexual slavery, sexual torture, public sexual humiliation, sexual harassment, and rape. In Indonesia, the incidence of child sexual violence has increased. Based on KPAI data, 2019, there were 190 child victims of sexual violence. It increased to 419 victims in 2020. In North Sumatra Province, the PPPA Service states showed sexual violence is the most common type of violence with 609 cases of sexual violence against women and children. This case report aims to provide the role of forensic medical examination in case of sexual violence against a minor. Case report: In this case, the victim was a 14-year-old girl who admitted that she had been sexually violence by a person she had only met twice. The victim had bruises on the neck, chest, and breasts. She also had fresh lacerations on her hymen. The vaginal smear examination revealed spermatozoa were found. These findings were consistent with signs of sexual intercourse. Conclusion: The victim had suffered blunt force to the genitals that was consistent with signs of sexual intercourse as a sexual violence.