Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Prevent Diseases Before It's Too Late: Early Detection of Non-Communicable Diseases with Carotis Ultrasound at Hermon Hollo Him Church, Sentani, Jayapura Regency Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Setyarini, Kaida Irma; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Mahu, Grace Fitriani Primasari Hau; Rante, Indra Harianto; Korwa, Irjani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i12.12740

Abstract

Deaths from non-communicable diseases (NCDs) in the world of 17.9 million people per year are caused by cardiovascular diseases, followed by cancer, chronic respiratory diseases and diabetes mellitus with complications. In Indonesia, deaths due to NCDs reach 73% based on the World Health Organization Non Communicable Diseases Progress Monitor 2020. Therefore, this service aims to screen for non-communicable diseases through blood tests and carotid artery ultrasound which is useful for early detection of stroke and heart disease in church members, which are communities with different backgrounds. The methods used are blood tests and ultrasound of the carotid artery. The results of the examination showed that some residents were at risk of non-communicable diseases, hypertension, stroke, coronary heart disease.
RADIOMICS AND ARTIFICIAL INTELLIGENCE IN GLIOMA GRADING: A PREDICTIVE MODELING LITERATURE REVIEW Anastasia, Monica Cherlady; Astawa, Gregorius Adista Enrico
International Journal of Multidisciplinary Research and Literature Vol. 4 No. 2 (2025): INTERNATIONAL JOURNAL OF MULTIDISCIPLINARY RESEARCH AND LITERATURE
Publisher : Yayasan Education and Social Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53067/ijomral.v4i2.314

Abstract

The integration of radiomics and artificial intelligence (AI) has revolutionized glioma grading by enhancing diagnostic accuracy through the analysis of complex imaging patterns. These techniques leverage radiomic features such as texture, shape, and intensity, analyzed by machine learning and deep learning models, to differentiate low- and high-grade gliomas with over 90% accuracy. However, challenges like the lack of standardized imaging protocols, model generalizability, and interpretability hinder clinical implementation. Potential solutions include multicentric collaborations, external validation, and explainable AI approaches. Future directions focus on combining radiomics with multi-omics data and developing hybrid CNN-Transformer architectures to enable more personalized therapies.
HUBUNGAN TINGKAT PENDIDIKAN TERHADAP KEPATUHAN KONSUMSI TTD PADA IBU HAMIL Rumayomi, Daniel Morris; Munthe, Jefferson Nelson; Howay, Lusye; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Rumbino, Samdei Carolina
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49482

Abstract

Kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) merupakan faktor kunci dalam upaya pencegahan anemia. Salah satu determinan yang mempengaruhi kepatuhan tersebut adalah pendidikan. Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan individu dan masyarakat. Melalui proses pembelajaran formal maupun informal, pendidikan berperan dalam membentuk karakter, meningkatkan keterampilan, serta memperluas wawasan peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan tingkat pendidikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah (TTD) pada ibu hamil di wilayah kerja Puskesmas Abepura Januari-April tahun 2025. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional, yang dilaksanakan secara cross-sectional. Populasi terdiri dari 275 ibu hamil yang berada di wilayah kerja Puskesmas Abepura. Sampel adalah 73 ibu hamil yang berkunjung di Puskesmas Abepura. Alat ukur yang digunakan adalah kuesioner Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8). Kuesioner disebarkan dengan teknik Convenience Sampling. Menerapkan analisis univariat dan bivariat dengan uji korelasi Spearman Rank untuk mengetahui hubungan antara tingkat pendidikan terhadap kepatuhan konsumsi tablet tambah darah. Tingkat pendidikan responden didominasi pendidikan menengah (57,5%). Kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah didominasi kepatuhan rendah (41,1%). Hasil uji korelasi Spearman Rank didapatkan nilai koefisien korelasi tingkat pendidikan dengan kepatuhan konsumsi tablet tambah darah memiliki hubungan yang cukup kuat (0,359) dan berpola positif yang memiliki arti arah hubungan variabelnya positif. Terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat pendidikan dengan kepatuhan ibu hamil dalam mengonsumsi tablet tambah darah.  
PROFIL PENDENGARAN MAHASISWA KEDOKTERAN PRE-KLINIK UNCEN: STUDI DESKRIPTIF TES PENALA Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Setyarini, Kaida Irma; Liufeto, Koheristo Gratia; Purnamasari, Try; Rumboirusi, Ricky Lazarus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49644

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 1 miliar orang muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara yang tidak aman, terutama dari penggunaan perangkat audio pribadi dan bising termasuk mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen). Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui profil pendengaran mahasiswa pre-klinik FK Uncen dengan tes pendengaran kualitatif non-invasif yaitu tes penala, kebiasaan penggunaan headset dan keluhan subyektif terkait. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pre klinik FK Uncen tahun ketiga dan keempat dengan sampel penelitian sebanyak 130 sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur mengenai demografi, kebiasaan penggunaan headset, serta keluhan subjektif serta pemeriksaan pendengaran tes penala. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi dan proporsi. sebanyak 130 mahasiswa pre-klinik berpartisipasi, terdiri dari 24 laki-laki dan 106 perempuan dengan rentang usia 19–24 tahun. Sebanyak 80 responden rutin menggunakan perangkat audio (headset) dalam aktivitas sehari-hari. Hasil tes penala menunjukkan 14 orang mengalami indikasi gangguan pendengaran tuli sensorineural dan 2 orang mengalami gangguan pendengaran tuli konduktif,, sementara 114 lainnya dalam batas normal. Keluhan subjektif yang dilaporkan mencakup tinnitus (1 responden) dan nyeri telinga setelah penggunaan headset >3 jam (1 responden). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan pendengaran awal dapat terjadi tanpa gejala yang nyata. Oleh karena itu, penting dilakukan edukasi mengenai penggunaan audio yang aman serta skrining pendengaran sederhana seperti tes penala secara berkala untuk deteksi dini gangguan pendengaran pada populasi ini.
PREVALENSI STEATOSIS HEPATIS (PERLEMAKAN HATI) PADA MAHASISWA KEDOKTERAN BERDASARKAN PEMERIKSAAN ULTRASONOGRAFI: STUDI DESKRIPTIF Astawa, Gregorius Adista Enrico; Labobar, Maryam Kathrien; Rante, Indra Harianto; Setyarini, Kaida Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.50020

Abstract

Steatosis hepatis atau non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) adalah akumulasi lemak dalam hepatosit tanpa konsumsi alkohol berlebih yang kini menjadi masalah kesehatan global dengan prevalensi 20–30% pada populasi umum. Mahasiswa kedokteran merupakan kelompok berisiko akibat tekanan akademik, pola makan tidak sehat, aktivitas fisik rendah, serta gaya hidup sedentari yang dapat memicu obesitas dan sindrom metabolik. Deteksi dini sangat penting karena kondisi ini berpotensi berkembang menjadi fibrosis, sirosis, hingga karsinoma hepatoseluler. Penelitian ini bertujuan mengetahui prevalensi steatosis hepatis pada mahasiswa kedokteran tahap preklinik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih. Metode yang digunakan adalah studi deskriptif potong lintang dengan populasi seluruh mahasiswa tahap preklinik tahun ke-3 dan 4 sebanyak 188 orang. Sampel minimal ditetapkan 114, dan terkumpul 125 responden. Data dikumpulkan melalui kuesioner mengenai demografi, pola makan, aktivitas fisik, serta pemeriksaan ultrasonografi (USG) hati oleh dokter spesialis radiologi. Variabel utama adalah derajat steatosis hepatis berdasarkan peningkatan ekogenitas hati dibanding parenkim ginjal, dengan analisis deskriptif berupa distribusi frekuensi dan persentase. Hasil menunjukkan prevalensi steatosis hepatis sebesar 8,8%, terdiri atas 4,8% derajat ringan dan 4,0% sedang. Sebagian besar mahasiswa (91,2%) normal, namun 44% mengalami kelebihan berat badan (13,6% overweight dan 30,4% obesitas). Pola konsumsi makanan cepat saji, minuman manis, serta aktivitas sedentari tinggi mendominasi. Kesimpulannya, prevalensi steatosis hepatis pada mahasiswa cukup bermakna dan berhubungan dengan status gizi berlebih serta perilaku gaya hidup tidak sehat. Pemeriksaan USG terbukti efektif sebagai metode skrining dini untuk intervensi preventif di lingkungan kampus. Kata kunci: gaya hidup, mahasiswa kedokteran, obesitas, steatosis hepatis, ultrasonografi
Upaya Promotif dan Preventif tentang Kesehatan THT Siswa Paud Ebenhaezer Sentani melalui Intervensi Edukasi dan Skrining Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Salakay, Elisa Nugraha Haryadi; Mahu, Grace Fitriana Primasari Hau; Dimara, Samuel Octovianus; Rumbino, Samdei Carollina
Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia Vol 5 No 5 (2025): JAMSI - September 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jamsi.2107

Abstract

Kesehatan jasmani merupakan hak setiap manusia, tidak terkecuali anak-anak, yang mana salah satunya adalah kesehatan organ telinga, hidung dan tenggorokan (THT) yang berpengaruh penting bagi aktivitas sehari-hari anak. Gangguan organ THT akhirnya akan berdampak pada kemampuan kognitif, emosional dan psikososial anak. Masih kurangnya pengetahuan anak usia dini serta orang tua tentang pentingnya menjaga kesehatan organ telinga, hidung dan tenggorokan dan kebiasaan yang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti penyakit pada organ THT masih tinggi. Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah peningkatan derajat kesehatan dan peningkatan pengetahuan orang tua terkait kesehatan THT. Metode pelaksanaan pengabdian adalah pemeriksaan organ THT dan edukasi terkait kesehatan organ THT dengan media video, flier dan alat peraga pada siswa dan orang tua.. Hasil pengabdian masyarakat adalah edukasi pada siswa dan orang tua siswa PAUD serta pemeriksaan kesehatan THT yang dilakukan pada 16 siswa PAUD. Dari hasil pemeriksaan THT, 100% siswa memiliki telinga yang sehat, 50% siswa memiliki masalah kesehatan hidung yaitu cavum nasi yang sempit, pada pemeriksaan mulut dan tenggorokan; 38% siswa memiliki caries dentis dan 44% siswa memiliki hipertrofi tonsil. Edukasi diberikan kepada orang tua dan siswa secara umum dan kemudian sesuai masalah kesehatan yang dimiliki saat pemeriksaan. Kegiatan ini telah meningkatkan pengetahuan siswa dan orang tua terkait kesehatan THT.
CLINICIAN’S VIEW ON THE IMPORTANCE OF RADIOLOGY REPORT IN THEIR DAILY PRACTICE Astawa, Gregorius Adista Enrico; Meilani, Yohana F. Cahya Palupi
JURNAL WIDYA MEDIKA Vol. 8 No. 2 (2022): October
Publisher : FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS KATOLIK WIDYA MANDALA SURABAYA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33508/jwm.v8i2.3952

Abstract

Bacground: A radiology report is a medicolegal document and formal communication between a radiology radiologist and referring physician/clinician. The failure of radiologists to communicate good quality reports often occurs in the process of patient diagnosis. This study aims to determine the clinician’s view on the importance of radiology reports in patient management of their daily practice in Papua and West Papua. Method: One hundred and eighty-four general practitioners and internship doctors answered an online questionnaire distributed randomly. Forty-five indicators assessed the accessibility to radiology reports, the importance of radiology reports, attached clinical information, clinician satisfaction, structure, and content of radiology reports. This study has seven variables with six paths tested using the Structural Equation Modeling (PLS-SEM) analysis method based on Partial Least Squares based using SmartPLS. Result: Data analysis showed that radiology reports, clinical information, clinician satisfaction, and structure of radiology reports had a positive and significant effect on patient management, while accessibility and content of radiology reports had no significant effect on patient management. Conclusion: Clinicians thought the radiology report was an important medical document that has a role in patient management of their daily practice.
HUBUNGAN ANTARA PENGETAHUAN SIKAP DAN PERILAKU PENCEGAHAN PENYAKIT PADA PENDERITA SKABIES DI KAMPUNG IWAKA DISTRIK IWAKA KABUPATEN MIMIKA Djitmau, Charmel Yudy; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Rumansara, Leddy Naomi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32834

Abstract

Skabies adalah salah satu penyakit kulit yang mudah menular disebabkan oleh kutu Sarcoptes scabiei varian hominis. Prevalensi skabies akan meningkat pada kelompok masyarakat yang hidup dengan kondisi kebersihan diri dan lingkungan yang rendah. Hal ini biasanya berhubungan dengan pengetahuan yang kurang tentang skabies sehingga dapat mempengaruhi sikap dan perilaku pencegahan terhadap penyakit skabies. Mengetahui apakah terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan terhadap sikap dan perilaku pencegahan penyakit skabies di Kampung Iwaka. Penelitian ini merupakan penelitian Kuantitatif yang menggunakan metode pendekatan cross sectional. Sampel dipilih secara total sampling dan diperoleh 38 prang responden pria dan wanita. Jumlah responden pada penelitian sebanyak 38 orang didapatkan tingkat pengetahuan cukup berjumlah 38 orang (100%). Tidak terdapat tingkat pengetahuan baik 2 orang. Pada aspek sikap yang baik terdapat 2 orang (31,8%) sikap cukup terdapat 23 orang (60,53% dan kurang sebesar 3 orang (7,89%). Pada aspek perilaku baik terdapat 6 orang (15,79%), 30 orang (78,95%) berperilaku cukup, 2 orang (5,28%) perilaku kurang pengetahuan terhadap sikap berpengaruh positif. Pengetahuan terhadap perilaku pencegahan berpengaruh positif yaitu melalui penyuluhan yang dilakukan oleh Pustu setempat tentang pentingnya menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Secara keseluruhan hubungan pengetahuan masyarakat terhadap sikap dan perilaku pencegahan penyakit skabies di Kampung Iwaka Distrik Iwaka adalah cukup.
ENHANCING CLINICAL TEACHING: EVALUATING THE ONE MINUTE PRECEPTOR MODEL IN RADIOLOGY EDUCATION Salakay, Elisa Nugraha Haryadi; Mahu, Grace Fitriana Primasari Hau; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Rumbino, Samdei Carolina; Tamher, Astuti
Jurnal Pendidikan Kedokteran Indonesia: The Indonesian Journal of Medical Education Vol 14, No 4 (2025): December
Publisher : Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jpki.106492

Abstract

Background: Clinical education in radiology often faces challenges due to time constraints and the passive nature of conventional teaching methods, which hinder the development of students' diagnostic reasoning. The One Minute Preceptor (OMP) model offers a structured, learner-centered teaching approach that may address these gaps, particularly in time-limited settings.Objective: This study aimed to evaluate the effectiveness of the OMP model compared to conventional teaching methods in improving the knowledge of radiographic interpretation and diagnosis among medical students during their clinical rotation in the Radiology Department at Universitas Cenderawasih (FK Uncen).Methods: A quasi-experimental pre-test post-test nonequivalent control group design was used. Sixty professional medical students were purposively assigned to either the OMP group or the conventional group (lectures and observation), with 30 students in each. Group allocation was based on comparable cumulative GPA and clinical activeness to ensure balanced academic performance between groups. Over a one-week intervention, both groups were exposed to the same thoracic radiology cases. The OMP group received instruction following the five microskills framework, eliciting commitment, probing for evidence, teaching general rules, reinforcing correct responses, and correcting mistakes, while the control group received conventional lectures followed by tutor-led discussions without structured feedback. Knowledge improvement was measured using validated multiple-choice questions administered before and after the teaching session. Data were analyzed using independent sample t-tests and normalized gain (N-Gain) scores.Results: Both groups showed improvement in post-test scores. The OMP group had a higher mean post-test score (71.30 vs. 63.73) and mean N-Gain (29.06 vs. 23.70), although the differences were not statistically significant (p = 0.363). These findings are consistent with trends reported in international literature, which support the use of OMP in enhancing diagnostic learning outcomes.Conclusion: While not statistically significant, the OMP method showed a trend of greater improvement in radiographic diagnostic knowledge compared to conventional teaching. This pilot study supports the feasibility and potential of OMP as an effective instructional model in radiology education within the Indonesian clinical teaching context, warranting further research with larger samples and extended durations.
Hubungan Aktivitas Fisik dengan Kualitas Tidur pada Mahasiswa Kedokteran Universitas Cenderawasih Ayorbaba, Novia Adeltje; Victor John Sembay, Jimmy Victor John; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Christiani, Yemima Wandia; Watofa, Yosefina Marijke
Jurnal Riset Kedokteran Volume 5, No.2, Desember 2025, Jurnal Riset Kedokteran (JRK)
Publisher : UPT Publikasi Ilmiah Unisba

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29313/jrk.v5i2.8645

Abstract

Abstract. Sleep is a biological process that is essential for optimal life and health. Poor sleep quality can be experienced by everyone, including students. During their studies, medical students tend to experience problems with sleep quality due to heavy academic demands and busy lecture schedules. One way to improve and enhance sleep quality is by doing physical activity. This study aims to determine the relationship between physical activity and sleep quality in medical students at Cenderawasih University. Methods: This study used a quantitative analytic survey design with a cross-sectional approach. The sample in this study was taken from medical students of Cenderawasih University class of 2023 and 2024 who met the inclusion and exclusion criteria. The instruments in study were the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) and the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). A total of 206 students participated in the study. The majority had moderate physical activity levels (47.6%) and poor sleep quality (88.35%). The Chi-Square analysis test revealed no statistically significant relationship between physical activity and sleep quality (p = 0.764). There is no significant association between physical activity and sleep quality among medical students at Cenderawasih University. Although many students reported moderate levels of physical activity, other factors may influence their sleep quality. Abstrak. Tidur merupakan proses biologis yang penting untuk kehidupan dan kesehatan yang optimal. Keadaan kualitas tidur yang buruk dapat dialami oleh setiap orang termasuk mahasiswa. Dalam menjalani masa studi, mahasiswa kedokteran cenderung mengalami masalah dengan kualitas tidur dikarenakan tuntutan akademik yang berat dan jadwal perkuliahan yang padat. Salah satu upaya untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas tidur adalah dengan melakukan aktivitas fisik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran Universitas Cenderawasih. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain survei analitik cross sectional. Sampel penelitian diambil dari mahasiswa kedokteran Universitas Cenderawasih angkatan 2023 dan 2024 yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI). Penelitian melibatkan 206 mahasiswa. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa tergolong memiliki aktivitas fisik sedang yaitu sebanyak 98 orang (47,6%) dan kualitas tidur buruk yaitu sebanyak 182 orang (88,35%). Hasil uji statistik Chi-Square diperoleh nilai p = 0,764 yang berarti tidak terdapat hubungan yang bermakna antara aktivitas fisik dengan kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran Universitas Cenderawasih.