Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

EDUKASI MASYARAKAT TENTANG PENGOBATAN TRADISIONAL SANGKAL PUTUNG DALAM PENANGANAN PATAH TULANG DI JEMAAT GEREJA HERMON HOLLO HIM, SENTANI, KABUPATEN JAYAPURA Rante, Indra Harianto; Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Enrico; Hau Mahu, Grace Fitriani Primasari; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Setyarini, Kaidah L.; Arwam, Fraymun
Jurnal Media Tropika Vol 4 No 2 (2024): Jurnal Media Tropika
Publisher : Universitas Nusa Cendana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35508/mediatropika.v4i2.18531

Abstract

Fractures are conditions where the continuity of bones, cartilage, or growth plates is lost due to trauma or non-trauma. Proper initial management can reduce the risk of disability caused by fractures. Delays in treatment can lead to disability. Several factors, such as community beliefs in traditional medicine, play a role. This activity aims to educate the community about the role of traditional “Sangkal Putung” treatment in fracture management. This seminar was held for the Hermon Hollo Him Church congregation in Sentani, Jayapura Regency. The methods used in this activity included lectures and interactive discussions. The seminar results showed that it successfully improved the congregation's understanding of the appropriate treatment options for fractures. It was concluded that this education is essential to help the community choose the optimal treatment methods for fracture cases.
Non-Communicable Disease Screening Services for Teachers and Employees in the Senior High School (SMA) 3 Jayapura, Papua Province Sitanggang, Prysta Aderlia; Setyarini, Kaida Irma; Labobar, Maryam Kathrien; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Purnamasari, Try; Liufeto, Koherista G
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i12.12711

Abstract

Non-communicable diseases (NCDs) are diseases that are caused by various factors and are not transmitted from individual to individual. Deaths caused by non-communicable diseases 35% are due to heart and blood vessel diseases, 12% by cancer, 6% by chronic respiratory diseases, 6% due to diabetes, and 15% due to other NCDs. Early detection through glucose, cholesterol & uric acid checks can prevent heart disease & diabetes. The target population in this community service is teachers and high school employees aged 25 – 60 years. The results of the examination showed that female teachers were more than male teachers. The age < 40 is more than teachers and employees aged >40 years. Patients with Hypercholesterolemia totaled 25 people (59%), indicating that high cholesterol was experienced by many teachers and employees at SMA N 3 Jayapura. Hypercholesterolemia can trigger the formation of atherosclerosis which causes blockages in the endothelium of blood vessels.
Prevent Diseases Before It's Too Late: Early Detection of Non-Communicable Diseases with Carotis Ultrasound at Hermon Hollo Him Church, Sentani, Jayapura Regency Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Setyarini, Kaida Irma; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Mahu, Grace Fitriani Primasari Hau; Rante, Indra Harianto; Korwa, Irjani
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bestari Vol. 3 No. 12 (2024): December 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/jpmb.v3i12.12740

Abstract

Deaths from non-communicable diseases (NCDs) in the world of 17.9 million people per year are caused by cardiovascular diseases, followed by cancer, chronic respiratory diseases and diabetes mellitus with complications. In Indonesia, deaths due to NCDs reach 73% based on the World Health Organization Non Communicable Diseases Progress Monitor 2020. Therefore, this service aims to screen for non-communicable diseases through blood tests and carotid artery ultrasound which is useful for early detection of stroke and heart disease in church members, which are communities with different backgrounds. The methods used are blood tests and ultrasound of the carotid artery. The results of the examination showed that some residents were at risk of non-communicable diseases, hypertension, stroke, coronary heart disease.
Analisis Tingkat Pemahaman Mahasiswa Kedokteran terhadap Materi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN): Studi Kasus di Universitas Cenderawasih Purnamasari, Try; Mahu, Grace Fitriana Primatasari Hau; Setyarini, Kaida Irma; Labobar, Maryam Kathrien; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Liufeto, Koherista G
Jurnal Penelitian Inovatif Vol 5 No 2 (2025): JUPIN Mei 2025
Publisher : CV Firmos

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54082/jupin.1426

Abstract

Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih memperbarui kurikulumnya pada tahun 2022 dengan memperkenalkan mata kuliah baru yaitu Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang sejalan dengan Standar Kompetensi Nasional Dokter (SKDI) Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis variabilitas pemahaman mahasiswa kedokteran terhadap materi JKN Program Sarjana Kedokteran. Penelitian ini menggunakan metode cross-sectional yang melibatkan mahasiswa kedokteran semester empat. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif. Hasil Penelitian menunjukkan pemahaman konsep JKN tergolong sedang, dimana 46,5% responden memberikan nilai tertinggi pada pertanyaan konseptual. Namun, hanya 7% yang memiliki pemahaman yang baik mengenai manfaat dan cakupan JKN. Pengalaman praktik JKN lebih baik, dimana 67,6% mendapat nilai tinggi pada pertanyaan terkait penggunaan. Dapat di tarik kesimpulan bahwa mahasiswa kedokteran memiliki pemahaman moderat tentang JKN, terutama konsep dan aspek praktisnya, namun perlu perbaikan dalam pemahaman manfaat dan ruang lingkupnya. Temuan ini menggarisbawahi perlunya strategi pendidikan dengan penambahan mata kuliah JKN yang tepat sasaran dan kolaborasi dengan lembaga JKN.
PROFIL PENDENGARAN MAHASISWA KEDOKTERAN PRE-KLINIK UNCEN: STUDI DESKRIPTIF TES PENALA Labobar, Maryam Kathrien; Astawa, Gregorius Adista Enrico; Setyarini, Kaida Irma; Liufeto, Koheristo Gratia; Purnamasari, Try; Rumboirusi, Ricky Lazarus
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49644

Abstract

World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa lebih dari 1 miliar orang muda di seluruh dunia berisiko mengalami gangguan pendengaran akibat paparan suara yang tidak aman, terutama dari penggunaan perangkat audio pribadi dan bising termasuk mahasiswa pre-klinik Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih (Uncen). Tujuan penelitian ini adalah ntuk mengetahui profil pendengaran mahasiswa pre-klinik FK Uncen dengan tes pendengaran kualitatif non-invasif yaitu tes penala, kebiasaan penggunaan headset dan keluhan subyektif terkait. Penelitian ini menggunakan desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian ini adalah mahasiswa pre klinik FK Uncen tahun ketiga dan keempat dengan sampel penelitian sebanyak 130 sampel menggunakan teknik consecutive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur mengenai demografi, kebiasaan penggunaan headset, serta keluhan subjektif serta pemeriksaan pendengaran tes penala. Analisis data dilakukan secara deskriptif untuk melihat distribusi frekuensi dan proporsi. sebanyak 130 mahasiswa pre-klinik berpartisipasi, terdiri dari 24 laki-laki dan 106 perempuan dengan rentang usia 19–24 tahun. Sebanyak 80 responden rutin menggunakan perangkat audio (headset) dalam aktivitas sehari-hari. Hasil tes penala menunjukkan 14 orang mengalami indikasi gangguan pendengaran tuli sensorineural dan 2 orang mengalami gangguan pendengaran tuli konduktif,, sementara 114 lainnya dalam batas normal. Keluhan subjektif yang dilaporkan mencakup tinnitus (1 responden) dan nyeri telinga setelah penggunaan headset >3 jam (1 responden). Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa gangguan pendengaran awal dapat terjadi tanpa gejala yang nyata. Oleh karena itu, penting dilakukan edukasi mengenai penggunaan audio yang aman serta skrining pendengaran sederhana seperti tes penala secara berkala untuk deteksi dini gangguan pendengaran pada populasi ini.
ANALISA TINGKAT PENGETAHUAN SISWA SMA NEGERI 1 JAYAPURA TERHADAP DAMPAK PENYALAHGUNAAN GANJA Rumboirusi, Ricky Lazarus; Korwa, Irjani; Purnamasari, Try; Samay, Izak Yesaya; Labobar, Maryam Kathrien; Setyarini, Kaida Irma
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 3 (2025): SEPTEMBER 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i3.49787

Abstract

Peningkatan penggunaan ganja di kalangan remaja merupakan masalah global dan nasional yang serius. Data menunjukkan prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 1,80% pada tahun 2019. Kurangnya pengetahuan dan pengaruh teman sebaya menjadi faktor pendorong utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Jayapura mengenai dampak penyalahgunaan ganja. Penelitian kuantitatif dengan desain cross-sectional dilakukan pada 42 siswa SMA Negeri 1 Jayapura. Sampel dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur yang mencakup sepuluh pertanyaan dan dianalisis menggunakan perangkat lunak SPSS 24. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (57,1%) telah mendapatkan paparan informasi awal yang baik tentang dampak ganja, meskipun mayoritas (52,4%) menyatakan tidak mendapatkan informasi dari sumber yang tepat. Pengetahuan siswa cukup baik terkait dampak ganja pada kemampuan belajar (90,5%) dan risiko gangguan kejiwaan (76,2%). Namun, pengetahuan mengenai organ tubuh yang rusak akibat ganja masih rendah, dengan 42,9% responden mendapatkan poin nol. Secara keseluruhan, tingkat pengetahuan siswa SMA Negeri 1 Jayapura tentang dampak penyalahgunaan ganja bervariasi, dengan pemahaman yang baik pada aspek tertentu namun masih terdapat kesenjangan signifikan, terutama terkait sumber informasi dan organ tubuh yang terdampak. Hal ini menegaskan perlunya strategi edukasi yang lebih efektif dan terarah untuk meningkatkan pengetahuan serta partisipasi siswa dalam program pencegahan penyalahgunaan ganja.
Qualitative Study: Motivation, Social Aspects and Environmental Stressors in Cannabis User Patients Admitted to Abepura Regional Mental Hospital, Papua Province Rumboirusi, Ricky Lazarus; Togodly, Arius; Medyati, Novita; Bouway, Dolfinus; Zainuri, Agus; Makaba, Sarce
Formosa Journal of Science and Technology Vol. 3 No. 8 (2024): August 2024
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/fjst.v3i8.10200

Abstract

The purpose of this study was to determine the motivation, social aspects, and environmental stressors of cannabis-using patients treated at the Abepura Regional Mental Hospital, Papua Province. This research is a qualitative study with Collaizi's research method. The research subjects were five ethnic Papuan patients who were admitted to the Abepura Regional Mental Hospital, Papua Province. The patient population was five men with an age range of 25-39 years. The research was conducted in December 2023-January 2024. The results of the study for the motivation of marijuana users are peer influence, and seeking recognition and sensation. The results for social aspects are low economic status and poor relationships with parents. The results of the study for environmental stressors are low self-acceptance and dissatisfaction due to unmet needs at home.
Efektifitas Pelatihan “Sekolah Otak Papua” untuk Meningkatkan Kemampuan Belajar Mandiri Siswa Sekolah Menengah Pertama Bolly, Hendrikus Masang Ban; Rumboirusi, Ricky Lazarus; Dewi, Made Ratna
Bahasa Indonesia Vol 22 No 03 (2025): Sarwahita : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/sarwahita.223.2

Abstract

Physical, mental, and hormonal changes in junior high school students have a particular impact on learning performance. Students are vulnerable to biological changes that affect learning motivation, academic stress, and even procrastination tendencies. All learning activities require optimal brain performance at this level. Students need soft skills, including learning skills based on the performance of the human brain. The Papua Brain School (SOP) is a practical training program specifically designed for junior high school students to learn neuroscience-based learning strategies to improve independent learning performance. The “Sekolah Otak Papua” training aims to equip students with knowledge-based learning strategies and the ability to optimize brain performance. The training was conducted at SMP 5 Jayapura, attended by 31 students over two days. The material consisted of eight topics delivered interactively through direct face-to-face classroom sessions, interspersed with simple practices, video sessions, and games. Evaluation of the training results showed an increase in participants' knowledge related to the topics presented, from 40% correct answers in the pre-test to 86.67% correct answers in the post-test. In the evaluation of the effectiveness and performance of the training, 70.97% agreed that the use of audio-visual media (PPT) was good, 87.09% considered the presenters competent and performed well; 61.29% agreed that the training atmosphere and facilities were good; 77.42% agreed that the training duration was sufficient; and 93.55% agreed that they were motivated to change their brain-based learning strategies and overall material content according to the relevance of the need for changes in learning strategies in junior high schools.   Abstrak Perubahan fisik, mental dan hormonal pada siswa jenjang sekolah menengah pertama memiliki dampak khusus pada performa pembelajaran. Siswa rentan terjadap perubahan biologis yang mempengaruhi motivasi belajar, stres akademik bahkan kecenderungan prokastinasi. Seluruh aktivitas pembelajaran memerlukan kinerja otak yang optimal pada jenjang tersebut. Siswa memerlukan bekal soft skill keterampilan belajar berbasis kinerja otak manusia. Sekolah otak Papua (SOP) merupakan program pelatihan praktis yang dirancang khusus untuk siswa SMP mempelajari strategi belajar berbasis neurosains untuk meningkatkan kinerja pembelajaran mandiri. Pelatihan SOP memiliki tujuan untuk membekali siswa tentang bagaimana strategi pembelajaran berbasis pengetahuan dan kemampuan mengoptimalkan kinerja otak. Pelatihan dilakukan di SMP Negeri 5 Jayapura, diikuti oleh 31 siswa selama dua hari. Materi terdiri atas delapan topik yang disampaikan secara interaktif melalui tatap muka langsung dalam ruang kelas, diselingi dengan praktik sederhana, sesi video dan permainan. Evaluasi hasil pelatihan menunjukkan terjadi perubahan peningkatan pengetahuan peserta terkait dengan topik yang disampaikan dari pre-test menjawab 40% benar menjadi 86,67% benar pada post-test. Pada evaluasi efektifitas dan performa pelatihan sebanyak 70,97% setuju bahwa penggunaan media audio visual (PPT) sudah baik, 87,09% menilai bahwa pemateri kompeten dan berperforma baik; 61,29% setuju bahwa suasana dan fasilitas pelatihan baik; 77,42% setuju bahwa durasi waktu pelatihan cukup; dan 93,55% setuju bahwa mereka termotivasi untuk mengubah strategi belajar berbasis otak dan konten materi secara keseluruhan sesuai dengan relevansi kebutuhan perubahan strategi pembelajaran di SMP.