Muji Zain Naufal
Unknown Affiliation

Published : 12 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : J-CEKI

Analisis Majas dalam 5 Puisi pada Antologi Perjamuan Khong Guan Karya Joko Pinurbo sebagai Bahan Ajar Puisi di SMA Akhmad Yani; Masrurih, Masrurih; Muji Zain Naufal
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 1: Desember 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i1.11510

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh lemahnya pengajaran puisi terkait dengan majas dan kurangnya pemahaman peserta didik tentang majas, sehingga peserta didik kesulitan membedakan jenis-jenis majas. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan hasil analisis majas dalam 5 puisi pada antologi Perjamuan Khong Guan karya Joko Pinurbo dan pemanfaatannya sebagai bahan ajar pembelajaran puisi di SMA. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini yaitu dokumen berupa antologi puisi “Perjamuan Khong Guan” karya Joko Pinurbo dengan teknik baca dan teknik catat. Teknik analisis data dalam penelitian ini dengan cara mengelompokan data, menyajikan data, dan menyimpulkan data. Berdasarkan hasil penelitian bahwa pada puisi “Pesta” memiliki 1 majas personifikasi, 1 majas ironi, 1 majas sinisme. Pada puisi “Demokrasi” memiliki 1 majas metafora, 2 majas personifikasi. Pada puisi “Kabar Burung” memiliki 1 majas personifikasi, 1 majas alegori, 1 majas metafora, 1 majas ironi. Pada puisi dengan judul “Wawancara Kerja” memiliki 4 majas depersonifikasi, 1 majas alegori, 1 majas metafora, 1 majas sinisme. Pada puisi “Keluarga Khong Guan” memiliki 1 majas ironi, 2 majas depersonifikasi, 3 majas personifikasi, 1 majas metafora. Hasil penelitian tersebut dimanfaatkan untuk dijadikan bahan ajar berupa modul pembelajaran analisis majas di SMA.
Analisis Stilistika pada Naskah Drama Agoraphobia Karya Zoex Zabidi Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra pada Sekolah Menengah Atas Linda Nurhanisa; Muji Zain Naufal; Ade Apriyanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14868

Abstract

Stilistika adalah kajian mengenai bagaimana sastrawan menggunakan dan memodifikasi elemen serta aturan dalam bahasa, serta dampak yang dihasilkan dari penggunaannya. Secara umum, lingkup analisis stilistika mencakup Diksi, struktur kalimat, majas, citraan, pola rima, dan matra yang digunakan oleh sastrawan atau yang terdapat dalam karya sastra. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui analisis Stilistika pada naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi dan untuk mengetahui relevansinya terhadap pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dan data pada penelitian ini adalah naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan Teknik dokumentasi. Teknik analisis data menurut patton ialah proses mengatur dan mengelompokan data ke dalam pola dan kategori untuk membentuk penjelaan yang mendasar, teknik analisis data pada penelitian ini adalah menganalisis naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi menggunakan stilistika. Objek yang diteliti adalah kajian stilistika yaiui Diksi, majas, dan citraan dalam naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca catat. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat 10 majas dalam kalimat yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Majas personifikasi, hiperbola, metafora, simile, repetisi, ironi antitesis, metonomia, antitesis, dan eufimisme. Selainitu ada 6 diksi yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Denotasi, konotasi, kata konkret, kata abstrak, kata serapan, kata khusu, dan kata spesifik. Kemudian ada 4 citraan yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Citraan penglihatan, pendengaran, gerak, dan perabaan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA.
Analisis Semiotika dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di SMA Izni Izzatussafiroh; Muji Zain Naufal; Fithry Muthmainnah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14909

Abstract

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda, baik dalam bentuk bahasa, gambar, simbol dan lain-lain serta bagaimana tanda itu berfungsi dalam komunikasi dan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari makna ikon, indeks, dan simbol berdasarkan semiotika Charles Sanders Peirce dan untuk mengetahui relevansinya terhadap pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dan data pada penelitian ini adalah novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah baca catat. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah menganalisis novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani menggunakan semiotika.objek yang diteliti adalah kajian semiotika Charles Sanders Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat 6 ikon dalam kalimat yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Ikon menunjukkan waktu, tempat, sosial, representasi fisik tokoh, budaya dan latar tempat. Selain itu, ada 8 indeks yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Indeks perilaku kesal, kasih sayang, perubahan wajah kedungjati, gunung Meletus, dampak kebijakan tanam paksa, kerinduan, hukuman, dan turunnya hujan. Kemudian ada 10 simbol yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Simbol hari ke-40, pembakaran kemenyan, sapaan, gerbong, menggeleng, nama Lembu, telat datang bulan, lampu minyak, ketukan dan perlawanan buruh kereta api. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia kelas XII SMA.
Analisis Stilistika pada Naskah Drama Agoraphobia Karya Zoex Zabidi Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra pada Sekolah Menengah Atas Linda Nurhanisa; Muji Zain Naufal; Ade Apriyanto
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14868

Abstract

Stilistika adalah kajian mengenai bagaimana sastrawan menggunakan dan memodifikasi elemen serta aturan dalam bahasa, serta dampak yang dihasilkan dari penggunaannya. Secara umum, lingkup analisis stilistika mencakup Diksi, struktur kalimat, majas, citraan, pola rima, dan matra yang digunakan oleh sastrawan atau yang terdapat dalam karya sastra. Tujuan dari penelitian ini ialah untuk mengetahui analisis Stilistika pada naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi dan untuk mengetahui relevansinya terhadap pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dan data pada penelitian ini adalah naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah menggunakan Teknik dokumentasi. Teknik analisis data menurut patton ialah proses mengatur dan mengelompokan data ke dalam pola dan kategori untuk membentuk penjelaan yang mendasar, teknik analisis data pada penelitian ini adalah menganalisis naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi menggunakan stilistika. Objek yang diteliti adalah kajian stilistika yaiui Diksi, majas, dan citraan dalam naskah drama Agoraphobia karya Zoex Zabidi. Teknik pengumpulan data menggunakan metode baca catat. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat 10 majas dalam kalimat yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Majas personifikasi, hiperbola, metafora, simile, repetisi, ironi antitesis, metonomia, antitesis, dan eufimisme. Selainitu ada 6 diksi yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Denotasi, konotasi, kata konkret, kata abstrak, kata serapan, kata khusu, dan kata spesifik. Kemudian ada 4 citraan yang terdapat dalam naskah drama tersebut yaitu: Citraan penglihatan, pendengaran, gerak, dan perabaan. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai media pembelajaran Bahasa Indonesia kelas XI SMA.
Analisis Semiotika dalam Novel Kereta Semar Lembu Karya Zaky Yamani dan Pemanfaatannya Sebagai Bahan Ajar Pembelajaran Sastra di SMA Izni Izzatussafiroh; Muji Zain Naufal; Fithry Muthmainnah
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 5 No. 2: Februari 2026
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v5i2.14909

Abstract

Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tanda-tanda, baik dalam bentuk bahasa, gambar, simbol dan lain-lain serta bagaimana tanda itu berfungsi dalam komunikasi dan interaksi sosial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari makna ikon, indeks, dan simbol berdasarkan semiotika Charles Sanders Peirce dan untuk mengetahui relevansinya terhadap pembelajaran di Sekolah Menengah Atas. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Sumber data dan data pada penelitian ini adalah novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini adalah baca catat. Teknik analisis data pada penelitian ini adalah menganalisis novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani menggunakan semiotika.objek yang diteliti adalah kajian semiotika Charles Sanders Peirce yaitu ikon, indeks, dan simbol dalam novel Kereta Semar Lembu karya Zaky Yamani. Hasil dari penelitian ini ialah terdapat 6 ikon dalam kalimat yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Ikon menunjukkan waktu, tempat, sosial, representasi fisik tokoh, budaya dan latar tempat. Selain itu, ada 8 indeks yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Indeks perilaku kesal, kasih sayang, perubahan wajah kedungjati, gunung Meletus, dampak kebijakan tanam paksa, kerinduan, hukuman, dan turunnya hujan. Kemudian ada 10 simbol yang terdapat dalam novel tersebut yaitu; Simbol hari ke-40, pembakaran kemenyan, sapaan, gerbong, menggeleng, nama Lembu, telat datang bulan, lampu minyak, ketukan dan perlawanan buruh kereta api. Hasil penelitian ini dapat dijadikan sebagai bahan ajar Bahasa Indonesia kelas XII SMA.