Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PENGARUH AKSESIBILITAS TRANSPORTASI PENYEBRANGAN DALAM PENGEMBANGAN EKONOMI LOKAL MASYARAKAT DESA PESISIR (Studi Kasus: Kecamatan Huamual- Kabupaten Seram Bagian Barat) Waliulu, M. Thoriq A.; Nurhaeny, Andiah; Ruman, Rifyan
CENDEKIA: Jurnal Ilmu Pengetahuan Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/cendekia.v6i3.10122

Abstract

The Huamual subdistrict has economic potential associated with a leading commodity, namely cloves. The harvest in this area in 2022 reached 718.30 tons. This yield can be distributed for sale to regions with higher market prices, such as Tahoku Village in Central Maluku Regency. However, the distance from Huamual Subdistrict to Tahoku Village presents challenges, particularly the inter-island distance that requires sea transportation and the limited availability of ferry services. Based on this description, the research questions in this study are: 1) How can the level of accessibility from production centers to markets via ferry transportation be measured and evaluated?  2)What is the effect of accessibility levels on the local economy of coastal village communities?. The objective of this study is to explain the influence of accessibility levels from production centers to markets on the local economy of coastal village communities. The results of the study addressing the main research problem, based on the gravity analysis method, indicate that the accessibility index can serve as a crucial parameter in measuring the level of reachability from production centers to markets. The higher the level of transport accessibility, the greater the economic development of a region, as evidenced by areas with high goods accessibility levels tending to have stronger economic performance. Conversely, areas with low accessibility levels tend to have weaker economic conditions. The results related to the second research problem, based on linear regression analysis, show that the variables of accessibility index and labor significantly influence the economy of production-center regions, while government expenditure does not have a significant effect. These findings are consistent with Solow’s theory, which states that economic growth is driven by at least one of three factors: government expenditure or capital accumulation, labor, and infrastructure. ABSTRAK Pada wilayah kecamatan Huamual memiliki potensi ekonomi yang terkait dengan komoditi unggulan berupa cengkeh. Hasil panen pada wilayah ini pada tahun 2022 mencapai 718,30 ton. Hasil panen tersebut dapat didistribusikan untuk dijual di daerah yang memiliki harga pasar yang tinggi seperti di Desa Tahoku, Kabupaten Maluku Tengah. Namun, jarak dari asal Kecamatan Huamual ke tujuan Desa Tahoku memiliki kendala yaitu jarak antar pulau dimana harus dilalui dengan transportasi laut dan keterbatasan armada penyeberangan. Berdasarkan uraian tersebut sehingga menimbulkan pertanyaan dalam studi ini adalah : 1) Bagaimana mengukur dan menilai tingkat aksesibilitas dari sentra produksi ke pasar melalui transportasi penyeberangan? 2) Bagaimana pengaruh dari tingkat aksesibilitas terhadap ekonomi lokal masyarakat desa pesisir? tujuan yang hendak dicapai dari penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh tingkat aksesibilitas dari sentra produksi ke pasar, terhadap ekonomi lokal masyarakat desa pesisir. Hasil penelitian mengenai rumusan masalah utama yang didasarkan pada metode analisis gravitasi, menunjukkan bahwa indeks aksesibilitas dapat menjadi parameter krusial dalam mengukur tingkat keterjangkauan dari pusat produksi ke pasar. Semakin tinggi tingkat aksesibilitas transportasi, semakin besar pula perkembangan ekonomi di suatu wilayah, terlihat dari daerah-daerah dengan tingkat aksesibilitas barang yang tinggi yang cenderung memiliki tingkat ekonomi yang juga tinggi. Sebaliknya, daerah dengan tingkat aksesibilitas rendah cenderung memiliki tingkat ekonomi yang lebih rendah. Hasil penelitian mengenai rumusan masalah kedua berdasarkan analisis regresi linear, hasilnya menunjukkan bahwa variabel indeks aksesibilitas dan tenaga kerja mempengaruhi ekonomi wilayah sentra produksi sedangkan variabel belanja pemerintah tidak berpengaruh terhadap ekonomi wilayah sentra produksi. Hasil ini sejalan dengan teori Solow bahwa pertumbuhan ekonomi minimal berasal dari satu dari tiga faktor, yaitu belanja pemerintah atau akumulasi modal, tenaga kerja, dan infrastruktur.
PENDAMPINGAN PENGELOLAAN DATA SPASIAL TERINTEGRASI MELALUI PENGEMBANGAN WEBGIS SISTEM SATU DATA PETA DI KABUPATEN SERAM BAGIAN BARAT Bandjar, Antasari; Nurhaeny, Andiah
COMMUNITY : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/community.v6i2.10369

Abstract

ABSTRACT Regional development requires integrated, accurate, and accessible data as the basis for decision-making. However, data management in West Seram Regency still faces several challenges, including fragmented data across Regional Apparatus Organizations (OPDs), non-standardized formats, and the lack of spatial and non-spatial data integration. This community service activity aimed to develop a WebGIS-based One Map Data System to support integrated data management and data-driven planning. The implementation method employed a technical assistance approach consisting of data collection, data standardization and validation, conversion into spatial formats, and integration into a WebGIS-based database system. The results showed that the developed system was able to integrate spatial and non-spatial data into a unified platform, provide interactive map visualization, and improve the quality and accessibility of regional data management. The system also supports evidence-based development planning through the provision of more accurate and structured information. Therefore, the development of the WebGIS One Map Data System not only produced a technological innovation but also encouraged a more integrated, transparent, and sustainable regional data governance system. ABSTRAK Pembangunan daerah membutuhkan data yang terintegrasi, akurat, dan mudah diakses sebagai dasar pengambilan keputusan. Namun, pengelolaan data di Kabupaten Seram Bagian Barat masih menghadapi permasalahan berupa data yang tersebar antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tidak terstandarisasi, serta belum terintegrasi secara spasial dan nonspasial. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Sistem Satu Data Peta berbasis WebGIS untuk mendukung pengelolaan data terintegrasi dan perencanaan berbasis data. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pendampingan teknis yang mencakup pengumpulan data, standarisasi dan validasi, konversi data ke format spasial, serta integrasi data ke dalam basis data berbasis WebGIS. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem yang dikembangkan mampu mengintegrasikan data spasial dan nonspasial dalam satu platform terpadu, menyediakan visualisasi peta interaktif, serta meningkatkan kualitas pengelolaan dan aksesibilitas data daerah. Sistem ini juga mendukung proses perencanaan pembangunan berbasis data (evidence-based planning) melalui penyediaan informasi yang lebih akurat dan terstruktur. Dengan demikian, pengembangan WebGIS Sistem Satu Data Peta tidak hanya menghasilkan inovasi teknologi, tetapi juga mendorong transformasi tata kelola data daerah yang lebih terintegrasi, transparan, dan berkelanjutan.