Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

The Role of Economic and Social Safety Nets in Extreme Poverty in Indonesia Setyadi, Sugeng; Indriyani, Lili; Widiastuti, Anita
ETIKONOMI Vol. 24 No. 2 (2025)
Publisher : Faculty of Economic and Business, Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/etk.v24i2.38851

Abstract

Research Originality: This study focused on addressing the goal of reducing extreme poverty (EP) to 0% by 2024 in Indonesia, an objective that has been underexplored in global literature. Research Objectives: This study examined convergence in EP across Indonesia and analyzed the impact of economic as well as social variables on poverty reduction. Research Methods: Panel data from 34 Indonesian provinces (2017–2022) were analyzed using Generalized Method of Moments (GMM) and K-means Cluster analysis for regional classification. Empirical Result: The results showed that provinces in Indonesia were reducing EP at an annual rate of 1.19%, with a half-life of 1.6 years. This process signified that the country was on a path to achieve near-zero EP by 2024. Major socioeconomic drivers identified during the study included employment expansion and investments in education. Moreover, K-means Cluster analysis identified Cluster 1 (Central Sulawesi, North Maluku, Papua) with the highest EP rate of 1.52%, showing critical geographic disparities. Implications: The Government should adopt a multilevel strategic framework prioritizing regions with the highest poverty rates. Job creation and better access to education played a crucial role. Additionally, Indonesia's success could serve as a model for sustainable EP eradication in developing nations. JEL Classification: I32, P46, Q01
Empowering the Pipitan Lestari Sejahtera Waste Bank in Food Waste Management to Promote Environmental and Economic Sustainability Setyadi, Sugeng; Sirajuddin, Sirajuddin; Syaifudin, Rizal; Desmawan, Deris; Mangara, Togi Haidat
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 5 No. 1 (2025): September 2025
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v5i1.520

Abstract

This community service program was carried out in Kampung Wisata Pipitan with the aim of enhancing local community capacity in managing food waste through the empowerment of Bank Sampah Pipitan Lestari Sejahtera. The activities included socialization, technical training on bokashi composting, packaging design workshops, and digital marketing practices using a participatory approach. The results demonstrated improved knowledge and skills among participants in processing organic waste into marketable compost, the emergence of new entrepreneurial initiatives, and the development of collective awareness regarding sustainable waste management. The program concludes that integrating appropriate technology with active community participation provides a practical solution to reduce food waste while simultaneously creating new local economic opportunities.
DAMPAK GLOBALISASI TERHADAP KETIMPANGAN WILAYAH: STUDI DI TUJUH NEGARA ASEAN Setyadi, Sugeng
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 1 No 1 (2017): Juni 2017
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v1i1.6

Abstract

Makalah ini menguji hubungan antara globalisasi ekonomi dan tingkat ketimpangan wilayah di negara-negara anggota ASEAN, menggunakan data panel dari tahun 2000 sampai 2012. Hasil penelitian ini menunjukkan pengaruh positif dan signifikan secara statistik antara globalisasi ekonomi terhadap tingkat kesenjangan di negara anggota ASEAN. Negara dengan tingkat integrasi ekonomi lebih besar dengan negara ASEAN cenderung tercatat dengan tingkat ketimpangan wilayah yang lebih tinggi. Temuan ini juga memasukkan variabel penjelas lain yang hubungan yang relevan terhadap ketimpangan spasial yang terjadi di negara ASEAN. Analisis ini juga mengungkapkan secara spasial dampak globalisasi ekonomi terhadap negara dengan populasi penduduk yang lebih besar yang menunjukkan tingkat disparitas wilayah negara-negara ASEAN.
POTENSI DAN PRIORITAS INDUSTRI KREATIF SKALA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI BANTEN Setyadi, Sugeng; Budiarto, Moh Sofyan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.107

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan nasional dan provinsi Banten dengan kontribusi terhadap PDB meningkat dari tahun ke tahun. Diperlukan pemetaan terhadap potensi dan prioritas sektor industri kreatif di provinsi Banten untuk menentukan rencana aksi dan strategi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan prioritas industri kreatif skala kecil dan menengah di Provinsi Banten melalui indikator indikator yang bersifat kualitatif. Penelitian menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan melakukan survei terhadap pelaku industri kreatif di provinsi Banten. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, dan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari data yang relevan dari sumber lain seperti BPS, Disperindag dan studi literature. Analisa data menggunakan Analytical Hyrachy Process (AHP) merupakan pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk memberikan solusi dari permasalahan yang menyangkut kriteria yang bersifat komplek, menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, dan menentukan model alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah. Hasil perhitungan AHP dengan penyilangan Kriteria Prioroitas dengan Prioritas Subsektor Ekraf, didapatkan angka 0,496243386 pada posisi pertama untuk Kriya, 0,404603175 untuk subsektor Fesyen pada posisi kedua dan 0,099153439 untuk Subsektor Kuliner pada posisi ketiga. Ketiga Subsektor Ekoomi kreatif ini menjadi Sub sektor yang paling dominan dipilih oleh responden dan posisi peringkat diatas menjadi gambaran bagi pemerintah untuk memberikan stimulus lebih pada subsektor yang ada dan menjadi kekuatan utama sektor industri kreatif skala kecil dan menengah di Banten. The research objective is to mapping the potential and priority of small and medium the creative industry in Banten Province through indicators with qualitative approach. Research used qualitative descriptive methods by conducting a survey of creative industry actors in Banten province. Primary data was obtained by interview method, and questionnaire while secondary data was obtained from relevant data from other sources such as BPS, Disperindag and literature study. Data analysis using the Analytical Hyrachy Process (AHP) is a decision-making approach designed to provide solutions to problems involving complex criteria, determine priorities with multiple criteria, and determine alternative models to solve various problems. AHP calculation results by crossing the Priority Criteria with the Subsector's Priority Ekraf, obtained the number 0, 496243386 in the first position for Kriya, 0.404603175 for the Fashion sub-sector in the second position and 0.099153439 for the Culinary Subsector in the third position. The three subsectors of this creative economy become the most dominant subsector chosen by the respondents and the ranking position above becomes a picture for the government to provide more stimulus to the existing sub-sector micro, small and medium creative Industry sector in Banten Province.
Community Development by Increasing Awareness of Product Innovation and Halal Certificate in Cibodas, Pandeglang Mangara, Togi Haidat; Setyadi, Sugeng; Desmawan, Deris; Syaifudin, Rizal
MOVE: Journal of Community Service and Engagement Vol. 3 No. 4 (2024): March 2024
Publisher : EQUATOR SINAR AKADEMIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54408/move.v3i4.314

Abstract

This article shows the implementation of community service activity in Cibodas Village which is the socialization of product innovation and halal certification with local entrepreneurs as the target audience. The problem found prior to this activity is the lack of understanding from the local entrepreneurs regarding how to make their product more attractive and how to process the halal certification. With this activity, the local entrepreneurs begin to have a basic knowledge of what kind of innovation they can do for their products and also how to process the halal certification.This article shows the implementation of community service activity in Cibodas Village which is the socialization of product innovation and halal certification with local entrepreneurs as the target audience. The problem found prior to this activity is the lack of understanding from the local entrepreneurs regarding how to make their product more attractive and how to process the halal certification. With this activity, the local entrepreneurs begin to have a basic knowledge of what kind of innovation they can do for their products and also how to process the halal certification.
POTENSI DAN PRIORITAS INDUSTRI KREATIF SKALA MIKRO, KECIL DAN MENENGAH DI PROVINSI BANTEN Setyadi, Sugeng; Budiarto, Moh Sofyan
Jurnal Kebijakan Pembangunan Daerah Vol 4 No 2 (2020): Desember 2020
Publisher : Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Provinsi Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56945/jkpd.v4i2.107

Abstract

Ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor yang diharapkan mampu menjadi kekuatan nasional dan provinsi Banten dengan kontribusi terhadap PDB meningkat dari tahun ke tahun. Diperlukan pemetaan terhadap potensi dan prioritas sektor industri kreatif di provinsi Banten untuk menentukan rencana aksi dan strategi pengembangan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi dan prioritas industri kreatif skala kecil dan menengah di Provinsi Banten melalui indikator indikator yang bersifat kualitatif. Penelitian menggunakan metode diskriptif kualitatif dengan melakukan survei terhadap pelaku industri kreatif di provinsi Banten. Data primer diperoleh dengan metode wawancara, dan kuisioner sedangkan data sekunder diperoleh dari data yang relevan dari sumber lain seperti BPS, Disperindag dan studi literature. Analisa data menggunakan Analytical Hyrachy Process (AHP) merupakan pendekatan pengambilan keputusan yang dirancang untuk memberikan solusi dari permasalahan yang menyangkut kriteria yang bersifat komplek, menentukan prioritas pilihan-pilihan dengan banyak kriteria, dan menentukan model alternatif untuk menyelesaikan bermacam-macam masalah. Hasil perhitungan AHP dengan penyilangan Kriteria Prioroitas dengan Prioritas Subsektor Ekraf, didapatkan angka 0,496243386 pada posisi pertama untuk Kriya, 0,404603175 untuk subsektor Fesyen pada posisi kedua dan 0,099153439 untuk Subsektor Kuliner pada posisi ketiga. Ketiga Subsektor Ekoomi kreatif ini menjadi Sub sektor yang paling dominan dipilih oleh responden dan posisi peringkat diatas menjadi gambaran bagi pemerintah untuk memberikan stimulus lebih pada subsektor yang ada dan menjadi kekuatan utama sektor industri kreatif skala kecil dan menengah di Banten. The research objective is to mapping the potential and priority of small and medium the creative industry in Banten Province through indicators with qualitative approach. Research used qualitative descriptive methods by conducting a survey of creative industry actors in Banten province. Primary data was obtained by interview method, and questionnaire while secondary data was obtained from relevant data from other sources such as BPS, Disperindag and literature study. Data analysis using the Analytical Hyrachy Process (AHP) is a decision-making approach designed to provide solutions to problems involving complex criteria, determine priorities with multiple criteria, and determine alternative models to solve various problems. AHP calculation results by crossing the Priority Criteria with the Subsector's Priority Ekraf, obtained the number 0, 496243386 in the first position for Kriya, 0.404603175 for the Fashion sub-sector in the second position and 0.099153439 for the Culinary Subsector in the third position. The three subsectors of this creative economy become the most dominant subsector chosen by the respondents and the ranking position above becomes a picture for the government to provide more stimulus to the existing sub-sector micro, small and medium creative Industry sector in Banten Province.
KULIAH KERJA MAHASISWA (KKM) SEBAGAI SARANA PENINGKATAN LITERASI MASYARAKAT: STUDI IMPLEMENTASI DI TBM INSAN MANDIRI Sugeng Setyadi; Rizal Syaifudin
Studi Kasus Inovasi Ekonomi Vol. 9 No. 02 (2025)
Publisher : Program Studi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Program Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Tematik yang dilaksanakan di Desa Pasarkeong bertujuan untuk mengatasi masalah literasi, keterampilan digital, dan akses pendidikan melalui kegiatan berbasis pemberdayaan masyarakat. Program ini dilaksanakan oleh mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa dengan fokus pada penyelesaian masalah nyata yang ada di desa, dengan tujuan utama meningkatkan budaya membaca dan memperkenalkan literasi digital. Kegiatan utama dalam program ini meliputi pendataan perpustakaan, sesi membaca bersama, diskusi buku, kunjungan literasi ke sekolah, dan sosialisasi literasi digital. Metode evaluasi pre-test dan post-test digunakan untuk mengukur dampak kegiatan terhadap keterlibatan masyarakat dan keterampilan literasi mereka. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 35% peningkatan terjadi dalam keterlibatan anak-anak dalam kegiatan literasi, dan 85% peserta menunjukkan peningkatan pemahaman terhadap literasi digital. Temuan ini menunjukkan bahwa program KKM Tematik berhasil menciptakan budaya membaca yang lebih kuat, meningkatkan pemanfaatan teknologi digital untuk pendidikan dan ekonomi, serta memberdayakan masyarakat setempat. Program ini juga memberikan kontribusi terhadap pemberdayaan masyarakat dengan memberikan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi era digital. Ke depan, disarankan agar lebih banyak investasi dalam pengembangan infrastruktur dan sumber daya dilakukan, serta melanjutkan kolaborasi dengan pihak terkait untuk memastikan keberlanjutan dan perluasan dampak positif program ini. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa KKM Tematik adalah model yang efektif untuk meningkatkan literasi dan pemberdayaan masyarakat di daerah pedesaan.