Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Olahan Daun Kelor Untuk Perbaikan Status Gizi Balita dalam Upaya Pencegahan Stunting Nurdin, Nasrayanti; Sunandar, Sunandar; Ariyana, Ariyana
SEHATMAS: Jurnal Ilmiah Kesehatan Masyarakat Vol. 1 No. 4 (2022): Oktober 2022
Publisher : Yayasan Literasi Sains Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55123/sehatmas.v1i4.714

Abstract

Stunting is caused by lack of nutrient intake and chronic infectious diseases. Age. One of the efforts to prevent stunting is to use local plants as food. Moringa plant (Moringa oleifera) is one of the foodstuffs that has a million benefits for health. In South Sulawesi Province, the target has not yet been achieved. This study aims to determine how the effect of processed Moringa leaves to improve the nutritional status of toddlers in an effort to prevent stunting at the Pangkajene Health Center, Sidrap Regency. The research method used is a quasi-experimental research design (Quasy experiment study) using the One group pre and post test design, which is a study by comparing the nutritional status of children under five before the intervention and after the intervention. The sampling technique in this study was taken by consecutive sampling. From the results of the study, it was found that before the administration of processed Moringa leaves there was one toddler who was stunted, while after the administration of processed Moringa leaves all toddlers were in normal nutritional status (TB/U) as many as 30 toddlers. It can be seen that there are differences in the average nutritional status (TB/U) of toddlers before and after the administration of processed Moringa leaves. So it can be concluded that there is a relationship between processed Moringa leaves and efforts to prevent stunting in toddlers at the Pangkajene Health Center, Sidrap Regency.
Hubungan Pola Asuh Orang Tua Dan Lingkungan Dengan Perilaku Seks Pranikah Pada Remaja Nurdin, Nasrayanti; Sulaeman, Sulaeman; Sinta, Sinta; Nurjanna, Nurjanna
Indonesian Journal of Professional Nursing Vol 5 No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gresik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30587/ijpn.v5i2.8294

Abstract

Perilaku seksual menjelaskan tentang segala tingkah laku yang di dorong oleh hasrat seksual baik dengan lawan jenis maupun sesame jenis, bentuk tingkah laku bias bermacam macam, mulai dari perasaan tertarik sampai tingkah laku berkencan, bercumbu dan bersenggama. Menurut data dari World Health Organization (WHO) tahun 2022 tingkat perilaku seksual sangat tinggi di daerah berkembang dan daerah maju. 9,3% atau sekitar 3,7 juta remaja menyatakan pernah melakukan hubungan seksual. Survey Demografi Kesehatan Indonesia tahun 2021 menunjukkan bahwa kasus perilaku seks pranikah remaja sebanyak 44.267 kasus dan mengalami peningkatan pada tahun 2022 menjadi 46.821 kasus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pola asuh dan lingkungan terhadap perilaku seks pra nikah pada remaja. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan design cross sectional study. Populasi dalam penelitian ini adalah semua remaja yang berusia 10-19 tahun dan berada di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Kabupaten Konawe sebanyak 215 orang. Sampel dalam penelitian ini adalah sebagian remaja yang berada di Wilayah Kerja Puskesmas Unaaha Kabupaten Konawe sebanyak 68 orang dengan teknik pengambilan sampel secara Purposive Sampling dengan menggunakan analisis statistik Uji Chi-Square . Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan pola asuh orang tua dengan perilaku seks pranikah dengan nilai ρ=0,001<α=0,05.Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan lingkungan dengan perilaku seks pranikah dengan nilai ρ=0,005<α=0,05.Untuk orang tua memberikan pengawasan yang lebih optimal kepada anak, mengenai hal yang negatif atau yang bisa membawa dampak negatif terutama mengenai seks bebas sedini mungkin dan melakukan kontrol terhadap pergaulan remaja di lingkungan maupun dengan teman sebayanya. Sedangkan untuk pengetahuan tidak lebih penting dibandingkan dengan kontrol diri.
The Relationship Between Knowledge and Attitude of Women of Fertile Age Towards Preconception Screening in Preparation for Pregnancy at UPTD Paconkang Community Health Center, Soppeng District Sahidah; Nurdin, Nasrayanti; Jaya, Fitri
INDOGENIUS Vol 4 No 2 (2025): INDOGENIUS
Publisher : Department of Publication of Inspirasi Elburhani Foundation Desa. Pamokolan, Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56359/igj.v4i2.539

Abstract

Background & Objective: Preconception care is a service aimed at identifying factors related to health issues, lifestyle habits, or unfavorable social problems that may affect pregnancy. Method: The type and method of research used in this study is quantitative analytic research with a Cross-Sectional Study approach, which is a type of study used to examine the relationship between independent variables (knowledge and attitudes of women of childbearing age) and the dependent variable (preconception screening) at the same time the study is conducted. The population in this study consisted of all married women of childbearing age who underwent screening at UPTD Pacongkang Health Center, Soppeng Regency, totaling 30 participants. The sampling method used in this study was Purposive Sampling, which is a deliberate sampling technique based on specific criteria or considerations. Result: Based on the Chi-square statistical test, the results showed that p-value = 0.715 > α = 0.05, indicating that H0 was accepted and Ha was rejected. Conclusion: Thus, it can be concluded that there is no significant relationship between the knowledge of women of childbearing age and preconception screening in pregnancy preparation at Pacongkang Health Center. Furthermore, the Chi-square statistical test also resulted in a p-value = 0.456 > α = 0.05, indicating that H0 was accepted and Ha was rejected. This means that there is no significant relationship between the attitudes of women of childbearing age and preconception screening in pregnancy preparation at Pacongkang Health Center.
PENGARUH PENDIDIKAN SEKS PRANIKAH TERHADAP SIKAP REMAJA DI SMA NEGERI 1 KAJUARA KABUPATEN BONE Nurdin, Nasrayanti
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28479

Abstract

Remaja adalah tahap peralihan yang dialami seseorang setelah anak-anak menuju ke pendewasaan, rentang umur sekitar 10 sampai dengan 19 tahun. Pada masa itu remaja mengalami perubahan yang signifikan pada semua perkembangannya sepeti fisik, sosial, kognitif dan watak serta kepribadian. Banyak remaja yang salah mengartikan pergaulan bebas, seperti melakukan banyak hal yang justru melanggar norma sosial. Salah satunya adalah melakukan hubungan seks. Perilaku seks pranikah yang dilakukan remaja akan berdampak pada transmisi penularan penyakit menular seksual seperti HIV/AIDS. Khususnya negara Indonesia berada pada peringkat ke-4 dengan remaja perempuan yang telah melakukan hubungan seksual sebesar 20%. WHO 2018 menyatakan bahwa diperkirakan 30% dari 40 juta ODHA (yaitu 10,3 juta) merupakan orang muda berusia 15-24 tahun. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh pendidikan seks pranikah terhadap sikap remaja di SMA Negeri 1 Kajuara Kabupaten Bone. Penelitian ini menggunakan teknik penelitian ekspriemen dan desain penelitian kuantitatif. One group pretst-postest design for pre-experimental research design. Populasi dalam penelitian ini adalah remaja yang berumur 16-18 tahun di SMA Negeri 1 Kajuara Kabupaten Bone sebanyak 360 siswa. Sampel yang diambil berdasarkan pada teknik purposive sampling sejumlah 78 siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa siswa SMA Negeri 1 Kajuara yang menjadi responden dalam penelitian ini mempunyai sikap pre-test tentang pendidikan seks yang positif sebanyak 73 responden (93,6%) dan yang bersikap negatif sebanyak 5 responden (6,4%). Kesimpulan dari penelitian ini bahwa terdapat peningkatan sikap remaja akan seks pranikah sehingga di dapatkan ada pengaruh Pendidikan seks pranikah dengan sikap remaja di SMA Negeri 1 Kajuara Kabupaten Bone.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN GURU PAUD DALAM MENSTIMULUS ANAK SPEECH DELAY Sirajuddin, Washliaty; Lidiawati, Dewi; Khatimah Rustam, Husnul; Nurdin, Nasrayanti
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 6, No 10 (2023): Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v6i10.3606-3610

Abstract

Program Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah “Pelatihan dan Pendampingan Guru PAUD dalam Menstimulus Anak Speech Delay”. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan guru PAUD dalam menghadapi dan menstimulus anak dengan gejala speech delay. Kegiatan ini dilaksanakan pada TPK PAUD Nurul Jannal Desa Kanie Kecamatan Maritengngae Kabupaten Sidrap. Pemilihan lokasi kegiatan berdasarkan hasil observasi awal bahwa pada PAUD tersebut terdapat siswa dengan gejala speech delay. Untuk mencapai tujuan tersebut dilakukan kegiatan berupa (1) penyuluhan dan pelatihan peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam menstimulus anak dengan gejala speech delay; (2) menyiapkan alat instrumen yang dapat digunakan untuk merangsang kemampuan berbicara serta APE sebagai sarana pendukung perkembangan kognitif, motorik dan emosional anak; (3) bersosialisasi dan silaturrahmi dengan orangtua siswa. Adapun Hasil dari kegiatan ini adalah (1) terjadinya peningkatan pengetahuan guru sebanyak 83,75%; (2) tersedianya alat instrumen stimulus dan APE; (3) terjalin kerjasama dengan PAUD untuk kegiatan pendampingan yang berkelanjutan.
EFEKTIVITAS SENAM HAMIL TERHADAP NYERI PUNGGUNG IBU HAMIL TRIMESTER III DI PUSKESMAS SOLO SULAWESI SELATAN 2019 Resmawati; Nurdin, Nasrayanti
Colostrum Jurnal Kebidanan Vol. 2 No. 2 (2021): Juni 2021
Publisher : Poltekkes Kemenkes Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Pedoman nasional merekomendasikan bahwa wanita hamil yang sehat harus melakukan latihan fisik yang ringan setiap hari. Kebanyakan wanita mengurangi aktivitas fisik selama kehamilannya dan hanya beberapa studi yang menemukan wanita hamil melakukan aktivitas fisik pada masa kehamilannya (Hegaard et al, 2010). Latihan fisik atau olahraga pada kehamilan dapat menjaga pertambahan berat badan berlebih, mencegah diabetes, hipertensi, dan memperpendek waktu persalinan (Pivarnik, 2008). Metode: Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif, jenis penelitian true experiment dengan bentuk Pre-test post-test Non-equevalent Control Group. Variabel bebas adalah senam hamil sedang variabel terikatnya adalah yaitu nyeri punggung. Populasi dalam penelitian ini adalah 181 orang. Teknik pengambilan sampel adalah quota sampling sebanyak 30 orang yang terbagi menjadi 15 kelompok intervensi dan 15 kelompok kontrol. Pengambilan data menggunakan kuesioner visual analog scale dan analisa data menggunakan Wilcoxon dan Mann-Witney. Hasil Penelitian/Diskusi: Hasil uji statistik menunjukkan bahwa senam hamil lebih efektif menurunkan nyeri punggung dengan mean deviasi 2,6 p-value 0,002 (?<0,05). Gerakan relaksasi dalam senam hamil memaksimalkan pasokan oksigen ke dalam tubuh sehingga transportasi oksigen pada jaringan otot menjadi lancar dan nyeri akibat iskemik jaringan otot dapat diturunkan. Kesimpulan: Senam hamil lebih efektif menurunkan nyeri punggung pada ibu hamil trimester III di Puskesmas Solo Sulawesi Selatan. Bagi ibu disarankan agar lebih aktif melakukan gerakan senam hamil di rumah guna meningkatkan kesehatan ibu dan bayinya.
Edukasi kesehatan reproduksi melalui influencer media sosial terhadap emosi positif dan kepercayaan diri remaja Syamson, Meriem Meisyaroh; Murtini, Murtini; Herikza, Ramli; Khotimah, Husnul; Nurdin, Nasrayanti
Holistik Jurnal Kesehatan Vol. 19 No. 9 (2025): Volume 19 Nomor 9 (edisi khusus konference)
Publisher : Program Studi Ilmu Keperawatan-fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/hjk.v19i9.1436

Abstract

Background: Adolescents often experience confusion, anxiety, and social pressure related to the physical and emotional changes that occur during puberty. Low self-confidence and a lack of positive emotions in dealing with these changes can make them vulnerable to unhealthy decision-making, including regarding sexual behavior. Reproductive education that does not address these psychological aspects is less effective in fostering healthy reproductive behaviors. Therefore, a reproductive education approach is needed that is not only informative but also able to increase positive emotions and self-confidence in adolescents to prepare them for the challenges of adolescence. Purpose: To analyze the impact of reproductive health education through social media influencers on adolescents' positive emotions and self-confidence. Method: This quantitative study used a two-group quasi-experimental design and research instruments such as surveys, interviews, and social media content analysis. Data collection included identifying influencers active in reproductive health education, observing uploaded content, and surveying adolescents in the influencers' audiences. Data analysis used paired t-tests and independent t-tests. Results: In the post-test, the health education variable for the intervention group obtained a p-value of 0.000 and a p-value of 0.013 for the control group, indicating similar differences. However, the positive emotion variable for the intervention group was 0.000, while the control group had a p-value of 0.280. This indicates a difference between the intervention group before and after the intervention, while there was no difference between the control group. Similarly, the self-confidence variable for the intervention group obtained a p-value of 0.000 and the control group a p-value of 0.569, indicating a difference between the intervention and control groups. Conclusion: There was a pre- and post-intervention effect of adolescent reproductive health education in the intervention group, while there was no difference or effect pre- and post-intervention in the control group.   Keywords: Reproductive Health Education; Positive Emotions; Influencers; Self-Confidence; Adolescents.   Pendahuluan: Remaja sering mengalami kebingungan, kecemasan, dan tekanan sosial terkait perubahan fisik dan emosional yang terjadi selama masa pubertas. Rendahnya kepercayaan diri dan kurangnya emosi positif dalam menghadapi perubahan tersebut dapat membuat mereka rentan terhadap pengambilan keputusan yang tidak sehat, termasuk dalam hal perilaku seksual. Edukasi reproduksi yang tidak menyentuh aspek psikologis ini menjadi kurang efektif dalam membentuk perilaku reproduksi yang sehat. Oleh karena itu, perlu adanya pendekatan edukasi reproduksi yang tidak hanya informatif tetapi juga mampu meningkatkan emosi positif dan kepercayaan diri remaja sebagai bekal menghadapi tantangan masa remaja. Tujuan: Untuk menganalisis edukasi kesehatan reproduksi melalui influencer media sosial terhadap emosi positif dan kepercayaan diri remaja. Metode: Penelitian kuantitatif dengan desain eksperimen (quasi-experimental design) two grup dan instrumen penelitian seperti survei, wawancara atau analisis konten media sosial. Pengumpulan data identifikasi influencer yang aktif edukasi kesehatan reproduksi, mengamati konten yang diunggah, survei remaja yang menjadi audiens influencer. Analisis data menggunakan statistic paired t test dan independent t-test. Hasil: Ketika post-test, variabel edukasi kesehatan kelompok intervensi mendapatkan p-value sebesar 0.000 dan kelompok kontrol sebesar 0.013, nilai tersebut tidak jauh berbeda. Namun, pada variabel emosi positif kelompok intervensi sebesar 0.000 sedangkan kontrol sebesar 0.280, sehingga kelompok intervensi ada perbedaan sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, sedangkan kontrol tidak ada. Begitupun pada variabel kepercayaan diri, pada kelompok intervensi didapatkan p-value sebesar 0.000 dan kontrol sebesar 0.569, sehingga kelompok intervensi ada perbedaan, sedangkan kontrol tidak ada. Simpulan: Ada pengaruh sebelum dan sesudah dilaksanakan edukasi kesehatan reproduksi remaja pada kelompok intervensi, sedangkan kelompok kontrol tidak ada perbedaan atau pengaruh sebelum dan sesudah.   Kata Kunci: Edukasi Kesehatan Reproduksi; Emosi Positif; Influencer; Kepercayaan Diri; Remaja.
Psiko-edukasi kesehatan reproduksi pada remaja melalui pemberdayaan influencer media sosial Rustam, Husnul Khotimah; Syamson, Meriem Meisyaroh; Nurdin, Nasrayanti; Herikzah, Ramli; Murtini, Murtini
JOURNAL of Public Health Concerns Vol. 5 No. 11 (2026): JOURNAL of Public Health Concerns
Publisher : Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerja sama dengan: Unit Penelitian dan Pengabdian Kep Akademi Keperawatan Baitul Hikmah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/phc.v5i11.2130

Abstract

Background: This reproductive health psychoeducation program, designed to enhance positive emotions and self-confidence among adolescents using social media influencers, is designed as a promotive-preventive effort to address the developmental challenges of adolescents who are vulnerable to misinformation about reproductive health. The program's background is based on the low reproductive health literacy among adolescents and the high influence of social media on the behavior and mindset of the younger generation. Purpose: To increase adolescents' understanding of reproductive health, build awareness of the importance of self-care, and foster positive emotions and self-confidence through the empowerment of influencers and digital media. Method: This activity was carried out in June 2025 at SMAN 2 Sidenreng Rappang with a population of 120 people while the sample size was 46 people. The material delivery technique was through lectures interspersed with ice breaking. The method of implementing this reproductive health psycho-education program used a social media-based educational approach with collaboration with influencers close to the youth segment. The first stage was conducting a needs analysis, followed by selecting influencers, then producing psycho-educational content, followed by implementation and digital interaction, then conducting program evaluation and analyzing digital engagement (number of views, likes, comments, and participation). This method is designed to be participatory, interactive, and relevant to the digital world of youth, so that psycho-educational messages can be optimally received. Results: The majority of participants demonstrated a better understanding of basic reproductive health concepts, the risks of risky sexual behavior, and the importance of maintaining reproductive health. Positive emotions increased, including feelings of calmer, more motivated, and more optimistic about the physical and social changes they experienced. Adolescents demonstrated greater courage in expressing their opinions, rejecting calls to engage in risky behavior, and making healthy decisions. Participant engagement on social media increased, as evidenced by the high number of views, likes, comments, and participation in online discussions. Conclusion: A social media-based reproductive health psychoeducation program involving influencers has proven to be an innovative and effective approach to improving health literacy, building positive emotions, and fostering self-confidence in adolescents. This activity increased adolescents' understanding, positive attitudes, and courage in making healthy decisions. It also contributes to the development of technology-based educational strategies that are relevant in the digital era and can be replicated across regions. Suggestion: For the program's sustainability, it is recommended that psycho-educational content be continuously developed in more varied and creative formats to attract adolescents in the long term. It is hoped that this program will not be merely a temporary intervention, but can become a model for sustainable reproductive health education with broad impact, supporting the development of a healthy, confident, and psychologically well-being generation. Keywords: Adolescents; Positive emotions; Reproductive health psycho-education; Social media influencers; Self-confidence Pendahuluan: Program psiko-edukasi kesehatan reproduksi untuk meningkatkan emosi positif dan kepercayaan diri remaja menggunakan peran influencer media sosial dirancang sebagai upaya promotif-preventif dalam menghadapi tantangan perkembangan remaja yang rentan terhadap informasi keliru mengenai kesehatan reproduksi. Latar belakang program ini didasari oleh rendahnya literasi kesehatan reproduksi pada remaja serta tingginya pengaruh media sosial terhadap perilaku dan pola pikir generasi muda. Tujuan: Untuk meningkatkan pemahaman remaja tentang kesehatan reproduksi, membangun kesadaran akan pentingnya menjaga diri, menumbuhkan emosi positif dan rasa percaya diri melalui pemberdayaan influencer dan media digital. Metode: Kegiatan ini dilaksanakan pada Juni 2025 yang bertempat di SMAN 2 Sidenreng Rappang dengan populasi sebesar 120 orang sementara jumlah sampel sebanyak 46 orang. Teknik penyampaian materi adalah dengan ceramah dan diselingi dengan ice breaking. Metode pelaksanaan program psiko-edukasi kesehatan reproduksi ini menggunakan pendekatan edukasi berbasis media sosial dengan kolaborasi influencer yang dekat dengan segmen remaja. Tahap pertama melakukan analisis kebutuhan selanjutnya melakukan pemilihan influencer kemudian produksi konten psiko-edukasi yang dilanjutkan dengan implementasi dan interaksi digital, kemudian melakukan evaluasi program serta analisis keterlibatan digital (jumlah views, likes, komentar, dan partisipasi). Metode ini dirancang agar bersifat partisipatif, interaktif, dan relevan dengan dunia digital remaja, sehingga pesan psiko-edukasi dapat diterima secara optimal. Hasil: Mayoritas peserta menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai konsep dasar kesehatan reproduksi, risiko perilaku seksual berisiko, serta pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi. Adanya peningkatan emosi positif berupa perasaan lebih tenang, termotivasi, serta lebih optimis dalam memandang perubahan fisik dan sosial yang mereka alami. Remaja menunjukkan keberanian yang lebih besar dalam menyampaikan pendapat, menolak ajakan berperilaku berisiko, serta mengambil keputusan sehat. Keterlibatan (engagement) peserta dalam media sosial meningkat, ditunjukkan oleh tingginya jumlah views, likes, komentar, serta partisipasi dalam diskusi online. Simpulan: Program psiko-edukasi kesehatan reproduksi berbasis media sosial dengan melibatkan peran influencer terbukti menjadi pendekatan inovatif dan efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan, membangun emosi positif, serta menumbuhkan kepercayaan diri remaja. Kegiatan ini memberikan peningkatan pemahaman, sikap positif, serta keberanian remaja dalam mengambil keputusan sehat dan juga memberikan kontribusi pada pengembangan strategi edukasi berbasis teknologi yang relevan di era digital serta dapat direplikasi di berbagai wilayah. Saran: Untuk keberlanjutan program, disarankan agar konten psiko-edukasi terus dikembangkan dengan format yang lebih variatif dan kreatif, agar menarik minat remaja dalam jangka panjang. Diharapkan program ini tidak hanya menjadi intervensi sesaat, tetapi dapat menjadi model edukasi kesehatan reproduksi yang berkelanjutan, berdampak luas, serta mendukung terbentuknya generasi muda yang sehat, percaya diri, dan memiliki kesejahteraan psikologis yang lebih baik.
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP IBU HAMIL TERHADAP PEMANFAATAN BUKU KESEHATAN IBU DAN ANAK (KIA) DI UPT PUSKESMAS PANGKAJENE KABUPATEN SIDENRENG RAPPANG Nurdin, Nasrayanti; Akib, Resky Devi; Setyawati, Eka Bella
Jurnal Midwifery Vol 8 No 1 (2026): FEBRUARY
Publisher : Prodi Kebidanan Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/jmw.v8i1.63155

Abstract

Introduction The Maternal and Child Health (KIA) Book is an important tool in supporting the safety of pregnant women and children through information and recording of health conditions. This study aims to determine the knowledge and attitudes of pregnant women towards the use of the KIA Book at the Pangkajene Health Center UPT, Sidenreng Rappang Regency in 2025. Method The study used a quantitative approach with a cross-sectional design, involving 70 pregnant women respondents selected using purposive sampling techniques. Data were collected through questionnaires and analyzed using the Chi- Square Test. The results showed that most pregnant women had good knowledge (81.4%) and positive attitudes (95.7%) towards the use of the KIA Book. However, statistical analysis showed that there was no significant relationship between knowledge and utilization of the KIA Book ((p = 0.098), while there was a significant relationship between attitude and utilization of the KIA Book (p < 0.001). Conclution:  These results indicate that the attitude of pregnant women has a greater influence on the utilization of the KIA Book than their level of knowledge. Therefore, intervention by health workers, especially midwives, in forming positive attitudes of pregnant women is important to increase the optimal use of the KIA Book. It is hoped that the results of this study can be used as evaluation material for health workers and further researchers in efforts to reduce maternal and infant mortality rates.
Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut untuk Meningatkan Perilaku Hidup Sehat Anak Usia Sekolah Dasar Zulkaidah, Utari; Arsad, Arsad; Yulistina, Yulistina; Dirman, Rezki; Nurdin, Nasrayanti; Qardhawijayanti, Suci
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 2 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i2.1725

Abstract

Dental and oral health problems in elementary school children are still a public health problem, especially in areas with limited access to health services. Low knowledge and behavior of maintaining dental and oral hygiene contributes to the high incidence of dental caries in children. This community service activity aims to increase children's knowledge and healthy living behavior through dental and oral health education. The activity was carried out at SD 4 Lainungan, Pabaraseng Village, Sidenreng Rappang Regency, with the target of elementary school students. The methods used include interactive counseling as well as demonstrations and good and correct brushing practices. Evaluation was carried out through questions and answers and observation of toothbrushing skills. The results of the activity showed that most of the students had low knowledge and many experienced dental caries. After educational activities, there was an increase in students' understanding and skills in maintaining dental and oral health. Education accompanied by direct practice is effective as a promotive and preventive effort in shaping children's healthy living behaviors.