Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

HUBUNGAN KETERATURAN PEMERIKSAAN ANC TERHADAP KEJADIAN ANEMIA DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TURIKALE KECAMATAN TURIKALE KABUPATEN MAROS Akib, Resky Devi
Bina Generasi : Jurnal Kesehatan Vol 16 No 1 (2024): Bina Generasi : Jurnal Kesehatan
Publisher : LPPM STIKES BINA GENERASI POLEWALI MANDAR

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35907/bgjk.v16i1.345

Abstract

Regular pregnancy checks will determine the mother's health status during pregnancy because basically the cause of Fe deficiency anemia in pregnant women is caused by two factors, namely direct and indirect factors. Meanwhile, factors that do not directly influence a person's Hb levels by influencing the availability of Fe in food include the low economy.The aim of this research is to determine the relationship between the regularity of ANC examinations and the incidence of anemia in the Turikale Community Health Center Working Area, Turikale District, Maros Regency. The type and research method used is the Cross Sectional Study method. In this study, the samples taken were 36 third trimester pregnant women who had their pregnancies checked in the Turikale Community Health Center Working Area, Maros Regency, using purposive sampling. The research results showed that 29 people (80.6%) regularly made ANC visits and 7 people (19.4%) did not regularly. Six respondents (16.7%) experienced anemia and 30 respondents (83.3%) did not experience anemia. There is a relationship between the regularity of ANC visits and the incidence of anemia with a value of ρ=0.004<from α=0.05, this means that Ho is rejected and Ha is accepted. It is hoped that it can increase monitoring and screening of pregnant women who experience high levels of anemia through home visits, making class activities more effective for pregnant women and empowering families, especially husbands or parents, to be motivated to invite pregnant women to have their pregnancies checked regularly. The husband or closest family member can be given an understanding of the dangers and efforts to prevent anemia in pregnant women
Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun) Hasriani, St; Asnuddin, Asnuddin; Bebang, Asnal; Akib, Resky Devi; Nurdin, Nurhidayah
JOURNAL OF Qualitative Health Research & Case Studies Reports Vol 5 No 3 (2025): July Edition 2025
Publisher : Published by: Indonesian Public Health-Observer Information Forum (IPHORR) Kerjasama dengan Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56922/quilt.v5i3.967

Abstract

Background: Cognitive development is the basis for a child's ability to think. The cognitive structure in a child is very fast. Creative thinking is a series of processes, including understanding the problem, making guesses and hypotheses about the problem, finding answers, proposing evidence, and finally reporting the results. Purpose: To determine the relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years). Method: The type of research is a cross-sectional study method conducted from October 4 to October 20, 2024 at RA Dharmawanita, Ministry of Religion and TK Al Barokah, as many as 30 children as samples using purposive sampling technique. Results: The relationship between gadget playing patterns and cognitive and creative thinking abilities in preschool children (5-6 years) obtained statistical test results on the cognitive ability variable with a p value = 1,000>0.05 and on the creative thinking variable a p value = 0.013 <0.05 was obtained. Conclusion: There is no relationship between gadget playing patterns and cognitive abilities in preschool children (5-6 years). In addition, based on the results of the study, it was stated that there is a relationship between gadget playing patterns and creative thinking.   Keywords: Cognitive Ability; Creative Thinking; Gadgets.   Pendahuluan: Perkembangan kognitif merupakan dasar bagi kemampuan anak untuk berpikir. Struktur kognitif yang ada pada seorang anak sangat cepat. Berpikir kreatif merupakan serangkaian proses, termasuk memahami masalah, membuat tebakan dan hipotesis tentang masalah, mencari jawaban, mengusulkan bukti, dan akhirnya melaporkan hasilnya. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun). Metode: Jenis penelitian metode cross sectional Study yang dilakukan 4 oktober-20 Oktober 2024 di RA Dharmawanita kementerian agama dan TK Al Barokah sebanyak 30 anak sebagai sampel dengan teknik purposive sampling. Hasil: Hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif dan berpikir kreatif pada anak usia prasekolah (5-6 Tahun) memperoleh hasil uji statistik pada variabel kemampuan kognitif dengan nilai p = 1.000>0.05 dan pada variabel berpikir kreatif diperoleh nilai p = 0,013 < 0,05. Simpulan: Tidak ada hubungan pola bermain gadget dengan kemampuan kognitif pada anak usia prasekolah (5-6 tahun). Selain itu, berdasarkan hasil penelitian dinyatakan bahwa ada hubungan pola bermain gadget dengan berfikir kreatif.   Kata Kunci: Berpikir Kreatif; Gadget; Kemampuan Kognitif.
PENCEGAHAN STUNTING DENGAN PERAN AKTIF REMAJA MELALUI EDUKASI DAN PENYULUHAN KESEHATAN REPRODUKSI DANGIZI DI SMPN N0.27 KEPULAUAN SELAYAR Akib, Resky Devi; Nurjannah, Nurjannah; Fitriani, Fitriani; Aryani, Aryani; Busman, Arfiani
PabMa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Madani Vol. 1 No. 2 (2024)
Publisher : Elfarazy Media Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.64068/0gmwxm09

Abstract

Stunting merupakan permasalahan kesehatan yang berdampak jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Pencegahan stunting perlu dilakukan sejak dini, terutama pada remaja, mengingat mereka merupakan calon orang tua yang berperan dalam menentukan status gizi anak di masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran aktif remaja dalam pencegahan stunting melalui edukasi dan penyuluhan kesehatan reproduksi serta gizi. Metode yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dan kualitatif, melibatkan remaja sebagai responden utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa edukasi dan penyuluhan yang dilakukan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai pentingnya kesehatan reproduksi, perencanaan kehamilan, serta asupan gizi yang optimal bagi ibu hamil dan anak. Selain itu, ditemukan bahwa keterlibatan aktif remaja dalam menyebarluaskan informasi ini kepada teman sebaya dan masyarakat dapat meningkatkan kesadaran kolektif dalam pencegahan stunting. Kesimpulannya, edukasi dan penyuluhan yang melibatkan remaja secara aktif menjadi strategi efektif dalam menurunkan risiko stunting di masa depan. Oleh karena itu, program pemberdayaan remaja dalam bidang kesehatan reproduksi dan gizi perlu terus dikembangkan untuk menciptakan generasi yang lebih sehat dan berkualitas.
OPTIMALISASI PERAN KELUARGA MELALUI PENDAMPINGAN DAN EDUKASI DALAM UPAYA DETEKSI DINI TUMBUH KEMBANG (DDTK) PADA BAYI, BALITA DAN ANAK PRASEKOLAH Saputri, Chandra Ariani; Akib, Resky Devi; Syahriani, Syahriani; Fitriani, Fitriani; Ariyana, Ariyana
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.25687

Abstract

Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas diperoleh dari upaya pemantapan terhadap pemantauan tumbuh kembang anak. Pertumbuhan dan perkembangan anak yang optimal tidak hanya bergantung pada aspek-aspek pertumbuhan, tetapi juga harus memperhatikan aspek perkembangan. Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak bisa dipisahkan dari peran serta  tanggung jawab orang tua, terutama ibu, yang merupakan individu yang paling akrab dengan kondisi dan perkembangan anak dari waktu ke waktu. Sebagai wujud pelaksanaan tridarma dalam perguruan tinggi, dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang optimalisasi peran keluarga dalam upaya deteksi dini tumbuh kembang anak yang diharapkan mampu menunjang peningkatan tumbuh kembang pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua terutama ibu dalam mendeteksi dini pertumbuhan dan perkembangan anak. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendampingan dan edukasi, dimana sasarannya adalah orangtua atau ibu yang memiliki anak bayi atau balita. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa orangtua mampu mengetahui dan memahami penilaian tahap tumbuh kembang pada anak. Selain itu diharapkan kedepannya orang tua mempunyai kesiapan dan kewaspadaan apabila terdapat penyimpangan tumbuh kembang.
PENYULUHAN ASI EKSKLUSIF PADA IBU HAMIL DAN IBU YANG MEMILIKI BAYI BERUMUR 0-6 TAHUN Nurjanna, Nurjanna; Sukarta, Asmah; Akib, Resky Devi; Syahriani, Syahriani; Laela, Nur; Nurbaya, St.
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2024): Volume 5 No 1 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i1.26169

Abstract

ASI merupakan makanan yang utama bagi bayi karena mengandung nutrisi yang optimal untuk pertumbuhan dan perkembangan bayi. ASI mengandung semua zat gizi yang diperlukan untuk tumbuh kembang anak yang optimal. ASI mengandung taurin suatu bentuk zat putih telur yang hanya terdapat pada ASI. Bayi yang mengalami gangguan tumbuh kembang akan mengalami penyimpangan pertumbuhan dan penyimpangan perkembangan. Wujud dalam pelaksanaan tridarma dalam perguruan tinggi, dilakukan pengabdian kepada masyarakat tentang Sosialisasi pemberian ASI eksklusif pada ibu hamil dan ibu byang memiliki bayi 0-6 bulan. Harapannya mampu menunjang ketercapaian pemberian ASI Eksklusif dan peningkatan tumbuh kembang pada anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan orangtua terutama ibu hamil dalam persiapan menyusui dan ibu bayi. Kegiatan pengabdian ini dilakukan dimana sasarannya adalah orangtua atau ibu yang memiliki anak bayi atau balita. Hasil pengabdian masyarakat ini menunjukkan bahwa orangtua mampu mengetahui dan memahami penilaian tahap tumbuh kembang pada anak. Selain itu diharapkan kedepannya orang tua mempunyai kesiapan dan kewaspadaan dalam keberhasilan pemberian ASI Eksklusif.
EDUKASI TENTANG KESEHATAN DAN GIZI UNTUK MENCEGAH DAN MENURUNKAN ANGKA KEJADIAN STUNTING Akib, Resky Devi
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 4 (2024): Volume 5 No. 4 Tahun 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v5i4.31937

Abstract

Stunting adalah kondisi gagal tumbuh pada anak berusia di bawah lima tahun (balita) akibat kekurangan asupan gizi kronis dan infeksi berulang, terutama pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), yaitu dari janin hingga anak berusia 23 bulan. Tujuan penyuluhan ini yaitu untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman ibu, bayi dan balita tentang program pencegahan stunting pada bayi dan anak balita serta dapat menyiapkan makanan pendamping ASI untuk bayi sehingga dapat meningkatkan partisipasinya dalam kegiatan pencegahan stunting pada bayi dan balita dengan membantu pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki dan perempuan. Metode yang digunakan pada kegiatan yaitu peningkatan pengetahuan ibu, bayi dan balita tentang kesehatan dan gizi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan penyuluhan terhadap ibu tentang kesehatan dan gizi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting. Pada kegiatan ini memberikan arahan yang lebih difokuskan ibu yang mempunyai anak bayi dan balita guna mencegah terjadinya stunting dengan cara memberikan pemahaman tentang bahayanya stunting. Hasil Kegiatan penting dari pengabdian kepada masyarakat ini yaitu pemaparan materi dari pemateri tentang edukasi kesehatan dan gizi untuk mencegah dan menurunkan angka stunting dan sesi tanya jawab, kemudian diakhiri dengan penutup. Peserta penyuluhan terdiri warga masyarakat (ibu-ibu, bayi dan balita) terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan ini. Hal tersebut terlihat dari pertanyaan- pertanyaan yang disampaikan peserta kepada narasumber.
Pengaruh Health Education dengan Leaflet terhadap Pengetahuan Ibu Hamil tentang 1000 Hari Pertama Kehidupan di RSUD K.H. Hayyung Kabupaten Kepulauan Selayar Anwar, Suwarni; Akib, Resky Devi; Ariyana, Ariyana
Panthera : Jurnal Ilmiah Pendidikan Sains dan Terapan Vol. 5 No. 3 (2025): July
Publisher : Lembaga Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian Kamandanu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/panthera.v5i3.588

Abstract

The first 1000 days of life is a crucial period in determining the nutritional status and growth and development of children. Pregnant women's lack of knowledge about nutrition during this time can increase the risk of stunting. The purpose of this research is to determine the influence of health education with leaflets on pregnant women's knowledge about the first 1000 days at K.H. Hayyung Hospital. This research method used a quasi-experiment with a population of 138, and a sample of 58 pregnant women divided into 29 control groups and 29 intervention groups. This type of data collection research uses interviews with questionnaires. Data analysis used univariate analysis, prerequisite analysis with normality test and homogeneity test, and bivariate analysis with paired sample t-test and independent sample t-test. The results of the independent sample t-test in this study obtained a significant value of 0.002 < 0.05 which means that there is a significant difference between the control group and the intervention group which means that H0 is rejected and H1 is accepted. H1 states that there are significant differences between the two groups. In conclusion, there is an influence of health education with leaflets on pregnant women's knowledge about the first 1000 days of life at K.H. Hayyung Hospital, Selayar Islands Regency. This intervention can be applied as an educational strategy in health care facilities to prevent stunting from the get-go.