Claim Missing Document
Check
Articles

Pengukuran Implementasi Information Assurance Pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Menggunakan Framework IAFEG Kailla, Kimberly; Yasirandi, Rahmat; Utomo, Rio Guntur
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Pemanfaatan teknologi informasi pada pemerintahan di Indonesia telah diterapkan pada berbagai lembaga pemerintahan, tidak terkecuali lembaga pemerintahan yang berorientasi pada bidang pelayanan publik. Implementasi teknologi informasi yang telah diterapkan pada pemerintahan Indonesia yaitu e-Government atau electronic government. Dalam e-Government diperlukan adanya jaminan keamanan informasi dalam mendukung proses bisnis. Information Assurance (IA) atau jaminan informasi merupakan sebuah praktik untuk mengelola resiko terkait informasi dan langkah-langkah yang diperlukan untuk sistem informasi. Dengan kata lain, IA berfokus pada perlindungan dan jaminan sistem layanan informasi. IA perlu diukur untuk mengetahui sejauh mana penerapannya agar mengetahui hal-hal apa saja terkait instansi yang sudah baik impelentasi IA nya atau yang membutuhkan perbaikan. Instrumen pengukuran IA menggunakan framework IAFEG yang mengadopsi metode Goal Question Metric (GQM) akan membagi instrumen pengukuran IA dalam 3 kategori yaitu Organisational Management, Implementation Managemen dan Social Management. Kategori-kategori tersebut mempunyai faktor item pengukuran dengan pertanyaan instrumen yang berbeda sebagai acuan dalam pengukuran implementasi IA. Hasil dari pengukuran berupa skala pengukuran atau metric yang akan menunjukan status implementasi IA pada lembaga pemerintah.Kata kunci - pelayanan publik, E-Government, information assurance, goal question metric, framework IAFEG
Pengukuran Tingkat Kesiapan Implementasi E-learning (E-learning Readiness) Di SMK Negeri 1 Japara Menggunakan Model Chapnick Zahri, Alfitranta Armikha; Yasirandi, Rahmat; Utomo, Rio Guntur
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 2 (2023): April 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Pada perkembangan metode pembelajaran e-learning pada bidang Pendidikan melibatkan beberapa aspek seperti infrastruktur teknologi dan sumber daya manusia. Analisis menggunakan model e-learning readiness berfungsi sebagai mengetahui apa yang harus dikembangkan dan apa saja yang harus diperbaiki setelah dilakukannya analisis. Penelitian ini memakai model chapnick yang memiliki 8 faktor readiness yang dapat mengukur e-learning readiness. Model chapnick menghasilkan skor yang mampu menentukan tingkat kesiapan e-learning di sekolah. Demikian bahwa tujuan ini adalah mengetahui sejauh mana tingkat kesiapan pelaksanaan e-learning di smk negeri 1 japara yang sudah diterapkan dan mengetahui faktor apa saja yang masih lemah dalam penerapan e-learning di smk negeri 1 japara dengan memakai metode chapnick. metode chapnick merupakan salah satu metode yang dapat mengetahui tingkat kesiapan sekolah tiap faktor, metode chapnick memiliki 8 variabel untuk mendapatkan hasil tingkat yaitu psychological, sociological, environmental, human resources, financial, technological skill aptitude, equipment, content. Dan setelah hasil skor dari model chapnick keluar lalu diukur menggunakan skala Aydin & Tasci sebagai hasil penelitian ini. Dan hasil setelah menguji tingkat kesiapan di smk negeri 1 japara mendapatkan kesimpulan bahwa guru mampu menerapkan metode pembelajaran e-learning akan tetapi memerlukan perbaikan dan perkembangan, sedangkan murid sangat membutuhkan arahan atau pelatihan untuk penerapan e-learning.Kata kunci-e-learning, e-learning readiness, elr model, chapnick, aydin & tasci
Information Security Audit Analysis on Cloud Providers Using ISO/IEC 27017:2015 at PT.XYZ Nafisa, Falea Amira; Yasirandi, Rahmat; Utomo, Rio Guntur
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 3 (2023): Juni 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak-Meningkatnya penggunaan cloud menyebabkan cloud service provider (CPS) untuk memiliki keamanan informasi yang tinggi. Karena kemudahan akses yang diberikan pada penyimpanan cloud sangatlah rentan karena semua data berada di internet. Saat ini pada studi kasus yaitu perusahaan swasta yang bergerak dibidang cloud service provider (CPS) tentulah memerlukan standar khusus untuk sistem keamanan cloud juga dalam mengambil keputusan baik data ataupun informasi yang ada, karena akan berdampak fatal bagi instansi/perusahaan. Saat ini studi kasus sudah memiliki standar keamanan, akan tetapi diperlukannya keamanan informasi dan regulasi baik pada pihak penyedia dan pengguna layanan cloud dengan dilakukannya analisis dan audit keamanan informasi pada cloud di PT.XYZ. Serta membuat hasil rekomendasi dari hasil evaluasi audit.Kata Kunci-ISO 27017, Cloud Service Provider, Cloud Computing, CPS 
PERANCANGAN ALAT PREDIKSI CUACA UNTUK KENDALI SUMBER DAYA AKUARIUM TENAGA SURYA MENGGUNAKAN METODE FUZZY LOGIC Maisyadiva, Rafli; Nuha, Hilal Hudan; Utomo, Rio Guntur
eProceedings of Engineering Vol. 10 No. 5 (2023): Oktober 2023
Publisher : eProceedings of Engineering

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Di dalam zaman yang semakin maraknya inovasi ini, perkembangan teknologi sangat pesat. Teknologi merupakan suatu hal yang diimplementasikan menjadi alat untuk menunjang berbagai kegiatan manusia. Dalam kegiatan pembudidayaan sumber daya air, banyak teknologi yang dimanfaatkan untuk memudahkan aktivitas pembudidayaan. Sebagai contoh dalam hal kendali sumber daya surya dan listrik pada akuarium berdasarkan kondisi perkiraan cuaca. Dengan kemajuan teknologi di bidang IoT (Internet of Things) yang cukup pesat, dapat diciptakan suatu alat untuk mengendalikan sumber daya akuarium dengan cara dan kalkulasi yang efektif dan presisi. Agar pergantian sumber daya berdasarkan cuaca yang digunakan akuarium lebih akurat diperlukan metode Fuzzy Logic. Digunakan tiga parameter untuk dapat menentukan kondisi cuaca yaitu suhu, kelembaban, dan intensitas cahaya yang ketiganya dapat dijadikan sebagai masukan dari proses Fuzzy Logic. Sehingga dari proses dan aturan pada fuzzy diperoleh hasil yang dapat menentukan perkiraan cuaca. Dari perkiraan cuaca, alat menentukan sumber daya surya atau listrik yang sebaiknya digunakan pada akuarium. Tingkat akurasi alat ini dalam mendeteksi cuaca memiliki minimal nilai akurasi 60%.Kata kunci : Fuzzy Logic, Akuarium, Perkiraan Cuaca
Testing Tools Data Wiping dalam Kegiatan Anti Forensik Andika, Ryan Austin; Cahyani, Niken Dwi Wahyu; Utomo, Rio Guntur
LOGIC: Jurnal Penelitian Informatika Vol. 1 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/logic.v1i1.6442

Abstract

Salah satu kegiatan anti forensik untuk mengamankan data adalah dengan melakukan penghapusan data dari media penyimpanan, yang dapat membuat para penegak hukum kesulitan untuk mengumpulkan bukti-bukti digital. Pada praktik nya ada banyak metode yang dapat membuat penghapusan data tersebut benar-benar aman dan tidak mudah untuk dipulihkan dengan berbagai tools recovery, salah satunya adalah dengan wiping data. Metode penghapusan dengan teknik wiping data, dalam kegiatan anti forensik biasanya digunakan pada media penyimpanan yang menyimpan data ilegal yang berkaitan dengan bukti tindak kejahatan. Jika pada media penyimpanan ini berisi data tindak kejahatan maka pemilik data tersebut akan berusaha untuk melakukan menyembunyikan atau menghapus data tersebut, salah satunya dengan metode wiping data, selain data utama ada juga data lain yang akan terhapus dalam perangkat penyimpanan jika menggunakan metode wiping data, yang mencakup metadata dan tracedata. Dalam upaya membantu kegiatan forensic memahami tools wiping data, pada pengujian tugas akhir ini akan diambil enam tools atau aplikasi sampel yang telah dipilih sebelumnya yang dapat melakukan data wiping pada media penyimpanan, dengan tujuan untuk membandingkan hasil data wiping antara tools atau aplikasi tersebut lalu dianalisa kelebihan dan kekurangannya untuk keperluan sebagai data untuk kegiatan forensic. Metode yang diambil pada sampel tools atau aplikasi adalah metode-metode Zero Overwrite, Random Data Overwrite, U.S. DoD 5220.22-M (E), U.S. DoD 5220.22-M (ECE), dan Bruce Schneier's Algorithm. Metode-metode ini dapat menghapus dan menimpa data sehingga data tidak dapat dibaca oleh orang yang tidak berwenang, sehingga dapat dipakai untuk mencegah pengungkapan kejahatan
Analisis Manajemen Keamanan Informasi dengan Menggunakan Kontrol ISO 27002:2013 pada Pemerintah Kota Ambon: Studi Kasus pada Bagian Dinas Komunikasi Pattiradjawane, Antonio Bennarivo; Setiadi, Farisya; Utomo, Rio Guntur
LOGIC: Jurnal Penelitian Informatika Vol. 1 No. 1 (2023): September 2023
Publisher : Universitas Telkom

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25124/logic.v1i1.6463

Abstract

Informasi merupakan suatu aset berharga yang harus dilindungi baik secara individu atau organisasi. oleh sebab itu dibutuhkan suatu perlindungan atau keamanan informasi yang bisa meminimalisir terhadap ketidakbenaran atau keancaman informasi itu sendiri. Berdasarkan regulasi atau aturan yang telah dikeluarkan oleh pihak yang berwenang, salah satunya Peraturan Menteri Kominfo No 4 Tahun 2016 Pasal 7, yang mewajibkan setiap penyelenggaraan sistem elektronik harus bisa menerapkan keamanan informasi sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, berdasarkan regulasi di atas, maka peneliti melakukan penelitian terhadap objek penelitian yakni Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah kota Ambon yang mana penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan dan validasi data secara wawancara, observasi serta kuesioner, analisis data menggunakan gap analysis dan mengukur tingkat kematangan dengan indeks CMMI serta penambahan kriteria dengan meninjau Permenpan 59 Tahun 2020.hasil penelitian menunjukan bahwa tingkat kematangan dari objek penelitian berada pada nilai 1,84 dan berada pada posisi (Repeteable) itu berarti Dinas Komunikasi dan Informatika Pemerintah Kota Ambon masih melakukan prosedur atau kebijakan secara sebagian atau belum menyeluruh atau dengan kata lain Terdapat proses yang telah dilakukan tetapi belum didokumentasikan atau belum sesuai dengan prosedur yang berlaku.
Customer satisfaction of urban farming application services: e-Buruan Sae Parman Sukarno; Rio Guntur Utomo; Rahmat Yasirandi; Novian Anggis Suwastika
JURNAL INFOTEL Vol 14 No 4 (2022): November 2022
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v14i4.846

Abstract

This study evaluates the customer satisfaction model in adopting the Web 2.0-based e-Buruan Sae application. The e-Buruan Sae application is an interactive Web 2.0-based application used by the government and the people of Bandung City to manage urban farming activities. This research is quantitative correlational research and applies a research method based on Design Research Methodology (DRM). The stages of this research are the literature review stage with the output of research objectives, the initial empirical analysis stage with the outputs of the hypothesis and research model, the experimental stage for data collection, and the final empirical analysis stage with the output of the data analysis results. This study uses six variables to measure customer satisfaction: ease of use, service quality, interactivity, trust, customer satisfaction, and IT development. The results of empirical testing show that the ease of use and IT development variables do not affect the customer satisfaction variable. In contrast, the remaining variables have a positive effect on customer satisfaction. This research produces measurements to evaluate customer satisfaction on the Web 2.0-based urban farming application.
Dinamika Adopsi Pembayaran Digital: Studi Kasus Perkotaan tentang E-Money Menggunakan Model Penerimaan Teknologi Rio Guntur Utomo; Rahmat Yasirandi; Novian Anggis Suwastika
JURNAL INFOTEL Vol 16 No 3 (2024): August 2024
Publisher : LPPM INSTITUT TEKNOLOGI TELKOM PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20895/infotel.v16i3.1174

Abstract

The utilization of e-money in Indonesia has surged, propelled by the expansion of digital payment platforms. Despite their growing prevalence, the dynamics of e-money acceptance within urban environments remain underexplored. This study innovatively extends the Technology Acceptance Model (TAM) by incorporating Perceived Security as a new variable, alongside traditional factors such as Perceived Usefulness, Perceived Ease of Use, Attitude Toward Using, Behavioral Intention to Use, and Facilitating Condition. The research focuses on Padang City, a representative urban landscape, where data was collected from 201 valid respondents through online platforms. Data analysis was conducted using Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM). The integration of Perceived Security is a novel aspect of this study, reflecting its crucial role in the contemporary urban context of e-money utilization. Results reveal significant relationships among the studied variables, although the impacts of Facilitating Condition on Perceived Ease of Use and Perceived Usefulness on Behavioral Intention to Use were not supported. The findings underscore that positive attitude toward e-money significantly boost behavioral intentions to use it, primarily influenced by security perceptions and ease of use. These insights have substantial implications for policymakers and businesses focused on enhancing e-money adoption in urban settings. The study highlights the necessity of addressing user perceptions, particularly security, to foster broader acceptance. The limited influence of Facilitating Conditions suggests that improvements in infrastructure must be coupled with efforts to enhance user trust and ease of interaction with e-money platforms. This research contributes to the field by providing a deeper understanding of the factors driving e-money acceptance in urban areas, guiding targeted strategies for digital financial inclusion.
Developing A Web-Based Point-of-Sale Application using RAD: A Cafe Sonia Case Study Jonathan Arya Wibowo; Muharman Lubis; Rio Guntur Utomo; Kobthong Ladkoom; Rahmat Yasirandi
Jurnal Nasional Teknologi Informasi dan Aplikasinya Vol. 4 No. 2 (2026): JNATIA Vol. 4, No. 2, Februari 2026
Publisher : Informatics Department, Faculty of Mathematics and Natural Sciences, Udayana University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24843/JNATIA.2026.v04.i02.p01

Abstract

This study reports the development of a web-based Point of Sale (POS) system for Café Sonia, an MSME café setting where day-to-day transaction handling and reporting benefit from a workflow-aligned digital solution. The system was produced using Rapid Application Development (RAD) through short, stakeholder-driven iteration cycles with explicitly bounded scope and systematic feedback incorporation, resulting in an end-to-end POS flow from ordering to receipt and transaction history. Performance metrics reported in this paper are derived from a small-scale JMeter run and should be interpreted as an indicative baseline rather than evidence of peak-hour robustness. No dedicated usability evaluation was conducted; therefore, user-facing quality remains a pending empirical question that warrants task-based usability testing and standardized instruments such as the System Usability Scale (SUS) in subsequent iterations. Debates around RAD often hinge on a perceived tension between development speed and methodological accountability, particularly when systems must remain maintainable beyond the prototype stage. The Café Sonia case suggests that RAD can still yield a coherent, maintainable, and context-fit POS when iteration cycles are guided by stakeholders and the scope is clearly controlled. The novelty lies in providing case-based evidence of RAD’s practical effectiveness for delivering a customized MSME café POS, while the contribution is a traceable development pathway linking requirements capture, iterative prototyping artefacts, and scenario-based functional verification for reuse in comparable small-retail environments.