Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Illea

PERBEDAAN IDENTIFIKASI TELUR SOIL TRANSMITTED HELMINTH (STH) PADA SAMPEL FESES ANTARA METODE SEDIMENTASI DENGAN SENTRIFUGASI DAN SEDIMENTASI TANPA SENTRIFUGASI Wahyuni, Sri; Kaswi, Nurwilda; Al Adawiyah, Putri Rabiah; Indra Permata AS
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol.1, No.2 (2025): Juni 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi cacing adalah infeksi yang dapat ditularkan melalui berbagai cara, tergantung pada jenis cacingnya. Jenis cacing ini tersebar luar di seluruh dunia terutama pada daerah iklim tropis dan sub tropis. Penggunaan metode pemeriksaan tinja yang memiliki sensitivitas dan spesifitas tinggi terhadap Soil Transmitted-Helminth sangat penting untuk deteksi dini infeksi tersebut. Metode sedimentasi yang menggunakan prinsip perbedaan berat jenis merupakan alternatif bagi metode natif. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan signifikan pemeriksaan feses antara metode sedimentasi dengan menggunakan sentrifugasi dan metode sedimentasi tanpa sentrifugasi. Sampel penelitian ini adalah masyarakat di wilayah Dr. Ratulangi, Desa Mario, Kec. Mariso, Kota Makassar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode sedimentasi dengan menggunakan sentrifugasi tidak lebih besar memprediksi nilai positif daripada metode sedimentasi tanpa menggunakan sentrifugasi (p>0,05). Metode sedimentasi dengan sentrifugasi adalah metode yang paling baik digunakan sebagai alternatif metode natif dalam hal mendeteksi penyakit Soil-Transmitted Helminth.
Eksplorasi Senyawa Kompleks Vanadium Sebagai Agen Terapi: A Mini Review Indra Permata
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Vol. 1 No. 1 (2025): Februari 2025
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kompleks vanadium telah menarik perhatian luas dalam penelitian medis karena sifat biologisnya yang menjanjikan sebagai agen terapeutik. Kompleks ini menunjukkan aktivitas farmakologis yang beragam, termasuk antidiabetik, antikanker, antivirus, antiinflamasi, antibakteri, dan neuroprotektif. Mekanisme kerja terapeutiknya melibatkan modulasi jalur sinyal seluler, penghambatan enzim spesifik, induksi apoptosis, serta pengurangan spesies oksigen reaktif (ROS). Sebagai agen antidiabetik, vanadium meningkatkan sensitivitas insulin dan menghambat enzim glukosa-6-fosfatase. Dalam terapi kanker, kompleks vanadium menginduksi apoptosis dan menghambat proliferasi sel tumor melalui jalur MAPK dan NF-κB. Kemampuannya untuk menghambat replikasi virus dan merusak struktur bakteri menunjukkan potensinya sebagai agen antivirus dan antibakteri. Selain itu, kompleks vanadium menekan peradangan dengan memodulasi sitokin proinflamasi serta memberikan perlindungan neuroprotektif terhadap stres oksidatif. Dengan toksisitas yang dapat dikelola melalui modifikasi kimia, kompleks vanadium menawarkan peluang besar dalam terapi multidimensi, meskipun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk aplikasi klinis yang aman dan efektif.