Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

Pendampingan Penyusunan Profil Kampung Ifar Besar Tahun 2024: Assistance in the Preparation of the Ifar Besar Village Profile in 2024 Iriyanto, Santje Magdalena; Zulfiana T, Indah Sari; Musfira, Musfira; Salipu, M. Amir; Usman, Syamsudin
PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 9 No. 9 (2024): PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33084/pengabdianmu.v9i9.7429

Abstract

A village profile is a comprehensive description of the village's character, in the form of basic data: natural resources, human resources, institutions, facilities, and infrastructure as well as village developments and problems. Until early 2024, this Community Service (PKM) is aimed at assisting in preparing village profiles by updating data and information on the character of Ifar Besar village. The method chosen is assistance in updating data based on basic data about natural resources, human resources, institutions, facilities, and infrastructure as well as institutions. PKM assistance in preparing the profile of Ifar Besar village is; first, compiling data on village potential and problems; second, updating data on village potential and problems to determine village development policies according to future needs. The results of assistance with the profile of the Ifar Besar village, in the form of a village profile compilation completed with thematic maps, tables, and diagrams, has been a success as indicated by an increase in the knowledge of village officials in updating data assisted by students who are doing Community Service Program. Based on the results of interviews with 20 participants, 17 participants (85%) stated that their understanding and skills had increased regarding collecting and processing village data. Furthermore, 18 participants (90%) considered that the resulting village profile was very useful for planning sustainable development in the future. Indirectly, this success also shows that the obstacles faced by Ifar Besar Village are not only human resources but also financial support as well as facilities and infrastructure.
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN PEMBUATAN KOMPOR BRIKET DARI TANAH LIAT (CLAY)DI KAMPUNG ABAR DISTRIK EBUNGFAUW KAB. JAYAPURA Sialana, Jufri; Haurissa, Jusuf; Usman, Syamsudin; Iriyanto, Santje
JURNAL ABDIMAS DINAMIS : JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT Vol 7 No 1 (2026): Abdimas Dinamis
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat USTJ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58839/jad.v7i1.1565

Abstract

Tujuan utama dari kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan di Kampung Abar, Distrik Ebungfauw, Kabupaten Jayapura, adalah memberikan pelatihan kepada masyarakat—khususnya kelompok pengrajin gerabah—dalam pembuatan kompor briket berbahan dasar tanah liat (tanah lempung). Kampung Abar dikenal sebagai sentra kerajinan gerabah yang telah diwariskan secara turun-temurun. Para pengrajin lokal mampu menghasilkan berbagai bentuk gerabah sesuai kebutuhan dan pesanan konsumen. Pengabdian ini dilatarbelakangi oleh permasalahan yang dihadapi oleh kelompok usaha briket “Yabahey” di Kampung Nolokla, yang mengalami keterbatasan dalam penyediaan kompor briket sebagai sarana pendukung produksi briket. Untuk menjawab tantangan tersebut, tim PKM dari USTJ hadir di Kampung Abar untuk menawarkan solusi melalui pelatihan pembuatan kompor briket dari tanah liat. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pengambilan dan pengolahan tanah liat, penyaringan, pembentukan kompor, hingga proses pembakaran untuk menghasilkan produk yang kuat dan tahan lama. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan dengan dukungan penuh dari aparat kampung, gereja, dan masyarakat. Lima kelompok pengrajin—Roliyauw, Hunuyo, Yauw Enggo, Titian Hidup, dan Holinarei—berhasil membuat dua jenis kompor: model sarang lebah dan kotak. Hasil dari kegiatan ini tidak hanya meningkatkan keterampilan teknis masyarakat, tetapi juga mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya lokal, mendorong kemandirian teknologi, serta membuka peluang peningkatan ekonomi melalui penerapan teknologi tepat guna yang berpijak pada kearifan lokal.