Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal KACA

Peran Ajaran Agama di Kalangan Komunitas Laskar Hijau dalam Melaksanakan Konservasi Hutan Gunung Lemongan Lumajang: Kajian Living Qur’an Thobroni, Ahmad Yusam; Syamsudin, Syamsudin; Rizqiyah, Afi
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 2 (2024): Agustus
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i2.721

Abstract

Penelitian ini melacak peran ajaran agama di kalangan Komunitas Laskar Hijau dalam konservasi hutan Gunung Lemongan, Lumajang. Penelitian ini dilatarbelakangi tindakan buruk manusia terhadap alam yang masih berlangsng meskipun ada aturan, sehingga dibutuhkan peran agama di dalamnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Melalui teknik purposive sampling, informan yang ditetapkan terdiri dari aktifis lingkungan Laskar Hijau dan warga sekitar Gunung Lemongan yang terlibat aktif dalam gerakan konservasi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, lalu dianalisis model analisis interaktif. Temuan lapangan dianalisis melalui perspektif al-Qur'an untuk menemukan relevansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Ajaran-ajaran agama yang mendorong komunitas Laskar Hijau dalam melaksanakan gerakan konservasi lingkungan hutan Gunung Lemongan berasal dari ayat-ayat al-Qur’an dan Hadis Nabi Muhammad saw. meliputi; HR. al-Bukharī:494; QS. Al-Rūm:41; QS. Al-A’raf:56; QS. Al-Ra’d:3; QS. Al-Nahl:15; HR. al-Bukharī:2152; HR. Abū Dawūd:870; QS. Al-Taghabun:11. Ajaran-ajaran yang terkandung di dalamnya berperan memotivasi dan menguatkan kinerja komunitas Laskar Hijau dalam konservasi, serta menjadi pengingat untuk waspada terhadap segala perubahan gejala alam. Problem yang timbul seperti perusakan hutan dan minimnya kesadaran untuk menjaga hutan diatasi dengan strategi berupa sosialisasi penghijauan kepada masyarakat serta kerjasama dengan instansi Perhutani dan BPBD. Konservasi yang dilakukan berdampak positif seperti terjaganya stabilitas debit air di ranu-ranu sekitar Gunung Lemongan, pemulihan hutan, dan ekonomi masyarakat tertanggulangi.
Etos Kerja Islami sebagai Karakter Muslim Perspektif Hadis Riwayat Ibnu Majah Nomor 4168 Rizqiyah, Afi; Nur, Zia Choirul Labib; A’rifah, Alda Nihayatul; Zuhri, Achmad Muhibin
KACA (Karunia Cahaya Allah): Jurnal Dialogis Ilmu Ushuluddin Vol. 14 No. 1 (2024): Februari
Publisher : Fakultas Ushuluddin dan Dakwah Institut Al Fithrah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36781/kaca.v14i1.624

Abstract

Etos kerja berperan penting sebagai pendorong produksivitas dalam bekerja dan kualitas kinerja seseorang. Rendahnya etos kerja berdampak pada rendahnya kualitas kinerja. Terjadinya penyelewengan dalam pekerjaan merupakan dampak rendahnya etos kerja. Misalnya kasus korupsi yang hingga kini memiliki angka pelaporan yang cukup tinggi. Etos kerja rendah juga berdampak pada pola hidup. Misalnya masih maraknya pengemis dengan kondisi fisik layak bekerja. Problem ini mendorong dilakukannya penelitian yang bertujuan untuk menganalisis etos kerja Muslim perspektif HR. Ibnu Majah No. 4168. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan. Sehingga sumber utama maupun sekunder penelitian berupa karya tulis yang berhubungan dengan topik penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan prosedur analisis Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, display data, dan pengambilan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa etos kerja yang termuat dalam kandungan HR. Ibnu Majah No. 4168 terdiri dari tekad kuat atau tekun dalam bekerja, menghadapi musibah dengan penuh kesabaran, berpikir kritis terhadap segala hal yang terjadi dalam kehidupan, bekerja secara mandiri (tidak meminta-minta), bersungguh-sungguh dalam bekerja, dan mempercayai takdir Allah Swt dalam setiap langkah. Secara garis besar, prinsip utama yang menjadi bingkai etos kerja dalam perspektif hadith ini adalah iman dan takwa.