Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Membangun Kesadaran Siswa tentang Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital Saqinah Aifi Kirmala; Angela Eva Nia; Arini Rehulina Surbakti; Solavide Ginting; Sri Yunita
Public Service and Governance Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Juli: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v5i2.1508

Abstract

Citizenship education is important to teach students and young people the values ​​and skills of being active citizens. The aim of this research is to build student character who is developing in the current digital era. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The data collection technique used is through literature analysis, such as books, scientific articles, and various sources relevant to this research, namely building student awareness about the importance of citizenship education in the digital era. In the current digital era, citizenship education is very important as a control tool in accepting change so that students do not lose their identity in realizing the golden generation of the Indonesian nation. The role of technology as a means to make it easier to teach civics education to students. With the help of various supports such as parents, teachers, government and society. Apart from being students, students must also become citizens who have a sense of nationalism and defend the country, by applying Pancasila values, be active in the democratic political process, and be able to encourage the surrounding community as agents of change. The challenge of using technology as an educational tool is that students are easily influenced by fake news, not all students have devices and internet connections, students and teaching staff still lack skills in implementing IT (Information Technology). By linking citizenship education to digitalization, it will be easier to provide teaching because students can explore diversity which is quite minimal if we get information directly, then students can find out about the diversity that exists in Indonesia and the world.
Membangun Kesadaran Siswa tentang Pentingnya Pendidikan Kewarganegaraan di Era Digital Saqinah Aifi Kirmala; Angela Eva Nia; Arini Rehulina Surbakti; Solavide Ginting; Sri Yunita
Public Service and Governance Journal Vol. 5 No. 2 (2024): Juli: Public Service and Governance Journal
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56444/psgj.v5i2.1508

Abstract

Citizenship education is important to teach students and young people the values ​​and skills of being active citizens. The aim of this research is to build student character who is developing in the current digital era. This research uses a qualitative method with a literature study approach. The data collection technique used is through literature analysis, such as books, scientific articles, and various sources relevant to this research, namely building student awareness about the importance of citizenship education in the digital era. In the current digital era, citizenship education is very important as a control tool in accepting change so that students do not lose their identity in realizing the golden generation of the Indonesian nation. The role of technology as a means to make it easier to teach civics education to students. With the help of various supports such as parents, teachers, government and society. Apart from being students, students must also become citizens who have a sense of nationalism and defend the country, by applying Pancasila values, be active in the democratic political process, and be able to encourage the surrounding community as agents of change. The challenge of using technology as an educational tool is that students are easily influenced by fake news, not all students have devices and internet connections, students and teaching staff still lack skills in implementing IT (Information Technology). By linking citizenship education to digitalization, it will be easier to provide teaching because students can explore diversity which is quite minimal if we get information directly, then students can find out about the diversity that exists in Indonesia and the world.
Peran Organisasi Mahasiswa Kesukuan Dalam Memperkuat Identitas Budaya Mahasiswa: (Studi Pada Organisasi Ikatan Mahasiswa Karo RM FIS Unimed) Hummaira, Nabila Devia; M. Iqbal; Angela Eva Nia; Agnes Elizabeth Manalu; Anisa Amelia Purba; Ayu Tri Chahyani; Hanaya Manuela Ambarita; Mikha Valdo T. Tambunan; Nur Cahyu Azizah; Putriana Sinaga; Rima Volyna Munthe; Silvia Mahrani
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5357

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran organisasi mahasiswa kesukuan dalam memperkuat identitas budaya mahasiswa, dengan studi pada Ikatan Mahasiswa Karo (IMKA) di Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Medan. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada tantangan globalisasi yang berpotensi menggerus identitas budaya lokal, khususnya di kalangan generasi muda. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini adalah mahasiswa Karo yang tergabung dalam organisasi IMKA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa IMKA memiliki peran strategis sebagai wadah pelestarian dan penguatan identitas budaya Karo. Organisasi ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat berkumpul, tetapi juga sebagai media edukasi budaya melalui berbagai kegiatan seperti diskusi budaya, pelatihan seni tradisional, dan perayaan adat. Keikutsertaan aktif mahasiswa dalam organisasi terbukti meningkatkan pemahaman dan internalisasi nilai-nilai budaya seperti gotong royong, kekeluargaan, dan penghormatan terhadap adat. Proses internalisasi ini terjadi secara efektif melalui pengalaman langsung dalam kegiatan organisasi. Selain itu, terdapat faktor pendukung seperti solidaritas anggota, dukungan senior dan kampus, serta rasa bangga terhadap budaya sendiri. Namun, terdapat pula hambatan seperti pengaruh budaya global, menurunnya minat mahasiswa, dan keterbatasan waktu akibat aktivitas akademik. Penelitian ini menyimpulkan bahwa organisasi mahasiswa kesukuan berperan penting dalam mentransmisikan dan mempertahankan identitas budaya di lingkungan kampus multikultural. Oleh karena itu, diperlukan strategi yang inovatif dan adaptif untuk meningkatkan efektivitas organisasi dalam menghadapi tantangan zaman.
Implementasi Kebijakan Tata Tertib Kampus Dalam Meningkatkan Kedisiplinan Mahasiswa Di Universitas Negeri Medan Angela Eva Nia; Tebi Tefianta Banjarnahor; Arini Rehulina Surbakti; Alfonsius Ligoorikeer; Julia Ivanna
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.5392

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kebijakan tata tertib kampus dalam meningkatkan kedisiplinan mahasiswa di Universitas Negeri Medan. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya kesenjangan antara aturan yang telah ditetapkan dengan tingkat kepatuhan mahasiswa di lapangan, yang menunjukkan bahwa kedisiplinan belum sepenuhnya terbentuk secara optimal. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap mahasiswa sebagai informan penelitian. Analisis data dilakukan menggunakan model interaktif yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, serta dianalisis berdasarkan teori implementasi kebijakan Edward III yang mencakup aspek komunikasi, sumber daya, disposisi, dan struktur birokrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi kebijakan tata tertib kampus telah memberikan kontribusi dalam membentuk kedisiplinan mahasiswa, khususnya dalam aspek kehadiran, kepatuhan terhadap aturan, dan tanggung jawab akademik. Namun demikian, efektivitas kebijakan masih belum optimal karena kedisiplinan mahasiswa cenderung dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti sanksi dan ketegasan dosen, serta belum sepenuhnya didasarkan pada kesadaran internal. Hambatan utama dalam implementasi kebijakan meliputi kurangnya sosialisasi yang berkelanjutan, lemahnya pengawasan, serta ketidakkonsistenan dalam penerapan aturan dan sanksi. Oleh karena itu, penelitian ini merekomendasikan peningkatan sosialisasi, penguatan pengawasan, konsistensi penegakan aturan, serta pendekatan pembinaan yang lebih edukatif guna menciptakan kedisiplinan mahasiswa.