Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search
Journal : Flourishing Journal

Motivasi Hidup Lansia Yang Kehilangan Pasangan Di Kabupaten Malang Shita Resti Maheswari; Zahwa Maghfirotul Wahyudi; Chariesma Amelia Putri; Riyan Rahmat Aminullah Basith; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 3 No. 5 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i52023p175-187

Abstract

Elderly is a final human development process that is vulnerable to physical, cognitive, and emotional changes so it is necessary to increase motivation in life. Life motivation can be developed through oneself and family social support, especially partners. If there is no partner as social support, then the elderly can experience a decrease in motivation to live which has an impact on mental health and well-being. This study aims to determine the level of motivation of the elderly who have lost their spouse because their partner has passed away. This study uses Goal Setting Motivation. This research method uses qualitative methods with a phenomenological approach. Methods of data collection using the approach of observation and semi-structured interviews. The number of participants in this study were four people in the category of two elderly widows and two elderly widowers who live in Kabupaten Malang. The results obtained are that motivation in the elderly is based on the existence of children and grandchildren and optimism to live longer.
Self-Adjustment Mahasiswa Baru Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Aisyah Stri Nariswari; Farahdilla Damayanti; Muhammad Farid Fadjadil Ikhsan; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 3 No. 8 (2023)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v3i82023p321-329

Abstract

New students are in the early adulthood stage, namely the transition period from high school to university. The transition period has various challenges, especially with the status of new students who are transitioning from school to university level. Some new students have difficulty adjusting to the new environment. This research aims to determine various forms of self-adjustment and find insight into factors that might influence self-adjustment in new students at the Faculty of Psychology, State University of Malang. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. Data was collected through semi-structured interview techniques and observation. Then analyze the data using thematic analysis. The research results found that each participant found it difficult to adapt to the current new environment. However, each participant has their own way of adapting to the current lecture environment. This allows for a good depiction of the individual participants' adaptation to survive in the new environment. AbstrakMahasiswa baru berada pada tahapan dewasa awal yaitu masa transisi dari SMA menuju ke universitas. Periode peralihan yang memiliki berbagai tantangan, terkhusus dengan status mahasiswa baru yang beralih dari jenjang Pendidikan sekolah menuju jenjang perguruan tinggi. Terdapat sebagian mahasiswa baru yang mengalami kesulitan dalam penyesuaian diri dengan lingkungan yang baru. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui beragam bentuk self-adjusment dan menemukan insight mengenai faktor yang mungkin dapat mempengaruhi self-adjustment pada mahasiswa baru Fakultas Psikologi, Universitas Negeri Malang. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Pengumpulan data melalui teknik wawancara semi terstruktur dan observasi. Kemudian analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil penelitian yang ditemukan yaitu setiap partisipan merasa sulit dalam menyesuaikan diri dengan lingkungan baru saat ini. Namun, setiap partisipan memiliki cara masing-masing agar dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan perkuliahan yang sedang dijalani. Hal ini memungkinkan penggambaran penyesuaian diri yang baik dengan cara partisipan masing-masing untuk bertahan dalam lingkungan yang baru.
Gambaran Kesehatan Mental pada Remaja Korban Toxic Parenting di Sidoarjo Sanjaya, Frisca Aulia Permata; Wanesti, Nabilah Silvania; Lestari, Orchida Adi; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i22024p71-83

Abstract

Parents become the main foundation for children in the formation and development of children's character. Still, sometimes, there are children who grow up in conditions of parents who treat children harshly and arbitrarily to "poison" their mental and psychological conditions of children. This study aims to examine more deeply the picture of mental health in adolescents who are victims of toxic parenting. Qualitative research method with a case study approach. Determination of informant criteria using purposive sampling, such as adolescents with toxic parents in Sidoarjo. Data analysis used Miles and Huberman's interactive analysis. The results of the study can describe how mental health in adolescents who have toxic parents can vary depending on how adolescents perceive and deal with problems with their parents. The difference in adolescent mental health lies in the experiences and environmental conditions that can influence it. Toxic parenting impacts adolescents such as feelings of fear, shutting down, and difficulty in expressing emotions. The impact faced by adolescents is overcome by listening to music and going out for fresh air. AbstrakOrang tua menjadi landasan utama anak dalam pembentukan dan pengembangan karakter anak, namun terkadang terdapat anak yang tumbuh di dalam kondisi orang tua yang memperlakukan anak secara kasar, semena-mena hingga “meracuni” kondisi mental dan psikis anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji lebih dalam mengenai gambaran kesehatan mental pada remaja yang menjadi korban dari toxic parenting. Metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan kriteria informan menggunakan purposive sampling seperti remaja dengan orang tua toxic di Sidoarjo. Analisis data menggunakan analisis interaktif milik Miles dan Huberman. Hasil penelitian dapat menggambarkan kesehatan mental pada remaja yang memiliki orang tua yang toxic dapat berbeda-beda tergantung pada cara remaja memandang dan menghadapi permasalahan dengan orang tuanya. Perbedaan kesehatan mental remaja terletak pada pengalaman dan kondisi lingkungan sekitar dapat mempengaruhi. Toxic parenting memberikan dampak kepada remaja seperti perasaan takut, menutup diri, dan kesulitan dalam mengekspresikan emosi. Dampak yang dihadapi oleh remaja diatasi dengan mendengarkan musik dan keluar mencari udara segar.
Gambaran Coping Stress pada Mahasiswa Semester Akhir di Universitas Negeri Malang Galuh Octa Rastika; Sabrina Qaanitah Putri; Dedi Setiawan; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i42024p153-162

Abstract

Stress is a reaction of the body to respond to a situation considered a threat. A person who experiences stress often faces burdens that are too heavy or beyond individual capacity, such as physical demands, the environment, and social situations beyond one's control. The aim of this research is to determine the description of stress coping applied by final-year students at the State University of Malang in dealing with pressure or other problems they are facing during the final semester. This research is in the form of descriptive qualitative research with a case study research model related to stress-coping mechanisms applied by final-year students at the State University of Malang. In collecting data, researchers conducted in-depth informant interviews with students in semester 7 and above studying at the State University of Malang. Next, the interview results will be stated verbatim, analyzed thematically, and interpreted descriptively. The participants used in this research were four final year students at the State University of Malang from various faculties. After conducting an analysis based on participants' answers, the results showed that there were several ways for participants to deal with stress, including decision-making, courage to take risks, responsibility, coping, and survival. AbstrakStres merupakan suatu reaksi tubuh untuk merespon keadaan yang dianggap ancaman. Seseorang yang mengalami stres seringkali menghadapi beban yang terlalu berat atau yang diluar kapasitas individu, seperti tuntutan fisik, lingkungan, dan situasi sosial yang diluar kendali seseorang. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang dalam menghadapi tekanan atau problematika lain yang tengah dihadapi selama semester akhir. Penelitian ini berbentuk kualitatif deskriptif dengan model penelitian studi kasus berkaitan dengan mekanisme coping stress yang diterapkan oleh mahasiswa tingkat akhir di Universitas Negeri Malang. Dalam mengumpulkan data, peneliti melakukan in-depth interview informan kepada mahasiswa semester 7 keatas yang berkuliah di Universitas Negeri Malang. Selanjutnya, hasil dari wawancara tersebut akan dituang dalam verbatim dan dianalisis dengan cara tematik serta diinterpretasikan secara deskriptif. Partisipan yang digunakan dalam penelitian ini adalah empat mahasiswa tingkat akhir Universitas Negeri Malang dengan berbagai fakultas. Setelah dilakukan analisis berdasarkan jawaban pasrtisipan, didapatkan hasil bahwa terdapat beberapa cara dari partisipan dalam menghadapi stres, diantaranya yakni: pengambilan keputusan, berani mengambil resiko, bertanggung jawab, coping, dan usaha bertahan.
Penyesuaian Diri Mahasiswa Batak yang Merantau di Malang Septiawan, Doni; Meddina, Naura; Amanda, Ashifa; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p210-224

Abstract

Adjustment is essential when transitioning to a new place. This research aims to investigate the experience of adjustment and ways to overcome problems in the adjustment of Batak students who have migrated to Malang. This study utilized qualitative methods, employing a phenomenological approach. Data was obtained through semi-structured interviews conducted with three participants. The participants are students from the Batak tribe, North Sumatra and currently studying in Malang. The data results were analyzed using thematic analysis techniques with data validity testing carried out through credibility and transferability techniques. The research results show that Batak students face challenges in terms of language difficulties, food problems, and social culture. Batak students overcome this problem by mingling, learning Javanese, asking their friends to use standard language or Indonesian, adapting to the style of local people, and controlling their emotional level with the surrounding environment. Past experience is a supporting factor that is very influential in terms of adjustment for Batak students who migrate to Malang. AbstrakPenyesuaian diri merupakan hal penting ketika merantau. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengalaman penyesuaian diri dan cara untuk melalui permasalahan dalam penyesuaian diri mahasiswa Batak yang merantau di Malang. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Data diperoleh melalui wawancara semi-terstruktur yang dilakukan kepada tiga partisipan. Ketiga partisipan penelitian ini merupakan mahasiswa yang berasal dari suku Batak, Sumatera Utara dan sedang berkuliah di Malang. Hasil data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik dengan uji keabsahan data dilakukan melalui teknik kredibilitas dan transferabilitas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mahasiswa batak menemui tantangan dalam hal kesulitan bahasa, masalah makanan, dan sosial budaya. Mahasiswa batak mengatasi masalah tersebut dengan berbaur, belajar bahasa jawa, meminta temannya menggunakan bahasa yang baku atau bahasa Indonesia, menyesuaikan gaya orang lokal, dan mengontrol tingkat emosi dengan lingkungan sekitarnya. Pengalaman masa lalu merupakan faktor pendukung yang sangat berpengaruh dalam hal penyesuaian diri pada mahasiswa batak yang merantau di Malang.
Penerimaan Diri Korban Investasi Bodong pada Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang Silfia, Irka; Adi Putra, Randi Raharja; Frisqi Fatihah, Imelda Rasasti; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 7 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i72024p304-314

Abstract

The rapid development of technology in the economic sector makes it easier for people to invest. Investments are now increasingly easy to do and promise instant high profits. Unfortunately, the public's minimal knowledge makes them vulnerable to being caught in fraud and fraudulent investments. The impact of this fraud is in the form of financial, emotional, and psychological losses. Victims of financial fraud have higher levels of depression than people who have not experienced it. To overcome this, self-acceptance can be used to anticipate negative impacts and the psychological stability of victims. This research aims to show self-acceptance in victims of fraudulent investments so that similar victims do not experience worse impacts and can even accept the events they experienced. The research method used is a qualitative method using a case study approach. Data collection in this research was semi-structured interviews. Based on the research results, it was found that the time needed for victims to accept themselves varies but has the same stages. Apart from that, the three participants showed positive self-acceptance and made this event an experience. Abstrak Perkembangan teknologi yang pesat dalam bidang ekonomi, memudahkan orang untuk melakukan investasi. Investasi saat ini semakin mudah dilakukan dan menjanjikan keuntungan yang tinggi dengan cara instan. Sayangnya, pengetahuan masyarakat yang minim menjadikan mereka rentan terjerat penipuan dan investasi bodong. Dampak dari penipuan ini berupa kerugian finansial, emosional, dan psikologis. Korban penipuan finansial memiliki tingkat depresi yang lebih tinggi dibandingkan orang yang tidak mengalaminya, untuk menanggulangi hal tersebut penerimaan diri dapat digunakan untuk mengantisipasi dampak negatif serta kestabilan psikologis korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan penerimaan diri pada korban investasi bodong sehingga korban serupa tidak mengalami dampak yang lebih buruk bahkan dapat menerima peristiwa yang dialaminya. Metode penelitian yang digunakan berupa metode kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus. Partisipan pada penelitian ini berjumlah 3 orang yang terdiri dari mahasiswa aktif Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang, kemudian data yang diperoleh dianalisis menggunakan tematik. Penggalian data pada penelitian ini adalah wawancara semi-terstruktur. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa waktu yang dibutuhkan untuk penerimaan diri korban berbeda-beda namun memiliki tahapan yang sama serta ketiga partisipan menunjukkan penerimaan diri yang positif serta menjadikan peristiwa ini sebagai pengalaman.
Kualitas Pemimpin Perempuan dalam Organisasi Mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang ditinjau dari Gaya Kepemimpinan Transformasional Al Furqon, Naufal Arzak; Rokhim, Ishmatul Maula Rokhim; Ashar, Aurum Prima Ashar; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 5 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i52024p191-200

Abstract

Women leaders in an organization are still often considered undervalued and of low quality by society. However, the quality of a leader is not determined by who the leader is but rather what influence the leader has on its members. This research aims to determine the quality of female leaders of student organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang in terms of transformational leadership style. The method used in this research is qualitative with thematic data analysis techniques. The results obtained in this research show that female leaders of student organizations at the Faculty of Psychology, State University of Malang, have adequate leadership abilities in terms of transformational leadership style. The number of participants used in this research was three female leaders who chaired an organization at the psychology faculty at the State University of Malang. Data collection used was by using semi-structured interviews, with questions that had been prepared in accordance with transformational leadership theory. The type of qualitative research used is a case study, where the researcher will examine an event with various information to find out a description of the event. AbstrakPemimpin perempuan dalam sebuah organisasi masih sering dianggap remeh dan kurang berkualitas oleh masyarakat. Meskipun demikian, kualitas seorang pemimpin tidak ditentukan oleh siapa pemimpin tersebut melainkan apa pengaruh dari pemimpin tersebut terhadap para anggotanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas pemimpin perempuan organisasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang ditinjau dari gaya kepemimpinan transformasional. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kualitatif dengan teknik analisis data tematik. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah pemimpin perempuan organisasi mahasiswa Fakultas Psikologi Universitas Negeri Malang memiliki kemampuan yang mumpuni sebagai seorang pemimpin ditinjau dari gaya kepemimpinan transformasional. Jumlah partisipan yang digunakan dalam penelitian kali ini berjumlah tiga orang pemimpin wanita atau yang mengetuai sebuah organisasi di fakultas psikologi Universitas Negeri Malang. Pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan wawancara semi terstruktur, dengan pertanyaan yang sudah disusun sesuai dengan teori kepemimpinan transformasional. Jenis penelitian kualitatif yang digunakan adalah studi kasus, dimana peneliti akan mengkaji sebuah peristiwa dengan berbagai informasi dengan tujuan untuk mengetahui gambaran peristiwa tersebut.
Gambaran Job crafting pada Mahasiswa yang Memiliki Peran Ganda Madinatul I. Hidayah; Marco Kemalleka; Salsabila A. P. Nastiti; Dewi Fatmasari Edy
Flourishing Journal Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i32024p127-139

Abstract

College students as individuals who are in the early adulthood phase, have a lot of desire to explore themselves through a series of learning processes in lectures and also organizational activities. Student involvement in organizational activities means students have multiple roles. Students playing multiple roles is a phenomenon that is most often encountered in the campus environment. In living life as a student and organizer, of course there are many challenges and work that must be faced and resolved. Sometimes this dual role can also have various impacts on students. Therefore, by looking at the roles and responsibilities of each role, the researcher wants to reveal in descriptive form a picture of job crafting among students with multiple roles. Data collection method using semi-structured interviews. The criteria for interviewees are students who join organizations as a second role. This research involved three sources to be interviewed. The analysis technique used uses thematic analysis techniques to identify themes in the data. The result is that students have 4 aspects of job crafting, namely: increasing structural job resources, increasing challenging job demands, increasing social job resources, decreasing hindering job demands. Each aspect has a more detailed sub-theme. AbstrakMahasiswa sebagai individu yang berada pada tahap fase dewasa awal, memiliki banyak keinginan untuk mengeksplorasi diri melalui serangkaian proses pembelajaran yang ada di perkuliahan dan juga kegiatan organisasi. Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan organisasi membuat mahasiswa memiliki peran ganda. Mahasiswa berperan ganda merupakan fenomena yang paling sering dijumpai dalam lingkungan kampus. Dalam menjalani kehidupan sebagai mahasiswa dan organisator tentunya banyak tantangan dan pekerjaan yang harus dihadapi dan diselesaikan. Terkadang peran ganda ini juga dapat menimbulkan berbagai dampak pada mahasiswa. Oleh karena itu dengan melihat peran dan tanggung jawabnya masing-masing peran, peneliti ingin mengungkap dalam bentuk deskriptif gambaran job crafting pada mahasiswa berperan ganda. Metode pengambilan data dengan wawancara semi terstruktur. Kriteria narasumber adalah mahasiswa yang mengikuti organisasi sebagai peran kedua. Penelitian ini melibatkan tiga narasumber untuk diwawancarai. Teknik analisis yang digunakan menggunakan teknik analisis tematik untuk mengidentifikasi tema dalam data. Hasilnya adalah mahasiswa memiliki 4 aspek dalam job crafting, yaitu: increasing structural job resources, increasing challenging job demands, increasing social job resources, decreasing hindering job demands. Setiap aspek tersebut memiliki sub tema yang lebih merinci.
Kesejahteraan Psikologis pada Mahasiswa yang Memiliki Orang Tua Tiri Adhin, Tectona Prasetya; Rahmanda, Meisyahira Risma; Sari, Marta Anggun Puspita; Edy, Dewi Fatmasari
Flourishing Journal Vol. 4 No. 11 (2024)
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17977/um070v4i112024p519-529

Abstract

In the family, the close relationship between children and parents is an important aspect that can affect a person's psychological well-being. However, the arrival of stepparents may bring changes in the order of family life so that it will affect the psychological well-being of the person. This study aims to explore and understand aspects of psychological well-being that arise in college students who have stepparents. The method used is a qualitative research method with a phenomenological approach. There were four participants in the study. Data collection was conducted through semi-structured interview techniques. Meanwhile, data analysis techniques use thematic analysis. The results revealed significant findings related to psychological well-being in students who have stepparents. Each participant expressed a positive view of themselves, determined life decisions independently, but admitted his closeness to stepparents. In addition, their life goals are influenced by values, and they have a different picture of the ideal place to live. The findings provide an in-depth understanding of college students' experiences with stepparents and their implications for their psychological well- being. Abstrak Dalam keluarga, hubungan kedekatan antara anak dan orang tua merupakan aspek penting yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Namun, kedatangan orang tua tiri mungkin akan membawa perubahan dalam tatanan kehidupan keluarga sehingga akan berpengaruh pada kesejahteran psikologis orang tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan memahami aspek kesejahteraan psikologis yang muncul pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Metode yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Terdapat empat partisipan dalam penelitian ini. Pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara semi terstruktur. Sementara, teknik analisis data menggunakan analisis tematik. Hasil yang ditemukan yaitu mengungkap temuan signifikan terkait kesejahteraan psikologis pada mahasiswa yang memiliki orang tua tiri. Setiap partisipan mengekspresikan pandangan positif terhadap diri mereka sendiri, menentukan keputusan hidup secara mandiri, tetapi mengakui ketidakdekatannya dengan orang tua tiri. Selain itu, tujuan hidup mereka dipengaruhi oleh nilai-nilai, dan mereka memiliki gambaran tempat tinggal ideal yang berbeda. Temuan ini memberikan pemahaman mendalam tentang pengalaman mahasiswa dengan orang tua tiri dan implikasinya terhadap kesejahteraan psikologis mereka.