Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN FEMALE FARMER GROUP (FFG) SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DAN WASTING DENGAN PEMANFAATAN PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) MENUJU GAMPONG SEJAHTERA MANDIRI Rizkia, Mira; Nova Fajri; Allaily, Allaily; Mariatul Kiftia; Dara Ardhia; Elka Halifah; Darmawati, Darmawati
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 2 No. 4 (2024): Agustus
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v2i4.1256

Abstract

Stunting dan Wasting merupakan permasalahan kesehatan utama balita di Indonesia. Propinsi Aceh terutama Kabupaten Aceh Besar merupakan salah satu wilayah dengan prevalensi stunting dan wasting yang tinggi sehingga dapat berdampak buruk pada anak seperti gangguan intelektual, penurunan kecerdasan, bahkan risiko terserang penyakit kronis. Pemerintah sangat proaktif dalam mengatasai permasalah tersebut dengan mengarahkan pengalokasian sebagian dana desa untuk pencegahan stunting seperti Pemberian Makanan Tambahan (PMT) lokal, dan dana ketahanan pangan Gampong. Namun pengelolaan dan pemanfaatan yang belum optimal oleh masyarakat menjadi perhatian khusus. Mengatasi permasalahan tersebut sangat dibutuhkan pelaksanaan kegiatan Pengabidan Kepada Masyarakat Berbasis Gampong Binaan (PKM-BGB) dengan tema Pemberdayaan Female Farmer Group (FFG) Sebagai Upaya Pencegahan Stunting dan Wasting dengan pemanfaatan Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Menuju Gampong Sejahtera Mandiri terutama di Gampong yang berbatasan langsung dengan Universitas Syiah Kuala, sehingga USK sebagai “Jantong Hatee Rakyat Aceh” dapat memberikan manfaat secara langsung kepada masyarakat sekitar. Proses awal rencana PKM-BGB telah melalui koordinasi dengan pihak Puskesmas dan Penanggung Jawab Gizi sehingga ditunjuk Gampong Meunasah Intan sebagai Gampong sasaran karena tingginya angka stunting dan risiko wasting. Kegiatan utama PKM-BG sebagai upaya untuk meningkatan kesejahteraan masyarakat terfokus kepada FFG atau kelompok wanita tani, kader kesehatan desa, perempuan usia subur, ibu hamil dan ibu dengan balita. kegiatan lainnya dengan pengkajianuntuk perolehan gambaran dasar langsung dari masyarakat untuk mengidentifikasi sumber daya yang terdapat dikomunitas tersebut, dilanjut dengan Focus Group Discussion (FGD), pelatihan FFG oleh tim pengabdi yaitu Perawat Maternitas, Spesialis Keperawatan Anak tentang skrining dan interpretasi stunting dan wasting, penyusunan buku panduan, penyuluhan nutrisi ibu dan balita, penyusunan table menu sehat balita, antropometri balita serta PMT. Dilanjut praktik oleh ahli Pertanian dan Peternakan dengan kegiatan pemanfaatan P2L penanaman sayur organik, hidroponik, ternak dan pengeraman telur dengan mesin penetas sebagai asset desa sehingga dapat menambah pendapatan keluarga. Capaian akhir dari seluruh rangkaian kegiatan PKM-BGB ini adalah adanya peningkatan derajat kesehatan masyarakat mejadi Gampong yang sejahtera mandiria.
Tingkat Stres Ibu Menyusui Dalam Memberikan Asi Eklusif Di Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh Eria, Cici; Ratna Juwita; Dara Ardhia
Jurnal Assyifa: Jurnal Ilmu Kesehatan Lhokseumawe Vol. 10 No. 2 (2025): Juli-Desember
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Muhammadiyah Lhokseumawe

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54460/jifa.v10i2.144

Abstract

Pemberian Air Susu Ibu (ASI) secara eksklusif di Indonesia masih rendah yaitu hanya sebesar 20%. Pemberian ASI eksklusif yang rendah akan berdampak negatif bagi bayi yaitu stunting, imun bayi yang lemah dan mudah terserang penyakit. Salah satu penyebab utama rendahnya pemberian ASI eksklusif adalah Stres yang dialami pada ibu menyusui. Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi tingkat stres ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif. Jenis penelitian deskriptif kuantitatif dengan desain cross sectional Study. Populasi penelitian ibu menyusui yang memiliki usia bayi 0-6 bulan di wilayah kerja Puskesmas Batoh Kota Banda Aceh yang berjumlah 547 orang. Teknik pengambilan sampel adalah purposive sampling dan Proportional Sampling berjumlah 94 responden. Alat pengumpulan data menggunakan kuesioner Kessler psychological Distress dengan nilai reliabel 0,93. Data dianalisis menggunakan univariat. Hasil penelitian menunjukan bahwa mayoritas tingkat stres ibu menyusui dalam pemberian ASI eksklusif berada pada kategori ringan 44 responden (44,6%). Diharapkan kepada tenaga kesehatan dapat meningkatkan promosi ASI eksklusif dengan dengan melibatkan anggota keluarga dalam proses edukasi, agar mereka dapat mendukung ibu menyusui, mengurangi beban ibu menyusui dan membantu menciptakan lingkungan yang kondusif, sehingga stres yang dialami ibu berkurang.
SCREENING DAN PEMERIKSAAN KEHAMILAN KORBAN BENCANA BANJIR DI PENGUNGSIAN PROVINSI ACEH : STUDI KASUS Kiftia, Mariatul; Mira Rizkia; Darmawati, Darmawati; Aida Fitri; Dara Ardhia; Mustika Dewi Pane; Elka Halifah; Ratna Juwita; Nosi Delianti
Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS Vol. 3 No. 6 (2025): Desember
Publisher : CV. Alina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59407/jpki2.v3i6.3535

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk melakukan screening dan pemeriksaan kehamilan pada ibu hamil korban bencana banjir di pengungsian Provinsi Aceh guna mendeteksi dini masalah kesehatan kehamilan serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait perawatan kehamilan di kondisi bencana. Metode pengabdian yang digunakan adalah desain studi kasus melalui beberapa tahapan, meliputi pendataan ibu hamil, anamnesis, pemeriksaan antropometri (berat badan, tinggi badan, lingkar lengan atas), pemeriksaan tanda vital, pemeriksaan hemoglobin (Hb), pemeriksaan denyut jantung janin (DJJ), edukasi kehamilan, serta pemberian makanan tambahan (PMT) dan tablet zat besi. Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 23 Desember 2025 di Gampong Meurah Dua Raya, Kabupaten Pidie Jaya, dengan sasaran 8 orang ibu hamil. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa sebagian besar ibu hamil memiliki kenaikan berat badan dan lingkar lengan atas dalam kategori normal, namun ditemukan 2 ibu hamil dengan anemia sedang dan 2 ibu hamil berisiko preeklamsia. Hasil pemeriksaan DJJ berada dalam batas normal. Selain itu, terjadi peningkatan pengetahuan ibu hamil setelah diberikan edukasi, ditandai dengan 90% ibu hamil memahami personal hygiene, 78% memahami nutrisi selama kehamilan, dan 80% memahami asupan zat besi. Simpulan dari kegiatan ini adalah bahwa screening dan pemeriksaan kehamilan di pengungsian bencana banjir penting dilakukan untuk mendeteksi dini risiko kehamilan serta meningkatkan pengetahuan ibu hamil, sehingga dapat mendukung kesehatan ibu dan janin selama masa kehamilan di kondisi darurat.