Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Literature Review: The Importance of Patients Satisfaction in Hospital Quality Management Suci Dwi Yanti; Alifa Ainaya Gafar; Mujtahidah Salim
International Journal of Science Technology and Health Vol 2 No 1 (2024): Science, Technology and Health
Publisher : LPPM ISTEK 'Aisyiyah Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Introduction: Hospital is a health service institution that provides comprehensive health services for individuals, including inpatient, outpatient and emergency services. Patient satisfaction is measured through emotional responses, such as feelings of joy and satisfaction, that arise in patients because their needs, hopes and desires are met in receiving health services. There is a link between hospitals, patient satisfaction, and quality management; where hospital quality management has a significant role in influencing patient satisfaction and service quality. This research uses a literature review method with sources from Google Scholar using the keyword "The Importance of Patient Satisfaction in Hospital Quality Management". The research results showed that three aspects, namely staff communication, hospital responsiveness, and environmental cleanliness and comfort, were proven to have an impact on hospital quality management.
Persepsi Masyarakat Terhadap Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) Di Puskesmas Malili Kabupaten Luwu Timur Mujtahidah
Jurnal Keolahragaan JUARA Vol. 4 No. 2 (2024): Jurnal Keolahragaan Juara
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/juara.v4i2.17378

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi minat masyarakat untuk memanfaatkan pelayanan kesehatan adalah persepsi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menilai persepsi masyarakat terhadap pencapaian UHC di Puskesmas Malili Kab. Luwu Timur. Penelitian menggunakan desain kualitatif deskriptif. Pemilihan informan secara purposive sampling dengan jumlah informan sebanyak 8 orang. Pengambilan data melalui focus group discussion (FGD) meliputi ketersediaan dan kesinambungan pelayanan serta akses ke pelayanan kesehatan. Analisis triangulasi data digunakan untuk mendapatkan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek ketersediaan dan kesinambungan pelayanan, masih ada beberapa pasien yang mengeluhkan obat yang jarang tersedia di puskesmas sehingga pasien dianjurkan membeli obat di luar puskesmas. Aspek akses ke pelayanan kesehatan sudah baik karena lokasi puskesmas berada di pinggir jalan raya. Disimpulkan bahwa persepsi masyarakat terhadap pencapaian UHC di Puskesmas Malili Kab. Luwu Timur secara umum sudah baik untuk akses ke pelayanan kesehatan. Diharapkan perbaikan pada ketersediaan dan kesinambungan pelayanan khususnya ketersediaan obat.
Analisis Kualitas Mutu Pelayanan Kesehatan Dalam Bidang Pelayanan Kesehatan (Literatur Review) Istiqamah, Nurul Fajriah; Mujtahidah, Mujtahidah
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i4.203

Abstract

Mutu pelayanan kesehatan merupakan tingkat kesempurnaan pelayanan kesehatan yang diselenggarakan sesuai dengan kode etik dan standar pelayanan yang ditetapkan, sehingga menimbulkan kepuasan bagi setiap pasien. Pelayanan yang bermutu sangat diperlukan karena merupakan hak setiap pelanggan, dan dapat memberi peluang untuk memenangkan persaingan dengan pemberi layanan kesehatan lainnya. Kualitas pelayanan dan nilai berdampak langsung terhadap pelanggan. Kepuasan pelanggan dipengaruhi oleh kualitas pelayanan yang dirasakan. Tujuan dalam penelitian ini untuk menganalisis mutu pelayanan kesehatan dalam bidang pelayanan kesehatan di Indonesia. Metode penulisan artikel ilmiah ini adalah dengan metode kualitatif dan kajian pustaka. Berdasarkan kajian teori dan penelitian terdahulu diperoleh hasil kualitas pelayanan erat kaitannya dengan tingkat kepuasan pasien, jika kualitas pelayanan yang diberikan sesuai dengan standar yang telah ditentukan dan dapat diberikan secara efektif dan efisien akan berpengaruh poditif terhadap tingkat kepuasan pasien, tingkat kepuasan pasien inilah yang akan menentukan mutu pelayanan dari sebuah fasilitas pelayanan kesehatan. Kesimpulan dari penelitian ini secara keseluruhan, penelitian memberikan wawasan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas layanan kesehatan dan menekankan pentingnya kepuasan pasien dalam pemberian layanan kesehatan.
Pendekatan Promotif Melalui Edukasi Stunting kepada Masyarakat Kampung Solo Kelurahan Mappasaile Mujtahidah; Anisa, Nurul; Rahmilah, Mitha; Sudarman, Nurul Fajriah; Istiqamah, Nurul Fajriah
Science and Technology: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2025): Juni
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/scitec.v2i2.364

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak serius terhadap pertumbuhan dan perkembangan anak, serta berimplikasi jangka panjang terhadap kualitas sumber daya manusia. Upaya promotif menjadi strategi penting dalam mencegah stunting, khususnya melalui edukasi kepada masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan edukasi stunting dengan pendekatan promotif di Kampung Solo, Kelurahan Mappasaile, Kabupaten Pangkep. Kegiatan edukasi ini diikuti oleh perempuan remaja, ibu hamil dan ibu balita sebanyak 25 orang dengan menggunakan metode ceramah interaktif dan diskusi tanya jawab. Hasil menunjukkan bahwa edukasi stunting yang dilakukan mampu meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang, pemberian makanan pada balita, serta pola asuh yang mendukung pertumbuhan optimal. Hal ini diketahui berdasarkan hasil evaluasi menggunakan pre-test dan post-test kepada peserta edukasi. Pendekatan promotif terbukti efektif dalam membangun kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pencegahan stunting. Diperlukan dukungan lintas sektor dan keberlanjutan program agar dampak yang dihasilkan lebih optimal.
Analisis Program Pencegahan Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) Di UPT Puskesmas Somba Opu Kabupaten Gowa Mujtahidah; Nurul Fajriah Istiqamah
Jurnal Keolahragaan JUARA Vol. 5 No. 8 (2025): Jurnal Keolahragaan Juara
Publisher : Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37304/juara.v4i2.19389

Abstract

Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada balita, terutama di negara berkembang seperti Indonesia. Tingginya keberadaan mikroba di udara serta rendahnya kualitas udara, baik di dalam maupun di luar ruangan, baik secara fisik, kimia, maupun biologis, menjadi salah satu faktor utama penyebab ISPA. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor risiko dan perencanaan program pencegahan ISPA di wilayah kerja UPT Puskesmas Somba Opu, Kabupaten Gowa. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif melalui wawancara mendalam terhadap tenaga kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia 3 tahun adalah yang paling rentan terhadap ISPA, dengan persentase kejadian lebih tinggi pada balita laki-laki (55,3%). Faktor risiko utama meliputi paparan polusi udara, kebiasaan merokok dalam rumah, dan ventilasi yang buruk. Program yang dirancang mencakup edukasi masyarakat, penguatan kapasitas tenaga kesehatan, serta promosi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
EFEKTIVITAS ANGGARAN DALAM MENANGANI HIPERTENSI SEBAGAI MASALAH KESEHATAN : STUDI KASUS PUSKESMAS KASSI-KASSI Mujtahidah, Mujtahidah; Rahmilah, Mitha
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.44786

Abstract

Hipertensi dikenal sebagai “silent killer” yang kerap tidak menimbulkan gejala tapi dapat menyebabkan komplikasi berat. Penyakit ini masih menjadi masalah kesehatan yang signifikan, terutama pada tingkat pelayanan kesehatan primer, dimana lansia merupakan kelompok rentan yang dominan terkena hipertensi. Selama periode Januari hingga Oktober 2024, tercatat sebanyak 14.673 kasus baru hipertensi di Puskesmas Kassi-Kassi, mencerminkan tingginya prevalensi penyakit ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektifivitas pembiayaan program pencegahan hipertensi sebagai masalah Kesehatan di Puskesmas Kassi-Kassi. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, serta telaah dokumen, dengan informan utama tenaga kesehatan yang bertanggung jawab terhadap program Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Hasil analisis anggaran menunjukkan adanya peningkatan dana yang dialokasikan untuk program pencegahan hipertensi, melalui kegiatan penyuluhan kesehatan, layanan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu), serta skrining dan deteksi dini yang dilakukan secara periodik di berbagai kelurahan dalam wilayah kerja Puskesmas. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa tingginya angka kejadian hipertensi di wilayah Puskesmas Kassi-Kassi mencerminkan tantangan besar dalam efektivitas program pencegahan kesehatan yang ada. Meskipun alokasi anggaran telah meningkat, keberhasilan dalam mengurangi prevalensi hipertensi memerlukan pendekatan yang lebih holistik dan intergratif, meningkatkan keterlibatan masyarakat dan memastikan ketersediaan sumber daya yang cukup untuk mengelola program kesehatan secara efektif.
HUBUNGAN INDEKS MASSA TUBUH (IMT) TERHADAP KELUHAN MUSCULOSKELETAL DISORDERS (MSDs) PADA OPERATOR SPBU DI KOTA MAKASSAR Rahmilah, Mitha; Mujtahidah, Mujtahidah; Akbar, Andi Syahriadi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.45033

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang umum dialami oleh pekerja sektor pelayanan, termasuk operator Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU). Salah satu faktor risiko yang diduga berkontribusi terhadap kejadian MSDs adalah status gizi pekerja, yang diukur melalui Indeks Massa Tubuh (IMT). IMT yang tidak normal dapat meningkatkan tekanan mekanis pada sistem muskuloskeletal, sehingga memicu keluhan nyeri dan gangguan otot-tulang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara IMT dengan keluhan MSDs pada operator SPBU di Kota Makassar. Penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 115 responden yang dipilih secara proporsional random sampling dari total populasi 140 pekerja. Penelitian ini dilakukan di beberapa SPBU di Kota Makassar selama bulan Maret-April 2024 yang memiliki tingkat aktivitas operasional yang cukup tinggi dan bervariasi. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan tingkat signifikansi p ≤ 0,05. Hasil menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki IMT tidak normal (56,5%) dan mengalami keluhan MSDs yang tinggi (61,7%). Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dan keluhan MSDs, di mana pekerja dengan IMT tidak normal lebih banyak mengalami keluhan MSDs. Temuan ini menegaskan pentingnya pengelolaan status gizi dan intervensi ergonomis sebagai upaya preventif dalam meningkatkan kesehatan kerja. Diharapkan hasil penelitian ini dapat menjadi dasar bagi perumusan kebijakan promotif dan preventif dalam sektor pelayanan energi.
Digital Marketing as a Strategy to Enhance Image and Patient Visits in Healthcare Facilities Mujtahidah
Journal of Scientific Insights Vol. 2 No. 3 (2025): June
Publisher : Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jsi.v2i3.358

Abstract

Digital marketing has emerged as a key strategy in the healthcare sector to reach communities, build institutional image, and increase patient visits. The shift in consumer behavior toward digital platforms has driven healthcare facilities to adopt technology-based marketing approaches. This study aims to review and analyze the role of digital marketing in enhancing the image of healthcare facilities and its impact on patient visits. This research is a narrative literature review analyzing ten scientific articles published between 2019 and 2024. Literature was collected from national and international databases using keywords related to digital marketing, institutional image, and patient visits in healthcare services. The review indicates that digital marketing strategies such as social media, educational content, search engine optimization (SEO), and online testimonials significantly contribute to enhancing institutional image and patients’ intention to visit. The institutional image built through digital media plays a crucial role in fostering trust, loyalty, and decision-making in utilizing healthcare services. Digital marketing holds great potential as a strategic instrument in healthcare facility promotion. A more systematic integration, along with the readiness of resources and supportive policies, is required to ensure the optimal and sustainable implementation of this strategy.
Translating tuberculosis control policy into practice: Planning and budgeting challenges at a primary healthcare center Mujtahidah, Mujtahidah; Rahmilah, Mitha
Svāsthya: Trends in General Medicine and Public Health Vol. 2 No. 4 (2025): July 2025
Publisher : PT. Mega Science Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70347/svsthya.v2i4.118

Abstract

Tuberculosis (TB) remains one of the most prevalent communicable diseases in Indonesia, with high morbidity and mortality rates, particularly in urban areas such as Makassar city. This study aimed to examine the planning and budgeting processes of the TB control program at the Tarakan Public Health Center (PHC) in Makassar city. A qualitative descriptive study was conducted via document analysis, direct observations, and in-depth interviews with four key informants (TB program managers, healthcare workers, and community health volunteers involved in TB control). Thematic analysis was used to identify patterns related to program planning, budgeting, implementation, and barriers to program implementation. The TB control program at Tarakan PHC followed national guidelines but faced local challenges, including insufficient early case detection, limited community awareness, and strong social stigma. Budget allocations fluctuate yearly, with IDR 12,800,000 allocated in 2023 and increasing to IDR 25,000,000 in 2024, affecting the program’s sustainability. Patient nonadherence to treatment, often due to perceived recovery, economic hardship, and stigma, was a major barrier. In response, the PHC implemented activities such as active case finding, contact tracing, default tracing, treatment supervision, and preventive therapy, supported by community engagement. Between 2020 and 2024, 226 TB cases were identified. Although national policy supports TB control efforts, local implementation is hindered by behavioral, operational, and financial constraints. Consistent budget allocation, targeted health education, and stronger community involvement are essential for improving treatment outcomes and supporting TB elimination strategies at the primary care level.
Dukungan Pemerintah Daerah terhadap Pencapaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Luwu Timur Mujtahidah; Istiqamah , Nurul Fajriah
Jurnal Riset Sains dan Kesehatan Indonesia Vol. 1 No. 4 (2024): Sep-Okt
Publisher : CV. Science Tech Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69930/jrski.v1i4.205

Abstract

Pemerintah daerah sebagai tulang punggung program nasional mempunyai tiga peran strategis dalam mewujudkan pencapaian UHC, yaitu cakupan kepesertaan, pelayanan kesehatan dan kepatuhan iuran. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pengaruh dukungan pemerintah terhadap pencapaian UHC di Kabupaten Luwu Timur. Desain penelitian adalah kualitatif deskriptif dengan jumlah informan sebanyak 5 orang yang dipilih secara purposive sampling. Data diperoleh melalui wawancara mendalam meliputi cakupan kepesertaan dan pelayanan kesehatan. Analisis triangulasi data digunakan untuk mendapatkan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan aspek cakupan kepesertaan, pemda Kab. Luwu Timur melakukan validasi data kependudukan untuk pengalokasian anggaran peserta PBI, serta melakukan sosialisasi melalui Puskesmas dan bidan desa untuk mencakup peserta. Aspek pelayanan kesehatan, pemda Kab. Luwu Timur terus melakukan peningkatan jumlah fasilitas kesehatan dan menyediakan sarana prasarana yang memadai. Disimpulkan bahwa dukungan pemda Kab. Luwu Timur berpengaruh besar terhadap pencapaian UHC di Kab. Luwu Timur dari aspek cakupan kepesertaan dan pelayanan kesehatan. Diharapkan dapat menjaga dan memelihara keberlanjutan UHC di Kab. Luwu Timur serta pemerataan pelayanan kesehatan.