Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Asupan Zat Besi (Fe), Zink, Vitamin B12 dan Kafein dengan Kadar Hemoglobin Pada Siswi di SMA Negeri 2 Semarang Maulidya Rizkhana Putri; Ria Purnawian Sulistiani; Firdananda Fikri Jauharany; Joko Teguh Isworo
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 6 (2023): Membangun Tatanan Sosial di Era Revolusi Industri 4.0 dalam Menunjang Pencapaian Susta
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Angka kejadian anemia pada remaja putri di Kota Semarang pada tahun 2019 sebesar 43,75%. Kurangnyaasupan zat gizi seperti zat besi, zink dan vitamin B12 dapat berpengaruh dalam penurunan kadar hemoglobinpada remaja putri. Kafein dapat menghambat penyerapan asupan zat gizi hingga mempengaruhi kadarhemoglobin. Tujuan penelitian ini ada untuk mengetahui hubungan asupan  zat besi (Fe), zink, vitamin B12dan kafein dengan kadar hemoglobin pada siswi di SMA Negeri 2 Semarang. Desain pada penelitian iniadalah observasional dengan pendekatan cross sectional. Jumlah responden sebanyak 80 remaja putri denganmenggunakan teknik purposive sampling. Data kadar hemoglobin diperoleh menggunakan Hb Digital Easy.Data asupan zat besi (Fe), zink, vitamin B12 dan kafein diperoleh menggunakan SQ-FFQ. Uji korelasi RankSpearman menggunakan data asupan zat besi, vitamin B12 dan kafein. Uji korelasi Pearson menggunakandata asupan zink. Hasil penelitian menunjukan sebanyak 42,5% responden mengalami anemia. Sebanyak58,8% memiliki asupan zat besi kurang, 47,5% memiliki asupan zink kurang, 61,2% memiliki asupan vitaminB12 kurang, 11,3% memiliki asupan kafein lebih. Terdapat hubungan asupan zat besi remaja putri dengankadar hemoglobin (p=0,000). Terdapat hubungan antara asupan zink remaja putri dengan kadar hemoglobin(p = 0,003). Terdapat hubungan antara asupan vitamin B12 remaja putri dengan kadar hemoglobin (p =0,001). Tidak ada hubungan asupan kafein remaja putri dengan kadar hemoglobin (p = 0,241). Asupan zatbesi (Fe), zink dan vitamin B12 berpengaruh terhadap kadar hemoglobin pada siswi di SMA Negeri 2Semarang. Kata Kunci : Anemia, Asupan Zat besi, Zink, Vitamin B12, Kafein, Kadar hemoglobin, Remaja Putri
Analisa Zat Gizi dan Tingkat Kesukaan Pada Tepung Talas Bening (xanthosoma undipes koch) Sebagai Pangan Fungsional Untuk Menurunkan Kadar Gula Darah Sufiati Bintanah; - Hagnyonowati; Firdananda Fikri Jauharany
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 4 (2021): Inovasi Riset dan Pengabdian Masyarakat Post Pandemi Covid-19 Menuju Indonesia Tangguh
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Tepung umbi talas bening memiliki kadar serat yang tinggi dan Indeks Glikemik yangrendah sehingga dapat dimanfaatkan sebagai pangan fungsional untuk kudapan pasien DM tipe 2.Tujuan: Mencari nilai gizi terbaik (Optimal) dan paling disuka oleh panelis dari tepung umbi talas beningdengan variasi di Kukus + di oven dan hanya di oven. Metode Penelitian : Jenis penelitian eksperimenlaboratorium dan uji organoleptik dengan dua perlakuan pengukusan + oven dan oven pada umbitalas bening. Analisa kadar air, metode AOAC ,Analisa Kadar Serat Kasar metode Gravimetri ,Pengukuran kadar lemak metode ekstraksi soxhlet, (Analisa protein (mikro kjedhl); analisa KH (LuffSchoorl l). Pengujian organoleptik menggunakan metode scoring, Hasil analisis disajikan secaradiskriptif. Hasil Penelitian : Tepung talas bening dengan perlakuan di oven menghasilkankarakteristik organoleptik yang paling disukai oleh panelis yaitu memiliki warna coklat muda cerah (Nilai 3,98 skala 5) memiliki aroma yang gurih (nilai 3,97 skala 5) dan bertekstur agak kasar ( nilai 3,92skala 5). Hasil analisa zat gizi tepung talas bening dengan metode oven kadar air 9,89%, kadar protein9,29%, kadar lemak sebesar 0,8 % kadar karbohidrat sebesar 26, 56%, kandungan serat sebesar14,3%. Dan mkandungan pati sebesar 18,03% dan lebih baik dibandingkan kandungan zat gizitepung talas bening dengan metoda di kukus +di oven. Kesimpulan: Tepung umbi talas bening terbaikdengan metode oven dan memiliki kandungan karbohidrat yang rendah, protein tinggi , lemak rendah,serat yang tinggi serta pati cukup dapat digunakan sebagai produk makanan untuk pengendalian kadargula darah . Kata Kunci : Analisa zat Gizi ,Tingkat Kesukaan, Tepung umbi talas bening, Pangan Fungsional,Kadar Gula darah
Jumlah Uang Saku, Frekuensi Konsumsi Makanan Cepat Saji dan Persentase Lemak Tubuh Pada Remaja Putri Azimah, Furqonatul; Ulvie, Yuliana Noor Sulistiawati; Jauharany, Firdananda Fikri; Sulistiani, Ria Purnawian
Prosiding Seminar Nasional Unimus Vol 7 (2024): Transformasi Teknologi Menuju Indonesia Sehat dan Pencapaian Sustainable Development G
Publisher : Universitas Muhammadiyah Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengkonsumsi makanan cepat saji berlebihan dapat meningkatkan persentase lemak tubuh, sehinggamenyebabkan obesitas. Penghasilan orang tua yang tinggi mempengaruhi konsumsi makanan cepat sajikarena dapat meningkatkan besar uang saku yang diberikan kepada anak-anak. Penelitian ini bertujuanuntuk mengetahui hubungan jumlah uang saku dan frekuensi konsumsi makanan cepat saji denganpersentase lamak tubuh pada remaja putri SMP Islam Sultan Agung 1 Semarang. Metode deskriptif analitikmenggunakan rancangan desain Cross Sectional. Jumlah sampel yaitu 43 siswi diambil menggunakanteknik proportional sampling. Data jumlah uang saku diambil menggunakan kuesioner, data konsumsimakanan cepat saji diambil menggunakan formulir SQ-FFQ dan data persentase lamak tubuh dilakukakanpengukuran tinggi badan, berat badan dan BIA (Bioelectrical Impedance Analysis). Uji analisis datamenggunakan uji korelasi Pearson Product Moment. Hasil penelitian menunjukkan responden memilikijumlah uang saku besar (≥ Rp.10.000) sebesar 86%, frekuensi konsumsi makanan cepat saji sering ( ≥5x/hari)) sebanyak 51,2% dan persentase lemak tubuh healthy (10% - 30%) sebanyak 67,4 %. Hasil ujibivariat terdapat hubungan antara jumlah uang saku untuk jajan dengan persentase lemak tubuh (p=0,000)dan terdapat hubungan antara frekuensi konsumsi makanan cepat saji dengan persentase lemak tubuh(p=0,000). Kata Kunci : jumlah uang saku, konsumsi makanan cepat saji, persentase lemak tubuh, remaja putri.
Relationship between Body Image and Adequacy of Iron Intake with Hemoglobin Levels in Adolescent Females Anisa, Anisa; Ayuningtyas, Rr. Annisa; Jauharany, Firdananda Fikri; Isworo, Joko Teguh
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.16-18

Abstract

The aim of this study was to analyze the relationship between body image and adequacy of iron intake with blood hemoglobin levels in adolescent females. A total of 26 female students were randomly selected from State High School 2 and State High School 9 Semarang, Indonesia. Data were analyzed using Spearman's rank correlation test. The results showed no association between body image and hemoglobin levels (p=0.795, r=-0.053), or between adequacy of iron intake and hemoglobin levels (p=0.345, r=0.193). Based on the results, there is no relationship between body image and iron intake adequacy with blood hemoglobin levels in female adolescents.
Association of Animal Protein Adequacy with Nutritional Status: A Study on High School Adolescents in Semarang City Melati, Sekar; Ayuningtyas, Rr. Annisa; Jauharany, Firdananda Fikri; Ulvie, Yuliana Noor Setiawati
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.30-31

Abstract

This study aimed to determine the relationship between animal protein and calcium adequacy with nutritional status. This is a cross–sectional study with 78 subjects selected by purposive sampling method. This study was conducted in State Senior High School 2 and State Senior High School 9 Semarang. The data were analyzed using Spearman's rank test. The results showed an association between animal protein adequacy and nutritional status (p=0.027, r=-0.250). There was no association between calcium adequacy and nutritional status (p=0.574, r=0.065). In conclusion, protein adequacy is associated with nutritional status among adolescents, but calcium is not.
Relationship of Body Image and Mindful Eating with Nutritional Status in Students of K.H. Sahlan Rosyidi Islamic Boarding School Dewi, Vania Alvita; Ulvie, Yuliana Noor Setiawati; Jauharany, Firdananda Fikri; Ayuningtyas, Rr. Annisa
Jurnal Gizi dan Pangan Vol. 18 No. Supp.1 (2023)
Publisher : The Food and Nutrition Society of Indonesia in collaboration with the Department of Community Nutrition, IPB University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25182/jgp.2023.18.Supp.1.32-34

Abstract

This study aimed to analyze the relationship of body image and mindful eating with nutritional status of female students at K.H. Sahlan Rosjidi Islamic Boarding School using Body Shape Questionnaire, Mindful Eating Questionnaire and Body Mass Index (BMI). The samples were 75 students using purposive sampling method. Data analysis was performed using Spearman's rank test. There is a relationship between body image perception and nutritional status (p=<0.001) and no relationship between mindful eating and nutritional status (p=0.646). Most subjects have a positive body image and good eating habits.