Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA(KKN) DI DESA MUKA PAYA KABUPATEN LANGKAT Nasution, Nazaruddin; Fahrol, Muhammad; Amelia, Cahya; Siregar, Hidayati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol 6, No 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/budimas.v6i2.15002

Abstract

Desa Muka Paya merupakan sebuah desa di Kecamatan Hinai, yang memiliki populasi sekitar 3.292 orang dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa ini menjadi lokasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa kelompok 137, yang melaksanakan berbagai program untuk mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di desa tersebut. Program-program KKN yang dilaksanakan meliputi moderasi beragama dengan sosialisasi cara berwudhu yang benar, pemberdayaan UMKM berbasis digital untuk meningkatkan pemasaran produk susu kedelai lokal, penanganan stunting dengan memberikan edukasi dan gizi tambahan, serta kampanye anti-bullying di sekolah dasar setempat. Selain itu, program KKN juga berupaya meningkatkan minat pendidikan di desa dengan mengadakan les privat, ngaji rutin, dan kegiatan mengajar di sekolah. Dalam setiap program yang dilaksanakan diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di desa Muka Paya. Metode yang di gunakan dalam menjalakan program ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebeutuhan praktis Masyarakat.
SEJARAH PERKEMBANGAN ADVOKAT UNTUK MENEGAKKAN KEADILAN DI INDONESIA Lubis, Fauziah; Fahrol, Muhammad; Harahap, Ongku; Diningsih, Suriani; Harahap, Juita Sari; Hanifah, Abu; Hasibuan, Sahrial
Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance Vol. 5 No. 1 (2025): Bureaucracy Journal : Indonesia Journal of Law and Social-Political Governance
Publisher : Gapenas Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53363/bureau.v5i1.518

Abstract

The history of the development of the advocate profession in Indonesia reflects the long journey in realizing an independent and just justice system. During the colonial period, the profession of advocate was limited by discriminatory regulations, only allowing advocates of European nationality or those with approval from the colonial government. After independence, the regulation of advocates underwent reform through several laws aimed at establishing an advocate profession that was independent and had integrity. The peak was the birth of Law Number 18 of 2003 concerning Advocates, which established advocacy as a profession that is free, independent and not bound by government power. Through this law, the role of advocates as law enforcers on a par with prosecutors, judges and police is increasingly strengthened. This article aims to provide a chronological overview of the development of the advocate profession in Indonesia, the challenges faced, and its implementation in the modern justice system. With a historical and analytical approach, this research shows that the development of the advocate profession not only reflects the dynamics of law in Indonesia, but also efforts to ensure access to justice for all levels of society
PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT MELALUI KULIAH KERJA NYATA(KKN) DI DESA MUKA PAYA KABUPATEN LANGKAT Nasution, Nazaruddin; Fahrol, Muhammad; Amelia, Cahya; Siregar, Hidayati
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Muka Paya merupakan sebuah desa di Kecamatan Hinai, yang memiliki populasi sekitar 3.292 orang dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Desa ini menjadi lokasi program Kuliah Kerja Nyata (KKN) oleh mahasiswa kelompok 137, yang melaksanakan berbagai program untuk mengatasi tantangan sosial, ekonomi, dan pendidikan di desa tersebut. Program-program KKN yang dilaksanakan meliputi moderasi beragama dengan sosialisasi cara berwudhu yang benar, pemberdayaan UMKM berbasis digital untuk meningkatkan pemasaran produk susu kedelai lokal, penanganan stunting dengan memberikan edukasi dan gizi tambahan, serta kampanye anti-bullying di sekolah dasar setempat. Selain itu, program KKN juga berupaya meningkatkan minat pendidikan di desa dengan mengadakan les privat, ngaji rutin, dan kegiatan mengajar di sekolah. Dalam setiap program yang dilaksanakan diharapkan dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada di desa Muka Paya. Metode yang di gunakan dalam menjalakan program ini adalah metode Participatory Action Research (PAR) merupakan pendekatan yang prosesnya bertujuan untuk pembelajaran dalam mengatasi masalah dan pemenuhan kebeutuhan praktis Masyarakat.
Implementasi Keputusan Dirjen BIMAS Islam No. 1099 Tahun 2023 Tentang Gerakan Keluarga Sakinah di Tingkat Kecamatan Fahrol, Muhammad; Milhan, Milhan; Nas, Zulkifli
SUPREMASI: Jurnal Pemikiran, Penelitian Ilmu-ilmu Sosial, Hukum dan Pengajarannya Volume 21, Nomor 2 (April 2026)
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/supremasi.v21i2.83246

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis implementasi kebijakan Gerakan Keluarga Sakinah (GKS) di Kantor Uurusan Aagama Kecamatan Medan Marelan, meliputi proses komunikasi, ketersediaan sumber daya, disposisi pelaksana, serta struktur birokrasi, sekaligus mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaan program. Menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode penelitian lapangan, data dihimpun melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA Medan Marelan berupaya menjalankan seluruh komponen GKS seperti sosialisasi, publikasi, pelatihan, dan pembinaan keluarga, namun implementasinya tidak dapat berjalan optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia, minimnya anggaran, rendahnya partisipasi masyarakat, serta kendala fasilitas fisik. Faktor pendukung yang ditemukan antara lain komitmen internal KUA, dukungan BP4 dan tokoh masyarakat, kemudahan publikasi, serta kerja sama lintas kelembagaan. Penelitian ini menegaskan adanya kesenjangan antara desain kebijakan dan implementasi di tingkat lokal, serta pentingnya dukungan struktural dan anggaran agar kebijakan berjalan efektif. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis bagi studi implementasi kebijakan keluarga berbasis masyarakat, serta rekomendasi bagi penguatan kelembagaan KUA dalam pelaksanaan GKS secara berkelanjutan.