Claim Missing Document
Check
Articles

Found 12 Documents
Search

PEMANFAATAN BOTOL PLASTIK BEKAS SEBAGAI MEDIA TANAM HIDROPONIK DI DESA WARANGGERE KEC. WITIHAMA KAB. FLORES TIMUR Lengo, Rikardus Wowa; Kosat, Emanuel
BUDIMAS : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Vol. 6 No. 2 (2024): BUDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : LPPM ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Plastik diketahui memiliki dampak buruk terhadap lingkungan karena sifatnya yang susah diurai oleh mikroba. Sampah plastik yang sering ditemui dalam lingkungan masyarakat yaitu botol plastik bekas air mineral maupun botol plastik lainnya. Sering masyarakat beranggapan bahwa sampah botol plastik bukanlah barang yang berguna dan sering diabaikan. Namun sampah botol plastik dapat memberikan manfaat yang positif apabila dikelola dengan baik salah satunya yaitu dengan menjadikan sampah botol plastik sebagai media tanam hidroponik sehingga menjadi nilai yang bermanfaat bagi kehidupan dan lingkungan. Oleh karena itu melalui kegiatan pengabdian masyarakat pada kelompok masyarakat di Desa Weranggere dalam kegiatan sosialiasi yang dilakukan oleh Tim Pengabdian Masyarakat dari Mahasiswa Universitas Katolik Widya Mandira Kupang dalam program Merdeka Belajar Kampus Merdeka ini dapat membawah perubahan bagi masyarakat Desa Weranggere akan pentingnya pengelolaaan kembali botol bekas sebagai media tanam hidroponik. Di Desa Weranggere sendiri merupakan desa terkecil dengan luas 9,59 km. Penduduk Desa Weranggere sebagian besar berasal dari suku Flores. Melalui hasil pengamatan penulis bahwa di desa Weranggere, Kecamatan Witihama, ditemukan potensi yang dimiliki oleh masyarakat dalam proses pengelolaan botol bekas sebagai media tanam hidroponik.. Untuk menggali lebih dalam potensi ini, penulis menerapkan observasi dan pelatihan kepada masyarakat setempat serta melibatkan partisipasi langsung dari masyarakat dalam keseluruhan proses yang dilakukan mulai dari tahap persiapan sampai dengan tahap akhir berupa evaluasi. Desa Weranggere menjadi daerah yang banyak memiliki sampah plastik. Hasil dari tumpukan sampah yang ada menjadi penyebab terjadinnya kerusakan lingkungan setempat. Banyak masyarakat yang belum mengerti akan berbahayanya sampah apabila ditumpukan dalam satu tempat atau dibakar. Untuk itu banyak sekali ditemukan tumpukan sampah seperti sampah organik maupun sampah non organik. Sampah non organik ini seperti plastik dan botol bekas, belum diketahui oleh masyarakt setempat akan manfaatnya. Hasil dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa MBKM Universitas Katolik Widya Mandira kupang, Fakultas ilmu sosial dan politik di Desa Weranggere berjalan dengan baik dimana masyarakat ikut terlibat langsung dalam proses kerajinan diharapkan mampu meningkatkan penggunaan botol bekas sebagai media tanam. Hal ini memberikan dampak yang positif bagi masyarakat desa Weranggere
RECONSTRUCTION OF WOMEN'S SOCIAL MODALITIES IN TALING CUSTOMS: Cultural Strategies in Policies to Combat Stunting in East Flores Susu, Mikael Thomas; Kosat, Emanuel; Pantola, Bruno Rey Sonby; Lamawuran, Yosef Dionisius
CosmoGov: Jurnal Ilmu Pemerintahan Vol 11, No 2 (2025)
Publisher : Department of Government, FISIP, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/cosmogov.v11i2.65490

Abstract

This study aims to analyze how the Taling customary practice, carried out by Lamaholot women, can be reconstructed as a cultural strategy in stunting prevention policies in East Flores Regency. Using a qualitative approach and ethnographic methods, this study positions Taling as a social modality for women that has not been accommodated in formal policy design but functions effectively in maintaining food security and community solidarity. The Longwe women's empowerment framework was used to evaluate the extent to which indigenous women achieved the five dimensions of empowerment: welfare, access to resources, critical awareness, participation, and control in the local development process. The research was conducted in five villages within Witihama Sub-district, utilizing participatory observation, in-depth interviews, focus group discussions, and documentary studies. The findings show that the local value-based food redistribution system in Taling practice effectively strengthens women's leadership, builds social trust, and creates distribution mechanisms that are responsive to the needs of vulnerable households. However, this social power has not been recognized in the framework of stunting prevention policies, which are still dominated by a technocratic approach. These findings emphasize the importance of integrating social and community structures into local public policy through participatory, adaptive, and culturally based governance models.