Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Development and Validation of Psychosocial Problem Assessment Instruments in Critical Patients in the Intensive Care Unit (ICU) Hermala Dewi, Nelly
Journal of Health and Nutrition Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jhnresearch.v4i1.341

Abstract

The assessment of psychosocial problems is an important component of determining patient needs in managing therapy and providing comprehensive care for patients in the ICU. Until now, there has been no specific instrument to measure the psychosocial problems of critical patients. This study aimed to develop and validate an instrument to assess psychosocial problems. This research used a quantitative design, testing 104 ICU nurses and 38 patients by questionnaire; in two hospitals in Banten, those who passed obtained ethics approval. Data were collected from May to July 2024. Data analysis in this study used Confirmatory Factor Analysis (CFA) with Lisrel 8.5. to test the construct validity and reliability based on the content and language suitability and univariate testing to describe the result of experienced psychosocial problems to patients. The result is the instrument developed five indicators: anxiety, depression, hopelessness, helplessness, and deprivation. All indicators were declared valid and reliable using Measurement by Standardized Loading Factor (SLF), Construct Reliability (CR), and Average Variance Extracted (AVE), and good model fit in SEM analysis and testing to critical patients in the ICU found that some patients experienced severe anxiety was 19 (50.0%) respondents, mild to moderate deprivation was 27 (71.1%) respondents, mild to moderate depression was 22 (57.9%) respondents, severe helplessness was 21 (55.3%) respondents, and mild to moderate hopelessness was 20 (52.6%) respondents. The conclusion of this research is that this instrument has been evolved and declared valid and reliable
Pilot Project: Model Intervensi Keluarga Sehat Dengan Pendekatan Standar Pelayanan Minimal Untuk Mencapai Program Indonesia Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Kramatwatu Hermala Dewi, Nelly; Yupartini, Lisnawati; Aminah
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.56

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang” Pilot Project: Model Intervensi Keluarga Sehat Dengan Pendekatan Standar Pelayanan Minimal Untuk Mencapai Program Indonesia Sehat di Wilayah Kerja Puskesmas Kramatwatu Kabupaten Serang” dilaksanakan sebagai wujud Tridarma perguruan tinggi Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa di wilayah Kerja Puskesmas Puskesmas Kramat Watu Kabupaten Serang. Tujuan kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah berkonstribusi aktif dalam program Indonesia Sehat untuk mencapai derajat kesehatan optimal. Pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarakat ini yaitu dengan melibatkan petugas kesehatan Puskesmas Kramatwatu, kepala desa, ketua RT, ketua RW, kader posyandu, kader posbindu, kader keluarga, dan keluarga. Kegiatan pengabdian masyarakat ini terdiri dari Koordinasi dan persencanaan dengan tenaga kesehatan Puskesmas Kramatwatu, sosialisasi program kegiatan intervensi kesehatan, penjaringan keluarga, pemetaan masalah keluarga, intervensi keluarga sehat, baik melalui kegiataan secara langsung, maupun tidak langsung pada keluarga. monitoring, dan evaluai program intervesi keluarga sehat. Hasil pengabdian masyarakat dengan menggunakan model intervensi keluarga sehat pada 10 keluarga yang dilakukan dengan menggunakan 12 standar pelayanan minimal adalah tercapainya kemandirian keluarga dengan nilai indeks Kesehatan keluarga sebanyak 70%
Promotif dan Preventif Penularan Covid 19 Pada Kelompok Rentan Di Desa Cibodas Kecamatan Tanara Kabupaten Serang Yupartini, Lisnawati; Dewi, Nelly Hermala
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 1 No. 2 (2022)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v1i2.57

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat tentang “Tindakan Promotif Dan Preventif Penularan Covid 19 Pada Kelompok Rentan Di Desa Cibodas Kecamatan Tanara Kabupaten Serang”, dilaksanakan sebagai wujud Tridarma perguruan tinggi Univeristas Sultan Ageng Tirtayasa di wilayah Kerja Puskesmas Tanara yang merupakan wilayah Binaan Fakultas Kedokteran Untirta. Kegiatan ini berupa pemberian pendidikan kesehatan secara mendasar tentang pentingnya tindakan promotif dan preventif penularan covid-19 pada kelompok rentan. Pada kasus covid 19, kelompok rentan merupakan penyumbang kematian tertinggi dari kasus covid 19. Penanaman kesadaran dengan pemberian pendidikan kesehatan secara berkesinambungan diharapkan dapat meningkatkan koginitif dan sikap masyarakat sehingga tercermin dalam memutus rantai penyebaran covid 19 pada kelompok rentan. Kegiatan penunjang lainnya adalah pemberian masker, face shield, dan sabun cuci tangan. Kesimpulan kegiatan pengabdian masyarkat adalah kegiatan ini bermanfaat memutus rantai penularan covid 19. Kegiatan pengabdian masyarakat harus terintegrasi dengan stakeholder bidang Kesehatan, unsur pemerintah, dan tokoh masyarakat. Masyarakat kelompok rentan telah memahami tindakan promotif dan preventif pencegahan covid 19, yaitu perilaku hidup bersih dan sehat terdiri dari penggunaan masker, menjaga jarak, mencuci tangan dengan benar
Intervensi Atrisi ASI Eksklusif Berbasis Website (SIASIF) Untuk Mencegah Stunting Pada Balita Di Kabupaten Serang Banten Hermala Dewi, Nelly; Rustiawati, Epi; Yupartini, Lisnawati
Jurnal Pengabdian dan Pengembangan Masyarakat Indonesia Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Media Publikasi Cendekia Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56303/jppmi.v3i2.292

Abstract

Stunting menyebabkan terjadinya anak menjadi pendek, dengan konsekuensi jangka panjang menimbulkan gangguan perkembangan fisik dan kognitif, penurunan produktivitas dan status kesehatan, serta peningkatan risiko penyakit degeneratif dimasa dewasa. Adanya atrisi pemberian ASI eksklusif berpotensi meningkatkan kejadian stunting pada balita. Tujuan kegiatan ini membuat aplikasi intervensi atrisi ASI Eksklusif berbasis Website (SIASIF), yang dapat memfasilitasi orang tua (ayah dan ibu) balita memahami informasi tentang pentingnya menyusui secara eksklusif selama enam bulan. Menyusui ASI eksklusif sebagai salah satu cara pencegahan kejadian stunting pada balita. Metode pelaksanaan kegiatan pengabdian masyarkat ini terdiri dari pembuatan materi intervensi atrisi ASI Eksklusif, konsultasi pakar, pembuatan aplikasi intervensi atrisi ASI Eksklusif berbasis Website (SIASIF), penggunaan aplikasi SIASIS pada ibu hamil trimester tiga. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat ini adalah Prototype aplikasi Intervensi Atrisi ASI eksklusif (SIASIF) berbasis website (www.siasif.com), dan penjaringan ibu hamil trimester tiga. Rekomendasi aplikasi SIASIF merupakan aplikasi Website dapat menyebarkan informasi ASI ekslusif secara efektif dan efesien sehingga dapat digunakan oleh tim Kesehatan yang berfokus pada peningkatan Kesehatan ibu dan anak di puskesmas.
Pengembangan Dokumentasi Penskoran Early Warning System sebagai Deteksi Dini Penurunan Kondisi Pasien Nelly Hermala Dewi; Enie Novieastari; Lisnawati Yupartini
Faletehan Health Journal Vol 10 No 01 (2023): Faletehan Health Journal, Maret 2023
Publisher : Universitas Faletehan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33746/fhj.v10i01.462

Abstract

The implementation of a scoring warning system by nurses can determine patient safety. Early warning system (EWS) is a tool to detect patient emergencies by scoring on seven parameters. The purpose of this study was to determine the development of early warning system (EWS) documentation, the quality of format development, and the quality of format development documentation. The research method was research and development. The study was carried out in adult inpatient wards and the sample size was 62 nurses. The data collection tools were questionnaires and observation sheets. The analysis used univariate with frequency distribution. The result of this research was the development of early warning system documentation, including the parameters of mean arterial pressure (MAP), blood glucose, pain scale, and urine output. The quality of EWS documentation format development was well-functioned, efficient, and usable. In addition, the quality of EWS documentation, including completeness, accuracy, relevance, and good novelty, was in a good category. The conclusion was that the development of early warning system documentation can be used in adult inpatient wards to improve patient safety practices
PENGARUH LATIHAN INTRADIALITIK RANGE OF MOTION (ROM) TERHADAP KUALITAS TIDUR PASIEN GAGAL GINJAL KRONIK YANG MENJALANI HEMODIALISIS DI RUANG DIALISIS RSUD DR. ADJIDARMO KAB. LEBAK Salsabila Tazkia Nurulita; Nelly Hermala Dewi; Epi Rustiawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i2.25853

Abstract

Latar Belakang: Gagal ginjal kronik merupakan masalah kesehatan global yang mempengaruhikualitas hidup pasien dan keinginan untuk melakukan terapi hemodialisis. Oleh karena itu, pasienhemodialisis sering mengalami komplikasi atau efek samping, yaitu perubahan kualitas tidur dangangguan muskuloskeletal yang pengobatannya bisa dilakukan dengan latihan intradialitik range ofmotion. Metode: Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan desain quasieksperimen menggunakan pendekatan nonequivalent control group. Pelaksanaan intradialytic rangeof motion (ROM) exercise menggunakan standar prosedur operasional (SPO) range of motion.Pengukuran kualitas tidur menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI).Responden pada penelitian ini sebanyak 68 dengan menggunakan purposive sampling. Analisisstatistik yang digunakan adalah uji Mann Whitney U dan Wilcoxon Signed Ranks. Hasil: Terdapatpengaruh latihan intradialitik range of motion (ROM) terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjalkronik yang menjalani hemodialisis di ruang dialisis RSUD dr. Adjidarmo Kab. Lebak dengan nilaip value = 0.000 < = 0.05. Kesimpulan: Pemberian latihan intradialitik range of motion (ROM)memiliki pengaruh yang signifikan terhadap kualitas tidur pasien gagal ginjal kronik yang menjalanihemodialisis di ruang dialisis RSUD dr. Adjidarmo Kab. Lebak pada kelompok yang diberikanintervensi.Kata Kunci: kualitas tidur, range of motion, gagal ginjal kronik, hemodialisis
HUBUNGAN LAMANYA MENJALANI TERAPI HEMODIALISIS DENGAN TINGKAT KEPATUHAN DIET CAIRAN PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS Auryl Senja; Epi Rustiawati; Nelly Hermala Dewi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 3 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i3.28408

Abstract

Gagal Ginjal Kronis adalah kondisi klinis kerusakan ginjal yang progresif dan irreversible. Salah satu terapi pengganti ginjal yang banyak digunakan pada pasien gagal ginjal kronis adalah hemodialisis. Penatalaksanaan pada pasien GGK yang menjalani hemodialisis, dibutuhkan kepatuhan pasien salah satunya yaitu patuh terdahap diet cairan. Dampak dari ketidakpatuhan diet cairan dapat mengakibatkan sesak, oedema, serta peningkatan Interdialytic Weight Gain. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan lamanya menjalani hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan pada pasien gagal ginjal kronis di RSUD dr Adjidarmo. Penelitian ini menggunakan jenis metode kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Teknik sampling yang digunakan yaitu purposive sampling. Dengan jumlah sampel sebanyak 92 responden. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan 1 kuesioner karakteristik demografi dan satu lembar observasi Interdialytic Weight Gain. Uji analisis data yang digunakan yaitu chi square. Hasil penelitian pada uji Chi Square hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan menunjukan nilai ρ value 0,006 < α (0.05) yang berarti ada hubungan antara lamanya menjalani terapi hemodialisis dengan tingkat kepatuhan diet cairan. Dengan nilai Odds Ratio yaitu 5.062 artinya lamanya menjalani hemodialisis 5.062 kali mempengaruhi tingkat kepatuhan diet cairan pasien pada pasien gagal ginjal kronis. Kata kunci: Gagal Ginjal Kronis, Kepatuhan Diet Cairan, Lamanya Menjalani Hemodialisis
Edukasi Akupresure Pada Ibu Post Partum Di Ruang Wijaya Kusuma Rsud Dr.Drajat Prawiranegara Serang Danisa Danisa; Hesti Ratna Sari; Ike Puspasari Ayu; Dedeh Hamdiah; Nelly Hermala Dewi
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 3 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i3.35614

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) merupakan sumber nutrisi yang memiliki kandungan gizi yang baik dalam membantu pertumbuhan dan perkembangan anak diperlukan pengetahuan seorang ibu mengenai Metode non farmakologi untuk meningkatkan produksi ASI dapat dilakukan dengan metode komplementer seperti  edukasi akupresur. Tujuan meningkatkan  pengetahuan   tentang produksi ASI,  Metode menggunakan studi kasus terhadap 3 pasien dengan kriteria inklusi yang telah ditentukan  yang bertempat di Ruangan Wijayakusuma  Instrumet yang digunakan Adalah Standar Proseder operasional  Akupresure  Hasil  adanya peningkatkan pengetahuan untuk ibu dari sebelum nya tidak tahu setelah nya menjadi paham dan mengerti untuk responden 2 dan 3 tetapi untuk responden 1 hanya baru tau dan sering dingetkan  Kesimpulan edukasi akupresur  efektif untuk meningkatkan pengetahuan ibu  akupresur untuk meningkatkan produksi asi 
GAMBARAN KEBUTUHAN SPIRITUAL PADA PASIEN KRITIS DI RUANG INTENSIVE CARE UNIT (ICU) RSUD DR DRAJAT PRAWIRANEGARA 2024 Suci Setiawati; Nelly Hermala Dewi; Epi Rustiawati
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 5, No 1 (2024)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v5i1.25852

Abstract

Spiritual merupakan kebutuhan untuk mempertahankan keyakinan dan memenuhi kewajiban agama serta kebutuhan mendapatkan maaf atau pengampunan, mencintai, menjalin hubungan penuh rasa percaya dengan Tuhan dan diri sendiri. Pasien kritis adalah pasien dengan perburukan patofisiologi yang cepat yang dapat menyebabkan kematian dan dapat mengalami keadaan kritis yang dapat menyebabkan kematian. Sehingga pasien kritis yang dirawat di ruang ICU memiliki kebutuhan spiritual yang tinggi karena dalama kondisi yang mengancam jiwa, pengukuran kebutuhan spiritual dapat diukur menggunakan kuisioner pengkajian spiritual SWBS. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran kebutuhan spiritual yang yang terjadi pada pasien kritis yang dirawat di ruang Insentive Care Unit (ICU). Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan sampel yang digunakan menggunakan pendekatan accidental sampling menggunakan analisis distribusi frekuensi. Hasil penelitian menunjukan gambaran kebutuhan spiritual yang terjadi pada pasien kritis adalah tinggi. Kesimpulan penelitian ini dalam keadaan kritis yang mengancam jiwa pada pasien kritis memiliki masalah spiritual yang baik dengan tingginya kebutuhan spiritual yang dimiliki. Kata kunci : kebutuhan spiritual, pasien kritis, Intensive Care Unit (ICU).
FAKTOR DERTEMINAN PERAWAT DALAM INTERPRETASI ELEKTROKARDIOGRAM (EKG) PADA PASIEN DEWASA DI RSUD Dr. DRAJAT PRAWIRANEGARA Nasywa Budirianti; Nelly Hermala Dewi; Syafrina Arbaani Djuria
Jawara : Jurnal Ilmiah Keperawatan Vol 6, No 1 (2025)
Publisher : Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62870/jik.v6i1.34668

Abstract

ABSTRAKLatar Belakang: Penyakit jantung merupakan salah satu penyakit mematikan didunia, Penyakit jantung juga sering disebut sebagai silent killer karena terjadi secara tiba-tiba. Meningkatnya akan kejadian kematian yang disebabkan oleh penyakit jantung dan untuk menunjang pengobatan dan mendeteksi dini peyakit jantung diperlukan pemeriksaan penunjang. Electrokardiogram (EKG) yang merupakan salahsatu alat atau teknologi pada pemeriksaan penunjang yang dapat ditemukan di pelayanan kesehatan untuk memeriksa dan membantu mendeteksi kelainan jantung. kemampuan menginterpretasikan EKG merupakan tuntutan profesi untuk seluruh perawat yang bekerja di ruangan yang berurusan langsung dengan perawatan pasien di pelayanan-pelayanan kesehatan. Tujuan: Untuk mengetahui faktor derteminan perawat dalam menginterpretasikan Elektrokardiografi (EKG) pada pasien kritis di Ruang ICU RSUD dr. Drajat Prawiranegara. Metode: Metode penelitian kuantitatif dengan sample yang digunakan yaitu Stratified Random Sampling menggunakan teknik pengumpulan data berupa kuesioner. Hasil: Sebagian besar perawat memiliki pemahaman interpretasi EKG yang baik (66,7 %), sedangkan sebagian kecil dari perawat (33,3 %) memiliki pemahaman interpretasi EKG yang kurang. Kesimpulan: tidak adanya hubungan antara usia, pendidikan, dan masa kerja dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG, sedangkan untuk karakteristik jenis kelamin dan pelatihan EKG disimpulkan bahwa adanya hubungan yang signifikan dengan tingkat pengetahuan perawat dalam interpretasi EKG.Kata kunci: Elektrokardiografi, Interpretasi EKG, Perawat. ABSTRACTBackground: Heart disease is one of the deadliest diseases in the world, Heart disease is also often referred to as a silent killer because it occurs suddenly. The increasing incidence of death caused by heart disease and to support treatment and early detection of heart disease, supporting examinations are needed. Electrocardiography (ECG) which is one of the tools or technologies in supporting examinations that can be found in health services to examine and help detect heart abnormalities. As professional nurses, the ability to interpret ECG is a professional requirement for all nurses who work in rooms that deal directly with patient care in health services. Objective: To determine the determinant factors of nurses in interpreting Electrocardiography (ECG) in critical patients in the ICU Room of Dr. Drajat Prawiranegara Hospital. Method: quantitative research method with the sample used is Stratified Random Sampling using data collection techniques in the form of questionnaires. Results: The majority of nurses demonstrated a good understanding of EKG interpretation (66.7%), while a smaller  proportion  (33.3%)  had  a  poor  understanding  of  EKG  interpretation. Conclusion: There is no significant relationship between age, education, and length of employment with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation. However, gender and EKG training were found to have a significant relationship with the nurses' level of knowledge in EKG interpretation.Keywords: Electrocardiography, EKG Interpretation, Nurses.