Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

THE MANAGEMENT OF SPENT CATALYST IN RCC/FCC UNITS IN ASEAN REFINERIES A.S. Nasution; E. Jasjfi
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 28 No. 3 (2005): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Catalytic cracking processes convert hcavy feed-stock (heavy distillate. residue) into gasoline and lighteyele stock for middle distillate components.
ROLE OF CATALYTIC REFORMING PROCESS FOR GASOLINE PRODUCTION IN ASEAN REFINERIES A.S. Nasution; E. Jasjfi
Scientific Contributions Oil and Gas Vol. 28 No. 3 (2005): SCOG
Publisher : Testing Center for Oil and Gas LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The crude oils processed in refineries range fromsweet crudes, such as Southeast Asian light Crudes,to sour crude, suck as Middle East. Far East, andPersian Gulf"1.
Efektivitas Katalis Padat Berpori pada Proses Hidrokonversi a.s. Nasution; E. Jasjfi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Efektivitas katalis padat berpori pada proses hidrokonversi dipengaruhi oleh ukuran molekul umpan dan ukuran butir katalis- Molekul umpan dan butir katalis, yang berukuran besar dapat menurunkan laju difusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis sehingga efektivitas katalis tersebut menjadi rendah (F <1)- Penurunan energi aktivasi reaksi dengan katalis berukuran besar menunjukkan suatu indikasi adanya pengaruh laju diffusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis tersebut.- Efektivitas katalis padat berpori dapat mendekati (F  1), jika kecepatan difusi umpan dari fase bulk ke dalam pori katalis lebih besar daripada kecepatan reaksi umpan pada inti-inti aktif katalis.
PENGEMBANGAN PROSES PENGILANGAN UNTUK PEMBUATAN SOLAR RAMAH LINGKUNGAN A.S Nasution; E. Jasjfi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 39 No. 1 (2005): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Minyak Bumi yang tersedia cenderung meningkat kadar belerang dan massa jenisnya. Bersamaan dengan itu, kebutuhan akan bahan bakar ringan (bensin, kerosin, solar) tampaknya akan lebih tinggi dari pada bahan bakar berat (minyak bakar), menuntut agar kelebihan produksi residu dimanfaatkan dengan mengolah lebih lanjut residu dengan proses konversi. kedua masalah tersebut dapat sekaligus diatasi dengan menciptakan minyak solar formulasi baru yang ramah lingkungan.
Proses Alkilasi dan Peranannya dalam Pembuatan Bahan Bakar Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; E. Jasjfi; Morina Morina
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 40 No. 1 (2006): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Dalam rangka peningkatan program langit biru maka persyaratan bahan-bahan bensin diperketat sehingga diperlukan pembuatan komponen bensin berangka oktana tinggi (HOMC) dengan bantuan proses-proses katalitik. Alkilat berangka oktana tinggi dengan distribusi angka oktana homogen dan sensivitas rendah dan bebas dari olefin dan aromatik sehingga peranan alkilat tersebut cukup besar dalam pembuatan bensin bersyaratkan spesifikasi angka oktana motor (MON) di Eropa dan knock performance ( RON + MON)/2 di Amerika Serikat. Proses alkilasi adalah salah satu proses katalitik dalam pembuatan komponen bensin alkilat terbesar ketiga setelah komponen catalytic cracker gasoline dan reformat. Peranan alkilat menjadi lebih penting lagi dengan adanya pembatasan kadar olefin dan aromatik di dalam bensin ramah lingkungan. Katalis alkilasi padat sedang dikembangkan untuk mengurangi kerusakan lingkungan atas pembuangan katalis asam bekas. Unit pengolahan PERTAMINA mempunyai potensi cukup besar unit proses konversi yang memungkinkan dioperasikannya proses alkilasi, tetapi baru satu unit proses alkilasi dioperasikan pada UP III Plaju/S. Pakning.
Reformasi Katalitik Parafin Rendah Menjadi Aromatik dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. Legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 37 No. 1 (2003): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Untuk meneliti mekanisme reaksi aromotasi parafin rendah yang merupakan komponen rendah hidrokarbon utama di dalam umpan fraksi, suatu penelitian dilakukan tentang reaksi dehidrosiklisaasi n-heksana, n-heptana, n-oktana dengan memakaikatalis H2/ HC = 6 mol/mol pada alat Catatest mini yang dioperasikan secara kontinu.Komposisi hidrokarbon produk dianalisa dengan memekai alat kromatografi.Kenaikan suhu dari 470 0 C sampai 510 0 C, selektivias reaksi dehidrosiklisasi parafin naik sebagai berikut : untuk umpan n- heksana naik dari 2,55 sampai 7,33 % mole, untuk umpan n.heptana naik dari 3,15 sampai 9,26 % mol dan untuk umpann.oktana naik dari 8.40 sampai 20,02 % mol. Reaksi aromotisasi dan reaksi hidrorengkeh parafin rendah diamati naik dengan bertambahnya jumlah atom karbon umpan parafin.Peranan inti-inti aktif dari katalis reforming bifungsional dalam mekanisme reaksi dehidrosiklisasi, hidroisomerisasi , dan hidrorengkeh dari parafin rendah disajikan dalam tulisan ini.
Pengaruh Racun Butilamina pada Dehidrogenasi Sikloheksana dan Hidroisomerisasi N.heptana dengan Katalis Bifungsional A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Merosotnya mutu minyak bumi, dan meningkatnya program langit biru yang menuntut spesifikasi bahan bakar bensin ramah lingkungan yang sangat ketat, menghasilkan penyempurnaan komposisi bensin dengan meningkatkan komponen bensin isomerat dan pembatasan proporsi reformat, bensin rengkahan katalitik, dan bensin polimer. Pencampuran komponen bensin isomerat tersebut dengan komponen bensin reformat akan meningkatkan distribusi angka oktana dengan sekaligus penurunan kadar benzena dan total aromat yang kadarnya dalam bensin dibatasi. Proses hidroisomerisasi umpan nafta dengan katalis hidroisomerisasi bi functional menghasilkan produk komponen bensin isomerat. Katalis bi functional tersebut mengandung inti aktif logam (Pt) dan inti aktif asam (A12 03 -C1,A12 O3 -SIO2 dan zeolit). Untuk meneliti mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin rendah, suatu penelitian dilakukan tentang pengaruh racun katalis normal butilamina pada reaksi hidroisomerisasi normal heptana dengan katalis bifungsional. Reaksi dehidrogenasi sikloheksana dilakukan untuk penelitian pengaruh racun katalis tersebut pada inti aktif logam katalis bifungsional. Penelitian dilakukan pada kondisi operasi : suhu dari 370o sampai 4000 C, takanan 20 kg/cm2 dan H2 /HC: 6 mol/mol pada alat Catatest Unit yang dioperasikan secara kontinu. Peranan inti-inti aktif katalis bifungsional pada mekanisme reaksi hidroisomerisasi parafin dan deaktivasi kedua jenis inti aktif dari katalis bifungsional oleh racun normal butil amina disajikan dalam makalah ini.
Deaktivasi Katalis oleh Kotoron Umpan Nafta Proses Reformasi A.S Nasution; E. Jasjfi; Evita H. legowo
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 38 No. 3 (2004): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Meningkatkan kebutuhan akan bahan bakar bensin ramah lingkungan dan hidrokarbon aromatik untuk bahan baku industri untuk meningkatkan jumlah kedua jenis produk tersebut. Proses reformasi nafta dengan katalis bifungsional dapat menghasilkan komponen bensin bermutu tinggi dan hidrokarbon aromatik rendah (benzene, toulena,dan silena). Umpan nafta mengandung kotoran-kotoran molekul non-hidrokarbon senyawa organik sulfur, nitrogen, oksigen dan juga organik logam, sehingga umpan nafta tersebut perlu dimurnikan lebih dulu pada proses hidromurnian. Katalis reformer bifungsional mempunyai inti aktif logam (mono dan bi-metal) dan inti aktif asam (Al2 O3 C1). Kotoran non-hidrokarbon umpan nafta dapat menurunkan aktivitas katalis reformer bi-fungsional. Untuk meneliti masalah keracunan inti aktif logam katalis reformer bifungsional, telah dilakukan sutu penelitian tentang pengaruh senyawa tiofen, normal butyl amine, etanol dan tetra etil plumbum pada katalis reformer mono dan bi-metal dengan memakai Catatest Unit.
Peranan Proses Perengkahan Katalitik untuk Pembuatan Bensin Ramah Lingkungan A.S Nasution; E. Jasjfi
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 36 No. 3 (2002): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sehubungan merosotnya jumlah dan mutu umpan proses perengkahan katalitik maka unjuk kerja katalis harus ditingkatkan dalam upaya mendapatkan produk komponen bensin bermutu tinggi dan produk gas olefin untuk umpan proses pembuatan komponen bensin (alkilat, bensin polimer), dan pembuatan aditif oksigenat pengungkit angka oktana bensin (MTBE). Proses perengkahan katalik,mutu produknya dan speksifikasi bensin kormisil, di ASEAN serta pengembangan katalis dan factor-faktor operasi yang dapat menurunkan aktivitas katalis disajikan pada masalah ini.
Metode Uji untuk Analisi Kualitas Bensin Beroksigen *) E. Jasjfi; M. Mulyono
Lembaran Publikasi Minyak dan Gas Bumi Vol. 23 No. 1 (1989): LPMGB
Publisher : BBPMGB LEMIGAS

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pembatasan-pembatasan baru akibat permasalahan lingkungan menyebabkan penggunaan senyawa alkil timbal sebagai komponen peningkat  angka oktana banyak digantikan oleh senyawa organik beroksigen seperti alkhol dan eter. Oksigenat dewasa ini belum digunakan di Indonesia. Akan tetapi kecenderungan dunia ini diperkirakan akan merambat kek Indonesia, kalau bukan karena alasan lingkungan mungkin karena alasan ligistik.