Claim Missing Document
Check
Articles

Found 14 Documents
Search

PERSEPSI SISWA KELAS VIII TERHADAP PERAN GURU BK DALAM MEMBERIKAN LAYANAN INFORMASI DI SMPN 1 SEMPU Icha Febrianing Sari; Miftahul Arifin; Ratna Wulandari
BIMBINGAN DAN KONSELING BANYUWANGI Vol. 1 No. 2 (2022): Bimbingan dan Konseling Banyuwangi 
Publisher : Program Studi Bimbingan dan Konseling

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36526/bikangwangi.v1i2.2258

Abstract

This study aims to determine the relationship between students' perceptions of the role of BK teachers in providing information services at SMPN 1 SEMPU. This type of research is descriptive quantitative. The research population is class VIII students and uses proportional random sampling technique. The results showed that the results showed that the effective contribution of the variable perception of class VIII students to the role of BK teachers in providing information services at SMPN 1 SEMPU was 57.5%. So that there are 42.5% related to student perceptions not examined in this study. It can be concluded that there is a significant positive relationship between the perceptions of class VIII students on the role of BK teachers in providing information services at SMPN 1 SEMPU. This means that the higher the role of the BK teacher in providing information services, the higher the student's perception will be. On the other hand, if the role of the counseling teacher in providing information services is low, the student's perception will also be low
Instilling Islamic Educational Values Through Madurese Local Cultural Habituation Zainab, Nurul; Arifin, Miftahul
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11525

Abstract

This study aims to explore (1) how State Primary School Patereman 2 utilizes local culture as a medium to instill Islamic educational values, and (2) how the process of internalizing Islamic values occurs through Madurese local cultural habituation. Using a qualitative case study approach, the research involved religious teachers, community religious leaders, students participating in kompolan activities, and parents. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the pattern-matching technique with methodological and source triangulation for validity. The findings reveal that kompolan, a distinctive Madurese religious cultural practice, effectively serves as a vehicle for the internalization of Islamic values among students. The process of habituation creates repeated interactions between learners and the local religious environment, enabling the formation of a religious habitus as explained by Bourdieu’s theory of habitus, capital, and field. This study contributes to the understanding of how ethnopedagogical practices grounded in local culture can strengthen Islamic character education in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi (1) bagaimana SD Negeri Patereman 2 memanfaatkan budaya lokal sebagai media penanaman nilai-nilai pendidikan Islam, dan (2) bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam berlangsung melalui habituasi budaya lokal Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru pendidikan agama Islam, tokoh agama, siswa yang mengikuti kegiatan kompolan, dan orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik pattern matching serta triangulasi metode dan sumber untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompolan, sebagai praktik budaya religius khas masyarakat Madura, terbukti efektif menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam pada siswa. Proses habituasi menciptakan interaksi berulang antara peserta didik dan lingkungan religius lokal, sehingga terbentuk habitus religius sebagaimana dijelaskan oleh teori Bourdieu tentang habitus, modal, dan ranah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana praktik etnopedagogis berbasis budaya lokal dapat memperkuat pendidikan karakter Islam di sekolah dasar.
Instilling Islamic Educational Values Through Madurese Local Cultural Habituation Zainab, Nurul; Arifin, Miftahul
MUSLIM HERITAGE Vol 10 No 2 (2025): Muslim Heritage: Jurnal Dialog Islam dengan Realitas
Publisher : Universitas Islam Negeri Kiai Ageng Muhammad Besari Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21154/muslimheritage.v10i2.11525

Abstract

This study aims to explore (1) how State Primary School Patereman 2 utilizes local culture as a medium to instill Islamic educational values, and (2) how the process of internalizing Islamic values occurs through Madurese local cultural habituation. Using a qualitative case study approach, the research involved religious teachers, community religious leaders, students participating in kompolan activities, and parents. Data were collected through participatory observation, in-depth interviews, and documentation, and analyzed using the pattern-matching technique with methodological and source triangulation for validity. The findings reveal that kompolan, a distinctive Madurese religious cultural practice, effectively serves as a vehicle for the internalization of Islamic values among students. The process of habituation creates repeated interactions between learners and the local religious environment, enabling the formation of a religious habitus as explained by Bourdieu’s theory of habitus, capital, and field. This study contributes to the understanding of how ethnopedagogical practices grounded in local culture can strengthen Islamic character education in elementary schools. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi (1) bagaimana SD Negeri Patereman 2 memanfaatkan budaya lokal sebagai media penanaman nilai-nilai pendidikan Islam, dan (2) bagaimana proses internalisasi nilai-nilai Islam berlangsung melalui habituasi budaya lokal Madura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Subjek penelitian meliputi guru pendidikan agama Islam, tokoh agama, siswa yang mengikuti kegiatan kompolan, dan orang tua siswa. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan teknik pattern matching serta triangulasi metode dan sumber untuk menguji validitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kompolan, sebagai praktik budaya religius khas masyarakat Madura, terbukti efektif menjadi sarana internalisasi nilai-nilai Islam pada siswa. Proses habituasi menciptakan interaksi berulang antara peserta didik dan lingkungan religius lokal, sehingga terbentuk habitus religius sebagaimana dijelaskan oleh teori Bourdieu tentang habitus, modal, dan ranah. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana praktik etnopedagogis berbasis budaya lokal dapat memperkuat pendidikan karakter Islam di sekolah dasar.
Pemberdayaan UMKM Gula Aren melalui Inovasi Kemasan dan Pemasaran Digital untuk Meningkatkan Daya Jual Fajri, Fathorazi Nur; Malik, Kamil; Arifin, Miftahul; Badir, Muhammad
SINAR: Sinergi Pengabdian dan Inovasi untuk Masyarakat Vol 2 No 01 (2025): Oktober
Publisher : CV. Laskar Karya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

UMKM gula aren memiliki potensi besar dalam mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, namun sering terkendala pada aspek kemasan dan strategi pemasaran yang masih konvensional. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan pelaku UMKM gula aren melalui pelatihan inovasi kemasan dan pemanfaatan digital marketing guna meningkatkan daya jual produk. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan desain dan pengemasan produk, pendampingan pembuatan label dan identitas merek, serta pelatihan pemanfaatan media digital (WhatsApp Business, marketplace, dan media sosial) sebagai sarana promosi. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan pengetahuan mitra sebelum dan sesudah kegiatan, serta melihat perubahan kualitas kemasan dan jangkauan pemasaran. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman pelaku UMKM terkait pentingnya kemasan dan branding, kemampuan mendesain kemasan yang lebih menarik dan informatif, serta mulai aktifnya penggunaan platform digital dalam mempromosikan produk gula aren. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk gula aren lokal dan menjadi model pemberdayaan UMKM berbasis inovasi kemasan dan pemasaran digital.