Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Kualitas Produk Memoderasi, Brand Image, Store Atmosphere, Dan Sosial Media Marketing Terhadap Keputusan Pembelian Di 2nd_Jhon Kadek Dwi Rumadhita; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa; Kadek Devi Kalvika Anggria Wardani; Putu Ayu Titha Paramita Pika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4684

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran kualitas produk sebagai variabel moderasi pada hubungan antara brand image, store atmosphere, dan social media marketing terhadap keputusan pembelian pada thrift shop 2ND_Jhon di Gianyar, Bali. Pertumbuhan pesat bisnis thrifting sebagai tren fashion berkelanjutan telah mengubah preferensi konsumen yang kini lebih memperhatikan faktor citra merek, strategi pemasaran digital, serta persepsi kualitas produk. Menggunakan kerangka Theory of Planned Behavior (TPB), penelitian ini menguji bagaimana sikap, norma subjektif, dan persepsi kontrol perilaku memengaruhi niat beli konsumen. Data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 230 responden dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda dengan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa brand image, store atmosphere, dan social media marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Selain itu, kualitas produk memperkuat hubungan antara ketiga variabel independen tersebut dengan keputusan pembelian. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga konsistensi kualitas produk dan reputasi merek untuk meningkatkan kepercayaan dan loyalitas konsumen, khususnya dalam industri fashion berkelanjutan.
Pengaruh Promosi Media Sosial Terhadap Keputusan Pembelian Produk Pada Toko Magic Vape Sidakarya Dengan Electronic Word of Mouth (e-WOM) Sebagai Variabel Mediasi I Gede Jaya Putra; I Gusti Ayu Tirtayani; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa; Putu Irma Yunita
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3323

Abstract

enurunan penjualan pada Toko Magic Vape Sidakarya sepanjang 2024 menunjukkan perlunya evaluasi terhadap efektivitas promosi digital dan peran Electronic Word of Mouth (e-WOM) dalam mendorong keputusan pembelian. Penelitian ini menilai pengaruh promosi media sosial terhadap keputusan pembelian dengan memasukkan e-WOM sebagai variabel mediasi. Pendekatan kuantitatif digunakan melalui metode Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS). Pengumpulan data dilakukan dengan menyebarkan kuesioner kepada 110 responden yang dipilih melalui purposive sampling berdasarkan kriteria pernah membeli produk vape, aktif di media sosial, dan terpapar konten promosi. Analisis menunjukkan bahwa promosi media sosial berpengaruh positif dan signifikan terhadap e-WOM dan keputusan pembelian. e-WOM juga memberi pengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian serta berperan sebagai mediator dalam hubungan antara promosi media sosial dan keputusan pembelian. Hasil ini menegaskan bahwa promosi berbasis media sosial tidak hanya bekerja melalui paparan langsung, tetapi juga melalui komunikasi antar konsumen yang memperkuat persepsi dan keyakinan terhadap produk. Temuan penelitian memberikan dasar empiris bahwa integrasi promosi digital dan e-WOM dapat meningkatkan efektivitas pemasaran, khususnya pada sektor ritel vape yang bergantung pada interaksi konsumen dan kredibilitas informasi di platform digital.
Analisis Determinan Keputusan Pembelian Produk Skintific Pada Generazi Z: Studi Peran Electronic Word of Mouth Gusti Ayu Diana Sari; Kadek Devi Kalfika Anggria Wardani; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa; Ida Nyoman Basmantra
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3452

Abstract

Kajian ini menganalisis peran electronic word of mouth (e-WOM) dan perceived value pada keputusan pembelian produk skincare Skintific pada Generasi Z di Kota Denpasar. Metode survei diterapkan kepada 100 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional stratified random sampling dan purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner skala Likert 1–5 dan dianalisis dengan regresi linier berganda. Hasil uji parsial menunjukkan e-WOM berkontribusi positif dan signifikan pada keputusan pembelian (β = 0,437, sig. 0,000). Perceived value juga berkontribusi positif dan signifikan (β = 0,736, sig. 0,000). Uji simultan memperlihatkan kedua variabel berkontribusi signifikan pada keputusan pembelian, dengan kontribusi determinasi sebesar 75,6%, sedangkan 24,4% dijelaskan variabel lain di luar model. Temuan menegaskan bahwa kepercayaan pada ulasan digital serta persepsi nilai yang mencakup aspek fungsional dan emosional menjadi indikator penting dalam keputusan pembelian Generasi Z. Implikasi praktisnya, strategi pemasaran berbasis testimoni, peningkatan kualitas produk, dan edukasi konsumen perlu ditingkatkan untuk memperkuat keputusan pembelian.
Analisis Fenomenologi Komunikasi dan Isolasi Sosial antara Milenial dan Gen Z di Era Hybrid Work I Made Aditya Putra Wiguna; I Putu Dharmawan Pradhana; Gusi Putu Lestara Permana; I Gusti Ngurah Oka Ariwangsa
eCo-Buss Vol. 8 No. 2 (2025): eCo-Buss
Publisher : Komunitas Dosen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32877/eb.v8i2.3482

Abstract

Model kerja hybrid mengubah pola komunikasi dan interaksi sosial di tempat kerja, terutama pada organisasi yang melibatkan generasi Milenial dan Generasi Z. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengalaman komunikasi antargenerasi serta potensi isolasi sosial yang muncul dalam konteks kerja hybrid. Studi ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan perspektif fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi terhadap pekerja Milenial dan Gen Z di wilayah Denpasar dan Badung. Analisis data dilakukan dengan mengombinasikan model Miles dan Huberman serta pendekatan Gioia untuk mengembangkan tema-tema utama dari pengalaman informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan gaya komunikasi, ritme kerja, dan pemaknaan profesionalisme memicu ambiguitas situasional dan miskomunikasi dalam interaksi daring. Isolasi sosial tidak muncul dalam bentuk penarikan diri dari pekerjaan, tetapi sebagai perasaan tidak dilibatkan, tertinggal informasi, dan berkurangnya keterhubungan emosional dengan tim. Di sisi lain, kohesi kerja tetap terjaga melalui kejelasan peran dan orientasi pada penyelesaian tugas, meskipun kedekatan sosial bersifat terbatas. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan kerja hybrid sangat bergantung pada pengelolaan komunikasi lintas generasi dan pembentukan norma komunikasi bersama, bukan hanya pada fleksibilitas sistem kerja.