Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Keberhasilan Penerapan Pekarangan Pangan Bergizi di Kecamatan Mengkendek Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Maria Octaviane; Syamsul Rahman; Helda Ibrahim
SENTRI: Jurnal Riset Ilmiah Vol. 5 No. 1 (2026): SENTRI : Jurnal Riset Ilmiah, Januari 2026
Publisher : LPPM Institut Pendidikan Nusantara Global

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55681/sentri.v5i1.5328

Abstract

Indonesia mengutamakan pembangunan ketahanan pangan sebagai pondasi bagi sektor lainnya. Ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat merupakan salah satu indikator utama pembangunan sumber daya manusia. Indonesia masih menghadapi berbagai permasalahan gizi, seperti rendahnya konsumsi sayur dan buah, ketidakcukupan asupan zat gizi mikro, serta tingginya prevalensi stunting dan anemia di beberapa wilayah. Keberhasilan pemanfaatan pekarangan tidak terlepas dari berbagai faktor, seperti akses terhadap benih dan bibit unggul, pengetahuan budidaya, ketersediaan air, serta tingkat partisipasi anggota keluarga (Sulistyawati et al., 2020). Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan pekarangan pangan bergizi oleh masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, menganalisis penerapan konsep pekarangan pangan bergizi dalam menunjang kebutuhan gizi masyarakat di Lembang Ke’pe’ Tinoring, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja dan mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi keberhasilan penerapan pekarangan pangan bergizi dan menemukan kendala dan solusi dalam implementasi pekarangan pangan bergizi. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif, dengan populasi sebanyak 70 orang anggota kelompok tani penerima program P2B dan pengambilan sampel secara purposive sampling. Variable yang diteliti meliputi penerapan konsep P2B dan pemenuhan kebutuhan gizi Masyarakat, dengan indikator luas pekarangan, keaktifan kelompok, konsumsi hasil pekarangan dan pengurangan pengeluaran pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman anggota kelompok tani akan pemanfaatan pekarangan pangan bergizi termasuk dalam kategori sangat baik dan juga pemberian program yang tepat sasaran sehingga dalam pelaksanaannya dapat mencapai tujuan yang diharapkan yaitu dapat menunjang kebutuhan gizi keluarga
STUDI POTENSI AGRO EDUWISATA KEBUN RAYA PUCAK KABUPATEN MAROS Andi Tenri Angka; Majdah M. Zain; Helda Ibrahim; Syamsul Rahman
Jurnal Sains Agribisnis Vol 5 No 2 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55678/jsa.v5i2.2197

Abstract

Penelitian ini bertujuan merumuskan model pengembangan agro eduwisata agribisnis sebagai strategi pemberdayaan masyarakat di Kabupaten Maros dengan studi kasus di Kebun Raya Pucak. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data primer (observasi, wawancara, dokumentasi) dan sekunder (literatur), serta teknik purposive sampling terhadap 45 responden. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kebun Raya Pucak memiliki potensi keanekaragaman hayati, lahan pertanian produktif, dan daya tarik lanskap alam, namun pengembangannya masih terkendala infrastruktur, partisipasi masyarakat, dan tata kelola kelembagaan. Model pengembangan yang diusulkan berbasis kolaborasi multi pihak, penguatan potensi lokal, transformasi digital, dan pemberdayaan masyarakat. Implikasi kebijakan penelitian ini menekankan pentingnya dukungan pemerintah daerah dalam penyediaan infrastruktur, penguatan kelembagaan, dan fasilitasi kemitraan antara pengelola, masyarakat, dan pihak swasta. Kesimpulan utama penelitian ini adalah bahwa agro eduwisata agribisnis di Kebun Raya Pucak berpotensi menjadi instrumen efektif dalam pemberdayaan masyarakat apabila dikelola secara kolaboratif, berbasis potensi lokal, dan didukung kebijakan yang tepat.
Strategi Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani Untuk Mewujudkan Pekarangan Pangan Lestari di Kabupaten Tana Toraja (Studi Kelompok Wanita Tani Kalolok Kelurahan Batupapan Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja) Damaris Rante; Syamsul Rahman; Awaluddin Yunus; Helda Ibrahim
Jurnal MeA (Media Agribisnis) Vol 11, No 1 (2026): April
Publisher : Universitas Batangahari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/mea.v11i1.389

Abstract

The Sustainable Food Yard (P2L) Program is a strategic initiative to enhance household food security while promoting women’s empowerment through the utilization of home gardens. Despite its potential, the implementation of this program still faces various challenges, particularly in Kalolok Village, Batupapan Subdistrict, Makale District, Tana Toraja Regency, which has distinct geographical and social conditions. This study employs a qualitative case study approach to explore in depth the empowerment process experienced by the Women Farmers Group (KWT) in implementing the P2L program. The research is descriptive-exploratory in nature, aiming to understand the dynamics, strategies, and challenges faced by the group. The findings indicate that the level of empowerment of KWT members is relatively high, as reflected in active participation in planning (72%), training (80%), mentoring (84%), and group deliberation (100%). Supporting factors include the availability of yard land (96%) and strong group cohesion (88%), while inhibiting factors consist of limited capital (68%), uneven technical knowledge (76%), unstable water supply during the dry season (52%), pest and disease attacks (64%), and limited market access (40%). The study also shows that the P2L program contributes to improved household food security, including increased availability of fresh vegetables (92%), reduced household food expenditure (88%), diversified food consumption (84%), and year-round food stability (88%). In addition, the program enhances household economic independence through savings, opportunities for product sales (76%), increased entrepreneurial motivation (80%), and improved welfare expectations (84%). Therefore, program sustainability should integrate P2L with micro-enterprise development and strengthen cross-sector collaboration in agriculture, cooperatives, and trade to maximize economic value added.
Strategy For The Development of Mrs. Yanti's Coconut Oil Business in Simbang Village, Sub-District Majene Regency Busman Busman; Syamsul Rahman; Syamsinar Syamsinar; Helda Ibrahim
Jurnal Indonesia Sosial Sains Vol. 7 No. 1 (2026): Jurnal Indonesia Sosial Sains
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/jiss.v7i1.2170

Abstract

The Mandar coconut oil business is a household industry based on local resources that has economic and cultural value for the people of Majene Regency. However, the sustainability of this business faces various obstacles, especially limited capital, weak marketing management, and high competition with factory oil. This study aims to analyze the development strategy of Mrs. Yanti's Mandar coconut oil business in Simbang Village, Pamboang District, Majene Regency in improving her business performance. The research uses a descriptive qualitative approach with a case study method. Data was collected through observation, in-depth interviews, and documentation, then analyzed using a SWOT analysis approach through the preparation of IFAS, EFAS, and SWOT matrices. The results of the study show that Mandar's coconut oil business has the main strengths in the form of the availability of raw materials, product quality without preservatives, and consumer trust. The biggest opportunity comes from the character of the product as a local food typical of the region and the development of information technology. The results of the SWOT mapping place businesses in the growth quadrant, so the recommended strategy is an aggressive strategy, especially improving product quality, improving packaging, utilizing digital promotional media, and strengthening capital through access to business financing. The implementation of this strategy is expected to improve business performance and the sustainability of the Mandar coconut oil household industry
Konservasi Pemanfaatan Pohon Aren dan Analisis Pendapatan Pengrajin Gula Aren (Gula Cetak dan Gula Semut) Benny Santo N; Syamsul Rahman; Awaluddin Yunus
Jurnal Kehutanan dan Lingkungan Vol. 1 No. 1 (2024): Mei
Publisher : Program Studi Kehutanan Fakultas Pertanian Universitas Islam Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59638/ecoforest.v1i1.23

Abstract

Konservasi Pemanfaatan Pohon Aren dan Analisis Pendapatan Pengrajin Gula Aren (Gula Cetak dan Gula Semut) Studi Kasus di Desa Bontomasunggu, Kecamatan Tellu Limpoe, Kabupaten Bone, Provinsi Sulawesi selatan di bawah bimbingan Dr.Syamsul Rahman, S.TP, M.Si dan Dr.Awaluddin Yunus, S.P., M.Pd. Usaha gula aren sudah lama di kembangkan oleh masyarakat Desa Bontomasunggu sebagai sumber pendapatan ekonomi masyarakat namun tingkat kesejahteraan pengrajin gula aren belum mengalami peningkatan dimana penduduk di Desa ini masih berpenghasilan rendah hal ini disebabkan oleh minimnya modal yang dimiliki, karena modal ini mempunyai peranan yang penting dalam menentukan maju mundurnya suatu usaha. Kebanyakan industri kecil tidak mampu berkembang atau bersaing karena sering terbentur masalah modal, sehingga sering mengalami penurunan dalam produksi. Berdasarkan uraian diatas maka perlu dilakukan penelitian tentang Analisis Pendapatan Usaha Pengrajin Gula Aren di Desa Bontomasunggu Kecamatan Tellu Limpoe Kabupaten Bone. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Total penerimaan pengrajin gula cetak yang diperoleh Rp. 7.140.000 dengan total biaya yang dikeluarkan Rp. 1.808.000. Sedangkan pendapatan yang diterima diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, diperoleh keuntungan pengrajin gula aren cetak sebesar Rp. 5.332.000. Sedangkan total penerimaan pengrajin gula semut yang diperoleh Rp. 9.000.000 dengan total biaya yang dikeluarkan Rp. 1.830.000. Sedangkan pendapatan yang diterima diperoleh dari selisih antara penerimaan dan biaya yang dikeluarkan, diperoleh keuntungan pengrajin gula aren cetak sebesar Rp. 7.170.000,-. Pada usaha gula aren cetak R/C Ratio >1 yaitu 3,9. Artinya setiap pengeluaran input sebanyak 1 rupiah akan menghasilkan output sebesar 3,9 rupiah sehingga usahatani tersebut efisien dan menguntungkan atau layak. Kemudian pada usaha gula aren semut R/C Ratio >1 yaitu 4,9. Artinya setiap pengeluaran input sebanyak 1 rupiah akan menghasilkan output sebesar 4,9 rupiah sehingga usahatani tersebut efisien dan menguntungkan atau layak.
Strategi penanganan pasca panen padi di Kecamatan Makale Kabupaten Tana Toraja Sulawesi Selatan Sa'pang; Syamsul Rahman; Musdalifah Mahmud
Journal of Agribusiness Science and Rural Development Vol. 5 No. 2 (2026): JASRD
Publisher : LP3M Universitas Putra Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32639/3yswgf47

Abstract

Tana Toraja Regency is known for its hilly topography and fertile soil, which support a rice paddy farming system. However, significant challenges remain in post-harvest management. According to this report, most farmers in Makale District still rely on traditional methods for post-harvest activities such as threshing, drying, milling, and storing rice. This results in high post-harvest loss rates, ranging from 10% to 20%, significantly higher than the national average of 8%-10%. This study uses the SWOT Analysis Method used to evaluate strengths, weaknesses, opportunities and threats in the implementation of rice post-harvest handling strategies. The results of this analysis can be used to formulate recommendations for more effective and sustainable strategies for farmers and other stakeholders. The results of the study by carrying out a SWOT analysis include strengths including long experience, farmer group socialization, quality awareness, weaknesses including dominant age old, limited capital, traditional methods, high yield loss, opportunities including government programs, local rice demand, the role of extension workers, the availability of appropriate technology and Threats including extreme weather, competition with modern areas, limited infrastructure, low farmer regeneration. This study emphasizes the importance of transforming harvest-post-harvest practices from traditional to semi-modern based on farmer groups. A combination of training, provision of tools and ongoing support is essential to reduce yield losses, improve grain quality and maintain agricultural sustainability in Tana Toraja