Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa’izah
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i2.229

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah yang dialami oleh remaja. Kejadian anemia dialami sekitar 60% anak dimana ditemukan tertinggi pada Asia Tenggara yaitu pada anak sekolah. Berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh anemia yang dialami remaja yaitu konsentrasi belajar yang menurun , pertumbuhan terganggu, menurunkan kondisi fisik dan daya tahan tubuh yang turun serta produktivitas kerja. Penanggulangan kejadian anemia dapat dilakukan dengan pemenuhan gizi yang seimbang serta pemberian tablet tambah darah (TTD). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang anemia sehingga mampu untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap anemia. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan peserta meningkat tentang deteksi dini dan pencegahan anemia pada remaja. Dari hasil diperoleh bahwa pengetahuan peserta tentang anemia pada remaja sebelum dilakukan edukasi sebanyak 72 peserta berpengetahuan baik dan 28 peserta berpengetahuan kurang. Dan setelah dilakukan edukasi, seluruh peserta telah memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia pada remaja. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan pengetahuan peserta yang meningkat tentang anemia pada remaja setelah pemberian edukasi.
Pelatihan Pemetaan Jalur Evakuasi dan Demontrasi Evakuasi Mandiri dalam Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Numbay Jayapura Afelya, Titi Iswanti; Fitriani, Fitriani; Astuti, Diyah; Widodo, Paminto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26102

Abstract

RW 03 Kelurahan Numbay, Jayapura, merupakan daerah dengan potensi risiko gempa bumi yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi hal yang sangat penting. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai jalur evakuasi yang aman dan prosedur evakuasi mandiri dapat meningkatkan risiko cedera dan korban jiwa saat terjadi gempa. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali jalur evakuasi serta memahami langkah-langkah evakuasi mandiri yang efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pemetaan jalur evakuasi berbasis partisipasi masyarakat, sosialisasi terkait kesiapsiagaan bencana, serta simulasi evakuasi mandiri. Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, dan kelompok rentan seperti lansia, dan anak-anak. Data dikumpulkan melalui diskusi interaktif, serta evaluasi partisipasi dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah mengidentifikasi jalur evakuasi utama dan alternatif berdasarkan kondisi geografis RW 03 Kelurahan Numbay dan mengidentifikasi titik kumpul yang aman dan mudah dijangkau oleh seluruh warga. Simulasi evakuasi mandiri juga menunjukkan peningkatan koordinasi antarwarga dalam menghadapi keadaan darurat. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan pelatihan tambahan seperti pertolongan pertama dan penyusunan rencana kontinjensi berbasis komunitas.
Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura Titi Iswanti Afelya; Fitriani Fitriani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1228

Abstract

Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pengaruh Deviasi Positif Terhadap Kejadian Malaria Pada Penduduk Lokal Di Kelurahan Ardipura Kota Jayapura Nurdin, Muhammad Akbar; Afelya, Titi Iswanti
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.1887

Abstract

Malaria adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh Protozoa Genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Kelurahan Ardipura merupakan daerah endemis malaria yang memiliki kasus malaria masih tinggi di tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deviasi positif terhadap kejadian malaria pada penduduk lokal di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2024 di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian mix-method. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 96 responden. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa teridentifikasi 8 (delapan) deviasi positif pencegahan malaria. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa deviasi positif yang teridentifikasi, hanya 5 yang berhubungan dengan kejadian malaria yaitu membersihkan lingkungan tempat tinggal (p= 0,000), menggunakan minyak kayu putih (p= 0,021), meminum air rebusan daun sambiloto (p= 0,015), mengonsumsi sayur daun pepaya (p= 0,011), dan menggunakan pakaian lengan panjang (p= 0,000). Pendekatan deviasi positif dapat digunakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit malaria melalui peran aktif dari pihak Kelurahan Ardipura yang berkolaborasi dengan kader Kesehatan dari Dinas Kesehatan atau tokoh Masyarakat di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.
Edukasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Numbay Jayapura Afelya, Titi Iswanti; Fitriani, Fitriani; Juliawati, Juliawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Numbay merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja kecamatan Jayapura Selatan dan juga merupakan area terdekat dari titik gempa sesar di Jayapura. Kondisi pemukiman di kelurahan Numbay adalah salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi yang berada pada kaki gunung atau perbukitan. Di Kota Jayapura sepanjang bulan Januari hingga Februari tahun 2023, terekam sebanyak 1123 kali aktivitas gempa dengan 154 kali kejadian diantaranya dirasakan oleh Masyarakat. Dampak kerusakan sangat dirasakan pada tanggal 09 Februari 2023 dengan kekuatan M 5.2. Tingginya frekuensi gempa disebabkan karena Jayapura merupakan kawasan seismic dan kompleks sehingga batuan dalam kondisi sangat rapuh dan mudah patah yang memicu terjadinya gempa dangkal di Jayapura. Kerentanan Kota Jayapura terhadap bencana gempa melatarbelakangi kegiatan pengadian masyarakat ini dimana kesiapsiagaan perlu menjadi prioritas. Kegiatan pendidikan public dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pengadian masyarakat ini penting untuk dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Edukasi dengan diskusi interaktif dilakukan pada warga RT 1, RT 2 dan RT 3 kelurahan Numbay. Dari kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan 77 warga terhadap Kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa.
SCREENING DISFAGIA DENGAN INSTRUMENT STANDARDIZED SWALLOWING ASSESSMENT PADA PASIEN DENGAN GANGGUAN NEUROLOGI DI RSUP DR. WAHIDIN SUDIROHUSODO Asri, Indra Junsen; Rosnia, Rosnia; Hidayat, Rahmat; Sjattar, Elly L; Afelya, Titi Iswanti
Journal of Islamic Nursing Vol 4 No 2 (2019): Journal Of Islamic Nursing
Publisher : Universitas Islam Negeri Alauddin Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (162.459 KB) | DOI: 10.24252/join.v4i2.10190

Abstract

Screening of Dysphagia is one of the applications of Evidence Based Nursing (EBN) to reduce complications. From the results of the study found that Screening Dysphagia can be effectively carried out by nurses and cause a decrease in the level of pneumonia (Palli et al., 2017). Screening of Dysphagia also reduces the level of bronchoaspiration in acute stroke patients (Cocho et al., 2015). Many instruments that can be used in Screening of Dysphagia. The best instruments are used with top sensitivity and specificity and evaluation of the results of methodological quality evaluations with a 12 steps criterion adapted from (Jaeschke et al) Namely the Standarized Swallowing Assessment (SSA) instrument. The purpose of this EBN is to assess the effective, efficient and safe use of SSA instruments and the prevalence of dysphagia in dysphagia screening in the lontara neuro treatment room 3 floors 1 behind RSUP Dr. Wahidin SudirohusodoMakassar. In implementing this EBN, it was found that Dysphagia Screening using SSA instruments was effective, efficient and safe to use. Of the 19 patients, 6 were found to have dysphagia.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI SELF-MANAGEMENT PENDERITA HIPERTENSI: FACTORS AFFECTING SELF-MANAGEMENT OF HYPERTENSION PATIENTS Fitriani Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa'izah
JURNAL KEPERAWATAN TROPIS PAPUA Vol. 7 No. 2 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v7i2.410

Abstract

Self-management merupakan kemampuan penting yang diperlukan oleh penderita hipertensi untuk mengontrol tekanan darah dan mencegah komplikasi. Faktor seperti usia, pendidikan, pekerjaan, status perkawinan, dan lama menderita penyakit dapat memengaruhi kemampuan self-management. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor yang memengaruhi self-management pada penderita hipertensi di Kota Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Sampel terdiri dari 96 penderita hipertensi. Data dikumpulkan menggunakan  Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) yang telah divalidasi. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 85,5% responden memiliki kemampuan self-management yang baik. Faktor usia (p= <0,001, r= -0,211), status perkawinan (p= 0,002, r= 0,63), dan lama menderita hipertensi (p< 0,001, r= 0,935) memiliki hubungan signifikan dengan self-management. Namun, faktor pendidikan (p= 0,924, r= -0,072), jenis kelamin (p= 0,539, r= -0,027), dan pekerjaan (p= 0,070, r= 0,66) tidak menunjukkan hubungan signifikan. Hasil penelitian ini dapat digunakan sebagai acuan untuk intervensi kesehatan yang bertujuan meningkatkan kemampuan self-management penderita hipertensi. Self-management is an essential skill required by hypertensive patients to control blood pressure and prevent complications. Factors such as age, education, occupation, marital status, and duration of illness can influence self-management ability. This study aims to analyze the factors influencing self-management among hypertensive patients in Jayapura City. This study employed a descriptive correlational design with a cross-sectional approach. The sample consisted of 96 hypertensive patients. Data were collected using the validated Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ). Data analysis was performed using the Chi-Square test. The results showed that 85.5% of respondents had good self-management abilities. Factors such as age (p= 0.000, r= -0.211), marital status (p= 0.002, r= 0.63), and duration of hypertension (p< 0.001, r= 0.935) were significantly associated with self-management. However, factors such as education (p= 0.924, r= -0.072), gender (p= 0.539, r= -0.027), and occupation (p= 0.070, r= 0.66) were not significantly associated. These findings can be used as a reference for health interventions aimed at improving self-management skills among hypertensive patients.
Gambaran kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura: Overview of the incidence of anemia in pregnant women in Jayapura City Diyah Astuti Nurfa'izah; Juliawati; Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Theresia Pattipeme
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 1 (2025): JUNI 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i1.414

Abstract

Kejadian anemia pada ibu hamil tetap menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia, termasuk di Kota Jayapura. Meskipun program pemerintah berupa pemberian 90 tablet Fe telah dijalankan, prevalensi anemia masih tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan karakteristik kejadian anemia pada ibu hamil di Kota Jayapura berdasarkan data rekam medis. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif yang menggambarkan kejadian anemia pada ibu hamil. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif. Data diambil dari rekam medis ibu hamil yang mengalami anemia di lima Puskesmas di Kota Jayapura pada Januari–Desember 2023. Sampel berjumlah 104 ibu hamil yang dipilih dengan teknik quota sampling. Variabel yang dikaji mencakup usia, paritas, pendidikan, usia kehamilan, status gizi (berdasarkan LILA), dan derajat anemia. Berdasarkan hasil pengambilan data yang dilakukan pada lima Puskesmas di Wilayah Kota Jayapura mayoritas ibu hamil dengan anemia berada pada kelompok usia tidak berisiko (84,6%), berstatus multipara (41,4%), berpendidikan SMA (74%), dan berada pada trimester kedua kehamilan (60,6%). Sebagian besar memiliki status gizi baik (83,7%) dan mengalami anemia ringan (60,6%). Anemia ringan masih umum terjadi pada ibu hamil di Kota Jayapura meskipun sebagian besar memiliki status gizi baik. Diperlukan edukasi dan pemantauan rutin melalui pemeriksaan kehamilan (ANC) sejak trimester pertama untuk mendeteksi dan menangani anemia secara dini. The occurrence of anemia in pregnant women remains a public health problem in Indonesia, including in Jayapura City. Even though the government program of providing 90 Fe tablets has been implemented, the prevalence of anemia is still high. This study aims to describe the characteristics of anemia incidence in pregnant women in Jayapura City based on medical record data. This study is a quantitative descriptive study that describes the incidence of anemia in pregnant women. This study uses a quantitative descriptive design. Data were taken from medical records of pregnant women with anemia at five Community Health Centers in Jayapura City in January–December 2023. The sample consisted of 104 pregnant women selected using the quota sampling technique. The variables studied included age, parity, education, gestational age, nutritional status (based on LILA), and degree of anemia. Based on the results of data collection conducted at five Community Health Centers in Jayapura City, the majority of pregnant women with anemia were in the non-risk age group (84.6%), multiparous (41.4%), had a high school/vocational high school education (74%), and were in the second trimester of pregnancy (60.6%). Most of them had good nutritional status (83.7%) and had mild anemia (60.6%). Mild anemia is still common in pregnant women in Jayapura City even though most of them have good nutritional status. Regular education and monitoring through prenatal check-ups (ANC) from the first trimester is needed to detect and treat anemia early.
Hubungan self-management dengan tekanan darah pada pasien hipertensi: The relationship between self-management and blood pressure in hypertension patients Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa'izah
Jurnal Keperawatan Tropis Papua Vol. 8 No. 2 (2025): DESEMBER 2025
Publisher : Poltekkes Kemenkes Jayapura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/jktp.v8i2.470

Abstract

Self-management merupakan komponen penting dalam pengelolaan hipertensi untuk menjaga tekanan darah tetap terkontrol dan mencegah terjadinya komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi di Kota Jayapura. Penelitian menggunakan desain analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan pada Mei–Juli 2025 di tiga puskesmas di Kota Jayapura dengan jumlah sampel 80 responden yang dipilih menggunakan teknik accidental sampling. Self-management diukur menggunakan Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ) yang telah tervalidasi, sedangkan tekanan darah diukur menggunakan sfigmomanometer digital. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki self-management kategori baik (47,5%), dengan tekanan darah sistolik dan diastolik dominan pada kategori hipertensi derajat I (masing-masing 42,5% dan 38,8%). Hasil analisis bivariat menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-management dan tekanan darah pada pasien hipertensi (p = 0,001). Penelitian ini menyimpulkan bahwa self-management berhubungan dengan tingkat tekanan darah pada pasien hipertensi, sehingga penguatan self-management melalui edukasi dan pendampingan berkelanjutan perlu dilakukan untuk mendukung pengendalian tekanan darah secara optimal. Self-management is a crucial component in hypertension management to maintain controlled blood pressure and prevent complications. This study aimed to analyze the relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients in Jayapura City. This study employed an analytical correlational design with a cross-sectional approach. The research was conducted from May to July 2025 at three community health centers in Jayapura City, involving 80 respondents selected using accidental sampling. Self-management was measured using the validated Hypertension Self-Management Behavior Questionnaire (HSMBQ), while blood pressure was measured using a digital sphygmomanometer. Data were analyzed using the Chi-square test. The results showed that most respondents had good self-management (47.5%), with systolic and diastolic blood pressure predominantly classified as stage I hypertension (42.5% and 38.8%, respectively). Bivariate analysis demonstrated a significant relationship between self-management and blood pressure among hypertensive patients (p = 0.001). Self-management is significantly associated with blood pressure levels in hypertensive patients, highlighting the need for strengthening self-management through continuous education and support to achieve optimal blood pressure control.