Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Hubungan Aktivitas Fisik Terhadap Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Poliklinik Jantung RSUD Jayapura Olsy Rosmeire Paat; Titi Iswanti Afelya; Conny Tan
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 2 No. 6 (2024): Juni 2024
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr832

Abstract

Penyakit jantung koroner memiliki angka kejadian yang tinggi di Indonesia, dengan 1,25 juta orang meninggal karena penyakit tersebut. Data yang diperoleh poliklinik jantung RSUD Jayapura pada tiga bulan terakhir di tahun 2021, PJK menjadi penyakit jantung terbanyak kedua dari 10 besar penyakit jantung. Faktor risiko PJK terdiri dari non-modifiable risk factor dan modifiable risk factor yang salah satunya adalah kurangnya aktivitas fisik. penelitian ini bertujuan untuk mengetahui korelasi antara aktivitas fisik dengan terjadinya penyakit jantung koroner pada 80 responden. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif dengan pendekatan kuantitatif dimana data primer diperoleh melalui kuesioner (aktivitas fisik) dan data sekunder yang diperoleh dari data rekam medik. Uji statistik membuktikan bahwa tidak ada korelasi antara aktivitas fisik dengan kejadian PJK. Faktor risiko terjadinya penyakit jantung koroner di Kota Jayapura bukan hanya aktivitas fisik, melainkan terdapat faktor lain yang juga berisiko, terutama adalah obesitas, perilaku merokok, diabetes, hipertensi, dan hiperlipidemia.
PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN ANEMIA PADA REMAJA Fitriani; Titi Iswanti Afelya; Diyah Astuti Nurfa’izah
EBAMUKAI PAPUA JURNAL PENGABDIAN ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31957/ejpipt.v2i2.229

Abstract

Anemia merupakan salah satu masalah yang dialami oleh remaja. Kejadian anemia dialami sekitar 60% anak dimana ditemukan tertinggi pada Asia Tenggara yaitu pada anak sekolah. Berbagai dampak yang dapat ditimbulkan oleh anemia yang dialami remaja yaitu konsentrasi belajar yang menurun , pertumbuhan terganggu, menurunkan kondisi fisik dan daya tahan tubuh yang turun serta produktivitas kerja. Penanggulangan kejadian anemia dapat dilakukan dengan pemenuhan gizi yang seimbang serta pemberian tablet tambah darah (TTD). Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan peserta tentang anemia sehingga mampu untuk melakukan deteksi dini serta pencegahan terhadap anemia. Hasil kegiatan menunjukkan pengetahuan peserta meningkat tentang deteksi dini dan pencegahan anemia pada remaja. Dari hasil diperoleh bahwa pengetahuan peserta tentang anemia pada remaja sebelum dilakukan edukasi sebanyak 72 peserta berpengetahuan baik dan 28 peserta berpengetahuan kurang. Dan setelah dilakukan edukasi, seluruh peserta telah memiliki pengetahuan yang baik tentang anemia pada remaja. Kesimpulan kegiatan pengabdian kepada masyarakat menunjukkan pengetahuan peserta yang meningkat tentang anemia pada remaja setelah pemberian edukasi.
Pelatihan Pemetaan Jalur Evakuasi dan Demontrasi Evakuasi Mandiri dalam Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Numbay Jayapura Afelya, Titi Iswanti; Fitriani, Fitriani; Astuti, Diyah; Widodo, Paminto
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 9 No. 1 (2025)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v9i1.26102

Abstract

RW 03 Kelurahan Numbay, Jayapura, merupakan daerah dengan potensi risiko gempa bumi yang tinggi, sehingga kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana menjadi hal yang sangat penting. Minimnya pengetahuan masyarakat mengenai jalur evakuasi yang aman dan prosedur evakuasi mandiri dapat meningkatkan risiko cedera dan korban jiwa saat terjadi gempa. Oleh karena itu, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengenali jalur evakuasi serta memahami langkah-langkah evakuasi mandiri yang efektif. Metode yang digunakan dalam kegiatan ini meliputi pemetaan jalur evakuasi berbasis partisipasi masyarakat, sosialisasi terkait kesiapsiagaan bencana, serta simulasi evakuasi mandiri. Pelatihan ini melibatkan berbagai elemen masyarakat, termasuk tokoh masyarakat, perangkat RT/RW, dan kelompok rentan seperti lansia, dan anak-anak. Data dikumpulkan melalui diskusi interaktif, serta evaluasi partisipasi dan pemahaman peserta sebelum dan sesudah pelatihan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa masyarakat telah mengidentifikasi jalur evakuasi utama dan alternatif berdasarkan kondisi geografis RW 03 Kelurahan Numbay dan mengidentifikasi titik kumpul yang aman dan mudah dijangkau oleh seluruh warga. Simulasi evakuasi mandiri juga menunjukkan peningkatan koordinasi antarwarga dalam menghadapi keadaan darurat. Kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan direkomendasikan untuk dilakukan secara berkelanjutan dengan pelatihan tambahan seperti pertolongan pertama dan penyusunan rencana kontinjensi berbasis komunitas.
Deteksi Dini Neuropati pada Penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 Menggunakan MNSI, IpTT, dan MT di Jayapura Titi Iswanti Afelya; Fitriani Fitriani
Journal of International Multidisciplinary Research Vol. 3 No. 3 (2025): Maret 2025
Publisher : PT. Banjarese Pacific Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62504/jimr1228

Abstract

Neuropati diabetika merupakan komplikasi serius pada penyandang diabetes melitus (DM) yang dapat menyebabkan kecacatan akibat ulserasi, amputasi, dan gangguan mobilitas. Skrining dini sangat penting untuk mendeteksi neuropati lebih awal dan mencegah komplikasi. Namun, masih banyak kasus neuropati diabetika yang tidak terdeteksi di Jayapura. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan survei analitik. Responden adalah penyandang DM tipe 2 di RSUD Jayapura, RS Dian Harapan, PKM Abepura dan PKM Kotaraja.  yang dipilih secara purposive sampling. Deteksi dini neuropati dilakukan menggunakan Michigan Neuropathy Screening Instrument (MNSI), Ipswich Touch Test (IpTT), dan Monofilament Test. Data dianalisis secara univariat dan bivariat menggunakan perangkat lunak statistik sederhana. Dari 91 responden yang diperiksa, sebagian besar mengalami gejala neuropati perifer yang meliputi kram otot, kelemahan, rasa tertusuk dan terbakar, nyeri seperti terbakar, serta kulit kering dan pecah-pecah. Hanya 24 responden yang sebelumnya telah diinformasikan oleh dokter mengenai neuropati diabetika. Pada Monofilament Test, hampir setengah dari responden tidak merasakan sentuhan pada beberapa titik, menunjukkan neuropati perifer. Skrining IpTT mengidentifikasi 75 responden mengalami neuropati, dengan beberapa di antaranya tidak dapat merasakan hingga enam sentuhan. Penelitian ini menunjukkan tingginya prevalensi neuropati perifer pada penyandang DM tipe 2 di Jayapura, yang sebagian besar belum terdeteksi sebelumnya. Skrining dini dengan MNSI, IpTT, dan Monofilament Test efektif dalam mengidentifikasi neuropati diabetika, sehingga dapat membantu intervensi lebih awal untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Pengaruh Deviasi Positif Terhadap Kejadian Malaria Pada Penduduk Lokal Di Kelurahan Ardipura Kota Jayapura Nurdin, Muhammad Akbar; Afelya, Titi Iswanti
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.1887

Abstract

Malaria adalah suatu penyakit akut yang disebabkan oleh Protozoa Genus Plasmodium dengan manifestasi berupa demam, anemia dan pembesaran limpa. Kelurahan Ardipura merupakan daerah endemis malaria yang memiliki kasus malaria masih tinggi di tiap tahunnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh deviasi positif terhadap kejadian malaria pada penduduk lokal di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni sampai November 2024 di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain penelitian mix-method. Pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan besar sampel sebanyak 96 responden. Hasil penelitian kualitatif menunjukkan bahwa teridentifikasi 8 (delapan) deviasi positif pencegahan malaria. Hasil penelitian kuantitatif menunjukkan bahwa deviasi positif yang teridentifikasi, hanya 5 yang berhubungan dengan kejadian malaria yaitu membersihkan lingkungan tempat tinggal (p= 0,000), menggunakan minyak kayu putih (p= 0,021), meminum air rebusan daun sambiloto (p= 0,015), mengonsumsi sayur daun pepaya (p= 0,011), dan menggunakan pakaian lengan panjang (p= 0,000). Pendekatan deviasi positif dapat digunakan sebagai upaya pencegahan dan pengendalian penyakit malaria melalui peran aktif dari pihak Kelurahan Ardipura yang berkolaborasi dengan kader Kesehatan dari Dinas Kesehatan atau tokoh Masyarakat di Kelurahan Ardipura Distrik Jayapura Selatan Kota Jayapura.
Edukasi Peningkatan Kesiapsiagaan Bencana Gempa Bumi di Kelurahan Numbay Jayapura Afelya, Titi Iswanti; Fitriani, Fitriani; Juliawati, Juliawati
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 8 No. 1 (2024): April 2024
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kelurahan Numbay merupakan salah satu kelurahan yang masuk dalam wilayah kerja kecamatan Jayapura Selatan dan juga merupakan area terdekat dari titik gempa sesar di Jayapura. Kondisi pemukiman di kelurahan Numbay adalah salah satu wilayah dengan kepadatan penduduk yang cukup tinggi yang berada pada kaki gunung atau perbukitan. Di Kota Jayapura sepanjang bulan Januari hingga Februari tahun 2023, terekam sebanyak 1123 kali aktivitas gempa dengan 154 kali kejadian diantaranya dirasakan oleh Masyarakat. Dampak kerusakan sangat dirasakan pada tanggal 09 Februari 2023 dengan kekuatan M 5.2. Tingginya frekuensi gempa disebabkan karena Jayapura merupakan kawasan seismic dan kompleks sehingga batuan dalam kondisi sangat rapuh dan mudah patah yang memicu terjadinya gempa dangkal di Jayapura. Kerentanan Kota Jayapura terhadap bencana gempa melatarbelakangi kegiatan pengadian masyarakat ini dimana kesiapsiagaan perlu menjadi prioritas. Kegiatan pendidikan public dan kesiapsiagaan masyarakat melalui pengadian masyarakat ini penting untuk dilakukan untuk mengurangi risiko bencana. Edukasi dengan diskusi interaktif dilakukan pada warga RT 1, RT 2 dan RT 3 kelurahan Numbay. Dari kegiatan ini ada peningkatan pengetahuan 77 warga terhadap Kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa.