Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

PEMASARAN DAN BUDI DAYA BUNGA ANGGREK DI PAMULANG TANGERANG SELATAN Jayaun Jayaun; Suhermanto Suhermanto
Jurnal Ilmiah Ekonomi, Manajemen dan Bisnis Vol. 5 No. 2 (2024): July 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/12dk4m61

Abstract

The orchid cultivation and marketing industry in South Tangerang has shown significant development within the horticultural sector. This study explores the general conditions of orchid cultivation, including environmental factors conducive to plant growth and common cultivation techniques. Additionally, the study delves into aspects of orchid marketing, covering strategies employed in marketing local orchid products and addressing challenges in both local and export markets. In the context of technology, the research highlights the role of modern technology in orchid cultivation development, from growth monitoring to harvest processing systems. Key constraints in the industry are also discussed, alongside case studies of successful farmers or companies navigating challenges and leveraging opportunities in the orchid cultivation and marketing industry. The findings aim to provide valuable insights for further development in the orchid industry in South Tangerang, serving as a foundation for sustainable policies and best practices to advance the sector
Penguatan Literasi Konsumen Cerdas melalui Edukasi dan Pendampingan Siswa SMA Nusantara di Kecamatan Ciputat Timur Kota Tangerang Selatan Aep Saefullah; Tohiroh Tohiroh; Suhermanto Suhermanto; Rianti Salima; Rosliana Rosliana
I-Com: Indonesian Community Journal Vol 5 No 3 (2025): I-Com: Indonesian Community Journal (September 2025)
Publisher : Fakultas Sains Dan Teknologi, Universitas Raden Rahmat Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/i-com.v5i3.8039

Abstract

Penguatan literasi konsumen di kalangan remaja menjadi isu penting seiring meningkatnya transaksi digital dan risiko penipuan daring. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hak dan kewajiban konsumen pada siswa SMA Nusantara, Ciputat Timur, melalui edukasi interaktif, praktik lapangan, dan pemanfaatan teknologi digital. Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, uji coba aplikasi, pendampingan, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test. Program melibatkan 75 siswa dengan dukungan guru, orang tua, dan pemangku kepentingan lokal. Hasil menunjukkan adanya peningkatan signifikan, dengan rata-rata skor siswa naik 67% dan 82% peserta mencapai nilai ≥70. Selain itu, 75% siswa mampu membedakan produk legal dan ilegal, sementara komunitas Gen Cerdas Konsumen terbentuk sebagai agen edukasi sebaya. Kesimpulannya, pendekatan berbasis praktik dan teknologi terbukti efektif membentuk generasi muda yang kritis, bertanggung jawab, dan berperan sebagai agen perubahan literasi konsumen.
FOCUS GROUP DISCUSSION (FGD) MENGUKUR KEPUASAN PENGGUNA PORTAL AKADEMIK PERGURUAN TINGGI DI TANGERANG SELATAN DENGAN METODE PIECES Sitti Aliyah Azzahra; Aep Saefullah; M. Tafsiruddin; Joned Ceilendra Saksana; Syafran Nurrahman; Tohiroh Tohiroh; Suharmanto Suharmanto; Sutaryono Sutaryono; Suhermanto Suhermanto; Jayaun Jayaun; Alifi Restu Putera; Nurhayati Nurhayati; M. Nurhidayat; Rianti Salima
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): Volume 6 No. 1 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i1.40303

Abstract

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna portal akademik di perguruan tinggi di Kota Tangerang Selatan dengan menggunakan metode PIECES (Performance, Information, Economics, Control, Efficiency, dan Service). Kegiatan ini dilaksanakan pada 21 September 2024 mulai pukul 08.30 WIB hingga 15.00 WIB di Aula Meeting Restoran Taman APSG, Ciputat Timur, dengan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri dari dosen, mahasiswa, pengelola portal akademik, dan praktisi dari empat perguruan tinggi. Metode yang digunakan adalah Diskusi Kelompok Terarah (Focus Group Discussion/FGD) dan survei kepuasan pengguna. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aspek performa sistem dan layanan merupakan keluhan utama yang dirasakan oleh pengguna portal akademik. Temuan ini memberikan rekomendasi strategis berupa peningkatan infrastruktur teknologi dan pelatihan bagi pengelola portal untuk memperbaiki kualitas layanan dan pengalaman pengguna. Kegiatan ini juga menggarisbawahi pentingnya evaluasi berkala menggunakan metode PIECES untuk mengidentifikasi kekurangan dan meningkatkan kepuasan pengguna dalam penggunaan portal akademik. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa metode PIECES dapat digunakan sebagai alat evaluasi yang komprehensif untuk meningkatkan kualitas layanan portal akademik berbasis teknologi informasi. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan mampu mendorong perguruan tinggi untuk terus berinovasi dalam pengelolaan sistem akademik yang efisien dan efektif.
ANALISIS PERSEPSI MAHASISWA TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI KOMPUTER DALAM PENGEMBANGAN KETERAMPILAN ANALISIS DATA Sitti Aliyah Azzahra; Jayaun Jayaun; Suhermanto Suhermanto; Emizatul Aini; Akbar Lazuardi
Dharmas Education Journal (DE_Journal) Vol 4 No 3 (2024): DE_Journal
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Univesitas Dharmas Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56667/dejournal.v4i3.932

Abstract

Dalam era digital, penguasaan keterampilan analisis data menjadi kompetensi penting bagi mahasiswa, khususnya di bidang ekonomi dan bisnis. Aplikasi komputer seperti Microsoft Excel, SPSS, dan Tableau menjadi alat utama dalam mendukung proses pembelajaran ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi komputer dalam pengembangan keterampilan analisis data, dengan fokus pada tingkat kenyamanan, pemahaman, efektivitas, serta kendala yang dihadapi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei, melibatkan 51 mahasiswa dari program studi Ekonomi dan Bisnis di STIE Ganesha, yang dipilih menggunakan metode simple random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji korelasi Pearson. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa nyaman dan percaya diri dalam menggunakan aplikasi komputer, dengan rata-rata skor kenyamanan 3.78 dan efektivitas pembelajaran 3.84. Namun, terdapat kendala yang masih dihadapi, seperti kesulitan dalam memahami fitur aplikasi (skor 3.29) dan keterbatasan fasilitas kampus (skor 3.61). Uji korelasi Pearson menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara kenyamanan penggunaan aplikasi dan efektivitas pembelajaran (r = 0.488, p < 0.05), yang berarti bahwa semakin nyaman mahasiswa dalam menggunakan aplikasi, semakin tinggi mereka menilai efektivitas pembelajaran berbasis aplikasi.
Penguatan Branding UMKM Telur Asin Berbasis Kearifan Lokal melalui Pendekatan Geo-Digital di Kabupaten Brebes Tohiroh Tohiroh; Suhermanto Suhermanto; Siti Mulasih; Zulkifli Zainuddin; Mira
ABDIMAS: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol 1 No 2 (2026): Juli 2026
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.60023/6jahx923

Abstract

Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memperkuat branding Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telur asin di Kabupaten Brebes melalui pendekatan geo-digital berbasis kearifan lokal. Permasalahan utama yang diidentifikasi adalah lemahnya pengelolaan identitas merek individual UMKM, di mana konsumen lebih mengenal produk berdasarkan wilayah asal ("telur asin Brebes") dibandingkan merek produsen tertentu, serta pemanfaatan media digital yang masih terbatas pada aktivitas transaksi dan promosi sederhana. Kegiatan ini dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) pada tanggal 4 Juli 2026 di Aula Kantor Desa Sengon, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Brebes, dengan melibatkan pemangku kepentingan dari pemerintah daerah, pemerintah desa, pendamping masyarakat, pelaku UMKM, dan perguruan tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa identitas geografis Brebes dan nilai-nilai kearifan lokal—seperti sejarah produksi turun-temurun, metode tradisional, dan keterikatan produk dengan identitas masyarakat pesisir—memiliki potensi besar sebagai kekuatan merek. Kegiatan ini menghasilkan model geo-digital branding yang mengintegrasikan tiga komponen utama: identitas geografis (pemetaan digital lokasi usaha), nilai kearifan lokal (storytelling autentik), dan pemanfaatan teknologi digital (optimalisasi media sosial, marketplace, dan platform berbasis lokasi). Model ini diharapkan dapat memperkuat ekuitas merek, meningkatkan daya saing produk lokal, memperluas akses pasar digital, serta mendukung pengembangan ekonomi daerah berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.   Kata kunci: Geo-digital branding; kearifan lokal; ekuitas merek; UMKM; telur asin Brebes   Abstract This community service initiative aims to strengthen the branding of salted egg Micro, Small, and Medium Enterprises (MSMEs) in Brebes Regency through a geo-digital approach rooted in local wisdom. The primary issue identified was the weak management of individual MSME brand identities; consumers tended to recognize the product based on its region of origin ("Brebes salted eggs") rather than specific producer brands, while digital media usage was limited to basic transactions and simple promotions. The activity was conducted via a Focus Group Discussion (FGD) on July 4, 2026, at the Sengon Village Hall in Tanjung District, Brebes Regency, involving stakeholders from local and village governments, community facilitators, MSME operators, and higher education institutions. The results indicated that Brebes's geographical identity and local wisdom values—such as the history of generational production, traditional methods, and the product's connection to coastal community identity—hold significant potential as brand strengths. The initiative produced a geo-digital branding model integrating three key components: geographical identity (digital mapping of business locations), local wisdom values ​​(authentic storytelling), and digital technology utilization (optimizing social media, marketplaces, and location-based platforms). This model is expected to strengthen brand equity, enhance the competitiveness of local products, expand digital market access, and support sustainable regional economic development based on local potential.