Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Analisis Pendapatan Petani Padi Rawa Lebak dengan Sistem Surjan di Desa Tebing Gerinting Utara Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Eka Mulyana; Serly Novita Sari; Indri Januarti
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 3 (2023): Special Issue
Publisher : UniSadhuGuna Business School

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i3.246

Abstract

Pertanian Indonesia merupakan Pertanian tropika dikarenakan sebagian besar daerahnya berada pada daerah tropis yang langsung dipengaruhi oleh garis khatulistiwa, yang memotong Indonesia hampir menjadi dua bagian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menghitung pendapatan petani padi lahan rawa lebak di Desa Tebing Gerinting Utara. Pengambilan data sampel yang digunakan adalah sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Pengumpulan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil wawancara diolah secara sistematis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian hasil data yang didapatkan dipaparkan dalam bentuk uraian yang sistematis dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan rata-rata petani padi rawa lebak dengan sistem surjan di Desa Tebing Gerinting Utara sebesar Rp6.752.278 per Ha/Mt.
Pengaruh Problematika Lahan Rawa Lebak pada Minat Keberlanjutan Usahatani Padi di Provinsi Sumatera Selatan Januarti, Indri; Mulyana, Andy; Yazid, Muhammad; Lifianthi, Lifianthi; Arbi, Muhammad; Damayanthy, Dini; Triyuliani, Maulidia
Mimbar Agribisnis : Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Vol 10, No 2 (2024): Juli 2024
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/ma.v10i2.14198

Abstract

In carrying out rice farming in non tidal swamp land, farmers face various problems. The problems or obstacles faced by farmers cause low productivity and sometimes crop failure. Low productivity has an impact on the low income earned by farming households and in aggregate can disrupt national food security and security. If the income earned by farmers from rice farming continues to decline, it is likely that farmers' interest in cultivating rice will also decrease and over time this will threaten the sustainability of rice farming in non tidal swamp areas. Therefore, this research aims to (1) Analyze the factors that are problematic in non tidal swamp land in rice farming, (2) Analyze indicators of interest in the sustainability of non tidal swamp rice farming in South Sumatra Province and (3) Analyze The influence of the problems of non tidal swamp land on farmers' interest in continuing to cultivate rice in non tidal swamp land. The research method used was a survey method with 80 farmers as respondents. The data analysis used in this research is multiple regression analysis and sustainability index figures. The TKT output target of this research is that the important concepts and characteristics of a technology have been proven analytically and experimentally. The results of the research show that the educational human capital variable has a significant effect on problems in the non tidal swamp area. From the results of the analysis, it can also be seen that the sustainability value is 55, meaning that the sustainability of rice farming in the non tidal swamps of South Sumatra Province is at a fairly sustainable level. These results are also in line with field conditions, where farmers still want or are interested in continuing to carry out rice farming in non tidal swamp land. The relationship obtained from the data analysis carried out between the problems of non tidal swamp land and the interest in sustainable farming which was analyzed using a correlation test had a value of 0.45, which means that there is a fairly strong relationship between the problems of lowland swamp land and farmers' interest in continuing to carry out sustainable farming.
Study of Socioeconomic Conditions of Farmer Households After Wood Processing Industry Development In Talang Kelapa District, Banyuasin Regency Arbi, Muhammad; Junaidi, Yulian; Januarti, Indri; Sherly, Sherly
Eduvest - Journal of Universal Studies Vol. 3 No. 10 (2023): Journal Eduvest - Journal of Universal Studies
Publisher : Green Publisher Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59188/eduvest.v3i10.933

Abstract

One of the impacts of industrial activities is that it provides regional economic progress, especially contributing to the value of regional GDP. This research uses a survey method through observation and interviews as well as literature study and is presented descriptively analytically. The results of this research show that in terms of the perception of farmer households living around the timber industry location as measured by indicators of the company's presence in terms of infrastructure and environment, social relations and employment opportunities, it shows the medium category with a score of 32.74. One of the reasons for this is the increase in the number of migrant residents and the increase in the allocation of working hours to earn a living. Judging from the economic aspect, it is known that the average economic household of farmers living around the location of wood industry activities has an income of around IDR 2,180,540 per month, while the average living needs (DLN) in the area is IDR 3,000,914. - per month or minus Rp. 820,374,- per month. The contribution of income from working as a laborer in a wood factory to the total income of farmer households is 67.35%. This means that the influence of the presence of timber companies in the community is quite a positive contribution to the economy of the surrounding community. However, the company's existence also raises environmental issues, including the potential for disruption to physical-chemical and socio-cultural components as well as public health.
Analisis Pendapatan Petani Padi Rawa Lebak dengan Sistem Surjan di Desa Tebing Gerinting Utara Kecamatan Indralaya Selatan Kabupaten Ogan Ilir Sumatera Selatan Mulyana, Eka; Novita Sari, Serly; Januarti, Indri
Journal of Economics and Business UBS Vol. 12 No. 3 (2023): Special Issue
Publisher : Cv. Syntax Corporation Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52644/joeb.v12i3.246

Abstract

Pertanian Indonesia merupakan Pertanian tropika dikarenakan sebagian besar daerahnya berada pada daerah tropis yang langsung dipengaruhi oleh garis khatulistiwa, yang memotong Indonesia hampir menjadi dua bagian. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk Menghitung pendapatan petani padi lahan rawa lebak di Desa Tebing Gerinting Utara. Pengambilan data sampel yang digunakan adalah sampel acak sederhana (Simple Random Sampling). Pengumpulan data yang digunakan terdiri dari data primer dan data sekunder. Data yang diperoleh dari hasil wawancara diolah secara sistematis. Analisis data yang digunakan adalah analisis data deskriptif kuantitatif, yaitu data yang diperoleh dalam bentuk angka kemudian hasil data yang didapatkan dipaparkan dalam bentuk uraian yang sistematis dengan menggunakan rumus pendapatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pendapatan rata-rata petani padi rawa lebak dengan sistem surjan di Desa Tebing Gerinting Utara sebesar Rp6.752.278 per Ha/Mt.
Strategi Pengembangan Agribisnis Sayuran Dalam Menghadapi Konversi Lahan di Kelurahan Talang Keramat Kabupaten Banyuasin Sandra Dwiputriyani; Yulian Junaidi; Indri Januarti
Sinergi : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 6 (2026): Sinergi: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66914/r8pjyt68

Abstract

The purpose of this research were (1) Identify internal and external factors influencing the development of vegetable agribusiness in Talang Keramat Urban Village and (2) Formulate effective and sustainable strategies for vegetable agribusiness development to address land conversion in Talang Keramat Urban Village, Banyuasin Regency. The research method used is the survey method by conducting interviews directly to the research location. The sampling method used is census sampling method, the sample of vegetable farmers was determined by 34 samples and there were other samples as informants such as agriculture instructors, the chairman of the joint group farmer, and Indonesian Peasant Union (SPI) member. The data collected in this study are primary data and secondary data. Based on the SWOT analysis on vegetable agribusiness development to facing land conversion in Talang Keramat Urban Village of Banyuasin District is in quadrant II with the application of the ST strategy (Strengths-Threats).  Keywords : Land Conversion, Vegetable, Agribusiness Development, SWOT.   Abstrak   Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengidentifikasi faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi pengembangan agribisnis sayuran di Kelurahan Talang Keramat dan (2) Merumuskan strategi yang efektif dan berkelanjutan untuk pengembangan agribisnis sayuran dalam mengatasi konversi lahan di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin. Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei dengan melakukan wawancara langsung di lokasi penelitian. Metode pengambilan sampel yang digunakan adalah metode sensus sampling, sampel petani sayuran ditentukan sebanyak 34 sampel dan terdapat sampel lain sebagai informan seperti instruktur pertanian, ketua kelompok petani gabungan, dan anggota Serikat Petani Indonesia (SPI). Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan analisis SWOT tentang pengembangan agribisnis sayuran dalam menghadapi konversi lahan di Kelurahan Talang Keramat, Kabupaten Banyuasin berada di kuadran II dengan penerapan strategi ST (Kekuatan-Ancaman). Kata Kunci: Konversi Lahan, Sayuran, Pengembangan Agribisnis, SWOT.
PENINGKATAN DAYA SAING PRODUK KOPERASI DESA MERAH PUTIH TANJUNG BARU MELALUI INTRODUKSI MANAJEMEN KEUANGAN EFEKTIF DAN STRATEGI PEMASARAN INOVATIF Erni Purbiyanti; Mirza Antoni; Indri Januarti; Yulia Sari
RESONA : Jurnal Ilmiah Pengabdian Masyarakat Vol 10, No 1 (2026)
Publisher : Lembaga Penerbitan dan Publikasi Ilmiah (LPPI) Universitas Muhammadiyah Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35906/resona.v10i1.2701

Abstract

Program pengabdian ini bertujuan meningkatkan daya saing Koperasi Merah Putih di Desa Tanjung Baru melalui penguatan kapasitas manajemen keuangan dan pemasaran. Hasil pemetaan kebutuhan dan Focus Group Discussion (FGD) menunjukkan bahwa koperasi masih menghadapi kendala dalam pembukuan, pengelolaan keuangan, dan promosi produk. Solusi yang ditawarkan meliputi pelatihan pembukuan sederhana, pemisahan keuangan pribadi dan usaha, serta perhitungan Harga Pokok Penjualan (HPP). Selain itu, peserta akan mendapatkan pelatihan digital branding melalui media sosial dan pemanfaatan aplikasi bisnis gratis berbasis Android. Program dilaksanakan melalui sosialisasi, pelatihan intensif, penerapan teknologi, dan pendampingan berkelanjutan dengan pendekatan partisipatif yang melibatkan anggota koperasi pada setiap tahapan. Teknologi yang digunakan meliputi aplikasi BukuWarung, Canva, dan CapCut untuk mendukung pengelolaan keuangan serta pemasaran digital. Luaran yang diharapkan adalah meningkatnya literasi keuangan anggota, terbentuknya identitas visual produk koperasi, serta perluasan jangkauan pemasaran melalui platform digital. Program ini juga mendukung pencapaian SDGs, khususnya Tujuan 8 dan 9, serta pemberdayaan masyarakat berbasis kewirausahaan.  Abstract. This community service program aims to improve the competitiveness of the Merah Putih Cooperative in Tanjung Baru Village by strengthening financial management and marketing capacity. A needs assessment and Focus Group Discussions (FGDs) identified key challenges in bookkeeping, financial management, and product promotion. The proposed activities include training on basic bookkeeping, separating personal and business finances, and calculating the Cost of Goods Sold (COGS). Participants will also receive training in digital branding through social media and the use of free Android-based business applications. The program will be implemented through socialization, hands-on training, technology adoption, and continuous mentoring using a participatory approach that actively involves cooperative members throughout the process. Digital tools such as BukuWarung, Canva, and CapCut will be introduced to support financial management and marketing activities. The expected outcomes are improved financial literacy, a stronger visual identity for cooperative products, and wider market reach through digital platforms. The program also supports the Sustainable Development Goals (SDGs), particularly Goals 8 and 9, while promoting entrepreneurship-based community empowerment.
PELATIHAN PENGOLAHAN BUAH NANAS GRADE RENDAH MENJADI ICE CREAM UNTUK MENGURANGI RISIKO KERUGIAN PETANI DI DESA TAMBANGAN KELEKAR KECAMATAN GELUMBANG Nurilla Elysa Putri; Sriati Sriati; Yunita Yunita; Selly Oktarina; Muhammad Arbi; Eka Mulyana; Henny Malini; Indri Januarti
JUAN: Jurnal Pengabdian Nusantara Vol. 3 No. 1 (2026): Januari 2026
Publisher : CV Sentra Nusa Connection

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63545/juan.v3.i1.207

Abstract

Mayoritas penduduk di Desa Tambangan Kelekar bermatapencaharian sebagai petani nanas. Pendapatan dari usahatani nanas sangat besar kontribusinya bagi pendapatan rumahtangga petani. Akan tetapi, petani menghadapi risiko usahatani atau kerugian akibat adanya buah nanas grade rendah. Oleh karena itu, diperlukan adanya kegiatan pengolahan. Dengan demikian, petani nanas melakukan kerjasama dengan Tim Pengabdian Kepada Masyarakat Unsri guna mengadakan kegiatan "Pelatihan Pengolahan Buah Nanas Grade Rendah Menjadi Ice Cream untuk Mengurangi Risiko Kerugian Petani di Desa Tambangan Kelekar, Kecamatan Gelumbang". Khalayak sasaran adalah wanitatani yang berjumlah 20 orang. Kegiatan pengabdian ini terdiri dari penyuluhan dan pendampingan berupa pelatihan. Penyuluhan yang diberikan kepada petani mengenai peningkatan nilai tambah komoditi nanas. Pendampingan berupa pelatihan yang dilakukan adalah pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Kemudian setelah pelatihan, Tim pengabdian Unsri memberikan paket bantuan bahan dan alat pembuatn ice cream nanas kepada peserta pelatihan. Hasil dari kegiatan pengabdian ini pengetahuan peserta tentang penngkatan nilai tambah olahan nanas dan cara mengurangi kerugian npetani akibat adanya buah grade rendah bertambah. Dari kegiatan ini juga, terjadi peningkatan keterampilan petani dalam pengolahan buah nanas grade rendah menjadi produk ice cream. Dengan demikian ke depannya, diharapkan dapat membuka peluang usaha kerja bagi masyarakat sekitar.