Rifqi Al Farizza
Universitas Negeri Malang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DEVELOPMENTS IN SELF-EFFICACY AT THE ELEMENTARY SCHOOL LEVEL M. Luthfi Oktarianto; Sa'dun Akbar; Siti Mas'ula; Dinik Hanisvana; Rifqi Al Farizza
Jurnal Cakrawala Pendas Vol. 10 No. 4 (2024)
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/jcp.v10i4.11757

Abstract

Self-efficacy, or an individual's belief in their ability to accomplish tasks, plays a crucial role in academic success, particularly at the primary education level. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) methodology to analyze empirical studies from the past five years (2019-2024) focusing on the impact of self-efficacy on primary school students. Literature searches were conducted across three major databases: Google Scholar, SINTA, and Scopus, yielding 213 articles, which were subsequently screened to obtain 10 articles meeting the inclusion criteria. The analysis process involved three-stage thematic coding: open coding, axial coding, and selective coding, followed by validation through researcher triangulation and member checking. This study explored the impacts of high and low self-efficacy on students' academic performance and identified factors influencing self-efficacy formation, such as family support, teaching quality, school environment, and social interactions. The findings revealed that high self-efficacy positively correlates with better academic achievement, active learning engagement, and resilience in facing academic challenges, while low self-efficacy negatively impacts students' participation in academic activities and learning motivation. The analysis also uncovered the critical role of success experiences, social support, and learning environment quality in shaping students' self-efficacy. Based on these findings, further research is recommended to design more effective interventions for enhancing self-efficacy through social reinforcement and positive academic experiences, supporting students' long-term development across various life aspects.
Efektivitas Pendekatan Etnomatematika Berbasis Culturally Responsive Teaching terhadap Kemampuan Berpikir Komputasi Sigit Wibowo; Yuniawatika Yuniawatika; Rifqi Al Farizza; Isnatul Kurnia; Muhamad Candra Ari Nata
Didaktika: Jurnal Kependidikan Vol. 14 No. 4 Nopember (2025): Didaktika Jurnal Kependidikan
Publisher : South Sulawesi Education Development (SSED)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58230/27454312.3189

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan etnomatematika berbasis Culturally Responsive Teaching (CRT) terhadap kemampuan berpikir komputasi siswa sekolah dasar. Latar belakang penelitian ini berangkat dari rendahnya kemampuan berpikir komputasi siswa Indonesia yang ditandai dengan kesulitan menguraikan masalah, mengenali pola, dan menyusun langkah algoritmik dalam pembelajaran matematika. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain eksperimen semu (quasi-experimental design) tipe Nonequivalent Control Group Design. Sampel penelitian melibatkan 121 siswa kelas V SD di Gugus 1 Kecamatan Ngajum, Kabupaten Malang, yang terdiri atas 61 siswa kelas eksperimen dan 60 siswa kelas kontrol. Kelas eksperimen mengikuti pembelajaran matematika berbasis etnomatematika melalui permainan tradisional yang diintegrasikan dengan prinsip CRT, sedangkan kelas kontrol mengikuti pembelajaran konvensional berbasis Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK). Data dikumpulkan melalui wawancara, dokumentasi, dan tes kemampuan berpikir komputasi yang mencakup empat indikator: decomposition, pattern recognition, abstraction, dan algorithmic thinking. Analisis data dilakukan menggunakan independent sample t-test dengan bantuan SPSS 25.0. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kontrol (p < 0,05), dengan peningkatan skor rata-rata sebesar 5,64 pada kelas eksperimen dan 3,3 pada kelas kontrol. Temuan ini mengindikasikan bahwa integrasi konteks budaya lokal dalam pembelajaran matematika mampu meningkatkan keterlibatan, motivasi, serta kemampuan berpikir logis dan sistematis siswa. Pendekatan etnomatematika berbasis CRT terbukti efektif dalam mengembangkan kemampuan berpikir komputasi sekaligus menumbuhkan kesadaran budaya dan rasa identitas siswa. Penelitian ini merekomendasikan penerapan model pembelajaran responsif budaya sebagai alternatif strategis dalam pendidikan matematika untuk memperkuat literasi komputasi abad ke-21 di sekolah dasar.
IMPLEMENTASI ASESMEN BERDIFERENSIASI SEBAGAI UPAYA PERWUJUDKAN PENDIDIKAN BERKUALITAS PADA SEKOLAH INKLUSI DI KOTA MALANG Rifqi Al Farizza; Diyah Rutin Waliah; Slamet Arifin; Ratna Ekawati
JURNAL PENDIDIKAN DASAR PERKHASA: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar Vol 12, No 1 (2026): Jurnal Pendidikan Dasar Perkhasa: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpdp.v12i1.5625

Abstract

keadilan dan kesetaraan kesempatan, bertujuan mengakui dan menghargai keberagaman peserta didik serta memahami potensi unik anak berkebutuhan khusus (ABK), alih-alih mengukur kepatuhan terhadap standar tunggal. Implementasi asesmen formal di sekolah inklusi menuntut dilakukannya modifikasi dan akomodasi yang ekstensif. Jenis akomodasi yang paling umum diterapkan meliputi penyesuaian waktu tambahan dan perubahan format materi (seperti penggunaan teks berukuran besar dan soal bergambar), yang semuanya didasarkan pada hasil asesmen individual dan diselaraskan dengan Program Pembelajaran Individual (PPI). Praktik lapangan menunjukkan bahwa mayoritas pendidik sering memodifikasi isi dan format asesmen standar. Modifikasi rutin ini dilandasi prinsip keadilan pedagogis, menjamin kesempatan setara bagi setiap siswa untuk menunjukkan kompetensi terbaiknya. Lebih dari sekadar alat evaluasi, asesmen termodifikasi dinilai sebagai kebutuhan yang sangat mendesak dan berfungsi sebagai instrumen diagnostik vital. Modifikasi ini secara efektif memetakan kebutuhan belajar siswa, memfasilitasi intervensi yang tepat sasaran, dan secara langsung berdampak pada peningkatan hasil belajar serta kepercayaan diri ABK. Meskipun efektivitasnya bersifat kondisional (memerlukan konsistensi, kolaborasi, dan basis data observasi), asesmen termodifikasi bertransformasi menjadi representasi formal dari penghargaan sekolah terhadap proses belajar dan potensi unik setiap anak.