Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Bukti Kebenaran Al-Qur’an Tentang Adanya Kebangkitan Pada Hari Kiamat Damanhuri Damanhuri; Abdur Rokhim Hasan; Abd. muid N
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 6 (2024): COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v4i6.2492

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep hari kebangkitan menurut Al-Qur’an, hadis, dan akal rasional. Kepercayaan terhadap hari kebangkitan merupakan bagian dari rukun iman yang mendasar dalam Islam, dimana setiap manusia akan dihidupkan kembali setelah mati untuk diadili sesuai amal perbuatannya. Dalam berbagai ayat dan hadis, hari kebangkitan dijelaskan secara detail, termasuk proses tiupan sangkakala yang menandai kehancuran alam semesta dan kebangkitan seluruh umat manusia di hadapan Allah. Penelitian ini menggunakan metode studi kepustakaan (library research) dengan Al-Qur’an dan kitab-kitab tafsir sebagai sumber utama. Hasilnya menunjukkan bahwa hari kebangkitan adalah suatu kepastian dalam Islam dan merupakan keniscayaan dalam sistem alam semesta yang dinamis. Selain itu, untuk membuktikan konsep hari kebangkitan bagi orang-orang yang tidak beriman atau ateis, pendekatan akal dan rasional analogi dapat digunakan. Pendekatan ini mempertimbangkan penegakan keadilan sejati yang hanya dapat diwujudkan di akhirat, ketika semua perbuatan manusia diadili secara adil oleh Allah, yang Maha Adil dan tidak dapat dihalangi oleh kekuatan apapun.
Hubungan Antara Agama dan Filsafat dalam Tafsîr Al-Mishbâh Karya M. Quraish Shihab. Nur Hamidah Arifah; Abd. Muid N; Nurbaiti Nurbaiti
Jurnal Inovasi Global Vol. 2 No. 11 (2024): Jurnal Inovasi Global
Publisher : Riviera Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58344/jig.v2i11.221

Abstract

Pandangan Quraish Shihab perihal agama dan filsafat bertitik tumpu pada pandangannya akan wahyu dan akal. Wahyu dan akal mendorong manusia untuk merenungkan keajaiban alam semesta yang menuntunnya untuk meniscayakan wujud Tuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan relasi agama dan filsafat dalam Tafsîr al-Mishbâh karya M. Quraish Shihab. Penulis menggunakan metode deskriptif-analitik dengan pendekatan teori hermeneutika filosofis Gadamer dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa penjelasan Tafsîr al-Mishbâh terhadap ayat-ayat yang memuat persoalan-persoalan filsafati menghasilkan suatu rumusan bahwa terdapat jalinan konvergensi antara agama dan filsafat. Agama yang dimaksud adalah agama Islam karena penelitian ini mengkaji persoalan agama melalui Al-Qur`an. Sedangkan filsafat yang berelasi dengan agama adalah filsafat yang bersifat teistik-praktis-ekoteologis. Penelitian ini juga menghasilkan suatu teori bahwa semakin seseorang mengolaborasikan filsafat dan agama dalam hidup, semakin ia mampu bersikap bijak dalam membangun kehidupan. Teori ini berpijak pada pandangan K. Bertens yang menyatakan bahwa pemikiran filosofis mampu membawa manusia pada kebijaksanaan dalam memandang segala persoalan dalam kehidupan yang kompleks. Pada akhirnya, filsafat dan agama dapat mengarahkan manusia pada keimanan dan tindakan-tindakan etis. Manusia yang beriman dan beretika dapat bertindak secara tepat dan mengatur kehidupan dengan baik.
Sanlat dalam Membangun Karakter Religius Anak Muhammad Aras Prabowo; Saifuddin Zuhri; Nasaruddin Umar; Ahmad Thib Raya; Farid F. Saenong; Mulawarman Hannase; Lusiana Putri Ahmadi; Hamka Hasan; Naif Naif; Cucu Nurhayati; Syahrullah Iskandar; Abd. Muid N; Nurhidaya Nurhidaya; Ayu Andini
Kontribusi: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 5 No. 2 (2025): Mei 2025
Publisher : Cipta Media Harmoni

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53624/kontribusi.v5i2.603

Abstract

Latar Belakang: Pesantren Kilat (Sanlat) merupakan salah satu strategi pendidikan keagamaan yang dilakukan dalam waktu singkat namun intensif, terutama pada momentum Ramadan. Program ini kerap dijadikan sarana efektif untuk membentuk karakter religius pada anak-anak sejak usia dini. Tujuan:  artikel ini  untuk menguraikan bagaimana kegiatan Sanlat mampu menjadi medium strategis dalam membentuk karakter religius anak-anak melalui pendekatan kisah-kisah dalam Al-Qur’an dan keteladanan para nabi. Penelitian ini berbasis pada kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan oleh tim PKUMI, dengan Metode: Pendekatan deskriptif-kualitatif dan analisis data lapangan. Hasil: Pengabdian menunjukkan bahwa kegiatan Sanlat yang terstruktur, disertai narasi-narasi profetik dan metode interaktif, secara signifikan meningkatkan pemahaman nilai religiusitas seperti kejujuran, kedisiplinan, empati, dan ketauhidan pada anak-anak. Kesimpulan: Studi ini merekomendasikan penguatan kurikulum Sanlat berbasis karakter untuk program serupa di masa mendatang.
Analisis Teori Kekuasaan dan Politik Organisasi dalam Pesantren Klasik dan Modern di Indonesia Dikriyah Dikriyah; Abd. Muid N; Suprihatin Suprihatin
Irsyaduna: Jurnal Studi Kemahasiswaaan Vol. 5 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LP3M IAI Al Urwatul Wutsqo Jombang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54437/irsyaduna.v5i3.2791

Abstract

This study analyses the dynamics of power and organisational politics in Islamic educational institutions, particularly classical and modern Islamic boarding schools in Indonesia, using a literature review approach. Islamic boarding schools, which historically centred on the charismatic authority of the kiai, are now transforming in response to the demands of modernisation, which is driving a shift towards more rational and bureaucratic management. A comparative analysis of ten recent scientific articles reveals significant differences in sources of legitimacy, power structures, decision-making mechanisms, external relations, resource management, and conflict resolution between the two models of Islamic boarding schools. Traditional pesantren rely on the personal authority of the kiai and patron-client relationships, while modern pesantren employ legal-rational structures, managerial expertise, and external connections. These findings indicate an urgent need to develop a grand theory of Islamic education management that can accommodate the broad spectrum between community and bureaucratic models, as well as consider socio-cultural and political influences. This study contributes to the theoretical and practical understanding of pesantren governance, highlighting the importance of integrating Islamic values with organisational efficiency
Ayat-Ayat Tentang Kisas Dalam Perspektif Ibnu Katsir Dan Fazlur Rahman Padil Akbar; Abd. Muid N; Nur Rofiah; Bil Uzm
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 9 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i9.235

Abstract

This study examines the concept of kisas (reciprocal retribution) in the Qur'an, seen from the perspective of two prominent commentators: Ibn Katsir (a classical commentator) and Fazlur Rahman (a contemporary commentator). This research aims to understand the similarities and differences in their interpretation of the Qur'anic verses about the kisas. This study uses the maudhu'i (thematic) tafsir method with an analytical-comparative approach. The research data is in the form of Qur'anic verses related to Kisas interpreted by Ibn Kathir in the book Tafsir Ibn Kathir and Fazlur Rahman in his double movement thinking method. This research is motivated by the existence of pros and cons in society regarding the punishment of kisas (commensurate retribution). This research is intended to answer questions about the law and interpretation of the kisas in the Qur'an, also explain the comparative analysis of Ibn Kathir and Fazlur Rahman's interpretation of the verses of the kisas, as well as to find out the text and context of the verses about the laws of kisas by using the double movement method to analyze the comparative interpretation of Ibn Kathir and Fazlur Rahman. The results of this research are expected to provide an overview of the interpretation of Kisas in the treasures of Islamic interpretation. It is also hoped that it can bring out a more comprehensive and contextual understanding of the application of Kisas in the modern era.
Money Politic, Gratifikasi, Dan Hadiah Perspektif Al-Isfahani Dalam Kitab Al-Mufradât Fî Gharîb Al-Qur’ân Asep Saefudin; Abd. Muid N; Kerwanto Kerwanto
Jurnal Global Ilmiah Vol. 2 No. 11 (2025): Jurnal Global Ilmiah
Publisher : International Journal Labs

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55324/jgi.v2i11.262

Abstract

The Qur'an condemns money politics and gratuities as reprehensible practices. These are considered to involve the wrongful use of wealth (al-akl bi al-bâthil), al-suht (consuming wealth through manipulation of the truth), al-hadiyyah (gifts that have the potential to create conflicts of interest), al-ghulûl (misuse of authority), yasytarûna bihî tsamanan qalîla (manipulating the truth for worldly gain), and al-khiyânah (abuse of power). Most interpreters associate these key terms with bribery (risywah), which differs from gifts, a practice regarded as commendable in the Qur'an. However, caution is advised as the term "gift" has long been manipulated to mean bribery.Criticism of the above practices, because they contain actions that are contrary to maqâsid shari'ah (Islamic sharia principles) such as the principle of safeguarding property (hifzh al-mâl) and safeguarding religion (hifzh al-dîn). Money politics and gratuities are a means of spreading haram money. The practice turns money, which was initially something that could help people's lives, into something that is haram to use because of prohibited transactions. Money politics and gratuities are a form of neglect of religious teachings, if done means that someone is leaving their religion.