Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

RANCANG BANGUN E-SERTIFIKAT UNIVERSITAS COKROAMINOTO PALOPO BERBASIS WEBSITE DENGAN TEKNOLOGI QR CODE WISNU KURNIADI; SYAFRIADI; ERWIN SUKMA
Jurnal INSTEK (Informatika Sains dan Teknologi) Vol 8 No 2 (2023): OCTOBER
Publisher : Department of Informatics Engineering, Faculty of Science and Technology, Universitas Islam Negeri Alauddin, Makassar, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24252/instek.v8i2.42208

Abstract

Sertifikat adalah secarik surat sebagai tanda pengakuan bahwa seseorang menguasai kompetensi tertentu, atau telah mengikuti suatu event tertentu. Universitas Cokroaminoto Palopo sebagai salah satu penyelenggara kegiatan kependidikan pastinya sering mengadakan kegiatan (ivent) tertentu yang mengharuskan memberikan sertifikat pada akhir kegiatan. Saat ini proses pembuatan dan distribusi serta verifikasi keaslian dari sertifikat yang telah diterbitkan hanya bisa dilakukan secara manual. Penelitian ini menggunakan fase penelitian System Development Life Cycle (SDLC) guna mengembangkan system esertifikat dengan teknologi QR Code dan berdasar pada aplikasi Object Oriented Programming. Diharapkan menghasilkan aplikasi yang dapat men-generate QR Code pada sertifikat dan memberikan identitas sertifikat tersebut sehingga proses verifikasi dokumen dapat berjalan lancar.
Rancang Bangun dan Evaluasi User Experience Sistem Short Link UNCP Menggunakan Metode System Usability Scale (SUS) Wisnu Kurniadi; Risna Sari; Erwin Sukma
Infotek: Jurnal Informatika dan Teknologi Vol. 9 No. 2 (2026): Infotek : Jurnal Informatika dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Hamzanwadi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29408/jit.v9i2.34679

Abstract

Managing long URLs in higher education environments often poses challenges for efficient academic information dissemination. Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP) faces similar challenges, particularly in distributing links to academic information systems, research portals, and the Learning Management System (LMS). This study aims to design, develop, and evaluate an institution-based short link system deployed under the institutional subdomain short.uncp.ac.id, representing a distinctive institutional advantage over third-party services. The system was developed using the Agile Development methodology, adopting a three-tier architecture consisting of a React 18 and TypeScript-based presentation layer, a business logic layer handling URL validation and base-62 short code generation, and a data layer equipped with security mechanisms including link verification and institutional security badges. Core features include URL shortening, custom alias generation, QR Code generation, and a real-time analytics dashboard that processes click data in near real-time with visualizations of daily trends, user geographic distribution, and per-link engagement metrics. Usability evaluation was conducted using the System Usability Scale (SUS) method on 30 respondents from the UNCP academic community. The SUS instrument comprises 10 statements rated on a 1–5 Likert scale. Results indicate that the system achieved an average SUS score of 84.33, categorized as Excellent and graded B according to Bangor et al. (2009). These findings indicate that the UNCP short link system has a high level of usability and can be widely implemented across the campus environment. This study contributes to the development of an independent, secure, scalable, and institutionally branded academic digital infrastructure.
Analisis Dinamika Fungsi Loss dalam Pelatihan Model Deteksi Objek Berbasis YOLO: Studi Konvergensi, Generalisasi, dan Anomali Data pada Log Pelatihan 100 Epoch Akramunnisa Akramunnisa; Dianradika Prasti; Muhammad Idham Rusdi; Erwin Sukma
Peripheral: Jurnal Ilmu Komputer Vol. 2 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/e3psps26

Abstract

Penelitian ini menyajikan kajian kuantitatif atas catatan (log) proses pelatihan sebuah model deteksi objek berbasis arsitektur YOLO (You Only Look Once) sepanjang 100 epoch, dengan fokus kajian pada tiga komponen fungsi loss, yaitu box loss, classification loss, dan distribution focal loss, pada masing-masing partisi data latih dan data validasi. Metode analisis yang digunakan meliputi statistik deskriptif, visualisasi tren, deteksi outlier berbasis metode Interquartile Range (IQR), serta analisis korelasi antarvariabel. Hasil kajian menunjukkan bahwa classification loss dan distribution focal loss menunjukkan pola konvergensi yang baik pada kedua partisi data, sementara box loss pada data validasi cenderung stagnan pada nilai yang relatif tinggi, sebuah indikasi yang mengarah pada kemungkinan terjadinya kesenjangan generalisasi pada model. Selain itu, teridentifikasi pula sejumlah titik data yang menyimpang secara signifikan dari pola tren lokalnya, yang secara lebih kuat diduga merupakan kesalahan pemformatan angka dibandingkan representasi fenomena pelatihan yang aktual. Berdasarkan temuan tersebut, penelitian ini merekomendasikan perlunya audit kualitas data log secara sistematis serta penerapan ukuran statistik yang tahan terhadap outlier (outlier-robust) dalam praktik pemantauan pelatihan model ke depannya.
ANALISIS KINERJA MODEL YOLOv12 NANO TERHADAP KETIDAKSEIMBANGAN DATA PADA DETEKSI TANDAN KELAPA SAWIT DI LINGKUNGAN PERKEBUNAN Vicky Bin Djusmin; Erwin Sukma; Fitrah Eka Susilawati
D'computare: Jurnal Ilmiah Teknologi Informasi dan Ilmu Komputer Vol 15 No 2 (2025): Edisi Juli 2025
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo Fakultas Teknik Komputer

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/dcomputare.v15i2.124

Abstract

Ketidakseimbangan distribusi data merupakan tantangan utama dalam penerapan deteksi objek berbasis deep learning pada lingkungan perkebunan kelapa sawit yang kompleks dan dinamis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kinerja model YOLOv12-nano dalam mendeteksi tandan buah kelapa sawit (TBS) dengan kondisi data tidak seimbang pada citra UAV di lingkungan perkebunan nyata. Akuisisi data dilakukan di perkebunan kelapa sawit di Sulawesi Selatan menggunakan drone DJI Neo dengan variasi pencahayaan alami, jarak pandang, dan tingkat oklusi vegetasi. Dataset terdiri dari dua kelas, yaitu tandan matang dan tandan mentah, dengan dominasi kelas tandan mentah. Proses praproses meliputi ekstraksi frame, pembersihan data, anotasi bounding box, resize, pembagian dataset, serta augmentasi data latih. Evaluasi performa dilakukan menggunakan metrik precision, recall, F1-score, serta mean Average Precision (mAP) pada berbagai ambang IoU. Hasil pengujian menunjukkan bahwa model YOLOv12-nano terbaik (best model) mencapai precision sebesar 0,97, recall 0,80, F1-score 0,88, serta mAP@0.5 sebesar 0,88 dan mAP@0.5–0.95 sebesar 0,68. Temuan ini menunjukkan bahwa YOLOv12-nano memiliki kemampuan deteksi yang selektif dan stabil meskipun dihadapkan pada ketidakseimbangan data, serta berpotensi diimplementasikan pada sistem monitoring TBS berbasis UAV dan edge computing secara real-time.
PKM Transfer Teknologi Tepat Guna Mesin Penarik dan Perontok Rumput Laut Otomatis Berbasis Forward-Reverse untuk Peningkatan Pascapanen Abdul Rais; Baso Ali; Safwan Kasma; Erwin Sukma
Abdimas Langkanae Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pustaka Digital Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53769/jpm.v6i2.833

Abstract

Sulawesi Selatan merupakan provinsi utama di Indonesia Timur dalam produksi rumput laut, dengan total produksi triwulan I 2021 mencapai 935,8 ton, terdiri dari Cottonii (615,5 ton), Gracilaria (246 ton), dan Spinosium (74,2 ton). Kabupaten Takalar, Luwu, Wajo, Pangkep, Bone, dan Luwu Timur menjadi penghasil utama, Desa Bassiang Timur yang merupakan salah satu desa yang ada di Kecamatan Ponrang Selatan Kabupaten Luwu Provinsi Sulawesi Selatan, memiliki potensi signifikan dalam budidaya rumput laut, terutama jenis Eucheuma cottonii, sebagai komoditas unggulan perikanan budidaya. Berdasarkan data BPS Kabupaten Luwu tahun 2023, produksi rumput laut di Kabupaten Luwu mencapai 12.500 ton, dengan Desa Bassiang Timur menjadi salah satu sentra utama penyumbang produksi tersebut didukung oleh garis pantai yang optimal dan partisipasi aktif nelayan lokal. Harga jualnya pun cukup menarik, yaitu sekitar Rp6.000 per kg untuk rumput laut basah dan Rp35.000 per kg untuk yang kering. Meskipun prospek ekonomi menjanjikan, mitra menghadapi kendala signifikan, terutama dalam inovasi teknologi. Proses pengangkutan dari lahan ke perahu dan ke lokasi pemisahan masih dilakukan secara manual dengan bantuan bambu, yang memerlukan tenaga ekstra, berisiko cedera, dan mengurangi efisiensi kerja. Selain itu, pemisahan rumput laut dari tali juga masih mengandalkan tenaga manusia, sehingga berpotensi menurunkan kualitas panen dan meningkatkan risiko kecelakaan. Berdasarkan analisis kebutuhan tersebut, solusi yang ditawarkan dalam proposal berupa penerapan inovasi alat mesin penarik dan perontok rumput laut otomatis berbasis sistem forward-reverse dinilai sangat relevan dan tepat sasaran. Teknologi ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas kerja petani dengan cara mempercepat proses pemisahan rumput laut langsung dari perahu, tanpa harus dibawa ke darat atau ke rumah petani. Hal ini menjadi nilai tambah signifikan dibandingkan metode konvensional yang selama ini digunakan. Hasil kegiatan pengabdian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa implementasi alat ini memberikan dampak positif yang nyata bagi masyarakat serta kegiatan diversifikasi produk olahan rumput laut yaitu dodol rumput laut dan keripik rumput laut. Petani merasakan kemudahan dalam proses kerja, pengurangan tenaga fisik yang dibutuhkan, serta efisiensi waktu yang cukup signifikan. Selain itu, kualitas rumput laut yang dihasilkan juga cenderung lebih baik karena proses pemisahan dapat dilakukan secara lebih cepat dan minim kerusakan. Temuan ini sejalan dengan tujuan dalam proposal yang menekankan pada peningkatan nilai tambah produk melalui hilirisasi dan pemanfaatan teknologi tepat guna. Untuk mengatasi permasalahan ini, Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) mengusulkan penerapan teknologi inovatif dan pendampingan intensif.