Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Jurnal Promotif Preventif

Evaluasi Efektivitas Strategi Pengendalian Vektor Penyakit di Rumah Sakit X Kota Batam Tahun 2024 Herdianti, Herdianti; Husein, Al Hafez; Sembiring, Firdaus Yustisia; Alfajri, Ilham
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 3 (2025): Juni 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i3.1891

Abstract

Rumah sakit merupakan tempat dengan lalu lintas manusia yang tinggi, sehingga memiliki potensi besar menjadi sumber atau titik penyebaran penyakit jika pengendalian vektor tidak dilakukan secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aspek Input, Proses, dan Output dari evaluasi efektivitas metode penanganan vektor di lingkungan Rumah Sakit X di Kota Batam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif melalui wawancara mendalam dan observasi dengan jumlah informan sebanyak enam orang yaitu Kepala Sub Bagian Sarana Umum, Kepala Urusan Fasilitas Umum, Koordinator Kesling & K3, Sumber Daya Manusia, Kepala Bagian Keuangan, Pihak ketiga (CV. Bumi Resik). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa berdasarkan hasil evaluasi, strategi pengendalian vektor penyakit yang diterapkan di Rumah Sakit X Kota Batam pada tahun 2024 tergolong cukup efektif dalam menekan keberadaan vektor, seperti nyamuk dan serangga lainnya, di lingkungan rumah sakit. Upaya-upaya seperti pengelolaan lingkungan, penyemprotan insektisida, dan pembersihan rutin telah berjalan dengan baik dan menunjukkan hasil yang positif. Namun, efektivitas strategi tersebut belum maksimal karena masih terdapat kendala dalam aspek perilaku sumber daya manusia, khususnya terkait kebiasaan meninggalkan sisa makanan di ruang kerja yang dapat menarik vektor. Dengan demikian, pengendalian vektor yang optimal tidak hanya bergantung pada intervensi teknis, tetapi juga memerlukan pendekatan edukatif, pengawasan yang ketat, dan dukungan dari semua pihak yang terlibat di lingkungan rumah sakit. Diperlukannya kerjasama dengan ahli entomologi untuk mendapatkan saran dan strategi penanganan vektor yang lebih efektif dan spesifik sesuai dengan kondisi Rumah Sakit X
Hubungan antara Praktik Pengelolaan Sampah 3R dan Kader Pemantauan Larva Berbasis Sekolah Dengan Kejadian Demam Berdarah: Studi Cross Sectional di Batam, Indonesia Herdianti, Herdianti; Husein, Al Hafez; Sembiring, Firdaus Yustisia; Afinawati, Sri May; Dinilhaq, Fauzal
Jurnal Promotif Preventif Vol 9 No 2 (2026): April 2026: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v9i2.2192

Abstract

Demam Berdarah Dengue (DBD) masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang serius di negara tropis, termasuk Indonesia. Pendekatan berbasis komunitas seperti pengelolaan sampah 3R dan pemberdayaan kader jumantik sekolah berpotensi mendukung upaya pengendalian vektor, namun bukti empirisnya masih terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan peran anak sekolah sebagai kader jumantik terhadap kejadian Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kelurahan Sei Lekop, Kota Batam. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan desain cross sectional, melibatkan 164 responden yang dipilih melalui teknik random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji deskriptif serta chi square untuk mengetahui hubungan antara variabel. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan signifikan antara penerapan konsep 3R dengan kejadian DBD (p=0,000) dan antara peran anak sekolah sebagai kader jumantik dengan kejadian DBD (p=0,000). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penerapan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle) dan pemberdayaan anak sekolah sebagai kader jumantik secara signifikan berhubungan dengan kejadian DBD. Strategi ini dapat dijadikan pendekatan integratif dalam pengendalian vektor nyamuk penyebab DBD, serta direkomendasikan sebagai intervensi berbasis masyarakat dalam kebijakan kesehatan lingkungan.