Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pendampingan Bimbingan Belajar Akademik dan Religius di Dukuh Kejambon Kidul, Desa Sindumartani, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Sleman Fatimah, Fatma Siti; Hidayah, Nila
Jurnal Atma Inovasia Vol. 1 No. 5 (2021)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v1i5.5157

Abstract

Abstract — Home tutoring assistance is needed during the Covid-19 pandemic, where all schools implement Distance Learning (PJJ) activities. The Ministry of Education and Culture issues regulations so that all learning activities at school are carried out at each student's home. The enactment of the PJJ policy makes parents have the responsibility to assist children while learning from home. In addition, the Covid-19 pandemic has an impact on TPA / TPQ activities at Dukuh Kejambon Kidul. For this reason, through tutoring assistance carried out by UAA 2021 Thematic KKN students as a form of community service, it can help children a total of 21 students, who have difficulty in the learning process at home and re-organize TPA / TPQ activities during the Covid-19 pandemic at the Kejambon Kidul hamlet in particular. RT 04 and 05. The learning methods applied during the morning class activities are lectures, fairy tales, question and answer, and practice. In conclusion can be drawn is that the activities of assisting academic, religious and educational guidance for Covid-19 for children can take place smoothly. Keywords — Tutoring Assistance, TPA / TPQ, Covid-19 Pandemic.  Abstrak — Pendampingan bimbingan belajar dari rumah sangat diperlukan di masa pandemi Covid-19 ini, dimana semua sekolah menerapkan kegiatan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ). Kemendikbud menerbitkan peraturan agar semua kegiatan pembelajaran di sekolah dilakukan di rumah masing-masing siswa. Berlakunya kebijakan PJJ membuat orang tua mempunyai tanggung jawab mendampingi anak selama belajar dari rumah. Selain itu, pandemi Covid-19 berdampak pada kegiatan TPA/TPQ di Dukuh Kejambon Kidul. Melalui pendampingan bimbingan belajar yang dilakukan oleh mahasiswa KKN Tematik UAA 2021 ini sebagai bentuk pengabdian masyarakat dapat membantu anak-anak sejumlah 21 siswa yang kesulitan dalam proses belajar di rumah  dan mengadakan kembali kegiatan TPA/TPQ pada masa pandemi Covid-19 ini di dukuh Kejambon Kidul khsusunya RT 04 dan 05. Metode pembelajaran yang diterapkan selama pelaksanaan kegiatan kelas pagi ialah ceramah, dongeng, tanya jawab, dan praktek. Simpulan yang dapat diambil adalah kegiatan pendampingan bimbingan belajar akademik, religius dan edukasi Covid-19 bagi anak- anak dapat berlangsung dengan lancar. Kata Kunci — Pendampingan Bimbingan Belajar, TPA/TPQ, Pandemi Covid-19.
Edukasi asuransi kesehatan pada remaja pranikah desa donorojo, Kabupaten Magelang Mutia, Eka Septi Seliani; Siti Fatimah, Fatma; Zia Ulhaq, Muhammad
Jurnal Atma Inovasia Vol. 3 No. 2 (2023)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24002/jai.v3i2.6943

Abstract

Health checks before marriage are carried out to find out how the health condition of the prospective bride and groom. in preventing health problems in oneself, spouse and offspring in order to build a good and prosperous family. Health Insurance is a protection that should be owned when married, insurance provides benefits to free participants from the difficulty of providing cash data, health costs that can be monitored and the availability of health data with health insurance, families will get optimal care when sick or postpartum so that prospective fathers and mothers are not burdened with large medical expenses. Health insurance has several benefits for its users, namely as health savings, easing the burden and a comfortable and peaceful life. The types of health insurance are seen from the fund managers, namely the government and private fund managers (premi) managed by private companies. Keywords — Premarital Preparation; Insurance Health; BPJS;   Abstrak— Pemeriksaan kesehatan sebelum menikah dilakukan untuk mengetahui bagaimana kondisis kesehatan calon pengantin. dalam mencegah terjadinya masalah kesehatan pada diri sendiri, pasangan dan keturunan agar terbangun keluarga baik dan sejahtera. Asuransi Kesehatan merupakan perlindungan yang patut dimiliki ketika sudah berkeluarga, asuransi memberikan manfaat untuk membebaskan peserta dari kesulitan penyediaan data tunai, biaya kesehatan yang dapat diawasi dan tersedianya data kesehatan dengan adanya asuransi kesehatan, keluarga akan mendapatkan perawatan yang optimal ketika sakit maupun pasca melahirkan sehingga calon ayah dan ibu tidak terbebani dengan biaya pengobatan yang jumlahnya besar. Asuransi kesehatan terdapat beberapa manfaat bagi penggunanya yaitu sebagai tabungan kesehatan, Meringankan beban dan hidup yang nyaman dan tentram. Jenis-jenis asuransi kesehatan dilihat dari pengelola dana yaitu pemerintah dan swasta pengelola dana (premi) yang dikelola oleh perusahaan swasta Kata Kunci— Pranikah; Asuransi Kesehatan; BPJS;).  
Relationships between self-efficacy, health belief, and self-care among type 2 diabetes mellitus Cahyani, Isnaini Putri; Fatimah, Fatma Siti; Rosyida, Ratna Wirawati
Journal of Community Empowerment for Health Vol 7, No 1 (2024)
Publisher : Faculty of Medicine, Public Health, and Nursing, Universitas Gadjah Mada

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22146/jcoemph.78298

Abstract

Introduction: Diabetes mellitus (DM) patients need to be empowered to manage their conditions. Some factors that affected the empowerment of diabetes mellitus patients were self-efficacy, health beliefs, and self-care. Self-efficacy positively correlates with health belief and self-care among patients with type 2 DM. However, such evidence is still limited in the Health Care Centers, especially in Yogyakarta. This research aimed to identify self-efficacy and the relationship between health belief and self-care among Type 2 DM patients. Methods: This is a correlative analytical of quantitative research using the cross-sectional approach. Purposive sampling was used to collect the samples, which were 83 patients who belonged to the inclusion criteria. This research was conducted in the Primary Health Center in Bantul Yogyakarta between April and May. The statistical tests used the Spearman rank correlation test due to the abnormal distribution. Results: The mean of self-efficacy, health belief, and self-care were 84.9±9.3; 105,1±7,2; 67,8±7,7, respectively. There was a significant relationship between self-efficacy and health belief at the value of p<0.000, and there was a relationship between self-efficacy and self-care at the value of p<0.000. Conclusion: Positive correlations were achieved between self-efficacy and health belief and between self-efficacy and self-care in diabetes mellitus patients.
Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting): Pemberdayaan Kader dan Ibu Hamil untuk Pencegahan Stunting di Kalurahan Guwosari Yugistyowati, Anafrin; Fatimah, Fatma Siti; Ratnasari, Asti; Pasha, Al Fathur Gibran; Husna, Asmaul; Ramandha, Azmi Putri
Jurnal SOLMA Vol. 14 No. 3 (2025)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Prof. DR. Hamka (UHAMKA Press)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22236/solma.v14i3.20884

Abstract

Background: Stunting masih menjadi masalah kesehatan global yang berdampak pada kualitas sumber daya manusia. Di Kabupaten Bantul, prevalensi stunting menunjukkan tren fluktuatif, termasuk di Kalurahan Guwosari sebagai lokus prioritas sejak 2020. Program EMAS ZEST (Empowering Mothers and Society for Zero Stunting) bertujuan meningkatkan kapasitas kader posyandu dan ibu hamil melalui penerapan Integrasi Layanan Primer (ILP) yang dikombinasikan dengan inovasi lokal, yaitu aquaponik ember ”KITA PANEN” untuk memperkuat ketahanan pangan keluarga, serta Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil sebagai alat bantu pemantauan gizi berbasis digital. Metode: Kegiatan meliputi pendidikan masyarakat, pelatihan, dan pendampingan dengan melibatkan 30 kader serta 15 ibu hamil. Data dikumpulkan melalui pre–post test pengetahuan dan observasi keterampilan layanan posyandu ILP, kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil: Terdapat peningkatan pengetahuan dengan skor rata-rata dari 76,9 ± 4,4 pada pre-test menjadi 98,8 ± 1,0 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,9 poin atau 28,5%. Observasi menunjukkan keterampilan kader dalam pelaksanaan layanan Posyandu ILP berada pada kategori baik hingga sangat baik, terutama pada aspek sikap pelayanan (89,5% sangat baik) dan koordinasi tim (84,2% sangat baik), meski konseling masih relatif lebih rendah (68,4% sangat baik). Kesimpulan: Program EMAS ZEST efektif meningkatkan kapasitas kader dan ibu hamil dalam penerapan layanan posyandu ILP. Inovasi sederhana berbasis konteks lokal seperti aquaponik ember “KITA PANEN” dan Kartu Pintar Pemantau Gizi Ibu Hamil terbukti memperkuat promosi kesehatan partisipatif untuk pencegahan stunting.
Hubungan Kualitas Pelayanan Kefarmasian Terhadap Kepuasan Pasien Rawat Jalan di Puskesmas Umbulharjo I Yogyakarta Periode Januari 2023 Alawiyah, Metha Ayu; Wulandari, Ari Susiana; Fatimah, Fatma Siti; Nurinda, Eva
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 1 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i1.3099

Abstract

Masalah kesehatan menjadi hal yang sangat utama saat ini. Peningkatan taraf hidup masyarakat, disertai dengan meningkatnya pula tuntutan masyarakat akan kualitas kesehatan yang diharapkan. Salah satu penyedia jasa pelayanan kesehatan seperti puskesmas yaitu suatu kesatuan organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat kesehatan masyarakat. Tingkat keberhasilan pelayanan kesehatan dapat dinilai dari kepuasan pasien. Kualitas pelayanan mampu mempengaruhi kepuasan pasien, karena hampir semua pelayanan berhubungan dengan kefarmasian. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan dan kualitas pelayanan kefarmasian serta mengetahui hubungan kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan di Wilayah Kerja Puskesmas Umbulharjo I Kota Yogyakarta. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan rancangan penelitian cross sectional. Teknik sampel yang digunakan adalah purposive sampling, dengan variabel bebas kualitas pelayanan dan variabel terikat adalah kepuasan pasien. Pengambilan data menggunakan kuesioner kepada 108 responden di Puskesmas Umbulharjo I. Analisis data menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho. Berdasarkan hasil analisis data penelitian, menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan dalam kategori cukup baik berjumlah 56 responden (51,9%), dan variabel tingkat kepuasan pasien dalam kategori puas berjumlah 88 responden (81,5%). Tidak terdapat hubungan secara signifikan antara kualitas pelayanan kefarmasian dengan kepuasan pasien rawat jalan di Puskesmas Umbulharjo I. Dimana nilai koefisien korelasi sebesar 0,147 dengan p-value sebesar 0,130 > 0,05.
Evaluasi Kepuasan Pasien di Unit Kefarmasian Puskesmas Kalasan Karina Putri, Astri; Fatimah, Fatma Siti; Dwinta, Eliza; Putri, Imram Radne Rimba
INPHARNMED Journal (Indonesian Pharmacy and Natural Medicine Journal) Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Alma Ata University Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/inpharnmed.v7i2.3442

Abstract

Pelayanan kefarmasian sangat penting dilakukan untuk menciptakan pelayanan kesehatan yang baik dan bermutu di masyarakat. Mengingat pelayanan kefarmasian memegang peranan penting yang tidak dapat dipisahkan dari pelayanan Puskesmas, sehingga Penting untuk melakukan analisis kepuasan pasien di Instansi Puskesmas Kalasan. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pasien terhadap kualitas pelayanan kefarmasian pada unit pelayanan kefarmasian di Instansi Puskesmas Kalasan. Jenis penelitian ini adalah kuantitatif. Lokasi penelitian di Puskesmas Kalasan dan waktu penelitian pada bulan Februari 2023 sampai Maret 2023. Populasi pada penelitian ini adalah seluruh pasien yang melakukan kunjungan/ pemeriksaan dan melakukan pengambilan obat di unit kefarmasian Puskesmas Kalasan. Penarikan sampel penelitian ini menggunakan teknik non probability sampling yaitu purposive sampling. Sampel sebanyak 100 responden. Penilaian kualitas layanan dengan menggunakan analisis GAP. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai GAP dimensi reliability sebesar 0,60, artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi reliability. Dimensi responsiveness memiliki nilai GAP sebesar 0,64, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi responsiveness. Dimensi assurance memiliki nilai GAP sebesar 0,69, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi assurance.  Dimensi empathy memiliki nilai GAP sebesar 0,58, artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi empathy. Dimensi tangible memiliki nilai GAP sebesar 0,57, artinya artinya pasien merasa puas pada kualitas pelayanan Kefarmasian Puskesmas Kalasan dimensi tangible. Berdasarkan hasil penelitian ini dapat disimpulkan bahwa pasien puas terhadap kualitas pelayanan instansi kefarmasian Puskesmas Kalasan.
Analisis Persebaran Angka Kematian Ibu Hamil Berbasis WEB-GIS Menggunakan Metode Fuzzy Multiple Criteria Decision Making (FMCDM) di Daerah Yogyakarta Heksaputra, Dadang; Bahrudin, M.J.U Haris; Fatimah, Fatma Siti
Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI) Vol 3 No 2 (2020): Indonesian Journal of Business Intelligence (IJUBI)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/ijubi.v3i2.1504

Abstract

Abstrak-Angka Kematian Ibu (AKI) bukannya menurun, akan tetapi justru meningkat dari 228 per-1000 kelahiran hidup di tahun 2007 berdasarkan data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) pada tahun 2008 menjadi 359 per-1000 kelahiran hidup di tahun 2013 berdasarkan data Indonesia Demographic and Health Survey (IDHS) pada tahun 2013 dan menjadi 305 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 2015 dari Survei Penduduk Antar Sensus tahun 2015. Penelitian sistem informasi geografis untuk pemetaan sebaran angka kematian ibu (AKI) dengan platform web menggunakan pengolahan data fuzzy multiple criteria decision making. Sistem  mempunyai keterbaruan dalam hal pengelola data, dan visualisasi data. Sistem menggunakan web untuk memetakan persebaran AKI di Yogyakarta pada tahun 2019. Metode digunakan dalam pengelolaan data menggunakan analithic hierarchy process. Penelitian bertujuan untuk mengetahui gambaran peta visual persebaran AKI di Yogyakarta pada tahun 2019. Sebaran visualisasi data angka kematian ibu 2019 menggunakan data demografi wilayah dan beberapa indikator informasi mengenai ibu tersebut.
Peningkatan Pengetahuan dan Kepesertaan JKN Melalui Program Sosialisasi di Desa Puluhan Kabupaten Bantul Anantha, Jannu; Fatimah, Fatma Siti; Yassaramadhan, Farras Daffa; Rosyid, Muhammad Anwar; Hasanah, Dalilatul; Panilestari, Khairul Nisa; Cantika, Handini Ayu; Adzani, Deswita Vira; Aisyah, Cindy Nur; Nababan, Desi Pitri Yani; Sarwadhamana, Jaka
Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma Vol 6 No 4 (2025): Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma
Publisher : LPPM Universitas Jenderal Achmad Yani

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26874/jakw.v6i4.954

Abstract

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) merupakan upaya pemerintah dalam mewujudkan Universal Health Coverage (UHC) di Indonesia. Namun, masih banyak masyarakat di wilayah pedesaan yang belum memahami pentingnya kepesertaan dalam program ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kepesertaan masyarakat terhadap JKN melalui kegiatan sosialisasi yang dilakukan di Desa Puluhan, Kecamatan Sedayu, Kabupaten Bantul. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan partisipatif melalui observasi, wawancara, dan penyuluhan secara langsung kepada warga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai manfaat dan prosedurJKN, serta meningkatnya minat untuk mendaftar sebagai peserta. Sosialisasi yang melibatkan tokoh masyarakat, kader kesehatan, dan media informasi lokal terbukti efektif dalam membangun kesadaran kolektif. Meskipun masih terdapat hambatan seperti keterbatasan waktu warga dan kepercayaan terhadap pengobatan tradisional, program ini memberikan kontribusi signifikan terhadap literasi kesehatan masyarakat. Kegiatan ini direkomendasikan untuk diterapkan secara berkelanjutan dan lebih luas agar cakupan kepesertaan JKN meningkat secara merata.
Edukasi BPJS Kesehatan dalam Upaya Peningkatan Kesadaran Masyarakat Dusun Kejambon Kidul terhadap Asuransi Kesehatan Ningsih, Eva Silvia; Nengsih, Defri Fitriya; Saryanto, Fitroh Syuaidah; Larasati, Ice; Nurvirginiawati, Asti; Aisyah, Nabila Aqidatul; Seftina, Dina; Kurniasih, Imas Esti; Kurniawati, Riza; Tianotak, Firda Jihan; Fatimah, Fatma Siti; Hidayah, Nila
Bangun Desa: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2022)
Publisher : Universitas Alma Ata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21927/jbd.2022.1(1).9-13

Abstract

Abstrak Pelayanan kesehatan yang baik merupakan suatu kebutuhan masyarakat dan sering kali menjadi ukuran dalam keberhasilan pembangunan. Cita-cita awal pelaksanaan BPJS Kesehatan adalah agar masyarakat bisa terlayani dengan baik di puskesmas maupun rumah sakit namun nyatanya masih terdapat permasalahan yang harus dibenahi. Tujuan penulisan adalah 1) untuk mengetahui dan membahas tingkat pengetahuan masyarakat Kejambon Kidul terkait dengan BPJS Kesehatan 2) mengumpulkan informasi serta mengembangkan konsep pemanfaatan BPJS kesehatan di Padukuhan Kejambon Kidul Kecamatan Sindumartani Kabupaten Seleman. Penelitian ini dilaksanakan pada hari senin, 12 April 2021 di Padukuhan Kejambon Kidul Kecamatan Sindumartani Kabupaten Seleman. Responden dalam penelitian ini berjumlah 11 responden dan menggunaka media leaflet. Metode penulisan ini adalah pengamatan secara langsung dan wawancara. Dapat disimpulkan bahwa terdapat banyak kondisi yang menyebabkan masyarakat Padukuhan Kejambon Kidul belum memiliki BPJS kesehatan, salah satunya yang paling dominan ialah belum sempat mendaftarkan diri, selain itu terdapat masyarakat yang sudah sempat memiliki namun tidak melakukan pembaharuan data dikarenakan ketidaktahuan alur pembaharuan data BPJS. Melalui edukasi BPJS meningkatkan kesadaran masyarakat untuk menjadi peserta BPJS. Kata kunci: BPJS Kesehatan, asyarakat Kejambon Kidul, media leaflet. Abstract Good health service is a community need and is often a measure of successful development. The initial goal of implementing the Healthcare BPJS was that the community could be served well at the health center and the hospital, but in fact there are still problems that need to be addressed. The purpose of writing is 1) to find out and discuss the level of knowledge of the people of Kejambon Kidul regarding BPJS Health 2) to collect information and to develop the concept of using BPJS for health in Padukuhan Kejambon Kidul, Sindumartani District, Seleman Regency. This research was carried out on Monday, April 12, 2021 at Padukuhan Kejambon Kidul, Sindumartani District, Seleman Regency. The number of respondents in this stady was 11 respondents and used leaflet media. This writing method is direct observation and interviews. It can be concluded that there are many conditions that cause the people of Padukuhan Kejambon Kidul to not have BPJS Kesehatan, one of which is the most dominant one is that they have not registered themselves, besides that there are people who have had time but did not update data due to ignorance of the flow of BPJS data updating. Through education BPJS increases public awareness to become BPJS participants. Keywords: BPJS Health, people of Kejambon Kidul, leaflet media
EFEKTIVITAS KOMBINASI TARIK NAFAS DALAM DAN AFIRMASI POSITIF MENGURANGI DEPRESI PADA PERAWAT DI PUSKESMAS BANTUL YOGYAKARTA Lovadira , Layla; Siti Fatimah, Fatma; Yugistyowati, Anafrin; Jaka Sarwadhamana, Raden
Journal of Hospital Administration and Management (JHAM) Vol 6 No 2 (2025): Journal of Hospital Administration and Management (JHAM)
Publisher : LPPM Universitas Awal Bros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54973/jham.v6i2.708

Abstract

​​Background: Depression is the most common mental health problem experienced by nurses, especially in stressful environments. It can affect performance, reduce effectiveness, and decrease work productivity. One effective method to reduce depression is deep breathing techniques, which help enhance comfort and increase the body’s resilience. Additionally, positive affirmations short, simple statements spoken aloud and repeated slowly also help build confidence and combat depression. Objective: To determine the effectiveness of combining deep breathing techniques and positive affirmations in reducing depression among nurses at Bantul Public Health Center, Yogyakarta. Method: This study used a quantitative approach with a pre-experimental design employing a one-group pretest-posttest design. The sampling technique was non-probability sampling, specifically purposive sampling. The sample consisted of 17 respondents. Data collection was conducted using pre-test and post-test questionnaires. The DASS-42 instrument was used to measure depression levels. Data analysis was performed using the Wilcoxon signed-rank test to compare depression scores before and after the intervention within the same respondents. Results: Among the 17 respondents, 15 showed a decrease in depression scores, 1 showed an increase, and 1 showed no change. The average depression score significantly decreased from 3.29 to 0.41 following the deep breathing and positive affirmation intervention, with a Wilcoxon test significance value of 0.002 (p < 0.05). Conclusion: This study demonstrated a significant reduction in depression scores following the intervention combining deep breathing and positive affirmations, indicating that the intervention is effective in reducing depression among nurses at Bantul Public Health Center. Therefore, it is recommended to implement this intervention routinely as an effort to improve the mental health of healthcare workers.