Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Separatism Movement and Contemporary Reconciliation: Causes and its Impact towards Political Development in Papua Reni Rentika Waty; Ibrahim Mifthafariz Mirza; Najmi Muhammad Fadli
Jurnal Studi Sosial dan Politik Vol 6 No 2 (2022): Jurnal Studi Sosial dan Politik
Publisher : FISIP Universitas Islam Negeri Raden Fatah Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19109/jssp.v6i2.11953

Abstract

The separatism occurs in Papua that comes from the root of complex problems, resulting in ongoing conflict between the Free Papua Organization (OPM) and the state. Separatism and conflict in Papua have had a significant impact on political development. This research uses Tedd Robert Gurr's theory of relative deprivation and Lucian Pye's theory of political development as well as qualitative methods. This research examines conflicts and separatism that occur in Papua and their relation to Papuan political development. The result of this research indicates that political development in Papua has not been successful. The discrepancy between expectations for progress and realities can lead to significant political violence. The strengthening of collective discontent can be politicized and produce radical and even separatist resistance movements. These conditions can hinder the course of the political development process, because of the difficulty of building integration and creating political stability.
Simbolisme Identitas Etnis dalam Politik Lokal: Analisis Kampanye Pilkades di Desa Triyoso, Kabupaten OKU Timur Dias Azzahro; Yulion Zalpa; Ibrahim Mifthafariz Mirza
Journal of Communication and Social Sciences Vol. 2 No. 2 (2024): Journal of Communication and Social Sciences
Publisher : CV. Doki Course and Training

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61994/jcss.v2i2.870

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana penggunaan simbol identitas etnis dalam kampanye politik pilkades di desa Triyoso kabupaten OKU Timur tahun 2014. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu menggunakan teori dari tokoh politik identitas yaitu Agnes Heller yang mengatakan politik identitas sekedar untuk dijadikan alat memanipulasi untuk menggalang politik guna memenuhi kepentingan ekonomi dan politiknya. Metode pada penelitian ini yang digunakan adalah metode peneltian kualitatif, teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara dan dokementasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan simbol etnis untuk strategi politik dalam kemenangan kepala desa sangat tepat dikarenakan masayarakat di desa Triyoso mayoritas orang Jawa. Jadi dapat disimpulkan bahwa penggunaan simbol etnis dengan menggunakan simbol bahasa yaitu menggunakan bahasa Krama Jawa, bahasa Ngoko, bahasa Komering dan simbol atribut menggunakan pakaian batik khas Jawa dan baju muslim batik pria dapat mempengaruhi warga sekitar untuk mendapatkan suara dan dukungan. Simbol bahasa menunjukkan bahwa lebih menarik simpati masyarakat.
Dampak Pemilihan Kepala Daerah Kota Palembang Tahun 2024 Terhadap Pencemaran Lingkungan Di Kota Palembang Ilham Azis; Ryllian Chandra Eka Viana; Ibrahim Mifthafariz Mirza
Jurnal Ilmu Komunikasi Dan Sosial Politik Vol. 3 No. 1 (2025): Juli - September
Publisher : CV. ITTC INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62379/jiksp.v3i1.3020

Abstract

The Regional Head Election (Pilkada) is a vital form of local democratic participation; however, its implementation often generates environmental issues. This study aims to analyze the environmental impact of the 2024 Palembang mayoral election, particularly those caused by campaign activities such as the installation of campaign props, distribution of promotional materials, and mass gatherings. A qualitative approach was employed, using data collected through in-depth interviews, documentation, and literature review. The findings reveal a significant increase in waste volume and visual pollution during the campaign period, especially due to the placement of campaign materials on trees, electric poles, and public spaces in violation of regulations. Additionally, weak law enforcement and a lack of environmental awareness among political actors were identified as key factors exacerbating the situation. The study indicates that although the Pilkada is a democratic process, it often disregards environmental sustainability. This research recommends stricter regulations, an integrated waste management system for campaign activities, and greater community involvement in environmental oversight during elections.
Strategi Pemerintah Daerah Kabupaten Musi Rawas Utara Dalam Upaya Mengatasi Tambang Emas Ilegal : (Studi Kasus Kecamatan Karang Jaya Kabupaten Musi Rawas Utara) Viana, Ryllian Chandra Eka; Mirza, Ibrahim Mifthafariz; Fitri, Lylisa
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 4 No. 6: Oktober 2025
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v4i6.12743

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji strategi yang diterapkan oleh pemerintah daerah kabupaten musi rawas utara dalam menangani aktivitas pertambangan emas ilegal, serta mengindentifikasi faktor-faktor yang menghambat efektivitas upaya tersebut. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriftif. Hasil penelitian menunjukan bahwa pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya, seperti sosialisasi kepada masyarakat Desa Muara Tiku, penggrebekan oleh pihak berwajib, pembentukan pos terapung, serta pelatihan pertanian sebagai alternatif mata pencaharian. Meskipun demikian, terdapat berbagai kendala dalam pelaksanaannya, antara lain keterbatasan sumber daya, rendahnya kesadaran masyarakat, dan lemahnya penegak hukum. Strategi –strategi yang telah dilakukan perlu dioptimalkan melalui pendekatan kolaboratif dan berkenlanjutan agar permasalahan tambang emas ilegal dapat ditangani secara efektif.
Politik Agraria Dalam Konflik Sengketa Tanah Antara Masyarakat Desa Keban Dengan PT. Priamanaya Energi Di Desa Keban Kecamatan Lahat Kabupaten Lahat Putra, Dendy Gerhana; Ryllian Chandra Eka Viana; Ibrahim Miftafariz Mirza
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 3 No 6 (2025): 2025
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v3i6.2675

Abstract

Penelitian ini membahas politik agraria dalam konflik sengketa tanah antara masyarakat Desa Keban dengan PT. Priamanaya Energi di Desa Keban, Kecamatan Lahat, Kabupaten Lahat. Konflik ini dipicu oleh tumpang tindih hak batas tanah dan bukti kepemilikan ganda yang menimbulkan sengketa antara masyarakat lokal dan perusahaan pertambangan batubara. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konflik agraria ini berdampak signifikan pada kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Desa Keban, termasuk kerusakan lingkungan dan ketidakadilan dalam pengelolaan sumber daya. Pemerintah daerah berperan dalam proses penyelesaian konflik, tetapi upaya mediasi dan pengawasan masih menghadapi berbagai kendala. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi teoritis dan praktis dalam penyelesaian konflik agraria di wilayah tersebut serta menjadi dasar rekomendasi kebijakan yang berpihak pada keadilan sosial dan hak masyarakat atas tanah.
Dinamika Konflik Antara Pedagang Dan Pengelola Pasar Dalam Pembangunan Lokal Baru Di Pasar Pagi Betung Kabupaten Banyuasin Amelia, Rika; Juainah, Norma; Mirza, Ibrahim Miftafariz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the dynamics of conflict between traders and market managers during the development of a new local market at Pasar Pagi Betung, Banyuasin Regency. The development of the new local market, which aims to improve the organization and function of traditional markets, has instead given rise to various social and economic problems for traders. The conflict stems from unequal power relations, limited involvement of traders in policy-making processes, and differences in economic access between traders who remain in the old local market and those who occupy the new local market. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data were collected through in-depth interviews with traders, market managers, and representatives of government agencies responsible for market management, and was supported by field observations and documentation. Data analysis was conducted through data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results indicate that the conflict reflects the command-obey-class relationship as explained in Ralf Dahrendorf's conflict theory, where market managers and the government have policy authority, while traders are in a position to adapt to these decisions. The impacts of the new local development are felt unevenly, including decreased income, insecurity, and unequal economic opportunities. This study concludes that conflict is a consequence of a development process that is not fully participatory, necessitating more inclusive and equitable conflict management.
Analisis Politik Kewargaan Pada Komunitas Transpuan Warna Sriwijaya Di Kota Palembang Syirin, Fathimah; Viana, Ryllian Chandra Eka; Mirza, Ibrahim Mifthafariz
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study examines the practices of citizenship politics among the Warna Sriwijaya transpuan community in Palembang City within conditions of social and structural constraints. Although transpuan are administratively recognized as citizens, they continue to face social stigma, discrimination, and the absence of legal recognition of gender identity. This study aims to analyze forms of citizenship political practices, the fulfillment of rights, and the political participation of the transpuan community at the local level. The research employs a descriptive qualitative approach, with data collected through in-depth interviews, observation, and documentation. Data analysis is conducted using Kristian Stokke’s framework of citizenship politics, combined with Nancy Fraser’s concept of social justice. The findings indicate that the Warna Sriwijaya transpuan community has exercised citizenship politics through voting rights, political engagement, and interactions with local government. Access to administrative and health services is relatively available; however, the right to decent work remains limited due to an employment system that is not yet inclusive. Overall, the fulfillment of transpuan citizenship rights remains partial.