Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

STRATEGI EFEKTIF DALAM PENGELOLAAN KURIKULUM, SUMBER DAYA, DAN EVALUASI UNTUK MENINGKATKAN KUALITAS PEMBELAJARAN Siti Alsyamsari Abriyanti
Sindoro: Cendikia Pendidikan Vol. 10 No. 5 (2024): Sindoro Cendikia Pendidikan
Publisher : Cahaya Ilmu Bangsa Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.9644/sindoro.v10i5.9109

Abstract

Manajemen pendidikan seni memainkan peran penting dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang mendukung pengembangan potensi artistik peserta didik. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi strategi manajemen yang efektif dalam pengelolaan kurikulum, sumber daya, dan evaluasi pendidikan seni. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini menganalisis praktik manajemen di berbagai institusi pendidikan seni, baik formal maupun non-formal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pendidikan seni sangat bergantung pada kolaborasi antara pemangku kepentingan, fleksibilitas kurikulum, serta inovasi dalam penyediaan sumber daya dan alat evaluasi. Artikel ini menawarkan rekomendasi praktis untuk meningkatkan efektivitas manajemen pendidikan seni, termasuk pendekatan berbasis teknologi dan komunitas.
Development of Dance Movements with Local Wisdom to Increase Tolerance Attitude Siti Alsyamsari Abriyanti; Elindra Yetti; Romi Nursyam
International Journal of Studies in International Education Vol. 2 No. 3 (2025): August : International Journal of Studies in International Education
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/ijsie.v2i3.320

Abstract

Tolerance is one of the core character values that is crucial to instill from an early age, especially in multicultural societies like Indonesia. However, early childhood education (ECE) still tends to focus on cognitive and motoric aspects, while the integration of social values such as tolerance has not yet received adequate attention in the curriculum. This study aims to explore the potential of local wisdom-infused dance movements as an educational medium for instilling tolerance values in young children. The research employs a systematic literature review approach, analyzing previous studies relevant to three main variables: dance movements, local wisdom, and tolerance values in early childhood. The findings reveal that dance movements are not only beneficial for physical and aesthetic development but also serve as an effective expressive medium for fostering empathy, cooperation, and acceptance of differences. Integrating local wisdom values into dance activities can strengthen children's cultural identity and cultivate awareness of cultural diversity from an early age. Furthermore, emotional engagement and hands-on experiences in artistic activities have proven more effective in character building compared to conventional approaches. This study offers theoretical and practical contributions by formulating a local dance-based learning model explicitly aimed at reinforcing tolerance attitudes. The implications of these findings provide new directions for developing more contextual and culturally rooted ECE curricula, as well as enriching character education strategies that are engaging and meaningful for children. Thus, dance movements serve as a vital bridge in nurturing an inclusive, open-minded, and diversity-ready young generation.
PENDAMPINGAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN MULTIMEDIA TARI UNTUK PENGEMBANGAN KOMPETENSI GURU TARI MENUJU PENDIDIKAN BERKUALITAS Dwi Kusumawardani; Rizki Taufik Rakhman; Selly Oktarini; Farhan Apriadhi Ghazaly; Fitriana Eka Putri; Siti Alsyamsari Abriyanti
Prosiding Seminar Nasional Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): PROSIDING SEMINAR NASIONAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT - SNPPM2025
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Improving teacher performance in designing, using, and evaluating learning media is a critical need, as teachers face Generation Z and Alpha students who must have digital literacy. This community service activity aims to improve the competency of dance teachers who are members of the DKI Jakarta Senior High School Arts and Culture MGMP as partners, so they can conduct multimedia research and development in their respective schools. The implementation method of the activity uses a mentoring pattern, namely training that does not stop at delivering material, but continues with the application of the material through direct guidance. The activity is carried out through material presentations, interactive discussions, and mentoring in creating multimedia for implementation and evaluation in their respective schools. The results of the activity showed an increase in participants' knowledge regarding the process and practice of multimedia research and development for dance learning. Participants had positive opinions regarding the implementation of the community service. The findings of the activity were that highly committed participants were able to write a framework for the results of the implementation of multimedia research and development in their respective schools correctly. The implications of this activity increased dance teachers' awareness that the multimedia learning that has been created and used is important to evaluate and reflect on through the research process, even at a simple research level. Abstrak Peningkatan kinerja guru dalam merancang, menggunakan dan mengevalusi media pembelajaran menjadi kebutuhan kritis, karena guru menghadapi peserta didik generasi Z dan Alpha yang seharusnya memiliki literasi digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru tari anggota MGMP Seni Budaya SMA DKI Jakarta sebagai mitra, untuk dapat melakukan penelitian dan pengembangan multimedia di sekolah masing-masing. Metode pelaksanaan kegiatan menggunakan pola pendampingan yaitu pelatihan yang tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi dilanjutkan dengan penerapan materi melalui bimbingan langsung. Kegiatan dilaksanakan melalui penyajian materi, diskusi interaktif, pendampingan membuat multimedia untuk diimplementasikan dan dievaluasi di sekolah masing-masing. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta mengenai proses dan praktik penelitian dan pengembangan multimedia untuk pembelajaran tari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta pendampingan berpendapat positif terhadap pelaksanaan pengabdian. Temuan kegiatan adalah peserta yang berkomitmen tinggi, bersedia menyelesaikan seluruh rangkaian kegiatan pendampingan, dapat menuliskan outline hasil penerapan penelitian dan pengembangan multimedia di sekolah masing-masing dengan benar. Implikasi dari kegiatan ini menumbuhkan kesadaran guru tari bahwa multimedia pembelajaran yang telah dibuat dan digunakan, penting untuk dilakukan evaluasi dan refleksi melalui proses penelitian meskipun pada tingkat penelitian sederhana.