Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

Pengaruh Pemberian Poc Limbah Kulit Kopi Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea arabica L.) Varietas Komasti Azura Aulia Putri; Titien Fatimah; Anni Nuraisyah; Abdul Madjid
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/kkybkr43

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffea sp.) merupakan komoditas ekspor yang berperan penting sebagai sumber devisa negara, perkembangan ekonomi daerah, dan pendapatan petani. Pembibitan merupakan langkah awal dari seluruh rangkaian kegiatan budidaya kopi yang sangat berpengaruh terhadap produktivitas tanaman dan mutu hasil. Pemberian pupuk organik cair merupakan salah satu upaya memperbaiki sifat fisik, kimia dan biologi pada media tanam,salah satunya POC limbah kulit kopi. Limbah kulit kopi dalam bidang pertanian dapat memperbaiki kesuburan tanah, serta merangsang pertumbuhan akar, batang dan daun sehingga bagus untuk dijadikan pupuk organik cair oleh masyarakat dan dapat mengurangi limbah kopi yang menjadi permasalahan petani setiap produksi kopi.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan konsentrasi terbaik bagi pertumbuhan bibit kopi dengan menggunakan pupuk organik cair (POC) limbah kulit kopi. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan pada bulan September 2023 sampai Desember 2023, yang bertempat di Lahan Pembibitan Laboratorium Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Metode yang digunakan yaitu Rancangan Acak Kelompok (RAK) Non Faktorial. Analisa Data. Terdiri dari 4 taraf perlakuan POC limbah kulit kopi, perlakuan A0 (Konsentrasi 0%/kontrol), A1 (Konsentrasi 20%), A2 (Konsentrasi 40%) dan A3 (Konsentrasi 60%) dengan frekuensi pengaplikasian 2 minngu sekali selama 18 MST pada tanaman kopi sebanyak 120 bibit. Hasil dan Diskusi. Hasil tertinggi penelitian serta parameter yang digunakan terjadi pada umur 18 MST pada perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%, parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,83 cm, parameter diameter batang dengan rata-rata 0,24 cm, parameter jumlah daun dengan rata-rata 5,61 cm , berat basah akar dengan rata-rata 0,62 gram, dan berat kering akar dengan rata-rata 0,31 gram. Simpulan. Perlakuan yang tertinggi adalah perlakuan A3 dengan konsentrasi 60%.
Efektivitas Konsentrasi Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Bibit Kopi Arabika (Coffea Arabica L.) Nur Amelia Agustin; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/denqcr85

Abstract

Pendahuluan. Tanaman kopi (Coffia arabica L.) merupakan komoditas tanaman perkebunan yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Agar tanaman kopi dapat tumbuh dengan baik, pekerjaan pemeliharaan harus dilakukan pada tahap pembibitan. Permasalahan utama tanaman kopi adalah tidak tersedianya benih berkualitas tinggi. Untuk mencapai pertumbuhan tanaman kopi yang baik, perlu dilakukan upaya konservasi untuk mendukung pertumbuhan benih yang berkualitas dengan menggunakan pupuk anorganik sejak tahap pembibitan. Sebagai alternatif untuk mempercepat pertumbuhan kopi, juga bisa menambahkan zat pengatur tumbuh  eksogen. Zat pengatur tumbuh merupakan senyawa organik dan bukan merupakan unsur hara, namun bila digunakan dengan benar dapat mendukung proses fisiologis pada tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi air kelapa yang optimal terhadap pertumbuhan benih tanaman kopi arabika. Metode Pengumpulan Data. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Teknologi Benih Politeknik Negeri Jember yang dilaksanakan pada bulan Oktober - Januari 2024. Penelitian ini menggunakan RAK (Rancangan Acak Kelompok) non faktorial. Terdapat 5 perlakuan air kelapa,perlakuan P0: (kontrol/urea), P1 : Konsentrasi air kelapa 20% , P2 : Konsentrasi air kelapa 35% , P3 : Konsentrasi air kelapa 50%, P4: Konsentrasi air kelapa 65%. Pada pengaplikasian 2 minggu sekali selama umur bibit 16 MST sebanyak 125 bibit kopi arabika. Hasil dan Diskusi. Hasil terbaik penelitian serta parameter yang digunakan 16 MST pada perlakuan P3 konsentrasi 50%,parameter tinggi tanaman dengan rata-rata 9,66 cm,parameter diameter bibit dengan rata-rata 1,00 cm,parameter jumlah daun dengan rata-rata 6,65 pasang,parameter berat basah tajuk dengan rata-rata 4,87 gr,parameter berat kering tajuk dengan rata-rata 4,13 gr,dan berat kering akar dengan rata-rata 2,32 gr. Simpulan. Perlakuan terbaik adalah perlakuan P3 konsentrasi 50 %. 
Pengaruh Pemberian Air Kelapa Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora P.) Febrian Erindra Raihan; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/wf397e23

Abstract

Pendahuluan Kopi penyumbang devisa negara bagi negara Indonesia karena nilai kopi yang cukup tinggi. Menurut Badan Pusat Statistik tahun 2020, Total produksi kopi di Jawa Timur sebesar 68 ribu ton kopi, meliputi Jember, Malang, Blitar dan Bondowoao dengan luas 113.332 hektar. Permintaan konsumsi  kopi bubuk meningkat hingga 13,9 persen di taun 2021 dan 2022, untuk minuman jadi  rerata konsumsi naik 6,8% sedangkan kopi instan rerata konsumsi naik 9,7%. Solusi dalam perbanyakan mengguanakan stek yaitu dengan pemberian ZPT, karena ZPT dapat mengoktimalkan pertumbuhan tanaman, salah satunya auksin yang berperan dalam meningkatkan pertumbuhan akar Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 5 perlakuan yaitu perlakuan P0 (Tanpa pemberian air kelapa), P1 (Konsentrasi air kelapa 25%), P2 (Konsentrasi air kelapa 50%), P3 (Konsentrasi air kelapa 75%), P4 (Konsentrasi air kelapa 100%). Setiap perlakuan  akan diulang sebanyak 5 kali, sehingga terdapat 25 unit percobaan. Dalam setiap unit terdapat 7 stek dan terdapat 3 sample sehingga didapatkan 175 stek. Dengan parameter pengamatan yaitu presentas hidup stek pada akhir penelitian, tinggi tunas, jumlah daun dan Panjang akar stek. Penelitian ini menggunakan metode uji Rancangan Acak Kelompok non Faktorial Hasil dan Diskusi. Perlakuan pemberian air kelapa memberikan pengaruh sangat nyata terhadap parameter persentase hidup umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %, tinggi tunas umur 1, 2 ,3, 4 BST pada perlakuan P2 dengan konsentrasi 50 %, jumlah daun umur 1, 2, 3, 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 % panjang akar umur 4 BST pada perlakuan P2 konsentrasi 50 %. Simpulan. Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan, maka dapat disimpulkan bahwa. Perlakuan pemberian air kelapa pada Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canephora P) berpengaruh sangat nyata pada parameter presentase hidup, tinggi tunas, dan jumlah daun.
Vigor Benih Kakao (Theobroma cacao L.) Terhadap Perbedaan Media Simpan dan Lama Penyimpanan Ilham Akbar Adi Jatmiko; Titien Fatimah; Abdurrahman Salim; Nisa Budi Arifiana
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 1 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/qng1xg56

Abstract

Pendahuluan.  Tanaman kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan di Indonesia yang memiliki peran penting bagi perekonomian sebagai peningkat devisa negara. Benih kakao termasuk benih rekalsitran yang dimana benih kakao tidak dapat disimpan lama. Metode Pengumpulan Data. Penelitian ii dilaksanakan pada bulan Desember 2023 – Januari 2024 di Lab. Teknologi Benih, Politeknik Negeri Jember. Rancangan percobaan yang digunakan yakni Rancangan Acak Kelompok (RAK) Faktorial yang terdiri dari 2 faktor dengan 4 ulangan. Faktor pertama adalah Perbedaan Media Simpan yaitu M1: Serbuk Gergaji dan M2: Arang sekam padi. Faktor kedua adalah Lama Penyimpanan yaitu P1: Penyimpanan 5 hari, P2: Penyimpanan 10 hari, dan P3: Penyimpanan 15 hari Hasil dan Diskusi. Perbedaa media simpan berpengaruh sangat nyata terhadap daya berkecambah dan panjang kecambah. Lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata terhadap kadar air sebelum penyimpanan dan berpengaruh  nyata terhadap benih berjamur. Simpulan. Tidak terjadi interaksi antara perlakuan perbedaan media simpan dan lama penyimpanan pada semua parameter.
Pengaruh Konsentrasi Urin Sapi dan Jumlah  Ruas Terhadap Pertumbuhan Stek Kopi Robusta (Coffea canepora) Riki Rizki Yandapit; Titien Fatimah
Jagad Tani: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 2 No 2 (2025)
Publisher : Yayasan Jagad Aksara Kita

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.71333/jjxrs883

Abstract

Pendahuluan. Kopi yang banyak dibudidayakan di Indonesia salah satunya adalah kopi robusta (Coffea canephora). Untuk mendapatkan tanaman unggul kopi robusta dapat diperoleh dengan dua cara, yaitu dengan cara menggunakan biji (Generatif) dan vegetatif salah satunya stek. Perbanyakan dengan setek pada tanaman kopi robusta mampu menghasilkan tanaman baru dalam jumlah yang banyak serta memiliki sifat  yang sama dengan induknya. Bahan tanam yang unggul merupakan bahan tanam yang berasal dari varietas unggul dan umur bahan tanam yang tidak tua dan tidak muda Permasalahan yang sering dijumpai dalam perbanyakan tananaman setek ini yaitu proses pembentukannya akar yang sulit, oleh karena itu perlu penggunaan zat pengatur tumbuh (ZPT) untuk meningkatkan pembentukan akar. Hormon auksin dapat ditemukan dalam zat pengatur tumbuh alami dan sintesis, Secara alami auksin banyak terdapat pada urin sapi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi urin sapi terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) dan untuk mengetahui pengaruh beda ruas terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora). Metode Pengumpulan Data. Terdiri dari 3 kali ulangan yang terdiri atas 2 faktor yaitu faktor K (Konsentrasi urin sapi) dengan perlakuan K0 (0%), K1 (30%), K2 (50%), K3 (70%) dan faktor R (Ruas) dengan perlakuan R1 ( satu ruas), R2 (dua ruas), R3 (tiga ruas). Dengan parameter pengamatan yaitu Presentase stek hidup (%), Jumlah ruas, Jumlah pasang daun, Panjang tunas dan Panjang akar. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Faktorial. Hasil dan Diskusi. Konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora ). Hal tersebut diduga penggunaan urin sapi yang digunakan, apabila konsentrasi penggunaan urin sapi yang mengandung auksin itu tepat akan memberikan pengaruh baik pada pertumbuhan, akan tetapi jika konsentrasi penggunaan urin sapi itu terlalu banyak akan menghambat proses pertumbuhan bahkan mati. Jumlah ruas berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Hal tersebut diduga karena pengaruh jenis tanaman, umur tanaman dan faktor endogen seperti karbohidrat, auksin dan hormon yang berperan pada pertumbuhan stek. Konsentrasi urin sapi dan jumlah ruas tidak terdapat interaksi terhadap pertumbuhan stek kopi robusta (Coffea canephora). Simpulan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi urin sapi berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora) beda ruas stek berpengaruh tidak nyata terhadap pertumbuhan akar stek kopi robusta (Coffea canephora).